Selasa, Mei 28, 2024
Lainnya
    LainnyaPahami Kelebihan dan Kekurangan Mobil dengan Penggerak Roda Depan

    Pahami Kelebihan dan Kekurangan Mobil dengan Penggerak Roda Depan

    Setiap kendaraan memiliki sebuah sistem penggerak untuk bisa melaju. Sistem ini merupakan komponen yang menyalurkan tenaga dari mesin ke roda-roda mobil. Ada berbagai macam jenisnya, mulai dari sistem penggerak depan, belakang, hingga teknologi lainnya. Masing-masing sistem penggerak ini memiliki karakteristiknya sendiri.

    Di pabrikan Indonesia, sistem penggerak yang umum digunakan adalah sistem penggerak roda depan yang dikenal dengan sebutan FF (Front Engine-Front Wheel Drive) atau FWD. Bahkan, mobil-mobil keluaran terkini pun semakin banyak yang menggunakan penggerak roda depan. Hal ini karena penggerak depan dikenal lebih responsif terhadap pergerakan jalan dibandingkan dengan sistem penggerak lainnya.

    FWD yang pertama kali diciptakan pada tahun 1711, merupakan sistem penggerak yang menggunakan tenaga mesin untuk dihantarkan pada transmisi roda bagian depan. Dengan kata lain, dua roda pada bagian depan ini akan menjadi motor utama pada kendaraan tersebut. Sehingga, ketika tenaga diterima oleh roda depan, maka ban akan berputar dan mobil akan bergerak maju.

    Baca juga: Mobil Penggerak Roda Depan dan Belakang Banyak di Indonesia, Ini Kelebihannya

    Saat pertama kali diciptakan, FWD diaplikasikan pada mobil Fardier à Vapeur yang dibuat oleh seorang ahli mekanik berkebangsaan Perancis, Nicholas-Joseph Cugnot. Sistem penggerak roda ini kemudian dikembangkan oleh banyak ilmuwan dan mulai eksis digunakan pada tahun 1930-an. Mobil pertama yang mengimplementasikannya, yaitu Citroën Traction Avant yang merupakan mobil eksekutif produksi Citroën, Perancis.

    Kini, FWD banyak digunakan mobil-mobil keluaran terbaru yang cukup populer. Beberapa mobil yang menggunakan sistem ini, di antaranya Daihatsu Sigra, Toyota Calya, Honda Jazz, Nissan Livina, Mitsubishi Xpander, Suzuki Baleno, hingga beberapa mobil SUV dan MPV lainnya.

    Pengaplikasian FWD disinyalir membuat mobil lebih irit bahan bakar. Apa benar demikian? Bagaimana cara kerjanya dan apa kelebihan, serta kekurangan penggunaan sistem ini? Sebelum memilih mobil dengan sistem penggerak roda depan, simak terlebih dahulu penjelasan berikut.

    Komponen Penggerak Roda Depan

    Sistem penggerak roda depan tidak menggunakan banyak komponen untuk menjalankan fungsinya. Komponen pada sistem penggerak roda depan, meliputi:

    • Kopling atau clutch, berfungsi untuk meneruskan dan memutuskan perputaran mesin terhadap transfer. Saat pedal kopling diinjak, putaran mesin yang bergerak ke transmisi akan terputus seketika.
    • Transmisi, berfungsi untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin (output mesin) dari kopling menuju roda penggerak. 
    • AS roda (Axle Shaft roda), berfungsi untuk meneruskan putaran dari transmisi ke roda-roda penggerak.
    • Differential atau gardan, berfungsi untuk membagi putaran yang asalnya dari transmisi ke roda bagian kiri dan kanan sesuai dengan kondisi kendaraan.

    Cara Kerja Penggerak Roda Depan

    3D illustration with front view of a car drivetrain with front wheels alignment. Car toe out alignment.

    Secara otomotif, sistem penggerak roda depan bermula dari output mesin yang posisinya melintang dan terhubung ke poros roda akan menyalurkan tenaga pada ban depan. Proses transfer tenaga yang terjadi dari mesin menuju ban bagian depan ini disalurkan menggunakan differential yang terletak di kotak transmisi manual ataupun matic dengan melewati transaxle.

    Selanjutnya, Constant Velocity Joint (CV Joint) akan meneruskan putaran dari differential ke roda secara fleksibel. Fleksibilitas yang dimaksud adalah bisa disesuaikan ke berbagai radius sudut putar. Sehingg, mobil akan bergerak karena adanya perputaran pada roda bagian depan.

    Baca juga: Kia Visto Mobil 30 Jutaan Jadi Buruan, Simak Spesifikasinya!

    Kelebihan Penggerak Roda Depan

    Salah satu alasan sistem penggerak roda depan banyak digunakan di Indonesia adalah banyaknya kelebihan yang dimiliki sistem ini. Berikut ini beberapa kelebihan penggerak roda depan:

    Komponen sedikit

    Salah satu kelebihan FWD yang banyak jadi alasan penggunaannya adalah komponennya yang lebih sedikit. Komponen bisa lebih sedikit, karena FWD tidak menggunakan drive shaft, yaitu komponen yang menghubungkan antara mesin ke penggerak bagian belakang.

    Pada penggunaan FWD, mesin mengeluarkan tenaga, kemudian langsung digunakan untuk menggerakan sistem transmisi dan roda yang semuanya sama-sama berada di bagian depan. Sehingga, komponen yang diperlukan lebih sedikit.

    Biaya servis lebih murah

    Komponen yang hanya sedikit pada penerapan sistem FWD ini, membuat biaya perawatannya juga jadi lebih murah. Penggantian suku cadangnya pun akan lebih ramah kantong.  Sehingga, secara keseluruhan, biaya servisnya pun akan lebih terjangkau.

    Ruang kabin jadi lebih luas

    Sistem penggerak roda depan membuat bagian bawah mobil menjadi lebih lapang, terutama pada bagian kabin. Dengan begitu, bagian dalam kabin juga akan terasa lebih luas. Kabin yang luas tentu bisa digunakan secara optimal. Inilah alasan sistem FWD banyak digunakan pada mobil keluarga dan jenis mobil city car.

    Bobot lebih ringan

    Karena tumpuannya ada di bagian depan, maka bobot mobil terasa lebih ringan. Mobil dengan bobot yang ringan biasanya kerap dijadikan patokan seseorang saat akan membeli mobil. Bobot mobil yang ringan menandakan beban mesin lebih enteng untuk dikendarai, sehingga hal ini juga ada hubungannya dengan konsumsi bahan bakar.

    Irit bahan bakar

    Bukan hanya bobotnya lebih ringan, FWD juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Konsumsi bahan bakar yang digunakan akan lebih sedikit karena tenaga tidak terlalu banyak digunakan untuk menggerakkan komponen. Itulah alasan, mengapa banyak mobil SUV irit, karena rerata mobil SUV menggunakan penggerak roda depan.

    Aman gesekan

    Mobil yang menggunakan sistem FWD lebih unggul dan aman terhadap gesekan ban mobil dengan permukaan jalan, khususnya ketika hujan. Sebab, secara teknis, roda depan yang menarik roda belakang, sehingga berat mesin mobil di bagian depan membuat traksi lebih baik.

    Harga mobil cenderung murah

    Harga mobil yang menggunakan sistem penggerak roda depan biasanya cenderung lebih murah, dibandingkan dengan mobil dengan sistem penggerak roda belakang atau lainnya. Hal ini karena komponen, tenaga, dan konstruksi yang dibutuhkannya jauh lebih ringkas. Sehingga, harga jual mobilnya pun bisa dipangkas.

    Baca juga: MPV Langka dari Toyota Ini Harganya Kurang dari Rp 70 jutaan

    Kekurangan Penggerak Roda Depan

    Dibalik kelebihannya, ada juga kekurangan dari penggunaan sistem penggerak roda depan, di antaranya sebagai berikut:

    Mobil kurang stabil

    Mobil dengan sistem penggerak depan lebih sulit untuk dikendalikan atau bisa dikatakan kurang stabil. Terutama pada saat mobil kehilangan traksi akibat torque steer yang menyebabkan pembagian bobot tidak rata, sehingga lebih sulit dikendalikan. Meski begitu, mobil keluaran terkini biasanya sudah dibekali dengan teknologi bernama Vehicle Stability Control (VSC) untuk mengatasi hal ini. 

    Rentan mengalami understeer

    Pada mobil dengan sistem FWD, bobot mobil akan bertumpu di bagian depan. Hal ini bisa membuat mobil jadi lebih mudah understeer saat kecepatan tinggi. Mobil dengan sistem FWD yang dikendarai dengan kecepatan tinggi akan mendapatkan beban yang besar pada roda bagian depan, maka sangat mungkin kehilangan daya cengkeram dan timbul gejala understeer.

    Kurang akselerasi

    Kekurangan lainnya adalah kurangnya akselerasi. Bagaimana pun, mendorong lebih mudah daripada menarik, sehingga akselerasi pada mobil dengan sistem penggerak roda depan dirasa lebih lambat.

    Komponen cepat aus

    Pada sistem penggerak roda depan, selain mengatur arah untuk berbelok, roda depan juga bertugas sebagai penggerak mobil. Hal ini membuat komponen di sekitar roda depan lebih cepat aus. Mulai dari kaki-kaki, suspensi, hingga ban, biasanya akan terdampak.

    Rentan rusak

    Salah satu kekurangan yang biasanya kerap jadi pertimbangan adalah komponen kaki-kaki dan setir lebih mudah rusak. Umumnya, kerusakan yang terjadi ada di sekitar rack steer, karena beban ganda pada roda depan. Karena itu, pengendara perlu lebih hati-hati saat melewati jalan yang rusak, bahkan polisi tidur. Hantaman yang terlalu keras akan merusak komponen transmisi dan ban depan.

    Itulah beberapa yang perlu diperhatikan saat memilih mobil bekas dengan roda penggerak depan. Secara konsumsi bahan bakar, memang jauh lebih irit, tetapi perlu juga mempertimbangkan kekurangan dan solusinya. Untuk itu, saat hendak membeli mobil bekas, perhatikan apakah sistem penggerak roda depan masih dalam kondisi baik atau sebaliknya.

    Sebaiknya, pilihlah tempat membeli mobil bekas terpercaya. OLX Autos bisa jadi tujuan pembelian mobil bekas berkualitas terbaik dengan harga yang paling reasonable. Ribuan unit mobil yang bisa dipilih di sini dijamin berkualitas prima dan bergaransi.

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait