Selasa, Mei 28, 2024
Lainnya
    LainnyaPilih Mobil dengan Sistem FWD atau RWD? Simak Perbedaannya

    Pilih Mobil dengan Sistem FWD atau RWD? Simak Perbedaannya

    Saat hendak membeli mobil bekas, ada satu hal yang jarang dipertimbangkan banyak orang, yaitu sistem penggerak roda. Padahal, hal ini cukup penting untuk jadi pertimbangan. Sebab, sistem penggerak roda berpengaruh terhadap penggunaan, perawatan, dan konsumsi bahan bakar mobil ke depannya.

    Di Indonesia, terdapat dua sistem penggerak roda yang paling populer, yaitu penggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD) dan penggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD). Keduanya memiliki karakter masing-masing, serta kelebihan dan kekurangan yang bisa dijadikan pertimbangan. Mana di antara keduanya yang lebih cocok dipilih? Perhatikan ulasan mengenai FWD dan RWD berikut ini.

    Apa Itu Sistem FWD?

    Sesuai dengan namanya, sistem penggerak FWD mengandalkan roda depan untuk menggerakkan mobil. Tenaga dari mesin akan diteruskan ke roda bagian depan untuk menggerakkan mobil. Sistem penggerak roda depan bukan teknologi baru, melainkan sudah sejak lama ditemukan.

    Sistem ini diperkenalkan oleh ilmuwan asal Perancis bernama Nicholas Joseph Cugnot pada 1771. Ia mengaplikasikan penggerak roda depan pada mobilnya, Fardier à Vapeur yang merupakan mobil roda tiga dengan layout dua roda depan dan satu di belakang. Walter Christie, seorang ilmuwan asal Amerika yang akhirnya mematenkan sistem FWD.

    Penelitian terkait sistem ini banyak dilakukan guna mengembangkannya dan mulai diaplikasikan ke berbagai merek otomotif di seluruh dunia sekitar tahun 1930-an. Hingga kini, sistem FWD banyak digunakan. Beberapa mobil yang menggunakan sistem ini, di antaranya Toyota Agya, Daihatsu Sigra, Honda Brio, Mitsubishi Xpander, dan masih banyak lagi dari berbagai macam jenis mobil.

    Cara kerjanya adalah dengan menyalurkan tenaga output dari mesin yang posisinya melintang. Kemudian, terhubung ke poros roda dan tenaga akan disalurkan ke roda bagian depan. Proses transfer tenaga dari mesin menuju roda depan menggunakan differential yang terletak di kotak transmisi manual ataupun matic dengan melewati transaxle.

    Baca juga: Mitsubishi Xpander Pastikan Sanggup Libas Tanjakan, Begini Triknya

    Kelebihan Sistem FWD

    Banyaknya mobil yang menggunakan sistem FWD membuktikan, bahwa sistem ini memiliki banyak kelebihan. Berikut ini beberapa kelebihan sistem FWD:

    Komponen lebih sedikit

    Komponen pada sistem FWD tidak menggunakan drive shaft yang merupakan komponen penghubung antara mesin ke penggerak roda bagian depan dan belakang. Pada sistem FWD, tenaga dari mesin langsung digunakan untuk menggerakan sistem transmisi dan roda yang seluruh komponennya berada di bagian depan. Sehingga, komponen yang diperlukan lebih sedikit.

    Harga mobil dan biaya servis lebih murah

    Harga pasaran mobil yang menggunakan sistem FWD umumnya cenderung lebih murah. Sebab, komponen hingga konstruksi yang dibutuhkannya lebih sederhana. Sehingga, harga jual mobilnya pun bisa lebih murah.

    Selain itu, sedikitnya komponen yang diperlukan untuk menjalankan sistem FWD, membuat biaya perawatannya juga jadi lebih murah. Biaya penggantian suku cadangnya pun akan jauh lebih terjangkau. Sehingga, secara keseluruhan, biaya servisnya pun akan lebih ramah di kantong.

    Efisiensi bahan bakar

    Sistem FWD juga diklaim lebih irit bahan bakar. Hal  ini karena tenaga yang digunakan untuk menggerakkan komponen tidak terlalu banyak. Ini juga menjadi alasan, mengapa banyak mobil lCGC  paling irit bahan bakar.

    Bobot mobil ringan

    Tumpuan komponen penggerak roda pada sistem FWD berada di bagian depan, maka bobot mobil akan terasa lebih ringan. Bobot mobil yang ringan tentu lebih enteng untuk dikendarai dan membuat nyaman pengemudi.

    Ruang kabin lebih luas

    Penerapan sistem penggerak roda depan membuat bagian bawah mobil menjadi lebih lapang, khususnya di bagian kabin. Sehingga, ruang kabin akan terasa lebih luas. Kabin yang luas biasanya menjadi pertimbangan saat mencari mobil keluarga, karena bisa ruang kabin jadi bisa digunakan secara optimal.

    Traksi lebih baik

    Mobil yang menggunakan sistem FWD memiliki traksi yang lebih baik, khususnya di jalan licin yang datar. Sebab, roda bagian belakang ditarik oleh roda bagian depan, sehingga berat mesin mobil yang berada di bagian depan membuat traksi lebih baik.

    Kekurangan Sistem FWD

    Sistem FWD juga tak lepas dari kekurangan di sana sini yang bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih mobil dengan sistem ini. Berikut beberapa kekurangan sistem FWD:

    Mudah mengalami kerusakan

    Pengaplikasian FWD membuat komponen kaki-kaki dan setir lebih mudah rusak. Umumnya, kerusakan terjadi di sekitar rack steer, karena roda depan menanggung beban ganda. Hantaman yang terlalu keras akan mudah merusak komponen transmisi dan ban depan.

    Komponen roda depan cepat aus

    Sistem FWD membuat roda memiliki dua beban sekaligus, mengatur arah untuk berbelok dan sebagai penggerak roda-roda mobil. Kerja cukup keras yang dilakukan roda depan, membuat komponen di sekitarnya juga lebih cepat aus, seperti kaki-kaki, suspensi, hingga ban.

    Mudah mengalami understeer

    Mobil jadi lebih mudah understeer, khususnya pada saat kendaraan dibawa dengan kecepatan tinggi. Hal ini karena pada sistem FWD bobot mobil bertumpu di bagian depan. Roda depan akan mendapatkan beban yang besar saat kecepatan tinggi, akibatnya mobil akan kehilangan daya cengkeram dan bisa menyebabkan understeer.

    Akselerasi kurang

    Pada mobil dengan sistem penggerak FWD, akselerasi akan terasa lebih lambat dan kurang nyaman. Gaya mendorong tentu lebih mudah dibandingkan menarik, sehingga akselerasi penggerak roda depan tentu akan lebih lambat dibanding roda belakang.

    Handling lebih sulit

    Mobil yang kehilangan traksi akibat torque steer akan menyebabkan pembagian bobot tidak rata. Hal ini membuat mobil lebih sulit untuk dikemudikan. Kendali kemudi menjadi kurang stabil. Untuk mengatasi hal ini, saat ini mobil-mobil keluaran anyar sudah dibekali dengan Vehicle Stability Control (VSC) guna menjaga mobil tetap stabil saat dikemudikan.

    Apa Itu Sistem RWD?

    RWD atau Rear Engine-Rear Wheel Drive merupakan sebutan bagi sistem penggerak yang dijalankan oleh roda bagian belakang. Kendaraan dengan penggerak roda belakang (RWD) memiliki mesin penggerak yang terletak pada bagian belakang dengan roda belakang sebagai penggeraknya. Banyak juga yang mengkategorikan sistem RWD sebagai 2WD (Two Wheel Drive) karena menggerakan dua roda-roda mobil.

    Sistem penggerak roda belakang ini lebih dulu populer dan banyak digunakan sebelum kemunculan mobil dengan sistem FWD. RWD kerap diaplikasikan pada kendaraan besar, seperti truk dan bus. Selain itu, kendaraan asal pabrikan mewah, seperti Chevrolet Corvair, BMW, Lexus,  hingga Porsche, juga menggunakan sistem RWD pada beberapa tipe mobil mereka.

    Cara kerjanya, mesin menyalurkan tenaga output ke sepasang roda belakang. Tenaga yang dihasilkan mesin kemudian disalurkan melalui transmisi yang ada di belakang mesin. Selanjutnya, tenaga akan disalurkan dari transmisi menuju ke differential (gardan) melalui kopel atau propeller shaft. Gardan yang selanjutnya akan menyebarkan tenaga ke roda bagian belakang, sehingga roda belakang akan mendorong mobil untuk bergerak.

    Baca juga: Review Mobil Toyota Avanza E, Kendaraan Pilihan Keluarga yang Irit

    Kelebihan Sistem RWD

    Sistem penggerak RWD yang banyak digunakan mobil mewah dan kendaraan besar tentu memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya yaitu:

    Beban berat lebih seimbang

    Kelebihan yang pertama adalah beban berat mobil yang lebih seimbang. Hal ini karena komponen mobil dengan sistem RWD memiliki mesin di bagian depan dan sistem penggerak di bagian belakang. Sehingga, beratnya lebih merata antara bagian depan dan belakang mobil. 

    Komponen lebih awet

    Selain pembagian beratnya lebih imbang, tugas masing-masing komponen juga terbagi dengan baik. Sehingga, masing-masing komponen tidak ada yang bekerja lebih keras. Dengan begitu, komponen suspensi dan kaki-kaki mobil jadi lebih awet. 

    Biaya servis murah

    Karena letak komponen yang lebih aman membuat komponennya lebih awet, maka biaya perawatannya juga lebih murah. Misalnya, saat mobil terpaksa menghantam lubang, komponen kaki-kaki mobil akan lebih aman.

    Handling lebih baik

    Dalam dunia otomotif, handling merupakan kemampuan mobil merespon dan bereaksi terhadap aksi kemudi, seperti mengerem, melakukan akselerasi, hingga berbelok. Sistem RWD membuat handling lebih baik dibandingkan sistem FWD. Hal ini karena tugas masing-masing roda terbagi. Bagian roda depan fokus mengarahkan kemudi, sementara bagian belakang fokus sebagai penggerak.

    Unggul di Jalan Menanjak

    Sistem RWD lebih kuat menampung beban mobil ketika medan perjalanan menanjak. Hal ini karena komponen penggerak yang berada di bagian roda belakang. Sehingga, roda-roda tidak akan mudah kehilangan traksi ketika melalui jalan menanjak.

    Kekurangan Sistem RWD

    Bukan tanpa cela, karakter sistem RWD juga tak lepas dari kekurangan. Berikut beberapa kekurangan sistem RWD yang bisa dijadikan pertimbangan memilih mobil:

    Lebih boros bahan bakar

    Akibat komponen yang lebih kompleks, maka mobil bekerja lebih berat untuk menyalurkan tenaga dari mesin di bagian depan ke penggerak roda belakang. Proses ini tentu membuat penggunaan bahan bakar lebih banyak. Sehingga, sistem RWD tergolong lebih boros dalam penggunaan bahan bakar.

    Bobot mobil lebih berat

    Pembagian berat mobil dengan sistem RWD memang lebih seimbang, tetapi bobot mobil menjadi lebih berat. Berbeda dengan sistem FWD, sistem RWD membutuhkan beberapa komponen tambahan sebagai penyalur dari mesin ke roda penggerak. Sehingga, bobot mobil akan terasa lebih berat.

    Kabin lebih sempit

    Kekurangan juga terjadi pada ruang kabin yang lebih sempit. Di bagian bawah mobil menjadi tempat untuk sistem transmisi dan propeller shaft, sehingga lantai kendaraan menjadi tidak rata dan cenderung lebih sempit. Itulah alasan, mengapa sistem RWD jarang digunakan oleh mobil jenis City Car. Kabin bisa terasa lebih sempit.  

    Tidak cocok untuk jalan licin

    Mobil dengan sistem RWD memang cocok pada jalan menanjak, tetapi kurang baik kala melewati jalan licin dan berpasir. Pada sistem RWD traksi bisa dikategorikan kurang baik, sementara untuk melewati jalan licin dan berpasir, mobil lebih baik jika memiliki traksi pada sepasang roda depan. 

    Mudah mengalami oversteer

    Sistem RWD membuat mobil jadi lebih mudah “ngesot” atau bahasa otomotifnya, oversteer. Roda belakang akan terus berputar saat gas diinjak, otomatis bodi belakang mobil juga akan terus bergerak. Selanjutnya, tugas dua roda depan yang mengarahkan bagian belakang akan geser ke kiri atau ke kanan. Adanya tenaga berlebih yang tidak terkontrol akan terbuang ke sisi jalan. Itulah mengapa, mobil untuk melakukan atraksi ‘drift’ banyak menggunakan mobil sistem RWD.

    Itulah sekilas penjelasan mengenai penggerak roda depan dan belakang berikut kelebihan dan kelemahannya. Jika Anda mencari mobil SUV paling irit bahan bakar, solusi terbaik adalah memilih mobil dengan penggerak roda depan (FWD). Sebab, memang tenaga yang dibutuhkan tidak sebanyak sistem penggerak roda belakang (RWD).

    Apapun pilihan penggerak rodanya, pilihlah mobil bekas yang sesuai dengan kebutuhan. Penting juga untuk memilih yang kualitasnya masih sangat baik dengan harga yang paling masuk akal. Mobil bekas dengan kualitas prima dan terpercaya bisa didapatkan hanya di OLX Autos. Ada ribuan mobil bekas berkualitas dan bergaransi yang bisa dipilih. Cari mobil paling irit bahan bakar dengan harga paling reasonable? di sini solusinya!

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait