LainnyaBeautySerum Vitamin C vs Niacinamide, Pilih yang Mana?

Serum Vitamin C vs Niacinamide, Pilih yang Mana?

Serum vitamin C vs niacinamide, mana yang lebih cocok? Simak perbedaan manfaat, fungsi, dan cara memilihnya.

- Advertisement -

OLX News – Menurut survei yang dilansir dari Mintel pada 2023, lebih dari 62 persen konsumen skincare di Asia Tenggara pernah menggunakan serum vitamin C atau niacinamide, namun sebagian besar tidak tahu kapan harus memilih salah satunya.

Kebingungan ini nyata dan berdampak langsung pada hasil perawatan kulit. Artikel ini membantu kamu memahami perbedaan keduanya secara faktual.

- Advertisement -

Dari Mana Dua Bahan Aktif Ini Berasal?

Vitamin C pertama kali diisolasi oleh ahli biokimia Albert Szent-Györgyi pada 1928. Sejak itu, penggunaannya berkembang dari suplemen oral ke produk topikal. Formulasi serum vitamin C untuk kulit mulai populer secara komersial pada awal 1990-an, ketika Dr. Sheldon Pinnell dari Duke University mempublikasikan riset tentang stabilitas L-ascorbic acid pada kulit.

Niacinamide, atau vitamin B3, memiliki jalur yang berbeda. Bahan ini awalnya diteliti sebagai terapi medis untuk kondisi kulit seperti pellagra dan dermatitis.

- Advertisement -

Selanjutnya, industri kosmetik mengadopsinya setelah sejumlah uji klinis menunjukkan manfaatnya untuk pori-pori dan pigmentasi. Popularitasnya melonjak di Indonesia sekitar tahun 2018 hingga 2020, bersamaan dengan tren skincare minimalis.

Oleh karena itu, keduanya bukan bahan baru. Keduanya sudah melalui dekade penelitian sebelum masuk ke rak minimarket. Perbedaannya terletak pada mekanisme kerja dan kondisi kulit yang paling cocok untuk masing-masing.

Perbandingan serum vitamin C dan niacinamide dalam botol skincare di atas meja perawatan kulit
Serum vitamin C dan niacinamide, dua bahan aktif populer dengan manfaat berbeda untuk kulit. | Gambar dibuat oleh GPT Image 2 (OpenAI)

Cara Kerja Serum Vitamin C dan Niacinamide di Kulit

Memahami mekanisme kerja keduanya adalah kunci memilih yang tepat. Keduanya memengaruhi pigmentasi, namun melalui jalur yang berbeda. Berikut penjelasan lebih mendalam untuk masing-masing bahan.

Bagaimana Serum Vitamin C Bekerja

Serum vitamin c bekerja dengan menghambat enzim tirosinase, yaitu enzim yang bertanggung jawab memproduksi melanin. Akibatnya, produksi pigmen gelap pada kulit berkurang secara bertahap. Selain itu, vitamin C adalah antioksidan kuat yang menetralisir radikal bebas akibat paparan sinar UV.

Bentuk paling aktif dari vitamin C adalah L-ascorbic acid. Namun, bahan ini tidak stabil dan mudah teroksidasi jika terpapar udara atau cahaya. Produk yang sudah berubah warna menjadi oranye atau cokelat tua menandakan oksidasi telah terjadi dan efektivitasnya berkurang.

Selain mencerahkan, vitamin C juga merangsang produksi kolagen. Berdasarkan riset yang dipublikasikan di Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology pada 2017, penggunaan topikal L-ascorbic acid selama 12 minggu meningkatkan kepadatan kolagen secara terukur. Ini menjadikannya pilihan untuk kulit yang mulai menunjukkan tanda penuaan.

Bagaimana Niacinamide Bekerja

Niacinamide bekerja dengan menghambat transfer melanosom dari melanosit ke keratinosit. Proses ini berbeda dari cara kerja vitamin C. Dengan demikian, niacinamide mencerahkan kulit melalui jalur yang lebih tidak langsung namun cenderung lebih lembut.

Niacinamide juga memperkuat skin barrier dengan meningkatkan produksi ceramide. Ini membuatnya cocok untuk kulit sensitif atau kulit yang sedang dalam pemulihan. Selain itu, niacinamide terbukti mengurangi produksi sebum, sehingga bermanfaat untuk kulit berminyak dan berjerawat.

Stabilitas niacinamide jauh lebih baik dibanding vitamin C. Bahan ini tidak mudah terurai oleh panas, cahaya, atau udara. Oleh karena itu, produk niacinamide umumnya memiliki masa simpan lebih panjang dan lebih mudah diformulasikan.

Perbedaan Vitamin C dan Niacinamide Secara Langsung

Berikut perbedaan utama antara keduanya yang perlu kamu ketahui:

  • Target utama: Serum vitamin c lebih efektif melawan radikal bebas dan merangsang kolagen, sedangkan niacinamide lebih unggul untuk memperkuat skin barrier dan mengontrol minyak.
  • Stabilitas bahan: Niacinamide lebih stabil dalam formulasi; vitamin C rentan teroksidasi dan membutuhkan kemasan khusus.
  • Toleransi kulit: Niacinamide lebih toleran untuk kulit sensitif; vitamin C dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi ringan.
  • pH optimal: L-ascorbic acid bekerja optimal pada pH di bawah 3,5; niacinamide efektif pada pH netral sekitar 5 hingga 7.
  • Waktu penggunaan: Serum vitamin c direkomendasikan pagi hari karena sifat antioksidannya melindungi dari UV; niacinamide fleksibel dan bisa digunakan pagi maupun malam.
10 Skincare Terbaik untuk Mengatasi Jerawat dan Kusam

Pendapat Ahli tentang Serum Vitamin C dan Niacinamide

Dr. Whitney Bowe, dermatologis yang berbasis di New York dan sering dikutip oleh publikasi seperti Allure dan Vogue, menyatakan bahwa vitamin C dan niacinamide sebenarnya bisa digunakan bersamaan.

Ia menegaskan bahwa mitos tentang keduanya membentuk asam nikotinat yang merusak kulit sudah dibantah oleh penelitian modern. Reaksi tersebut hanya terjadi pada suhu dan kondisi yang tidak relevan dengan pemakaian topikal normal.

Selain itu, Dr. Zainab Laftah, konsultan dermatologi dari Imperial College Healthcare NHS Trust di London, menekankan pentingnya konsentrasi. Menurutnya, serum vitamin C dengan konsentrasi di bawah 10% cocok untuk pemula, sementara konsentrasi 15% hingga 20% lebih tepat untuk kulit yang sudah terbiasa. Ia juga menyarankan penggunaan vitamin C di pagi hari dan niacinamide di malam hari sebagai rutinitas yang efisien.

Di Indonesia, dr. Listya Paramita, SpKK, yang aktif memberikan edukasi skincare melalui platform digital, menyampaikan bahwa banyak pasiennya mengalami over-exfoliation karena menggabungkan terlalu banyak bahan aktif sekaligus. Ia merekomendasikan pendekatan bertahap: mulai dengan satu bahan aktif, evaluasi selama empat minggu, baru tambahkan bahan lain.

Cara Memilih Serum Wajah yang Tepat Untukmu

Memilih antara serum vitamin c dan niacinamide tidak harus menjadi keputusan yang rumit. Kamu hanya perlu mengenali kondisi kulitmu terlebih dahulu. Berikut panduan praktis berdasarkan jenis dan kondisi kulit:

Pilih Serum Vitamin C Jika Kamu Mengalami Ini

  • Kulitmu menunjukkan tanda penuaan dini seperti garis halus atau kulit kusam.
  • Kamu sering terpapar sinar matahari dan membutuhkan perlindungan antioksidan tambahan.
  • Kamu ingin mencerahkan bekas jerawat yang sudah memudar menjadi bercak cokelat (post-inflammatory hyperpigmentation).
  • Kulitmu tidak sensitif dan sudah terbiasa dengan bahan aktif.

Pilih Niacinamide Jika Kamu Mengalami Ini

  • Kulitmu cenderung berminyak dan pori-pori terlihat besar.
  • Kamu memiliki kulit sensitif atau sedang dalam kondisi skin barrier yang terganggu.
  • Kamu baru memulai rutinitas skincare dan ingin bahan aktif yang toleran.
  • Kamu mengalami kemerahan atau kulit mudah bereaksi terhadap produk baru.

Jika Kamu Ingin Menggunakan Keduanya

Menggunakan keduanya secara bersamaan adalah pilihan yang valid. Namun, ada urutan yang perlu diperhatikan agar hasilnya optimal:

  1. Gunakan serum vitamin c di pagi hari setelah membersihkan wajah, sebelum pelembap dan tabir surya.
  2. Gunakan niacinamide di malam hari sebagai bagian dari rutinitas malam.
  3. Jika ingin menggunakannya dalam satu sesi, aplikasikan vitamin C terlebih dahulu, tunggu 10 hingga 15 menit, lalu aplikasikan niacinamide.
  4. Mulai dengan konsentrasi rendah untuk keduanya, terutama jika kulitmu belum terbiasa dengan bahan aktif.
  5. Evaluasi respons kulitmu setelah empat minggu sebelum menambah konsentrasi atau frekuensi pemakaian.

Sementara itu, hindari menggabungkan keduanya dengan bahan aktif lain seperti AHA, BHA, atau retinol dalam satu waktu. Kombinasi terlalu banyak bahan aktif sekaligus meningkatkan risiko iritasi. Lebih baik rotasi penggunaan berdasarkan hari atau waktu.

Hal yang Perlu Kamu Cek Sebelum Membeli

Sebelum membeli produk apapun, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Konsentrasi bahan aktif: Untuk vitamin C, cari produk dengan L-ascorbic acid 10% hingga 20%. Untuk niacinamide, konsentrasi 5% sudah terbukti efektif secara klinis.
  • Kemasan produk: Serum vitamin c harus dikemas dalam botol gelap atau buram, idealnya dengan pompa kedap udara, untuk mencegah oksidasi.
  • Daftar bahan: Pastikan bahan aktif muncul di urutan atas dalam ingredient list, bukan di bagian bawah yang menandakan konsentrasi sangat kecil.
  • Nomor BPOM: Pastikan produk sudah terdaftar di BPOM untuk memastikan keamanan dan legalitasnya di Indonesia.

Keputusan Ada di Tanganmu

Pada akhirnya, tidak ada jawaban universal untuk pertanyaan “serum vitamin c atau niacinamide?” Keduanya adalah bahan aktif yang sudah terbukti secara ilmiah, dengan fungsi yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Yang paling penting adalah kamu memahami kondisi kulitmu sendiri, membaca label produk dengan cermat, dan memberi waktu yang cukup untuk melihat hasilnya.

Jadi, setelah membaca ini, bahan aktif mana yang menurutmu paling sesuai dengan kondisi kulitmu sekarang?


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store