Rabu, Mei 29, 2024
Lainnya
    LainnyaFungsi Radiator Mobil, Ini Komponen dan Cara Kerja Hingga Perawatannya

    Fungsi Radiator Mobil, Ini Komponen dan Cara Kerja Hingga Perawatannya

    Radiator pada sebuah mobil memiliki peran yang sangat vital. Sebagai komponen penting untuk mendinginkan suhu dari mesin mobil pada kondisi yang normal, maka dari itu kondisi radiator ini harus selalu terawat.

    Pasalnya, dengan kondisi radiator mobil yang bermasalah, maka akan mengakibatkan mesin mobil cepat panas. Apabila mesin mobil panas hingga overheat, maka akan mengakibatkan kerusakan pada komponen di dalamnya.

    Bahkan bukan tidak mungkin nantinya mesin mobil ini akan mogok dalam perjalanan. Keadaan seperti ini tentu menjadi sebuah masalah yang cukup serius, maka dari itu bagi pemilik mobil akan lebih baik bila mengenal salah satu komponen penting ini.

    Baca juga: Kapan Ganti Air Radiator? Ciri Cairan Pendingin Harus Diganti!

    Berikut ulasan mengenai radiator mobil yang memiliki peran vital dalam menjaga suhu mobil agar bisa bekerja dengan normal.

    Fungsi radiator mobil

    Radiator adalah sebuah komponen penting pada mobil yang berfungsi untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dalam batas tertentu. Radiator bekerja saat mobil dinyalakan dan akan mendinginkan mobil dengan cairan pendingin mesin yang beredar di dalam sistem pendingin mesin mobil.

    Proses pendinginan ini dilakukan dengan memanfaatkan udara dari luar yang diarahkan melalui grill mobil dan melalui sirip-sirip radiator. Udara ini akan mengalir melalui sirip-sirip radiator, dan pada saat bersamaan cairan pendingin yang panas akan mengalir melalui pipa-pipa yang terdapat di dalam radiator. 

    Selama proses ini, panas yang terdapat pada cairan pendingin akan diserap oleh udara yang mengalir melalui sirip-sirip radiator, sehingga suhu cairan pendingin dapat turun dan kembali ke mesin untuk mendinginkan bagian mesin yang panas.

    Tanpa radiator, suhu mesin mobil akan terus meningkat dan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin dan bahkan dapat menyebabkan mesin mogok. Oleh karena itu, radiator adalah komponen yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mesin mobil.

    Baca juga: Penyebab Air Radiator Mobil Cepat Habis dan Cara Mengatasinya

    Komponen radiator mobil

    Ada beberapa komponen pada radiator mobil yang membuatnya bekerja secara normal dalam menjaga suhu dari mesin mobil. Komponen tersebut antara lain:

    • Upper Tank

    Komponen yang juga disebut reservoir tank ini yaitu komponen yang bekerja untuk menampung air/coolant radiator mobil yang dihasilkan oleh radiator saat suhu mesin tinggi. 

    • Lower Tank

    Komponen lower tank adalah tempat menampung air setelah proses pendinginan terjadi yang terletak di bawah radiator. Air yang berada di lower tank akan dialirkan kembali ke saluran yang terletak pada sekitar mesin untuk menyerap panas.  

    • Tutup Radiator

    Tutup radiator atau radiator cap merupakan komponen kecil namun penting yaitu sebagai penutup lubang radiator, juga berfungsi untuk mengatur tekanan dan tempat mengisi air. Komponen ini didesain untuk menutup radiator agar tidak terjadi kebocoran. Tutup ini bekerja jika tekanan dalam radiator meningkat.

    • Selang Radiator

    Selang radiator mobil adalah bagian yang bekerja untuk menghubungkan radiator dengan bagian blok mesin. Komponen ini terbagi atas dua yaitu selang atas dan selang bawah. Selang bagian atas bekerja untuk mengalirkan air yang panas dari penyerapan suhu mesin ke radiator. Sedangkan selang radiator yang bagian bawah berfungsi untuk mengalirkan air saat proses pendinginan pada radiator ke mesin untuk proses penyerapan suhu panas. 

    • Thermostat

    Selanjutnya adalah termostat yang menjaga suhu mesin tetap normal, yaitu sekitar 80 derajat celcius. Komponen ini bekerja ketika panas suhu mesin mencapai panas tertentu.  Jika hal ini terjadi, maka termostat akan bekerja, namun jika tidak terjadi komponen ini akan menjaga air tidak melakukan sirkulasi. Komponen ini memiliki dua jenis, yaitu katup by pass dan tanpa katup by pass. 

    • Pompa Air

    Pompa Air atau water pump berguna untuk mengalirkan coolant ke water jacket sehingga suhu panas mesin akan turun atau menjadi lebih stabil. Komponen ini akan memberikan sirkulasi air dari komponen lower tank ke radiator mesin. Dengan begitu coolant/air radiator mobil tersebut akan bekerja mendinginkan suhu mesin. 

    • Kipas Pendingin

    Komponen terakhir adalah kipas pendingin pada radiator. Komponen ini berfungsi untuk menurunkan suhu radiator dengan cara mengalirkan udara dari radiator. Akan menghasilkan udara dingin yang kemudian dialirkan melalui kisi-kisi radiator. Udara tersebut akan disalurkan ke arah mesin.

    Baca juga: Cara Menguras Air Radiator Mobil dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri

    Cara kerja radiator mobil

    Radiator mobil bekerja dengan menggunakan prinsip pendinginan cairan yang mengalir melalui pipa-pipa di dalam radiator dan terkena udara yang mengalir melalui sirip-sirip radiator. Berikut adalah langkah-langkah kerja radiator mobil secara lebih rinci:

    1. Cairan pendingin (coolant) dipompa oleh water pump dari mesin mobil dan mengalir ke dalam pipa-pipa yang terdapat di dalam radiator.
    2. Sementara itu, udara yang diambil dari luar mobil masuk ke dalam radiator melalui grill depan mobil dan mengalir melalui sirip-sirip radiator.
    3. Ketika cairan pendingin mengalir melalui pipa-pipa di dalam radiator, panas dari mesin akan diserap oleh cairan tersebut.
    4. Ketika cairan pendingin mengalir melalui sirip-sirip radiator, udara yang mengalir melalui sirip-sirip tersebut akan menyerap panas dari cairan pendingin.
    5. Proses penukaran panas antara cairan pendingin dan udara yang mengalir melalui sirip-sirip radiator akan berlangsung secara terus-menerus selama mobil dalam kondisi menyala.
    6. Setelah suhu cairan pendingin turun, cairan tersebut akan kembali ke mesin melalui pipa-pipa untuk mendinginkan mesin yang panas.

    Dalam proses pendinginan, radiator sangat bergantung pada kecepatan udara yang mengalir melalui sirip-sirip radiator dan kualitas pendingin yang digunakan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kondisi radiator dan sistem pendingin mobil secara berkala agar mesin mobil dapat beroperasi dengan optimal dan terhindar dari kerusakan akibat panas yang berlebihan.

    Penyebab radiator mobil rusak

    Ada beberapa penyebab yang menjadi beberapa faktor rusaknya radiator mobil antara lain:

    • Tersumbatnya sirip-sirip radiator

    Jika sirip-sirip radiator terlalu kotor atau tersumbat oleh kotoran dan debu, maka udara yang mengalir melalui radiator tidak dapat bekerja dengan baik untuk mendinginkan cairan pendingin, sehingga suhu mesin dapat meningkat dan mempercepat kerusakan pada radiator.

    • Kebocoran

    Kebocoran pada pipa atau tangki radiator dapat menyebabkan kebocoran cairan pendingin, sehingga suhu mesin akan meningkat dan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin lainnya.

    • Kerak pada pipa-pipa radiator

    Kerak yang terbentuk pada pipa-pipa radiator dapat mengurangi aliran cairan pendingin, sehingga suhu mesin meningkat.

    • Water pump rusak

    Jika water pump rusak, maka cairan pendingin tidak dapat dipompa dengan baik ke dalam radiator, sehingga suhu mesin akan meningkat dan dapat menyebabkan kerusakan pada radiator.

    • Penggunaan coolant yang tidak sesuai

    Jika jenis coolant yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi mobil, maka dapat menyebabkan kerusakan pada radiator.

    • Kondisi mobil yang tidak terawat

    Jika mobil tidak dirawat secara berkala, maka kondisi radiator dan sistem pendingin mobil dapat memburuk dan mempercepat kerusakan pada radiator.

    Perawatan radiator mobil

    Agar radiator mobil Anda tidak bocor dan terjaga optimal, berikut beberapa cara perawatannya.

    1. Rutin mengganti selang radiator setiap minimal tiga tahun sekali atau setiap jarak tempuh kendaraan mencapai 36 ribu mil atau sekitar 57 kilometer. Jika dibiarkan selang yang terbuat dari karet tersebut dapat mengering atau pecah, oleh karena itu harus diperhatikan.
    2. Periksa volume coolant secara reguler. Jika volume cairan ada yang berkurang saat pemeriksaan, bisa jadi ada kebocoran pada sistem pendingin. Perlu Anda ketahui bahwa kebocoran yang lambat akan sulit dideteksi.
    3. Menyiramkan cairan pendingin/coolant radiator setiap 40 kilometer untuk menghilangkan kontaminan radiator dan selang. Servis ini dapat mengkondisikan sistem pendingin untuk mencegah radiator berkarat dan dapat beroperasi dengan optimal selama masa pemakaian.
    4. Rutin membersihkan tangki radiator secara berkala, yaitu 2 minggu sekali. Hal ini mencegah timbulnya karat pada radiator. 

    Nah, itulah ulasan mengenai radiator mobil, komponen penting yang menjaga suhu mesin mobil agar selalu normal. Selalu rawat mobil Anda dengan keadaan baik agar selalu dalam kondisi prima sehingga harga jualnya tetap stabil.

    Kalau soal jual mobil bekas, pastikan untuk memilih dealer yang terpercaya agar mendapatkan penawaran terbaik serta pembayaran instan seperti di OLX Autos. 

    Hindari proses jual mobil yang ribet dan #PilihYangPasti untung dan aman di OLX Autos. Prioritas kami adalah keamanan bertransaksi, sehingga menjual mobil bisa lebih nyaman. Kamu bisa dapatkan pembayaran instan dan tanpa hidden fee!

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait