Apa itu oli power steering dan fungsinya untuk mobil Anda? Simak cara cek kekentalannya dan merawatnya dengan mudah.
OLX News – Agar mobil dapat bekerja secara maksimal, pemilik perlu rutin mengganti oli. Tidak hanya oli mesin, tetapi juga oli power steering. Jenis pelumas ini tak kalah penting untuk diganti secara berkala agar mobil tetap prima saat digunakan.
Perlu diketahui, power steering adalah sistem bantu agar mobil lebih mudah dikemudikan. Sistem ini bekerja dengan bantuan tekanan hidrolik atau motor elektrik.
Di dalam artikel ini, kita akan mengetahui bersama tentang pengertian, fungsi, hingga cara mengganti oli power steering. Simak terus ulasan berikut ini agar mobil tetap dalam kondisi maksimal saat digunakan.
Apa Itu Oli Power Steering?
Oli power steering adalah cairan khusus yang dirancang untuk membantu sistem kemudi hidrolik pada mobil. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan tekanan dari oli untuk memudahkan putaran setir, sehingga pengemudi tidak perlu tenaga ekstra saat memarkir atau berbelok.
Varian oli ini berbeda dengan oli mesin atau oli transmisi. Pelumas ini memiliki kekentalan yang lebih rendah dan zat aditif yang difokuskan untuk mencegah keausan serta korosi pada komponen kemudi.
Pada mobil modern, ada tiga jenis sistem power steering, yaitu hidrolik, elektrik, dan hybrid. Namun, hanya varian hidrolik dan hybrid yang membutuhkan oli yang sesuai agar bisa bekerja optimal.
Fungsi Oli Power Steering

Cairan power steering memiliki beberapa peran vital yang membuatnya tidak bisa digantikan oleh pelumas lain. Berikut adalah fungsi utamanya:
- Melumasi komponen bergerak
Oli ini melumasi pompa power steering, rack, pinion, serta katup-katup di dalam sistem. Pelumasan yang baik mengurangi gesekan dan membuat kemudi tetap halus.
- Membantu mengurangi keausan
Kandungan zat aditif dalam pelumas ini mampu melindungi komponen dari korosi dan aus akibat tekanan tinggi. Dengan begitu, usia pakai sistem kemudi menjadi lebih panjang.
- Mentransfer tekanan hidrolik
Oli berfungsi sebagai media penerus tenaga dari pompa ke mekanisme roda kemudi. Tekanan inilah yang membuat setir mudah diputar meski mobil dalam kondisi diam.
- Mencegah panas berlebih
Aliran oli juga membantu mendinginkan sistem power steering yang bekerja keras, terutama saat pengemudi sering memutar setir penuh ke kiri dan kanan.
Baca juga: Oli power steering Cepat Berkurang Tanpa Ada Tetesan di Lantai, Lewat Mana Rembesannya?
Penyebab Oli Power Steering Muntah
Pelumas power steering yang tiba-tiba berkurang atau bahkan “muntah” dari reservoir biasanya menandakan ada kebocoran. Berikut beberapa penyebab utama yang perlu pengendara waspadai:
- Kerusakan seal karet pada tutup reservoir
Tutup reservoir memiliki seal karet yang berfungsi menahan tekanan. Jika karet ini getas atau retak, oli bisa keluar dari celah tutup saat sistem bekerja.
- Selang karet yang retak atau bocor
Selang penghubung antara reservoir, pompa, dan rack steering terbuat dari karet. Paparan panas dan usia tua membuat selang ini rapuh, lalu oli merembes keluar.
- Segel pompa power steering yang aus
Di dalam pompa terdapat seal karet yang jika rusak akan menyebabkan oli bocor keluar dari bodi pompa. Biasanya disertai suara berdengung saat setir diputar.
- Seal rack steering yang robek
Rack steering memiliki boot karet pelindung. Jika boot ini sobek, seal di dalamnya bisa rusak dan oli akan bocor ke area sekitar roda kemudi.
- Reservoir terlalu penuh
Mengisi oli melebihi batas maksimal dapat membuat oli memuai dan meluber keluar saat mesin panas. Pastikan level oli selalu berada di garis batas yang dianjurkan.
Kekentalan Oli Power Steering
Memilih kekentalan oli power steering yang tepat sangat mempengaruhi kinerja sistem kemudi. Berikut tiga kriteria penting yang harus diperhatikan:
- Pilih oli dengan kandungan stop leak
Kandungan ini bermanfaat untuk menjaga elastisitas karet seal agar tidak cepat getas dan bocor. Oli dengan stop leak juga membantu memperlambat kebocoran pada seal yang sudah mulai rapuh.
- Pastikan kandungan oli sesuai fungsinya
Cairan power steering memiliki zat aditif anti-aus dan anti-karat yang berbeda dengan oli transmisi atau oli mesin. Jangan pernah menggunakan oli yang tidak dirancang khusus untuk power steering karena bisa merusak komponen karet.
- Perhatikan viskositas atau tingkat kekentalan
Umumnya, minyak power steering menggunakan sistem single grade dengan tingkat kekentalan SAE 30 hingga SAE 80. Pilihlah sesuai rekomendasi pabrikan mobil agar pompa bekerja optimal tanpa membebani sistem.
Harga Oli Power Steering
Harga oli power steering bervariasi tergantung merek dan keunggulannya. Data berikut ini adalah harga terbaru yang diambil dari berbagai sumber:
| Merek & Produk | Keunggulan Utama | Harga Perkiraan |
| Prestone Power Steering Fluid | Melindungi pompa & reservoir, anti-karat, anti-aus, mencegah bunyi berisik | Rp29.000 – Rp90.000 (300 – 946 ml) |
| Shell Spirax S3 ATF MD3 | Multifungsi (power steering + transmisi matic), mengurangi gesekan | Rp130.000 – Rp158.000 (1 L) |
| STP Power Steering Fluid | Anti-gesek, mencegah korosi & aus, melancarkan putaran setir | Mulai Rp80.000-an (946 ml) |
| Top 1 Lifetime ATF | Multifungsi (power steering + transmisi), meredam panas, anti-gesekan | Mulai Rp70.000-an (1 L) |
| Mitsubishi ATF SP III | Dirancang untuk Mitsubishi, tahan panas tinggi | Mulai Rp120.000-an (1 L) |
| Honda PSF-S | Anti-gores & anti-aus, mencegah benturan logam, bikin mesin lebih awet | Mulai Rp160.000-an (ukuran resmi) |
| Redex ATF Power Steering Fluid | Synthetic, cocok untuk hidrolik & transmisi (M-II, C-4, D-3) | Mulai Rp31.000-an |
| Unilub ATF Power Steering | Melindungi dari oksidasi, menjaga kebersihan & kerja halus | Mulai Rp70.000-an (1 L) |
| Toyota Motor Oil (TMO) ATF T-IV | Anti-oksidasi & tahan panas, cocok transmisi matic non-CVT Toyota | Mulai Rp225.000-an |
| Mobil Multipurpose ATF | Friction Modifiers, tahan panas, anti-gesekan, cocok banyak transmisi matic | Mulai 75.000-an |
Cara Merawat Oli Power Steering agar Awet

Dengan merawat sistem power steering di mobil, pelumas di dalamnya akan ikut awet. Berikut ini adalah cara yang bisa dipraktekan:
- Ganti Oli Power Steering Secara Berkala
Pelumas power steering perlu diganti setiap 40.000 km atau maksimal 2–3 tahun sekali. Penggantian rutin ini menjaga pompa steering tetap bekerja ringan dan tekanan hidrolik optimal.
- Periksa Warna dan Level Oli Secara Rutin
Cek kondisi setiap 10.000 km atau saat servis berkala. Oli yang masih baik berwarna jernih kemerahan, sedangkan oli yang sudah rusak akan berubah menjadi keruh atau cokelat tua.
Jika warna oli sudah berubah, segera ganti. Oli yang sudah keruh dapat merusak karet-karet di rack steer dan menyebabkan kebocoran.
- Hindari Memutar Setir Sampai Mentok Terlalu Lama
Saat setir diputar hingga mentok kiri atau kanan, tekanan dalam sistem hidrolik naik drastis hingga 200–300%. Kebiasaan ini membuat pompa power steering cepat aus dan seal rack steer menjadi getas.
Batasi putaran mentok hanya 2–3 detik, lalu lepaskan sedikit. Dengan cara ini, oli tidak dipaksa bekerja pada tekanan ekstrem sehingga umur pakainya lebih panjang.
- Periksa Selang dan Seal dari Kebocoran
Kebocoran oli jenis ini sering dimulai dari rembesan halus di sambungan selang atau seal rack yang mulai basah. Kehilangan oli hanya 100–150 ml saja sudah cukup membuat pompa mendengung dan setir terasa berat. Lakukan inspeksi visual saat servis berkala atau jika tercium bau oli terbakar di area mesin.
- Jaga Kualitas Oli dengan Tidak Memaksa Power Steering di Medan Berat
Hindari mengemudi zig-zag dengan kecepatan tinggi atau melintas di jalan rusak dengan kecepatan berlebih. Guncangan keras dan gerakan setir mendadak membuat beban kerja power steering meningkat, sehingga oli cepat panas dan viskositasnya menurun.
Cara Ganti Oli Power Steering
Mengganti oli power steering sendiri sebenarnya tidak sulit jika kita mengikuti langkah-langkah berikut dengan cermat. Pastikan mobil dalam kondisi dingin dan siapkan wadah untuk menampung oli bekas. Di bawah ini adalah tutorial lengkapnya:
- Panaskan mesin sebentar
Memanaskan mobil akan membuat pelumas menjadi lebih encer sehingga proses pengurasan berjalan lancar. Matikan mesin setelah suhu normal tercapai.
- Cari selang balik pada reservoir
Selang balik adalah selang kecil yang menghubungkan reservoir ke sistem hidrolik. Biasanya ada klem yang mengikat selang ini, lalu lepaskan klem tersebut.
- Buka tutup reservoir dengan lap
Gunakan lap atau sarung tangan agar tangan tidak kotor. Lepaskan selang balik dari tabung reservoir, lalu sumpal lubang yang terbuka dengan plastik bersih.
- Arahkan selang ke wadah penampung
Pastikan ujung selang yang sudah dilepas mengarah ke botol atau ember bekas. Nyalakan mesin lalu putar setir ke kiri dan kanan secara bergantian hingga oli bekas keluar semua.
- Pasang kembali selang dan isi oli baru
Setelah oli lama habis, matikan mesin. Pasang selang balik ke tempat semula, lalu isi oli baru hingga mencapai batas normal pada reservoir.
- Buang udara dari sistem:
Nyalakan mesin lagi, putar setir penuh ke kiri dan kanan beberapa kali. Periksa kembali level oli dan tambahkan jika perlu. Udara yang terperangkap akan keluar dengan sendirinya saat setir diputar.
Setelah berhasil mengganti oli, jangan lupa periksa secara rutin kondisi semua seal karet dan selang. Jika pengguna menemukan kebocoran pada bagian mana pun, segera ganti komponen tersebut sebelum oli habis lagi.
Merawat oli power steering tidak hanya soal mengganti tepat waktu, tetapi juga memastikan tidak ada kebocoran akibat karet seal yang getas. Dengan perhatian kecil ini, setir mobil akan tetap ringan dan perjalanan terasa nyaman setiap saat.
Baca juga: Awas! Ganti Oli Biasa Belum Cukup, Ini Alasan Mobil Matik Peugeot Wajib “Kuras Total”
Sedang mencari pelumas mobil atau suku cadang dengan kualitas terbaik? Memilih platform terpercaya adalah langkah pertama yang tepat.
OLX Indonesia hadir sebagai platform terbaik bagi para pengendara untuk mendapatkan spare part berkualitas bagi mobil kesayangan. Segera kunjungi laman resmi OLX untuk mendapatkan penawaran terbaiknya sekarang juga!



































