OLX News – Jika kamu salah satu yang menderita presbiopia, maka disarankan untuk berhati-hati membawa kendaraan.
Karena presbopia terjadi karena penurunan kemampuan lensa dalam fokus dekat yang membuat mereka sulit melihat objek dekat.
Kacamata menjadi pilihan umum bagi mereka yang terkena kondisi ini, meskipun bisa mengganggu aktivitas serta berdampak negatif pada kualitas hidup.
Di seluruh dunia, frekuensi presbiopia terus naik seiring dengan peningkatan harapan hidup dan tuntutan visual untuk melihat jarak dekat di zaman modern, seperti ketika menggunakan ponsel.
Apa Itu Presbiopia?
Presbiopia merupakan kondisi di mana kemampuan mata untuk melihat objek dekat menurun secara perlahan. Hal ini terjadi secara alami seiring dengan penuaan.
Biasanya, seseorang menyadari bahwa ia mengalami presbiopia ketika harus menjauhkan ponsel atau buku agar dapat membacanya dengan jelas.
Sebenarnya, lensa pada mata dikelilingi oleh otot yang fleksibel. Otot-otot ini dapat mengubah bentuk lensa untuk memfokuskan cahaya agar jatuh dengan tepat di retina.
Namun, seiring bertambahnya usia, otot di sekitar lensa mulai kehilangan elastisitas dan menjadi kaku. Ketidakfleksibelan otot di sekitar lensa menyebabkan lensa menjadi kaku dan sulit untuk berubah.
Akibatnya, cahaya tidak jatuh dengan tepat di retina, dan gambar yang diterima menjadi kabur. Penyebab presbiopia dimulai ketika mata menerima cahaya yang dipantulkan dari objek.
Cahaya tersebut kemudian melewati kornea mata dan diteruskan ke lensa yang terletak di belakang iris. Lensa akan memfokuskan cahaya ke retina.
Setelah itu, cahaya tersebut diubah menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak. Otak kemudian memproses sinyal tersebut menjadi gambar.
Ketajaman gambar yang diterima oleh otak tergantung pada seberapa baik lensa dapat memfokuskan cahaya. Jika cahaya jatuh tepat di retina, gambar akan tampak jelas.
Namun, jika cahaya jatuh di depan atau di belakang retina, gambar yang terlihat akan kabur. Seperti yang telah dijelaskan, posisi cahaya di retina terkait dengan kondisi otot di sekitar lensa.
Dalam kasus presbiopia, otot sekitar lensa menjadi kaku dan tidak elastis akibat penuaan. Hal ini yang menyebabkan cahaya tidak jatuh dengan tepat di retina, mengakibatkan gambar jadi kabur.
Gejala Presbiopia
Ada beberapa gejala yang bisa kamu perhatikan saat mengalami presbiopia, diantaranya adalah:
- Kebiasaan menyipitkan mata saat melihat
- Membutuhkan pencahayaan yang lebih terang untuk membaca
- Sulit membaca teks kecil
- Penglihatan kabur ketika membaca dari jarak normal
- Mata terasa sakit atau tegang setelah membaca dari dekat
- Lebih suka menjauhkan objek agar terlihat lebih jelas
Kapan harus berkunjung ke dokter? Penting untuk memeriksakan mata jika kamu mengalami penglihatan kabur.
Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah kaburnya penglihatan disebabkan oleh presbiopia atau tidak. Segera cari bantuan medis jika mengalami keluhan seperti:
- Penglihatan kabur atau berkabut secara mendadak
- Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba di salah satu mata disertai rasa sakit
- Kemunculan cahaya berkilau, titik hitam, atau lingkaran saat melihat sumber cahaya
- Penglihatan ganda (melihat dua gambar dari satu objek)
Pentingnya Test Mata
Bagi orang dewasa, dilaksanakan tes mata secara berkala itu sangat penting. Biasanya, jadwal pemeriksaan mata disesuaikan dengan usia, yaitu:
≤40 tahun: setiap 5–10 tahun
40–54 tahun: setiap 2–4 tahun
55–64 tahun: setiap 1–3 tahun
≥65 tahun: setiap 1–2 tahun
Bagi mereka yang berisiko mengalami masalah pada mata, seperti yang disebabkan oleh diabetes, pemeriksaan mata perlu dilakukan lebih sering.

Diagnosis Presbiopia
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami presbiopia, dokter akan melakukan pemeriksaan refraksi.
Pemeriksaan ini berguna untuk mengidentifikasi apakah pasien memiliki presbiopia, kondisi penglihatan lainnya, atau bahkan keduanya.
Selain presbiopia, terdapat beberapa masalah penglihatan lain seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisme.
Dokter mungkin juga akan memberikan tetes mata untuk membuka pupil, yang memudahkan pemeriksaan bagian dalam mata.
Pengobatan Presbiopia
Tujuan dari pengobatan presbiopia adalah untuk membantu mata agar lebih mudah fokus pada benda yang dekat. Beberapa cara penanganan presbiopia meliputi:
Penggunaan kacamata
Kacamata adalah solusi yang mudah dan aman untuk mengatasi presbiopia. Jika pasien tidak memiliki masalah penglihatan sebelumnya, mereka dapat menggunakan kacamata baca yang tersedia di toko.
Namun, jika pasien sudah mengalami penglihatan yang buruk sebelumnya, dokter akan meresepkan kacamata dengan lensa khusus.
Penggunaan lensa kontak
Bagi pasien yang ingin menghindari penggunaan kacamata, lensa kontak bisa menjadi alternatif. Namun, penggunaan lensa kontak tidak diperbolehkan bagi penderita masalah pada kelopak mata, saluran air mata, atau yang mengalami sindrom mata kering.
Bedah refraktif
Ada beberapa prosedur bedah yang dapat dilakukan untuk mengatasi presbiopia, antara lain:
1. Photorefractive keratectomy
Photorefractive keratectomy adalah proses pembentukan ulang kornea dengan sinar laser. Meskipun mirip dengan LASEK, prosedur ini bertujuan untuk mengangkat seluruh lapisan luar kornea.
2. Conductive keratoplasty
Prosedur ini mengubah bentuk lengkung kornea sehingga mata bisa lebih fokus. Dengan menggunakan energi radiofrekuensi, titik-titik di sekitar kornea akan dipanaskan.
3. Monovision laser-assisted in situ keratomileusis
Dikenal juga sebagai monovision LASIK, prosedur ini bertujuan untuk menciptakan visi monovision. Dengan cara ini, satu mata digunakan untuk melihat benda jauh, sedangkan mata lainnya untuk melihat benda dekat.
4. Laser-assisted subepithelial keratectomy (LASEK)
Dalam prosedur ini, lapisan luar kornea akan dibentuk kembali menggunakan laser.


























