Senin, April 27, 2026
OtomotifMobilBeragam Kerusakan Terjadi di Transmisi Manual

Beragam Kerusakan Terjadi di Transmisi Manual

OLX News – Setiap komponen memiliki jangka waktunya. Begitu juga pada bagian transmisi manual mobil pasti akan mengalami kerusakan pada bagiannya.

- Advertisement -

Tak dapat dipungkiri mobil dengan transmisi manual memang lebih ekonomis dibandingkan dengan mobil yang menggunakan transmisi otomatis.

Hal ini tentunya dapat dilihat dari sisi perawatan pada bagian transmisi. Perawatan untuk transmisi manual umumnya lebih terjangkau, di samping memiliki ketahanan yang lebih baik.

- Advertisement -

Namun, keberadaan transmisi manual pada kendaraan bukanlah jaminan bebas masalah. Sebenarnya, ada banyak tantangan dan isu pada mobil yang kerap terkait dengan kerusakan pada transmisi manual.

Kerusakan pada Transmisi Manual

Seperti diungkapkan setiap komponen pasti akan mengalami kerusakan. Begitu juga pada bagian-bagian transmisi manual.

- Advertisement -

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa kerusakan yang biasa terjadi pada mobil dengan transmisi manual, diantaranya adalah:

1. Transmisi Mengeluarkan Suara Mendengung Saat Mobil Melaju

Kerusakan yang sering terjadi pada transmisi manual biasanya ditandai dengan suara berdengung yang mengganggu saat mobil bergerak.

Suara ini dapat muncul hanya pada posisi gigi tertentu, misalnya pada gigi 2 atau gigi 3, tetapi bisa juga terdengar di semua posisi gigi.

Suara mendengung biasanya disebabkan oleh kurangnya pelumasan dari oli transmisi, yang bisa terjadi akibat oli yang habis, terkontaminasi air, atau oli yang terlalu lama tidak diganti.

2. Kesulitan dalam berpindah gigi

Salah satu masalah paling umum pada transmisi manual adalah kesulitan berpindah gigi. Ciri-ciri kerusakan ini umumnya ditandai oleh kesulitan dalam beralih antara posisi gigi transmisi.

Contohnya, sulit untuk berpindah dari netral ke R, atau dari 1 ke 2, 2 ke 3, dan seterusnya. Faktor penyebab kesulitan berpindah gigi ini bisa berasal dari berbagai masalah, seperti:

  • Kampas kopling yang sudah tipis atau habis
  • Synchromesh ring dalam transmisi yang mengalami keausan
  • Mekanisme penggerak pada tuas transmisi yang rusak atau macet

Ketika mengalami hal ini maka kamu harus segera membawa ke bengkel karena jika dibiarkan akan merusak komponen lain dalam sistem transmisi manual tersebut.

Selain itu, transmisi manual yang seperti itu tentunya bisa mengganggu kamu dalam mengemudikan mobil, dan pastinya berkendara menjadi tidak nyaman.

transmisi manual
sumber: freepik

3. Kebocoran Oli Transmisi

Kebocoran oli transmisi merupakan salah satu faktor yang seringkali menyebabkan kerusakan pada transmisi manual.

Kerusakan ini terjadi ketika karet oil seal, yang berfungsi mencegah kebocoran oli transmisi, mengalami pengerasan, retak, atau bahkan sobek.

Dalam transmisi manual, kita dapat menemukan seal ini di bagian depan, dekat dengan poros input, serta di bagian belakang, dekat poros output.

Kebocoran dari seal ini dapat disebabkan oleh usia pemakaian yang sudah lama atau pemasangan yang tidak sesuai.

Selain masalah pada seal, kebocoran oli juga bisa disebabkan oleh:

  • Gasket perekat yang rembes
  • Gasket di baut lubang pengisian dan pembuangan
  • Bodi transmisi yang berlubang akibat benturan dengan benda keras

Kebocoran oli transmisi bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani, karena dapat mengakibatkan kerusakan parah pada gear transmisi secara keseluruhan.

4. Suara berisik saat berganti gigi

Masalah lain yang sering muncul pada transmisi manual adalah timbulnya suara berisik saat berpindah gigi.

Secara normal, ketika kita mengalihkan gigi, biasanya terdengar suara “klek” yang halus dan sedikit terasa di tuas transmisi. Suara ini adalah hal yang wajar.

Namun, jika suara berisik tersebut berlangsung lama dan berkelanjutan (seperti suara kerrr, kreeeek, dan lain-lain), ini menandakan adanya kerusakan pada transmisi manual pada mobil kamu.

Suara berisik saat berpindah gigi biasanya terjadi akibat posisi gear transmisi yang tidak tepat dan bergeser dari ketentuan semestinya.

Kerusakan ini sering kali terjadi akibat keausan pada komponen gear di transmisi, seperti gear yang sudah aus, menyebabkan celah menjadi terlalu besar, atau bearing pada transmisi yang sudah tidak berfungsi dengan baik, sehingga perputaran gear tidak pusat.

5. Gear slip

Kerusakan lain yang sering terjadi pada transmisi manual adalah kondisi gear yang kerap slip. Kondisi Gear slip adalah keadaan di mana tuas transmisi secara otomatis kembali ke posisi netral.

Walaupun kamu telah mengubah posisi ke gigi yang diinginkan, maka gear slip kembali ke posisi netral. Misalnya dari gigi 2 ke gigi 3. Ketika tuas berada di gigi 3, tiba-tiba tuas tersebut kembali ke posisi netral dengan sendirinya.

Kondisi gear slip ini sering disebabkan oleh komponen syncromesh pada gigi transmisi yang telah aus, seperti pegas pada shifting key syncromesh yang lemah atau synchronizer ring yang sudah tidak layak pakai.

Itulah beberapa penjelasan terkait beberapa masalah kerusakan yang terjadi pada sistem transmisi manual, sehingga bisa kamu lakukan perbaikan secepatnya.

Populer.
Tony Prasetyo
Tony Prasetyo
Producing, analyzing and publishing original and high quality SEO articles.
Berita Terkait