Mengejutkan! GAC tunda peluncuran Emzoom dan E9 akibat gejolak kurs rupiah dan kenaikan harga bahan bakar fosil.
OLX News – Sebuah keputusan mengejutkan diambil oleh manajemen GAC Indonesia menjelang ajang pameran otomotif nasional tahun ini. Pihak pabrikan jenama Cina ini secara resmi mengumumkan penundaan peluncuran dua mobil andalan mereka yang masih meminum bahan bakar fosil, yaitu GAC Emzoom dan GAC E9.
Padahal, unit GAC Emzoom yang dipersenjatai mesin konvensional (ICE) 1.500 cc turbo serta varian sistem plug-in hybrid (PHEV) tersebut sudah sangat siap untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Spesifikasi AION UT Standard VS Premium, Apa Bedanya?
Namun, melihat dinamika ekonomi dan gejolak sosial yang terjadi belakangan ini, GAC Indonesia memilih untuk mengambil langkah mundur demi menyelamatkan strategi harga jual di pasaran.
“Saya ada pengumuman yang cukup penting. Kami terpaksa menunda peluncuran kendaraan E9 dan Emzoom. Dengan fenomena maraknya demonstrasi setelah kenaikan harga BBM pertama, kami melihat ini bukan waktu yang tepat untuk melahirkan kendaraan berbahan bakar fosil,” tegas Andry Ciu, CEO GAC Indonesia, di acara opening dealer GAC KS Tubun, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Faktor Nilai Tukar Yuan dan Dolar yang Terlalu Tinggi
Selain faktor sensitivitas isu kenaikan harga bahan bakar di masyarakat, alasan utama penundaan ini adalah masalah stabilitas exchange rate (nilai tukar mata uang asing).
Saat ini, pergerakan nilai mata uang Dolar Amerika Serikat maupun Yuan Tiongkok sedang mengalami kenaikan yang sangat tajam terhadap mata uang Rupiah.
Baca Juga: Aion Hyptec Langsung Curi Perhatian, Seberapa Cepat Akselerasinya Di Jalan Tol?
Jika memaksakan untuk meluncurkan GAC Emzoom dan E9 dalam situasi ekonomi seperti sekarang, maka harga jual yang ditawarkan kepada konsumen dipastikan menjadi tidak ekonomis alias terlalu mahal.
Pihak GAC memilih bersikap realistis dan menanti hingga situasi pasar terkendali serta kondisi nilai tukar kembali normal. Manajemen menegaskan penundaan ini hanya bersifat sementara.
Begitu stabilitas ekonomi membaik, lini kendaraan bensin dan hybrid andalan mereka tersebut akan segera dilepas ke pasar otomotif Tanah Air. (Z)































