Senin, Mei 27, 2024
Lainnya
    Tips & TrikPerbedaan Busi Nikel, Busi Iridium, dan Busi Platinum

    Perbedaan Busi Nikel, Busi Iridium, dan Busi Platinum

    Jangan asal pilih busi, ketahui jenis dan perbedaannya!

    News.OLX – Busi memegang peran yang sangat penting dalam menjaga mesin kendaraan agar beroperasi dengan baik. Fungsinya sederhana, menciptakan bunga api di dalam ruang bakar yang menginisiasi pembakaran campuran udara dan bahan bakar.

    Tanpa busi yang berfungsi dengan baik, mesin tidak dapat berjalan secara optimal. Yang menarik, busi ternyata memiliki banyak jenis, lho.

    Secara umum, terdapat tiga jenis busi sesuai bahan bakunya, yaitu nikel, platinum dan iridium. Perbedaan jenis ini dapat menjadi kunci untuk mengoptimalkan performa mesin kendaraan.

    Lantas, apa kelebihan dan peruntukan dari ketiga jenis busi tersebut? Untuk mengetahuinya, mari simak artikel berikut ini.

    1. Busi standar nikel

    Jenis busi yang paling umum dan mudah dijumpai adalah berjenis nikel. Busi ini tidak menggunakan logam mulia pada elektroda yang digunakan. Meski demikian, inti elektroda tetap menggunakan tembaga untuk konduktivitas listrik yang optimal.

    Busi standar nikel dikenal karena kehandalannya dan harganya yang ekonomis. Dengan menggunakan material nikel, busi ini menawarkan solusi yang terjangkau, sekitar Rp 20 ribu per unit, dengan masa pakai sekitar 20 ribu kilometer.

    busi (3)

    2. Busi platinum

    Jenis busi selanjutnya adalah busi platinum atau dikenal sebagai G-Power di merek NGK. Busi ini barangkali menjadi populer lantaran kemampuannya menahan panas 21 persen lebih baik daripada busi nikel.

    Hal ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi bahan bakar, emisi rendah, dan kemudahan penstarteran. Meskipun sedikit lebih mahal, sekitar Rp 35 ribu, busi platinum mampu bertahan hingga 30 ribu kilometer.

    3. Busi iridium

    Selanjutnya adalah busi iridium. Busi ini adalah pilihan premium karena menggunakan logam mulia iridium di ujung elektroda.

    Kelebihannya terletak pada konduktivitas listrik yang sangat baik dan titik lebur yang tinggi, mencapai 2.500°C.

    Ujung elektroda yang sangat kecil, sekitar 0,4 mm, memberikan percikan api yang fokus dan stabil. Hal ini meningkatkan respons pedal akselerasi dan efisiensi bahan bakar.

    Namun, dengan keunggulan tersebut, harga busi ini terbilang cukup mahal. Kamu dapat menemukan busi iridium paling murah dengan kisaran harga Rp 100 ribu per unit, dengan daya tahan mencapai 50 ribu kilometer.

    Itu adalah jenis-jenis busi yang sering ditemui di dunia otomotif. Memilih jenis busi, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik kendaraan, preferensi, dan anggaran.

    Dengan pemilihan yang tepat, pemilik kendaraan dapat memastikan performa mesin tetap optimal dan efisien dalam perjalanan sehari-hari. 

    Dapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLX Member of ASTRA. Download aplikasinya di Play Store atau App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait