Rabu, April 1, 2026
Lainnya7 Alasan Kenapa Kucing Suka Menjilat Pemiliknya

7 Alasan Kenapa Kucing Suka Menjilat Pemiliknya

Kucing menghabiskan waktu menjilati bulunya. Tapi tahukah kenapa kucing suka menjilat pemiliknya?

Kenapa kucing suka menjilat pemiliknya? Kucing menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat diri dengan menjilati tubuhnya sendiri. Tapi, tidak jarang mereka menjilati sang pemilik. Mengapa begitu? Cari tahu alasannya berikut ini. 

- Advertisement -

1. Menunjukkan Kasih Sayang

Kenapa kucing suka menjilat pemiliknya? Jika mereka menjilati kamu dengan lembut, ini menjadi penanda kasih sayang. Hal ini berlaku baik saat mereka menjilati kucing lain, hewan peliharaan di rumah, atau kamu sendiri. 

Kucing secara alami mengasosiasikan menjilati sebagai kepedulian karena ini adalah perilaku yang dipelajari dari induknya yang merawat anak-anaknya sejak lahir. Wajar saja jika mereka terus berbagi kasih sayang dengan orang-orang di sekitar mereka, baik mereka kucing maupun manusia.

- Advertisement -

2. Sedang Mencari Perhatian

Alasan kenapa kucing suka menjilat berikutnya adalah mereka mungkin belajar dengan cepat bahwa menjilati akan mendapat perhatian, karena kamu mungkin secara tidak sengaja memberi hadiah untuknya.

3. Kamu Dianggap Sebagai Bagian dari Keluarganya

Mereka berkomunikasi dengan menandai benda dan hewan lain dengan baunya. Salah satu alasan mengapa induk kucing menjilati anak-anaknya untuk menciptakan aroma keluarga yang dikenal. 

- Advertisement -

Demikian pula, mereka menjilati kamu sebagai cara untuk mengidentifikasi kamu. Kamu akan dianggap sebagai salah satu anggota keluarganya.

4. Menyukai Aroma Tubuhmu

kenapa kucing suka menjilat

Kucing kamu mungkin menjilati kulit atau rambut kamu untuk mencari aroma atau bau yang menarik. Misalnya seperti lotion, shampoo atau produk lainnya yang menggugah selera. 

Namun, jangan biarkan mereka menjilati kamu setelah mengoleskan produk topikal, karena beberapa produk dapat mengandung bahan yang beracun.

5. Cemas

Menjilati dapat merupakan perilaku pengalihan perhatian, yaitu perilaku yang dilakukan mereka untuk meredakan stres. Mereka sering menjilati kamu atau diri mereka sendiri sebagai mekanisme penanganan stres atau kecemasan.

Ketahui apakah ada pemicu untuk menjilatinya. Kamu mungkin mendapati mereka menjilati setelah pindah ke rumah baru atau mengalami perubahan lingkungan.

6. Menandai wilayah mereka

Ada beberapa cara mereka dalam memberi tanda pada wilayahnya. Termasuk menggosok pipi, mencakar hingga buang air kecil. Nah, menjilati adalah perilaku lain yang mungkin digunakan mereka untuk mengklaim sesuatu sebagai miliknya. 

Dalam kasus ini, jika mereka kamu menjilati kamu, mereka mencoba memastikan bahwa kucing atau hewan lain tahu siapa pemilik kamu.

7.  Mencoba Merawat Kamu

Alasan lainnya kenapa kucing suka menjilat adalah kucing kamu mungkin sedang merawat kamu seperti induk kucing merawat anak-anaknya. 

Tahukah kamu alasan mengapa lidah kucing kasar? Salah satu alasannya adalah karena lidah kucing sering digunakan untuk membantu mereka merawat diri sendiri. Mereka memiliki duri-duri kecil yang sangat bagus untuk mengurai kekusutan dan menghilangkan bulu yang kusut. 

Jika kamu merasakan sedikit gigitan saat mereka menjilati kamu, jangan khawatir. Menggigit dan menjilati merupakan bagian dari rutinitas perawatan mereka yang membantu menghilangkan kekusutan. Mereka biasanya tidak bermaksud menyakiti dengan menggigit.

Nah, itulah 7 alasan kenapa kucing suka menjilat pemiliknya. Kamu suka memelihara kucing? Akan lebih menyenangkan jika mereka punya kandang yang besar dan nyaman. Mau cari kandang yang layak? Kamu bisa mendapatkannya di OLX. (RK/Z)


OLX.co.id adalah platform jual beli di Indonesia. Beroperasi sejak 2005, OLX berkomitmen untuk menghadirkan transaksi yang nyaman dan mudah, dengan memberikan pilihan terlengkap mulai dari mobil, motor, aksesori otomotif, gadget, elektronik, jasa, dan masih banyak lagi.

Jual beli barang bekas, Simpel Aja di OLX!

Populer.
Reka Harnis
Reka Harnis
Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
Berita Terkait