Teknologi ADAS mobil kian populer digunakan oleh unit terbaru yang muncul di pasaran. Kenali berbagai fungsi dan manfaatnya!
OLX News – Mobil dengan teknologi ADAS (Advanced Driver Assistance System) semakin marak hadir di pasar Indonesia. Teknologi ini diciptakan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelalaian manusia.
Pada merek tertentu, fitur ini punya nama yang berbeda. Misalnya, Toyota Safety Sense, Honda Sensing, hingga Hyundai SmartSense. Meskipun begitu, fungsinya tetap sama layaknya fitur ADAS pada umumnya.
Lantas, apa saja fungsi teknologi ini? Sensor apa saja yang terdapat di dalamnya serta kelebihan dan kekurangan teknologi ini? Cek ulasan lengkapnya di artikel ini!
ADAS Mobil dan Cara Kerjanya
Sistem ADAS pada mobil bekerja dengan mengumpulkan data dari berbagai sensor, menganalisisnya dalam hitungan detik, lalu mengambil tindakan pencegahan.
Mulai dari memberi peringatan visual hingga melakukan intervensi otomatis seperti pengereman, semuanya dirancang untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelalaian manusia.
Memahami cara kerjanya membantu dalam memaksimalkan fitur ini.
Apa Itu ADAS Mobil?

Fitur ini adalah kumpulan teknologi canggih yang dirancang untuk membantu pengemudi selama perjalanan.
Sistem ini tidak hanya berfokus pada kenyamanan, tetapi juga memberikan perlindungan aktif untuk mencegah terjadinya benturan.
Dengan menggunakan kamera, radar, dan sensor, kendaraan dapat membaca lingkungan sekitar secara real-time.
Perbedaan ADAS dan Mobil yang Bisa Mengemudi Sendiri
Banyak orang sering keliru membedakan sistem ini dengan mobil otonom. ADAS hanya bersifat sebagai sistem pendukung atau asisten, yang berarti tanggung jawab utama tetap berada di tangan pengemudi manusia.
Sementara itu, mobil otonom sepenuhnya dirancang untuk mengemudi sendiri tanpa campur tangan manusia di dalamnya.
Tingkat Bantuan yang Umum Ada di Mobil
Sistem bantuan pengemudi memiliki beberapa tingkatan kecanggihan yang berbeda. Berikut adalah level bantuan yang umum dijumpai pada mobil modern:
- Level 0 (Tanpa Otomatisasi): Sistem hanya memberikan peringatan dini tanpa mengambil alih kendali.
- Level 1 (Bantuan Dasar): Kendaraan dapat mengontrol satu aspek saja, misalnya hanya kecepatan atau hanya kemudi.
- Level 2 (Otomatisasi Parsial): Mobil dapat mengontrol kecepatan dan kemudi secara bersamaan, namun pengemudi wajib mengawasi jalan.
- Level 3 ke atas: Kendaraan dapat mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu, meskipun regulasinya belum sepenuhnya diterapkan secara luas.
Mobil MPV Listrik BYD M6 Sudah Dibekali ADAS, Apa Saja Fungsinya?
Sensor yang Dipakai ADAS

Keandalan sistem ADAS sangat bergantung pada akurasi sensor yang tertanam di kendaraan. Sensor-sensor ini bertindak layaknya indra manusia yang memantau segala arah.
Tanpa sensor yang bekerja optimal, sistem keselamatan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kamera Depan dan Kamera Samping
Kamera berperan penting dalam mengenali marka jalan, rambu lalu lintas, serta objek di sekitar mobil. Kamera depan biasanya terpasang di balik kaca spion untuk memantau lajur dan potensi tabrakan.
Sementara itu, kamera samping membantu pengemudi melihat area yang tidak terjangkau oleh pandangan mata.
Radar Depan dan Radar Samping
Gelombang radar digunakan untuk mengukur jarak dan kecepatan objek secara presisi, bahkan dalam kondisi cahaya minim.
Radar depan bertugas menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, sedangkan radar samping memantau keberadaan kendaraan di area titik buta. Teknologi ini sangat efektif untuk mendeteksi objek bergerak di jalan raya.
Sensor Parkir dan Sensor Jarak
Sensor ultrasonik yang berada di bumper depan dan belakang menghasilkan gelombang suara untuk mendeteksi halangan fisik.
Sensor ini sangat membantu saat bermanuver di ruang parkir yang sempit atau saat berjalan pelan. Bunyi peringatan akan semakin cepat jika jarak mobil mendekati halangan.
Jenis Fitur ADAS

Setiap fitur ADAS memiliki cara kerja yang spesifik dan dirancang untuk situasi yang berbeda.
Memahami fungsi masing-masing fitur akan membantu pengemudi memanfaatkannya secara maksimal. Berikut adalah beberapa jenis fitur yang paling sering ditemui pada berbagai merek mobil.
Pengatur Kecepatan Adaptif
Fitur ini memungkinkan mobil melaju pada kecepatan yang diatur sambil tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Saat kendaraan di depan melambat, mobil akan secara otomatis menyesuaikan kecepatan atau mengerem. Fitur ini sangat berguna untuk mengurangi kelelahan saat perjalanan jauh di jalan tol.
Pengereman Darurat Otomatis
Sistem ini akan mendeteksi potensi tabrakan dan memberikan peringatan kepada pengemudi.
Jika pengemudi tidak merespons dengan mengerem, mobil akan mengaktifkan rem secara otomatis untuk mengurangi dampak benturan.
Pengereman darurat otomatis terbukti sangat efektif mencegah kecelakaan fatal di jalan raya.
Peringatan Keluar Jalur dan Penjaga Lajur
Fitur Lane Departure Warning (Peringatan Keluar Jalur) berfungsi untuk mendeteksi jika mobil tanpa sengaja keluar dari jalurnya tanpa menyalakan lampu sein.
Sistem akan memberikan peringatan visual atau getaran pada setir, bahkan dapat melakukan koreksi kemudi ringan. Sistem ini sangat membantu pengemudi yang mulai kehilangan fokus atau kelelahan.
Pemantau Titik Buta dan Peringatan Lalu Lintas Belakang
Pemantau titik buta memberikan peringatan visual pada spion jika ada kendaraan di area yang tidak terlihat.
Sementara itu, peringatan lalu lintas belakang sangat berguna saat mundur dari tempat parkir yang memiliki pandangan terbatas. Sistem ini membantu mencegah benturan yang sering tidak disadari oleh pengemudi.
Bantuan Saat Macet dan Bantuan Parkir
Bantuan macet yang biasa disebut Traffic Jam Assist (TJA) berfungsi mengikuti pergerakan kendaraan di depan secara otomatis, mulai dari berhenti hingga berjalan kembali.
Sementara itu, bantuan parkir (Parking Assist System) memungkinkan kendaraan untuk memarkir mobil sendiri dengan mengontrol setir, gas, dan rem.
Fitur ini sangat memudahkan manuver di ruang parkir yang sempit dan padat.
Cara Memakai ADAS di Jalan Indonesia
Menggunakan fitur ADAS di jalanan Indonesia membutuhkan adaptasi, mengingat kondisi lalu lintas yang tidak mudah ditebak.
Pengemudi tidak bisa sepenuhnya menyerahkan kendali dan harus memahami cara kerja sistem. Memanfaatkan fitur ini dengan bijak akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman.
Menghadapi Marka Jalan yang Pudar
Fitur penjaga lajur (Lane Keeping Assist) sangat bergantung pada kejelasan marka jalan yang terlihat oleh kamera. Jika marka jalan pudar atau tertutup genangan air, sistem mungkin akan menonaktifkan diri secara otomatis.
Pengemudi harus segera mengambil alih kemudi jika peringatan marka jalan hilang muncul di panel instrumen.
Menghadapi Motor dan Kendaraan yang Memotong
Di jalanan kota, sepeda motor sering kali melintas dan memotong jalur secara tiba-tiba. Sistem pengereman otomatis mungkin akan bereaksi sangat sensitif terhadap manuver ini.
Tetaplah waspada dan jangan sepenuhnya bergantung pada sensor untuk mendeteksi objek kecil yang bergerak cepat.
Kapan Pengemudi Harus Mengambil Alih?
Pengemudi wajib mengambil alih kendali saat sistem memberikan peringatan, seperti munculnya tulisan atau suara yang meminta untuk memegang setir.
Cuaca ekstrem, jalanan berlubang, atau kemacetan parah yang tidak terduga juga menjadi momen yang tepat untuk mengambil alih. Jangan ragu untuk menonaktifkan fitur jika terasa mengganggu konsentrasi.
Batasan ADAS yang Perlu Dipahami
Tidak ada teknologi yang sempurna, termasuk sistem bantuan pengemudi. Memahami batasan ADAS sangat penting agar pengemudi tidak terjebak dalam rasa aman yang berlebihan. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menurunkan kinerja sistem keselamatan ini.
Hujan Deras, Kabut, dan Kamera Kotor
Cuaca buruk seperti hujan deras atau kabut tebal dapat menghalangi pandangan kamera dan radar.
Kotoran, debu, atau tetesan air yang menempel pada sensor juga dapat mengganggu akurasi deteksi.
Selalu pastikan area sensor dalam keadaan bersih sebelum memulai perjalanan, apalagi saat perjalanan jarak jauh seperti mudik.
Sensor Tertutup Aksesori atau Rusak
Menambahkan aksesori seperti pelindung bumper atau stiker yang menutupi area sensor bisa mengganggu kinerja ADAS. Kerusakan pada kamera atau radar akibat benturan juga akan membuat sistem tidak berfungsi.
Pastikan modifikasi tidak menghalangi pandangan sensor untuk keselamatan berkendara.
Perawatan dan Pemeriksaan ADAS
Agar sistem keselamatan tetap bekerja dengan baik, perawatan rutin pada sensor dan perangkat lunak sangat diperlukan.
Jangan abaikan peringatan yang muncul pada panel instrumen. Melakukan perawatan yang tepat akan memperpanjang usia pakai teknologi canggih ini.
Penyetelan Setelah Kaca atau Bodi Diperbaiki
Penggantian kaca depan atau perbaikan bodi di area sensor akan memengaruhi kalibrasi sistem. Pastikan bengkel resmi melakukan proses kalibrasi ulang setelah perbaikan selesai.
Hal ini penting agar sensor dapat membaca lingkungan dengan akurasi yang tepat.
Membaca Peringatan Gangguan di Panel Instrumen
Jika muncul peringatan pada panel instrumen terkait sistem keselamatan, segera periksa buku manual untuk mengetahui penyebabnya.
Bisa jadi masalah tersebut hanya peringatan karena sensor kotor atau sistem sedang dinonaktifkan sementara. Jika peringatan menetap, segera bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menguji ADAS Saat Membeli Mobil Bekas
Saat membeli mobil bekas yang memiliki fitur ADAS, pastikan untuk menguji semua sistem keselamatan tersebut. Coba aktifkan fitur seperti pengereman otomatis dan penjaga lajur untuk memastikan semuanya berfungsi normal.
Jangan ragu meminta penjual untuk menunjukkan riwayat perawatan sensor jika ada.
9 Fungsi Fitur ADAS di NETA V-II, Bikin Berkendara Makin Tenang dan Aman
Kelebihan dan Kekurangan ADAS Mobil
Meskipun terbilang canggih, teknologi ADAS tentu punya kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Memahami hal ini akan membantu dalam mengambil keputusan sebelum membeli sebuah mobil.
Kelebihan ADAS Mobil
Berikut adalah beberapa keunggulan yang membuat sistem ini sangat bermanfaat:
Membantu Menjaga Jarak di Jalan Tol
Fitur pengatur kecepatan adaptif membantu pengemudi menjaga jarak aman secara otomatis, terutama di jalan tol yang padat.
Hal ini mengurangi risiko tabrakan beruntun akibat jarak yang terlalu dekat. Pengemudi pun bisa berkendara lebih santai tanpa harus sering menginjak rem.
Memberi Peringatan Sebelum Tabrakan
Sistem pengereman darurat dan peringatan tabrakan memberikan waktu reaksi ekstra bagi pengemudi untuk menghindari benturan.
Peringatan dini ini sangat berharga dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat. Fitur ini terbukti menyelamatkan banyak nyawa di berbagai kondisi lalu lintas.
Mengurangi Beban Saat Lalu Lintas Padat
Fitur bantuan macet memungkinkan mobil mengikuti pergerakan kendaraan di depan secara otomatis.
Pengemudi tidak perlu terus-menerus menginjak gas dan rem saat terjebak dalam kemacetan panjang. Ini sangat mengurangi tingkat stres dan kelelahan selama perjalanan.
Membantu Mengawasi Area Titik Buta
Pemantau titik buta memberikan peringatan saat ada kendaraan di area yang tidak terlihat pada spion.
Fitur ini sangat membantu saat berpindah lajur di jalan raya yang ramai. Dengan begitu, risiko terjadinya benturan samping dapat diminimalkan.
Kekurangan ADAS Mobil
Di balik kelebihannya, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diketahui sebagai berikut:
Masih Bergantung pada Marka dan Kondisi Sensor
Kinerja ADAS sangat dipengaruhi oleh kejelasan marka jalan dan kebersihan sensor.
Di jalan yang markanya pudar atau saat cuaca buruk, sistem mungkin tidak bekerja secara optimal. Hal ini tentu menjadi keterbatasan yang harus disadari oleh pengemudi.
Peringatan Dapat Terasa Mengganggu
Terkadang, sistem peringatan bisa berbunyi terlalu sering atau sensitif terhadap objek yang bukan ancaman nyata.
Suara peringatan yang konstan justru bisa membuat pengemudi merasa terganggu dan kehilangan fokus. Pengemudi perlu membiasakan diri dengan karakter peringatan kendaraannya.
Perbaikan dan Penyetelan Sensor Bisa Mahal
Jika sensor kamera atau radar mengalami kerusakan, biaya perbaikannya terbilang cukup mahal.
Proses kalibrasi ulang juga memerlukan peralatan khusus dan teknisi yang berpengalaman. Perbaikan yang cukup rumit dan memakan biaya menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemilik mobil dengan fitur ADAS lengkap.
Pengemudi Bisa Terlalu Percaya pada Sistem
Rasa aman yang berlebihan bisa membuat pengemudi lengah dan mengabaikan tanggung jawabnya. Ketergantungan pada ADAS dapat mengurangi kewaspadaan pengemudi terhadap kondisi sekitar.
Ingatlah bahwa teknologi ini hanyalah alat bantu, bukan pengganti peran manusia seutuhnya.
Canggihnya Fitur ADAS ‘God’s Eye’ di Kendaraan Listrik BYD
Memilih mobil dengan fitur ADAS tidak seharusnya hanya berpatokan pada banyaknya fitur di brosur. Sesuaikan dengan kebutuhan dan gaya berkendara kita, apakah sering melintasi jalan tol atau lebih banyak di dalam kota.
Pada akhirnya, ADAS hanyalah alat bantu, kewaspadaan dan kehati-hatian Anda sebagai pengemudi tetaplah yang paling utama.
Pastikan untuk memahami cara kerja dan batasannya untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.



