Jumat, Oktober 23, 2026
OtomotifElektrifikasiKencan Singkat Bersama Leapmotor C10, Merasakan Langsung Performa dan Kenyamanan Ekstra yang...

Kencan Singkat Bersama Leapmotor C10, Merasakan Langsung Performa dan Kenyamanan Ekstra yang Ditawarkan

Hasil review Leapmotor C10 perjalanan dari Jakarta menuju Sentul, OLX News merasakan karakter SUV listrik yang mengutamakan torsi instan, kestabilan berkendara, serta kenyamanan kabin. Namun, apakah seluruh keunggulannya cukup untuk membuat mobil listrik ini layak dipertimbangkan sebagai kendaraan keluarga?

- Advertisement -

OLX News – Diawali dengan membuka pintu menggunakan kunci pintar NFC, kami bersiap memulai sesi test drive Leapmotor C10. Titik kumpul berada di markas Indomobil Group, MT Haryono, Jakarta.

Rute kali ini dirancang sederhana, tetapi cukup bervariasi untuk mengenali karakter sebuah SUV listrik. Perjalanan dimulai dengan melintasi jalan perkotaan, masuk ke jalan tol menuju kawasan Stadion Pakansari, kemudian mendaki ke kawasan Sentul untuk makan siang, sebelum kembali membelah kepadatan lalu lintas sore hari menuju Jakarta.

- Advertisement -

Bagi sebuah mobil listrik, rute seperti ini menarik untuk dicoba. Jalan tol memberikan kesempatan untuk merasakan kestabilan pada kecepatan konstan, sementara jalan menanjak dan berkelok dapat memperlihatkan bagaimana tenaga motor listrik disalurkan serta seberapa baik suspensi menjaga kenyamanan penumpang.

Kejar TKDN 60 Persen Tahun 2027, Harga Mobil Leapmotor Berpotensi Naik, Ini Alasannya!

Sementara itu, perjalanan kembali menuju Jakarta menjadi kesempatan untuk merasakan karakter mobil ketika berhadapan dengan kondisi lalu lintas stop-and-go.

- Advertisement -

Leapmotor C10 sendiri diposisikan sebagai SUV listrik keluarga. Mobil ini menggabungkan motor listrik penggerak roda belakang, baterai berkapasitas 69,9 kWh, serta sejumlah teknologi yang dirancang untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan. 

Di Indonesia, model ini dipasarkan melalui PT Indomobil National Distributor, bagian dari ekosistem bisnis otomotif Indomobil Group.

Lantas, bagaimana pengalaman kami saat kencan singkat dengan Leapmotor C10 ini?

Pembuktian Aerodinamika di Tol Jagorawi

Review Leapmotor C10

Keluar dari kawasan MT Haryono, kami mengarahkan kemudi menuju Tol Dalam Kota yang tersambung ke Tol Jagorawi. Pada ruas jalan bebas hambatan ini, Leapmotor C10 mulai menunjukkan karakter berkendara yang halus, khas kendaraan listrik.

Tidak adanya perpindahan gigi seperti pada mobil bermesin pembakaran internal membuat akselerasi terasa lebih linear. Ketika pedal akselerator diinjak, tenaga disalurkan secara spontan tanpa jeda perpindahan transmisi yang biasanya terasa pada mobil konvensional.

Karakter ini membuat Leapmotor C10 nyaman digunakan untuk mengikuti arus lalu lintas, baik ketika harus menambah kecepatan maupun menyesuaikan laju kendaraan dengan mobil di depan.

Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah Active Grille Shutters pada bagian depan. Sistem ini memungkinkan kisi-kisi udara membuka atau menutup sesuai kebutuhan pendinginan dan kondisi berkendara. Ketika kebutuhan aliran udara ke radiator berkurang, kisi-kisi membuka untuk mencapai proses pendinginan.

Secara teori, pengurangan hambatan udara berkontribusi terhadap efisiensi energi, terutama saat kendaraan melaju pada kecepatan relatif tinggi. Meski demikian, besarnya penghematan daya dalam penggunaan sehari-hari tetap dipengaruhi oleh kecepatan, kondisi jalan, temperatur, beban kendaraan, serta gaya berkendara.

Tembus Ratusan SPK, Unit Leapmotor B10 dan C10 Mulai Mendarat di Garasi Konsumen

Di balik kemudi, pandangan ke depan terasa lapang. Dasbor bergaya Piano Style Dashboard menghadirkan desain minimalis dengan tata letak yang bersih. Pendekatan ini membuat interior terlihat modern tanpa terlalu banyak ornamen.

Kesan lega juga diperkuat atap kaca panoramik berukuran sekitar 2,1 meter persegi. Cahaya alami yang masuk membuat kabin terasa lebih terbuka, terutama bagi penumpang yang duduk di baris kedua.

Meski begitu, luasnya bidang kaca menjadi hal yang patut diperhatikan oleh calon pembeli yang sering bepergian pada siang hari. Kenyamanan termal tetap perlu diuji dalam penggunaan nyata, termasuk ketika mobil terparkir di bawah terik matahari.

Secara keseluruhan, karakter Leapmotor C10 di jalan tol terasa cocok untuk perjalanan antarkota. Kabin yang lapang, akselerasi halus, dan posisi duduk SUV memberikan pengalaman berkendara yang santai tanpa menghilangkan respons ketika tenaga dibutuhkan.

Torsi Instan Melahap Tanjakan Sentul

Setelah menyusuri kawasan Stadion Pakansari, perjalanan berlanjut menuju perbukitan Sentul. Kontur jalan yang mulai menanjak menjadi kesempatan untuk merasakan kemampuan motor listrik Leapmotor C10.

SUV ini dibekali motor listrik dengan tenaga maksimum 165 kW atau sekitar 224 PS, serta torsi 360 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui sistem penggerak Rear-Wheel Drive (RWD).

Karakter motor listrik yang mampu memberikan torsi secara instan terasa menguntungkan ketika menghadapi tanjakan. Mobil merespons permintaan tenaga dengan cepat, sehingga kami tidak perlu menunggu putaran mesin meningkat seperti ketika mengendarai mobil konvensional.

Saat menghadapi tanjakan khas Sentul, respons tersebut membuat laju kendaraan cukup meyakinkan dan memberikan rasa percaya diri lebih. Ketika bertemu tikungan, kami juga dapat mengatur kecepatan dengan lebih halus melalui pedal akselerator.

Namun, tenaga besar bukan satu-satunya faktor yang menentukan kenyamanan berkendara. Pengaturan suspensi, distribusi bobot, sistem kemudi, serta karakter ban turut memengaruhi perilaku mobil ketika bermanuver.

Leapmotor C10 menggunakan pendekatan Cell-to-Chassis (C2C), yakni integrasi baterai dengan struktur sasis kendaraan. Pada konstruksi ini, baterai bukan sekadar ditempatkan di dalam paket terpisah, tetapi menjadi bagian dari pendekatan rekayasa struktur kendaraan.

Leapmotor Tampil Perdana di GIIAS 2026, Bawa SUV Listrik B10 dan C10 ke Indonesia

Integrasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kekakuan torsional, mengoptimalkan pemanfaatan ruang, serta mendukung karakter pengendalian. Leapmotor C10 diklaim memiliki kekakuan torsional hingga 42.500 Nm per derajat. Angka ini sudah lebih dari cukup untuk menjadikan C10 memenuhi syarat untuk bisa dipasarkan di Eropa.

Dalam penggunaan di jalan berkelok, karakter mobil terasa cukup mantap. Meski memiliki postur SUV yang relatif besar, kendaraan tidak menunjukkan gejala limbung berlebihan dalam manuver yang kami lakukan.

Tentu saja, karakter ini tidak berarti pengemudi dapat mengabaikan batas kecepatan atau kondisi jalan. Bobot baterai, dimensi kendaraan, dan karakter ban tetap perlu diperhitungkan ketika menghadapi tikungan tajam.

Sistem penggerak roda belakang juga memberikan karakter penyaluran tenaga yang berbeda dibandingkan SUV listrik berpenggerak roda depan. Dalam penggunaan normal, konfigurasi ini membantu memisahkan tugas roda depan untuk mengarahkan kendaraan dan roda belakang untuk menyalurkan tenaga.

Bagi calon pembeli yang terbiasa mengendarai mobil keluarga konvensional, karakter Leapmotor C10 terasa mudah dipahami. Respons tenaga yang spontan memberikan kepercayaan diri saat menanjak, sementara penyaluran tenaga yang halus membuat perjalanan tetap nyaman.

Kabin Lapang, Kenyamanan Jadi Andalan

Review Leapmotor C10

Setelah melewati sesi berkendara di jalan tol dan perbukitan, kami tiba di kawasan Sentul untuk beristirahat sekaligus makan siang.

Momen ini menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kabin Leapmotor C10 secara lebih santai. Sebab, untuk sebuah SUV keluarga, kenyamanan tidak cukup diukur dari performa dan desain eksterior. Ruang duduk, material interior, sirkulasi udara, dan kemudahan penggunaan fitur juga menentukan kualitas pengalaman selama perjalanan.

Material jok Eco-Leather yang digunakan pada mobil ini terasa nyaman saat bersentuhan dengan kulit. Material tersebut diklaim memiliki sertifikasi OEKO-TEX Standard 100, standar pengujian tekstil terhadap zat berbahaya. Sertifikasi tersebut berkaitan dengan aspek keamanan material yang diuji, bukan jaminan bahwa seluruh komponen kendaraan memiliki karakteristik yang sama.

Review Leapmotor C10

Untuk meningkatkan kenyamanan, tersedia fitur ventilasi jok depan atau Ventilated Seats. Fitur ini membantu mengalirkan udara melalui permukaan jok sehingga mengurangi rasa gerah, terutama ketika berkendara di tengah cuaca panas.

Jok depan juga dapat direbahkan untuk mendapatkan posisi istirahat yang lebih santai ketika kendaraan sedang berhenti dan terparkir dengan aman. Fitur tersebut menjadi nilai tambah bagi pengemudi yang kerap melakukan perjalanan antarkota.

Dari sisi kualitas udara, Leapmotor C10 dibekali sistem penyaringan partikel PM2.5. Fitur ini dirancang untuk membantu menyaring partikel halus di dalam sirkulasi udara kabin. Meski demikian, efektivitas penyaringan dalam kondisi tertentu bergantung pada sistem yang digunakan, perawatan filter, dan kondisi lingkungan.

Kesan lega turut didukung desain interior minimalis serta atap kaca panoramik. Penumpang tidak hanya memperoleh ruang untuk duduk, tetapi juga suasana kabin yang terasa terbuka.

Review Leapmotor C10

Bagi keluarga yang sering bepergian bersama anak-anak, kombinasi ruang kabin, ventilasi jok, dan sistem penyaringan udara bisa menjadi pertimbangan menarik. Namun, calon pembeli tetap disarankan mencoba sendiri posisi duduk di baris kedua, ruang kaki, akses keluar-masuk, serta kapasitas bagasi untuk memastikan semuanya sesuai kebutuhan keluarga.

Kembali ke Jakarta, Seberapa Meyakinkan Jarak Tempuhnya?

Review Leapmotor C10

Setelah beristirahat, perjalanan kembali menuju MT Haryono dimulai. Lalu lintas sore hari yang semakin padat membuat sesi ini menjadi gambaran penggunaan mobil dalam situasi perkotaan yang umum ditemui sehari-hari.

Pada kondisi stop-and-go, karakter motor listrik kembali terasa menguntungkan. Akselerasi dapat diatur secara halus, sementara ketiadaan perpindahan gigi membuat mobil terasa lebih tenang ketika bergerak perlahan mengikuti arus lalu lintas.

Leapmotor C10 menggunakan baterai berkapasitas 69,9 kWh. Kapasitas tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menentukan cadangan energi kendaraan. Namun, kapasitas baterai tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi jarak tempuh aktual karena konsumsi energi dipengaruhi oleh banyak faktor.

Untuk pasar Indonesia, spesifikasi yang dipublikasikan menyebut jarak tempuh hingga sekitar 478 km berdasarkan standar NEDC. Angka ini merupakan hasil pengujian dalam siklus tertentu, bukan jaminan bahwa mobil selalu dapat menempuh jarak tersebut dalam kondisi jalan nyata. 

Dalam penggunaan sehari-hari, jarak tempuh dapat berubah karena kecepatan rata-rata, penggunaan AC, beban penumpang, kondisi jalan, suhu lingkungan, serta gaya berkendara. Perjalanan dengan kecepatan tinggi di jalan tol juga dapat menghasilkan konsumsi energi yang berbeda dibandingkan perjalanan perkotaan.

Leapmotor Perkuat Langkah di Indonesia, Dealer Perdana Resmi Dibuka di PIK

Karena itu, calon pemilik sebaiknya tidak hanya berpatokan pada angka jarak tempuh maksimum. Pertimbangkan pula jarak perjalanan harian, ketersediaan pengisian daya di rumah, dan keberadaan stasiun pengisian umum pada rute yang sering dilalui.

Bagi pengguna yang memiliki akses pengisian daya di rumah, kebutuhan untuk mengisi baterai dapat direncanakan ketika kendaraan tidak digunakan. Sementara untuk perjalanan jauh, perencanaan titik pengisian tetap penting agar perjalanan berlangsung nyaman.

Sayangnya, sesi test drive ini tidak disertai pengukuran konsumsi energi secara terkontrol dari baterai penuh hingga akhir perjalanan. Oleh karena itu, kami belum dapat menyimpulkan efisiensi aktual Leapmotor C10 dalam satuan kWh per 100 km ataupun memverifikasi jarak tempuh riilnya berdasarkan rute Jakarta–Sentul–Jakarta.

Hal tersebut menjadi catatan penting bagi calon pembeli yang ingin membandingkan biaya operasional dengan SUV listrik lain.

Teknologi dan Keselamatan untuk Kebutuhan Keluarga

Selain performa dan kenyamanan, dalam review Leapmotor C10 ini, teknologi keselamatan menjadi aspek penting dalam memilih SUV keluarga.

Leapmotor C10 dipasarkan dengan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur ini dirancang membantu pengemudi memantau kondisi jalan dan memberikan peringatan atau intervensi tertentu sesuai sistem yang tersedia pada kendaraan.

Pada model yang dipasarkan di Indonesia, Leapmotor C10 juga dipromosikan dengan ADAS Level 2 dan peringkat keselamatan lima bintang Euro NCAP. 

Namun, perlu dipahami bahwa ADAS Level 2 tidak menjadikan kendaraan sepenuhnya otonom. Pengemudi tetap bertanggung jawab untuk mengendalikan mobil, memperhatikan kondisi lalu lintas, dan siap mengambil alih kendali kapan pun diperlukan.

Peringkat keselamatan pun perlu dipahami sesuai cakupan pengujian dan konfigurasi kendaraan yang dinilai. Calon pembeli sebaiknya memastikan kelengkapan fitur keselamatan pada unit yang akan dibeli, termasuk jumlah airbag, sistem pengereman, kamera, sensor parkir, dan fitur bantuan pengemudi yang tersedia pada varian tersebut.

Bagi keluarga, hal yang tak kalah penting adalah kemudahan penggunaan fitur. Sistem yang canggih baru memberikan manfaat maksimal jika pengemudi memahami cara kerja, batas kemampuan, serta kondisi penggunaan yang tepat.

Dengan pendekatan tersebut, Leapmotor C10 tidak sekadar menawarkan tenaga motor listrik yang besar, tetapi juga berupaya menghadirkan paket kendaraan keluarga yang menggabungkan kenyamanan, teknologi, dan perlindungan penumpang.

Apa yang Disuka dari Leapmotor C10?

Review Leapmotor C10

Setelah mencoba Leapmotor C10 dari Jakarta menuju Sentul dan kembali lagi, ada beberapa aspek yang menurut kami layak menjadi pertimbangan calon pembeli.

  • Torsi instan dan respons akselerasi

Motor listrik dengan tenaga 165 kW dan torsi 360 Nm memberikan respons yang sigap ketika dibutuhkan, terutama saat menanjak atau menyesuaikan kecepatan di jalan raya. Karakter ini menjadi salah satu keunggulan utama dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal yang membutuhkan proses perpindahan gigi.

  • Kabin terasa lapang dan modern

Desain dasbor minimalis serta atap kaca panoramik membuat suasana interior terasa terbuka. Pendekatan ini sesuai dengan karakter SUV keluarga yang mengutamakan kenyamanan perjalanan bersama penumpang.

  • Fitur kenyamanan cukup lengkap

Ventilasi jok depan, jok yang dapat direbahkan, serta sistem penyaringan udara PM2.5 menjadi nilai tambah. Fitur-fitur tersebut relevan untuk perjalanan harian maupun perjalanan antarkota.

  • Teknologi integrasi baterai dan sasis

Pendekatan Cell-to-Chassis dirancang untuk meningkatkan kekakuan struktur kendaraan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang. Dalam sesi berkendara di Sentul, karakter pengendalian terasa cukup mantap untuk sebuah SUV listrik berukuran besar.

  • Jarak tempuh yang menjanjikan di atas kertas

Kapasitas baterai 69,9 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga sekitar 478 km berdasarkan standar NEDC memberikan gambaran kemampuan perjalanan yang cukup menarik. Meski demikian, angka aktual tetap perlu disesuaikan dengan kondisi penggunaan.

Apa yang Tidak Disuka dari Leapmotor C10?

Di balik sejumlah keunggulan tersebut yang kami ungkap di review Leapmotor C10 ini, ada beberapa hal yang menurut kami perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membelinya.

  • Jarak tempuh aktual belum teruji dalam sesi ini

Klaim jarak tempuh berdasarkan standar pengujian tidak selalu mencerminkan hasil di jalan nyata. Kami belum melakukan pengujian konsumsi energi secara terukur, sehingga efisiensi aktual Leapmotor C10 dalam rute Jakarta–Sentul–Jakarta belum bisa dipastikan.

Bagi calon pembeli yang sering bepergian ke luar kota, informasi mengenai konsumsi energi aktual dan durasi pengisian daya akan membantu dalam menyusun perencanaan perjalanan.

  • Atap kaca panoramik perlu diuji dalam cuaca panas

Atap kaca berukuran besar memang memberikan kesan lapang, tetapi calon pembeli yang tinggal di wilayah tropis perlu memperhatikan kenyamanan termal kabin. Sebaiknya uji langsung kemampuan AC saat mobil terpapar matahari, termasuk kenyamanan penumpang baris kedua.

Hal ini bukan berarti atap panoramik pasti membuat kabin panas, melainkan aspek yang perlu diperiksa sesuai kondisi penggunaan sehari-hari.

  • Fitur bantuan pengemudi tetap membutuhkan adaptasi

Beragam fitur keselamatan aktif bisa membantu pengemudi, tetapi cara kerja dan batas kemampuannya perlu dipahami. Calon pemilik sebaiknya mencoba fitur yang tersedia pada unit aktual dan mempelajari pengoperasiannya sebelum berkendara di jalan umum. 

Salah satu kondisinya adalah respons counter steer yang melekat pada fungsi LKA (Line Keep Assist) yang kami rasa sangat kuat. Ini tak jarang membuat kami kaget saat di tengah perjalanan. Dan sayangnya Leapmotor C10 tidak menawarkan opsi seting agar bisa diperhalus. Pilihannya hanya Off atau On.

  • Perencanaan pengisian daya tetap diperlukan

Seperti kendaraan listrik berbasis baterai lainnya, Leapmotor C10 membutuhkan perencanaan pengisian daya, khususnya untuk perjalanan jarak jauh. Ketersediaan pengisian di rumah dan akses ke stasiun pengisian umum menjadi faktor penting dalam kenyamanan kepemilikan.

Calon pembeli juga perlu meminta informasi resmi mengenai daya pengisian AC dan DC, estimasi waktu pengisian, garansi baterai, serta dukungan purnajual sebelum memutuskan membeli.

  • Harga dan layanan purnajual perlu menjadi pertimbangan

Selain harga pembelian, konsumen perlu menghitung biaya pemasangan perangkat pengisian di rumah jika dibutuhkan, biaya listrik, asuransi, serta potensi biaya perawatan. Ketersediaan bengkel, suku cadang, dan dukungan layanan di kota tempat tinggal juga perlu diperhitungkan, terutama bagi merek yang relatif baru di pasar Indonesia.

Kesimpulan: SUV Listrik Keluarga dengan Karakter Berkendara yang Menyenangkan

Review Leapmotor C10

Kencan singkat bersama Leapmotor C10 memperlihatkan bahwa SUV listrik ini memiliki sejumlah modal untuk menarik perhatian konsumen Indonesia. Respons motor listrik yang sigap, torsi besar, kabin lapang, dan fitur kenyamanan menjadi kombinasi yang menarik untuk menunjang mobilitas keluarga.

Pada rute Jakarta–Sentul–Jakarta, karakter akselerasi yang halus terasa menguntungkan di jalan perkotaan maupun ketika menghadapi tanjakan. Sementara itu, desain interior minimalis dan sejumlah fitur kenyamanan membuat mobil ini layak dipertimbangkan sebagai kendaraan untuk penggunaan sehari-hari.

Meski demikian, ada beberapa hal yang masih perlu diperiksa lebih lanjut, terutama konsumsi energi aktual, kemampuan pengisian daya, dan pengalaman kepemilikan jangka panjang. Ketiga aspek tersebut penting untuk menilai apakah Leapmotor C10 benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan calon pembeli.

Dukungan jaringan penjualan dan purnajual juga patut menjadi pertimbangan. Sebelum membeli, konsumen sebaiknya memastikan ketersediaan layanan di wilayahnya, memahami ketentuan garansi, serta mencoba langsung kendaraan untuk menilai kenyamanan posisi duduk dan kemudahan pengoperasian fitur.

Harga Leapmotor C10 di Indonesia

Untuk pasar Indonesia, Leapmotor C10 dipasarkan dengan harga Rp618 juta on the road (OTR) Jakarta. Dengan banderol tersebut, Leapmotor C10 menyasar konsumen yang mencari SUV listrik keluarga dengan kombinasi performa, teknologi, dan kenyamanan.

Mobil ini layak masuk daftar pertimbangan, terutama bagi pengguna yang memiliki akses pengisian daya di rumah dan ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan kenyamanan perjalanan.

Pada akhirnya, keputusan membeli tidak hanya ditentukan oleh besarnya tenaga atau panjangnya klaim jarak tempuh. Kecocokan dengan kebutuhan keluarga, kemudahan pengisian daya, dukungan purnajual, serta biaya kepemilikan secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang menentukan.


Download aplikasi OLX di Play Store atau App Store

Populer.
Berita Terkait