Senin, Juni 24, 2024
Lainnya
    Tips & TrikAwas Keliru, ini Perbedaan Aki Kering dan Basah

    Awas Keliru, ini Perbedaan Aki Kering dan Basah

    Ini perbedaan aki kering dan basah yang mungkin belum kamu tahu!

    News.OLX – Mungkin banyak dari kamu yang tidak mengetahui apa perbedaan aki kering dan basah. Secara umum, aki atau accumulator merupakan komponen yang krusial dalam dunia otomotif, khususnya pada kendaraan bermotor.

    Tanpanya, mesin kendaraan tidak dapat dinyalakan saat berada dalam keadaan mati. Saat ini, di pasar onderdil sepeda motor, terdapat dua jenis aki utama yang ditawarkan, yakni aki kering dan aki basah.

    Meskipun keduanya memiliki fungsi dasar yang sama, perbedaan dalam tampilan dan jenis elektroda memberikan karakteristik unik serta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lantas, apa saja perbedaannya? Berikut penjelasannya.

    Perbedaan aki kering dan aki basah

    1. Aki basah

    Aki basah menggunakan wadah yang semitransparan, memudahkan pemeriksaan volume air aki. Cairan aki basah, seperti air accu dan air zuur, berfungsi sebagai perendam cell-cell di dalam aki untuk menghantarkan arus listrik.

    Perbedaan warna tutup botol atau kemasan membedakan jenis air aki, di mana air zuur berwarna merah, sementara air accu berwarna biru. Pemeliharaan rutin perlu dilakukan, dengan pengecekan volume air setiap satu atau dua bulan sekali.

    Selain itu, pemilihan jenis air aki juga penting. Air destilasi, hasil dari metode penyulingan, digunakan untuk menambah volume air aki, sementara air zuur dengan kandungan asam sulfat tinggi lebih cocok untuk mengisi aki yang kosong.

    Keduanya memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas arus listrik dan mencegah oksidasi serta karat pada cell-cell aki. Meskipun disebut sebagai aki “kering” dan “basah,” sebenarnya keduanya menggunakan cairan elektroda yang biasa disebut sebagai air aki.

    Pada aki kering, cairannya berbentuk gel yang lebih padat, sedangkan pada aki basah, cairannya berbentuk cair seperti air biasa.

    2. Aki kering

    Berbeda dengan aki basah, aki kering atau maintenance-free (MF) memerlukan perawatan minimal. Aki kering tidak memerlukan pengisian air aki, namun memiliki usia pakai sekitar 1,5-2 tahun.

    Penggantian aki kering yang sudah tua bisa rumit dan memerlukan kehati-hatian. Wadah aki kering tertutup sepenuhnya, menggunakan bahan yang solid, dan tidak memiliki lubang pengisian atas.

    Gel digunakan sebagai bahan isi, yang tidak mudah menguap, sehingga volume gel dapat terjaga lebih baik.

    Cara merawat aki basah dan aki kering

    Merawat aki kendaraan, baik itu aki basah atau aki kering, merupakan langkah penting dalam memastikan kinerja optimal dan umur panjang komponen vital ini. Berikut adalah panduan praktis untuk merawat keduanya:

    perbedaan aki kering dan basah

    Aki basah

    1. Periksa ketinggian air secara rutin

    Langkah pertama dalam merawat aki basah adalah dengan secara rutin memeriksa ketinggian air di dalamnya. Pastikan air aki berada pada batas yang ditentukan untuk memastikan kinerja yang optimal.

    2. Isi ulang air aki jika volume turun

    Jika ketinggian air aki menurun, segera isi ulang dengan air accu atau air zuur sesuai dengan kebutuhan. Ini membantu menjaga fungsi perendam cell-cell di dalam aki agar arus listrik tetap lancar.

    3. Bersihkan kutub aki dari kerak 

    Kerak yang terbentuk di kutub aki dapat menghambat aliran listrik. Bersihkan kutub aki secara berkala menggunakan sikat aki khusus untuk menghindari masalah ini.

    4. Periksa regulator motor

    Sebagai bagian dari perawatan menyeluruh, pastikan untuk memeriksa kondisi regulator motor. Regulator yang baik berperan penting dalam mengatur arus pengisian aki dan menjaga stabilitasnya.

    Aki kering

    1. Gunakan elektrik starter secara rutin

    Aki kering, juga dikenal sebagai maintenance-free (MF), membutuhkan perawatan minimal. Namun, menggunakan elektrik starter secara rutin dapat membantu menjaga kondisi aki.

    2. Dicas aki dengan alat khusus jika kondisinya menurun

    Jika kamu melihat penurunan kinerja aki kering, melakukan pengisian ulang atau pengisian ulang dengan alat khusus bisa menjadi solusi. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan alat tersebut dengan cermat.

    3. Hindari menyalakan motor secara terus menerus

    Meskipun aki kering memiliki perawatan minimal, hindari menyalakan motor secara terus menerus tanpa perjalanan yang cukup panjang. Ini dapat membantu menjaga daya tahan aki dan kinerjanya dalam jangka waktu yang lebih lama.

    Pilih mana?

    Pemilihan antara aki basah dan aki kering bergantung pada preferensi dan kebutuhan pengguna. Aki kering memiliki keunggulan dalam perawatan yang lebih sederhana, sementara aki basah membutuhkan perhatian lebih terhadap tingkat air dan kondisi elektroda.

    Penting untuk diingat bahwa perawatan yang tepat pada aki, apapun jenisnya, adalah kunci untuk menjaga performa kendaraan yang optimal.

    Dengan memahami langkah-langkah ini dan melibatkan diri dalam perawatan berkala, kamu dapat memaksimalkan masa pakai aki dan memastikan kendaraan kamu tetap berjalan dengan baik.

    Jadi, awasi dan rawatlah aki kendaraan kamu secara rutin. Hal ini karena keandalan kendaraan kamu bergantung pada kesehatan aki yang baik.

    Selain informasi di atas, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLX. Kamu juga bisa cari mobil bekas impianmu dengan download aplikasi OLX di Play Store atau App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait