Kehadiran pabrik VinFast Subang mempercepat langkah Indonesia menjadi pemain utama industri kendaraan listrik global dengan target ratusan ribu unit per tahun.
OLX News – Ambisi Indonesia untuk memimpin rantai pasok otomotif berbasis baterai global semakin nyata. Hal ini didorong oleh beroperasinya pabrik VinFast Subang, Jawa Barat, yang diproyeksikan sebagai pusat ekspor kendaraan listrik setir kanan untuk pasar regional.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, optimistis dengan langkah strategis ini. “Indonesia memiliki modal dasar untuk menjadi salah satu pemain utama industri kendaraan listrik dunia, didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,” tegasnya dalam keterangan tertulis resmi VinFast, Kamis (22/10/2026).
Andalkan Kabin Lega, VinFast VF MPV 7 Sabet Trofi Mobil Listrik Keluarga Terbaik
Kapasitas Produksi Pabrik VinFast Subang
Fasilitas seluas 171 hektare ini menyerap kucuran modal tahap pertama senilai US$ 300 juta. Secara bertahap, pabrik mulai beroperasi pada pertengahan Desember 2025.
Sebagai pabrik global keempat dan yang pertama di Asia Tenggara di luar negara asalnya, pabrik VinFast Subang menargetkan perakitan 50.000 unit kendaraan per tahun pada tahap awal.
Kapasitas tersebut akan terus ditingkatkan hingga menembus angka 350.000 unit per tahun sejalan dengan pembangunan fasilitas susulan.
Model yang dirakit sangat bervariasi, mulai dari city car VF 3 dan VF 5, model SUV VF 6 dan VF 7, hingga armada komersial Limo Green.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja dan Komponen Lokal

Kehadiran fasilitas manufaktur ini tidak sekadar mengejar angka penjualan mobil. Kawasan pabrik VinFast Subang disiapkan untuk menyerap hingga 15.000 tenaga kerja langsung saat beroperasi penuh.
Fasilitas produksinya terbilang lengkap, mencakup proses pengelasan bodi, pengecatan, perakitan akhir, hingga pengendalian kualitas ketat.
Modal Rp1 Juta, Program VinFast Green SM Sewa Jadi Cuan Hadir di GIIAS 2026
Dari sisi pasokan suku cadang, VinFast membangun area khusus bernama Supplier Park.
Fasilitas ini mempermudah pemasok lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), untuk masuk ke rantai pasok otomotif internasional.
Perusahaan mematok target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen pada 2026, lalu bertahap naik ke angka 60 persen pada 2029, hingga menyentuh 80 persen pada 2030 mendatang.
Peningkatan penggunaan suku cadang lokal ini berdampak positif karena mampu memangkas biaya logistik secara tajam.
Efek berantainya, konsumen di Tanah Air akan lebih mudah melakukan perawatan kendaraan karena ketersediaan komponen di pasar domestik sangat terjamin tanpa harus bergantung pada pasokan impor.



























