Kenali fitur Forward Collision Mitigation Mitsubishi Motors! Sistem rem otomatis yang siap cegah tabrakan depan saat pengemudi telat menginjak rem.
OLX News – Kepadatan lalu lintas di kota-kota besar sering kali menuntut fokus berkendara yang ekstra tinggi. Di tengah kondisi jalan yang padat dan sering macet, risiko terjadinya tabrakan bumper depan akibat kelalaian sesaat atau reaksi yang terlambat sangat mungkin terjadi.
Mitsubishi Motors menyematkan teknologi keselamatan aktif bernama Forward Collision Mitigation (FCM) untuk menjawab tantangan tersebut.
Baca Juga: Banyak Titik Penyimpanan, Rahasia Kabin Mitsubishi Destinator yang Bikin Jalan Jauh Bebas Ribet!
Sistem pencegah kecelakaan ini dirancang sebagai asisten pengemudi yang andal dalam mendeteksi jarak aman serta meminimalkan risiko benturan dengan kendaraan lain di depan secara otomatis.
Teknologi penunjang keselamatan berkendara ini menjadi bagian dari paket sistem keselamatan pintar Mitsubishi Motors yang dikenal dengan nama Diamond Sense.
Di Indonesia sendiri, fitur Forward Collision Mitigation sudah jamak ditemukan pada varian tertinggi kendaraan penumpang Mitsubishi Motors, seperti Pajero Sport Dakar Ultimate, Xpander Ultimate, Xpander Cross, Xforce, hingga lini terbaru mereka, Destinator.
Kehadiran peranti ini terbukti sangat membantu memberikan perlindungan tambahan, terutama dalam kondisi macet stop and go perkotaan atau saat pengemudi mulai merasa lelah dalam menempuh perjalanan jauh.
Cara Kerja Fitur Forward Collision Mitigation

Cara kerja sistem pertahanan depan atau Forward Collision Mitigation ini bertumpu pada sensor radar di area grille depan serta kamera presisi tinggi yang diletakkan di balik kaca spion tengah bagian atas.
Selama mobil melaju, sensor tersebut terus aktif memantau pergerakan objek di lajur yang sama.
Jika mobil mendeteksi jarak kendaraan di depan terlalu dekat atau ada perlambatan mendadak, sistem akan langsung memberikan peringatan dini berupa suara alarm di dalam kabin dan visual berkedip di layar panel instrumen.
Jika pengemudi masih diam atau telat merespons, komputer mobil akan mengambil alih untuk mengaktifkan rem secara otomatis guna menghentikan laju mobil atau setidaknya mengurangi keparahan dampak benturan.
Kontrol Penuh Pengendara Tetap Utama
Meski memiliki kemampuan mekanis yang mumpuni untuk menghentikan laju kendaraan secara mandiri, pabrikan tetap menekankan bahwa peranti ini memiliki batasan tertentu dalam operasionalnya.
Sistem radar dan kamera memerlukan visual jalan yang bersih agar sensor pembacaan objek berfungsi secara optimal.
Baca Juga: Review Mitsubishi Pajero Sport: Mesin Tangguh dan Fitur Keselamatan Pintar
Akurasi deteksi bisa saja menurun sewaktu mobil melintasi wilayah dengan hujan deras yang sangat lebat, kabut tebal, atau saat kaca depan dan area grille tertutup oleh kerak lumpur tebal yang menghalangi pancaran sensor.
Mitsubishi Motors Indonesia selalu mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak sepenuhnya menggantungkan keselamatan berkendara pada sistem komputerisasi ini.
Kesadaran penuh, konsentrasi melihat kaca spion, serta kepatuhan menjaga jarak aman antarkendaraan tetap menjadi tanggung jawab mutlak bagi siapa pun yang duduk di balik kemudi.
“Forward Collision Mitigation adalah fitur keselamatan aktif yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi. Bahkan ketika pengemudi tidak respon, sistem dapat secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi dampak atau bahkan mencegah terjadinya tabrakan. Namun, FCM bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung keselamatan,” tulis Mitsubishi Motors dalam panduan resminya. (Z)
































