Sabtu, Mei 25, 2024
Lainnya
    ReviewSemahal Apa Biaya Perawatan Mobil Hypercar?

    Semahal Apa Biaya Perawatan Mobil Hypercar?

    Hypercar selain berbanderol mahal juga butuh perawatan khusus. Tak heran kalau biayanya bisa semahal ini.

    News.OLX – Modal untuk meminang mobil eksotis tidak terbatas pada saat pembelian saja, tetapi juga kelak sewaktu memilikinya. Nah, itulah sebabnya mengapa kamu wajib mengevaluasi dulu semua biaya yang terkait sebelum terjun ke jenjang investasi mobil hypercar bergengsi.

    Memangnya biaya perawatan hypercar bisa semahal apa, sih? Supaya kamu nggak penasaran, berikut adalah beberapa merek hypercar lengkap dengan biaya maintenance-nya untuk kamu jadikan rujukan.

    1. Ferrari

    Ketika kamu mengendarai Ferrari, semua orang pasti bakal menoleh dan berdecak kagum. Tak ayal kamu pun langsung jadi pusat perhatian. Pantas saja hypercar ini banyak diincar, padahal model termurahnya berada di kisaran Rp3,2 miliar.

    Dengan performa tinggi, Ferrari harus berada dalam kondisi terbaik supaya panjang umur. Namun, perlu dicatat, biaya perawatan mobil hypercar ini sangat bervariasi dari satu model ke model lainnya.

    Kira-kira biaya perawatan tahunan yang mesti kamu keluarkan untuk Pista 488 sebesar Rp40,5 juta, sedangkan untuk Scaglietti 612 bisa mencapai Rp184,9 juta.

    2. Porsche

    Di jagat otomotif, Porsche memang lekat dengan performa jempolan. Namun, mobil-mobil dari jenama Jerman ini juga menyuguhkan kemewahan yang setimpal dengan banderol mahalnya. Kendati begitu, Porsche bukan kendaraan yang sepenuhnya andal. Jadi, kamu akan lebih sering mampir ke bengkel bila punya.

    Kamu perlu menggelontorkan dana sekitar Rp35,8 juta untuk mempertahankan operasional Porsche agar tetap prima dari waktu ke waktu. Dalam 10 tahun, besar kemungkinan Porsche milikmu akan membutuhkan servis besar-besaran.

    3. BMW

    BMW selama bertahun-tahun senantiasa mengedepankan aspek mewah dan teknologi canggih di dalam mobil. Jadi, walau BMW tidak semahal hypercar buatan Ferrari dan Porsche, biaya perawatannya lebih mahal daripada mobil-mobil lain di kelasnya.

    Bila mengendarai BMW, maka kamu bakal merogoh kocek sekitar Rp31,3 juta untuk perawatan berkala setiap tahunnya. Perlu diingat juga kalau biaya perawatan mobil hypercar ini tak sama dari model satu ke model lainnya. Misalnya, kamu barangkali perlu mengganti busi setiap 50.000 kilometer sekali untuk tipe M4, M5, dan M8.

    hypercar (1)

    4. Rolls-Royce

    Produsen mobil high-end yang bermarkas di Manchester ini memang nggak ada duanya soal inovasi dan eksotisme. Menanamkan ratusan kilogram bahan isolasi premium di dalam kabin Rolls-Royce, kamu bahkan seolah-olah bisa mendengar suara peniti jatuh.

    Dengan tingkat kenyamanan sebesar ini, tak heran jika biaya perawatan mobil hypercar yang satu ini cukup tinggi. Namun, harap diperhatikan juga tiap tipe, mulai dari Ghost sampai Boat Tail, sangat berlainan, sehingga biaya perawatannya pun berbeda-beda.

    Siap-siap deh menyisihkan dana sekitar Rp64,9 juta untuk menyervis satu unit Ghost, menurut dealer Rolls-Royce.

    5. Lamborghini

    Pabrikan mobil asal Italia ini memegang reputasi sebagai produsen mobil mewah yang laris manis di dunia, padahal harganya tak murah. Mau Huracán yang entry-level atau Aventador yang gahar, harganya berkisar di angka Rp3,2 miliar.

    Jadi, sekalipun kamu mampu membeli mobil Lamborghini, jangan lupa untuk mencari tahu berapa besarnya biaya perawatan yang harus kamu anggarkan. Pasalnya, maintenance Lamborghini Aventador keluaran tahun 2019 bisa menyedot Rp81,1 juta per tahun.

    Sementara itu, satu set ban baru untuk Lamborghini bisa menghabiskan budget antara Rp24,3 hingga Rp32,4 juta.

    Belum sanggup menebus hypercar tapi tetap mau tampil beda di jalan? Temukan mobil sport yang pas di kantong hanya di OLX. Mulai browsing iklan-iklan OLX sekarang dengan men-download aplikasi OLX di Google Play Store atau App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait