Metode unik instruktur safety riding AHM ajarkan keselamatan berkendara pada anak usia dini lewat miniatur diakui dunia. Raih juara 2 di ajang Asia-Oceania 2026.
OLX News – Kabar membanggakan datang dari dunia keselamatan berkendara di Tanah Air. Kreativitas anak bangsa dalam mengedukasi masyarakat soal aman berkendara kembali mendapat pengakuan internasional. Tim instruktur safety riding dari PT Astra Honda Motor (AHM) sukses menyabet peringkat kedua terbaik dalam ajang bergengsi Asia-Oceania Safety Innovative Concept yang digelar secara daring pada Kamis, 29 Januari 2026.
Penghargaan ini bukan sekadar piala, tapi bukti bahwa metode edukasi yang dikembangkan di Indonesia mampu bersaing dan dinilai efektif oleh para pakar keselamatan dari Jepang dan negara-negara Asia lainnya.
Baca Juga:
AHM Perkuat Pendidikan Vokasi, Bekali 1.462 Pelajar SMK Teknologi Honda Terbaru
Belajar Lewat Mainan, Masuk ke Dunia Anak

Tantangan terbesar dalam mengajarkan keselamatan berkendara adalah bagaimana materi tersebut bisa diterima oleh berbagai usia, terutama anak-anak. Menjawab tantangan ini, lima perwakilan instruktur Indonesia—M. Zakky Zulfiar, Dwi Oktawijaya, dan Deni Surahman (AHM), serta Hari Setiawan (MPM) dan Yosepth K.L. Dwiyanto (Astra Motor Bali)—hadir dengan ide segar.
Alih-alih memberikan teori yang membosankan, mereka menciptakan inovasi edukasi untuk anak usia Golden Age (2-6 tahun) menggunakan miniatur lalu lintas. Lewat alat peraga ini, anak-anak diajak bermain sambil belajar situasi jalan raya yang nyata namun dalam bentuk yang menyenangkan.
Metode ini dinilai cerdas karena mampu menjelaskan hal abstrak menjadi konkret. Anak-anak jadi lebih mudah memahami soal rambu lalu lintas, cara berboncengan yang aman, hingga konsep blindspot (titik buta) kendaraan yang sering kali luput dari perhatian orang tua.
Kalahkan 7 Negara Pesaing
Kompetisi ini tidak mudah. Perwakilan Indonesia harus beradu gagasan dengan instruktur dari tujuh negara lain, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, India, dan Taiwan.
Penilaian dilakukan langsung oleh juri kompeten dari Honda Motor Co., Ltd., Asian Honda Co., Ltd., dan manajer Suzuka Traffic Education Center. Inovasi “belajar sambil bermain” dari tim AHM dinilai sangat efektif dalam menanamkan karakter patuh aturan sejak dini, yang menjadi kunci untuk menurunkan risiko kecelakaan di masa depan.
Baca Juga:
“Titian Lestari” Yayasan AHM dan Warga Pekalongan Bersatu Jaga Owa Jawa
M. Zakky Zulfiar, salah satu instruktur perwakilan AHM, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi internasional ini.
“Terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan apresiasi pada ajang ini. Prestasi ini mendorong kami untuk terus konsisten dalam menghadirkan inovasi-inovasi baru untuk mendukung proses edukasi keselamatan berkendara di Indonesia,” ujar Zakky.
Komitmen Jangka Panjang

Keberhasilan ini mempertegas komitmen AHM dalam kampanye keselamatan jalan raya #Cari_Aman. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menyebutkan bahwa inovasi adalah kunci agar edukasi bisa diterima dengan baik.
“Capaian penghargaan ini memperkuat semangat kami bersama jaringan sepeda motor Honda di Indonesia untuk terus berkomitmen memberikan edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan kepada ribuan anak usia dini,” jelas Andy.
Sebagai informasi, saat ini AHM memiliki kekuatan 120 instruktur safety riding yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka didukung oleh fasilitas pelatihan mumpuni di 9 lokasi besar, termasuk AHM Safety Riding Park yang diklaim sebagai pusat pelatihan terbesar di Asia Tenggara, serta fasilitas edukasi di 6 SMK binaan yang tersebar dari Sumatera hingga Bali.
Dengan prestasi ini, diharapkan budaya berkendara yang aman di Indonesia bisa terbentuk lebih kuat, dimulai dari fondasi paling dasar, anak-anak kita. (Z)
















































