Tak hanya kendaraan penumpang atau vehicle passenger saja yang banyak menawarkan bermacam program melalui virtual, sebab jenis kendaraan komersial atau niaga juga tak kalah ketinggal mengikuti tren secara online.
Setidaknya hal ini dilakukan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) bersama dengan dealer Mitsubishi Fuso yang menggelar acara Customer Gathering secara virtual pada akhir Agustus 2020 serentak di seluruh Indonesia.
Menurut Head of PR & CSR Department KTB Dony Hermawan, sejatinya customer gathering telah menjadi acara tahunan yang paling ditunggu-tunggu oleh pelanggan setia Mitsubishi Fuso.
Namun dengan adanya pembatasan pertemuan tatap muka secara langsung karena pandemi, maka kali ini KTB bersama dengan Dealer menyelenggarakannya secara daring dari rumah masing-masing.
“Untuk itulah, dengan acara Virtual Customer Gathering seperti ini dapat meningkatkan penjualan Mitsubishi Fuso,” ungkap Dony dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).
Ya, KTB menawarkan program Sales, Service, dan Spare part (3S) khususnya selama masa pandemi. Untuk program penjualan, Sales force tetap melayani, baik itu melalui telepon, pesan singkat, maupun korespondensi email. Ditambah lagi kini konsumen juga bisa mendapatkan layanan penjualan melalui program Virtual Customer Gathering.
“Target kami dari 45 sesi acara, kami dapat membukukan 1.000 unit pemesanan kendaraan, sehingga semakin memperkuat posisi kami di market kendaraan niaga,” jelas Dony.
Untuk program service, KTB mengandalkan Mobile Workshop Service, serta Booking Service, untuk perawatan dan perbaikan kendaraan. Hal ini juga berlaku untuk pemesanan spare part.
Diketahui, sejak masa pandemi kondisi permintaan kendaraan niaga mengalami tantangan tersendiri, termasuk Mitsubishi Fuso. Namun demikian, pada Juli 2020 berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia terkait permintaan kendaraan sudah memperlihatkan trend ke arah lebih positif.
Walau berada di kondisi perekonomian yang cukup menantang seperti saat ini, Mitsubishi Fuso mampu untuk bertahan menjadi nomor satu di kelas kendaraan niaga dengan capaian market share sebesar 48.8 persen dan penjualan sebanyak 13.646 unit selama Januari-Juli 2020.
Salah satu kesulitan masyarakat yang bermukim di pedesaan adalah mengakses bahan bakar berkualitas dari Pertamina dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini disadari betul oleh PT. Pertamina (Persero) sebagai sebuah tantangan yang harus dicari jalan keluarnya.
Melalui inovasi Pertashop, lembaga penyalur resmi Pertamina berskala kecil, masyarakat pedesaan kini semakin mudah dalam aksesibilitas energi PT. Pertamina (Persero).
Seperti yang saat ini terjadi di Provinsi Banten, dimana Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) III secara bertahap akan meresmikan total 22 titik Pertashop, dengan target 19 titik di sepanjang bulan Agustus tahun ini.
9 titik Pertashop diantaranya kini sudah lebih dahulu beroperasi. Adapun Pertashop yang sudah beroperasi di Provinsi Banten berada di:
Desa Cipicung, Kec. Cikeudal
Desa Banjar, Kec. Banjar
Desa Banyumas, Kec. Bojong
Desa Menes, Kec. Menes
Desa Sukasari, Kec. Tanjungteja
Desa Cinangka, Kec. Cinangka
Desa Curuggoong, Kec. Padarincang
Desa Gunung Kaler, Kec. Gunung Kaler
Desa Sindangsari, Kec. Petir
“Dengan tersedianya Pertashop di pedesaan, masyarakat akan semakin mudah memperoleh produk-produk berkualitas Pertamina dengan harga yang sama seperti di SPBU,” jelas Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan dalam sebuah keterangan pers, Rabu (19/8/2020).
Sementara titik-titik Pertashop yang selanjutnya akan beroperasi secara bertahap berada di:
Desa Tegal Bunder, Kec. Purwakarta
Desa Mekarsari, Kec. Pulomerak
Desa Ciwedus, Kec. Cilegon
Desa Margajaya, Kec. Cimarga
Desa Muara Dua, Kec. Cikulur
Desa Tanjung Sari, Kec. Maja
Desa Bojong Menteng, Kec. Leuwidamar
Desa Kujang Sari, Kec. Cileles
Desa Sobang, Kec. Sobang
Desa Kudumerak, Kec. Karangtanjung
Desa Sangiang, Kec. Pamarayan
Desa Sukadiri, Kec. Sukadiri
Desa Jambe, Kec. Jambe
Seluruh Pertashop ini memiliki kapasitas minimal 3.000 liter untuk jenis produk Pertamax, serta dirancang dengan memperhatikan faktor keamanan serta akurasi takaran.
“Pasokan produk disalurkan langsung menggunakan mobil tangki dari Fuel Terminal terdekat dari lokasi Pertashop,” jelas Eko.
Hingga pertengahan tahun 2020, MOR III sudah mengoperasikan 44 unit Pertashop di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat. Komitmen Pertamina ini merupakan target dari program Pertamina One Village One Outlet (OVOO), sehingga perluasan Pertashop terus akan digenjot hingga akhir tahun ini.
“Kami juga berharap, kehadiran Pertashop yang bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pemerintah Desa dapat menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi dan menjadi salah satu upaya pemerataan ekonomi desa,” pungkasnya.
Usai menanti selama 30 tahun, akhirnya Liverpool FC berhasil menjadi juara Liga Inggris. Kemenangan ini adalah kali ke-19 tim berjuluk “The Reds” mengangkat trofi Liga Inggris usai kemenangan terakhirnya di musim 1989/1990 silam.
Gelar juara tersebut semakin sempurna setelah sang pelatih, Jürgen Klopp didapuk gelar LMA Manager of the Year atas kepemimpinan yang berhasil membawa klub ternama dan bersejarah ini untuk mencapai kesuksesan setelah menanti sekian lama.
Berkat kepemimpinan Jürgen Klopp, serta kelihaian para pemain yang penuh determinasi, momen pengangkatan trofi Premier League menjadi momen mengharukan, menegangkan, sekaligus membanggakan.
Kebahagiaan Liverpool FC sebagai juara Liga Inggris musim ini juga ikut dirasakan oleh merek mobil Morris Garage (MG) yang merupakan Official Global Car Partner.
Berbekal determinasi yang sama, MG kini telah resmi hadir di Indonesia dan berhasil meluncurkan mobil perdananya MG ZS pada bulan Maret 2020 lalu dengan cara virtual dan mendulang jutaan penonton.
Komitmen ini berlanjut melalui peluncuran model keduanya, MG HS, sebuah sport utility vehicle premium yang elegan dan sporty. Kehadiran kedua mobil ini semakin mempertegas posisi MG di industri otomotif Tanah Air.
“Kemenangan Liverpool FC di Liga Inggris setelah penantian dan perjuangan gigih selama 30 tahun merupakan bukti dari keberhasilan kepemimpinan dan kerja keras Jürgen Klopp bersama timnya untuk mencapai kesuksesan. Sama-sama berasal dari Inggris, ini adalah kebahagiaan dan kebanggan yang turut kami rasakan dan ingin kami bagikan kepada masyarakat Indonesia. Dengan pengalaman hampir 100 tahun di industri otomotif, MG akan berusaha untuk terus berinovasi dan berkembang guna memberikan pengalaman berkendara berkualitas yang fun, exciting, dan one of a kind,” ujar Figo Lee, Managing Director MG Motor Indonesia lewat siaran pers, Jumat (21/8/2020).
Di negara Australia dan Selandia Baru, MG turut merayakan kemenangan Liverpool FC dengan merilis seri ZS edisi spesial bernama MG ZS Essence Anfield.
Kekhasan The Reds menjadi daya tarik tersendiri yang diwujudkan melalui garis-garis merah pada jok two-tone merah-hitamnya, serta polesan warna merah pada pendingin udaranya.
Istimewanya karena mobil edisi khusus ini hanya tersedia sebanyak 200 unit dalam warna hitam dan putih dihiasi goresan warna merah pada pinggiran grille dan bumpernya.
Edisi Essence Anfield juga dihadirkan dalam model MG HS yang mendapatkan pembaruan melalui nuansa penghormatan atas kemenangan Liverpool.
Sementara di pasar Indonesia, MG HS juga hadir dalam nuansa sporty dengan warna khas “The Reds” dalam desain interior mobil yang dilengkapi dengan two-tone bucket seat berwarna merah-hitam berbalut Alcantara premium leather.
Selain itu, tombol super sport berwarna merah juga melengkapi lima moda berkendara yang dapat disesuaikan guna memaksimalkan pengalaman berkendara khas Inggris yang menyenangkan.
Perayaan kemenangan Liverpool juga ikut diwujudkan oleh MG Motor Indonesia melalui program hadiah spesial official merchandise kolaborasi dengan Liverpool FC melalui pembelian unit mobil MG pada Mall Exhibition Roadshow di beberapa pusat perbelanjaan di area Jabodetabek, Bandung, Surabaya, hingga Medan.
Dalam pameran ini masyarakat bisa langsung membuktikan sendiri sensasi mengendarai SUV khas Inggris unggulan MG lewat kegiatan test drive.
Berbagai penawaran dan promosi menarik lainnya juga tersedia secara terbatas bagi calon pemilik mobil MG, termasuk Freedom Deals yang mencakup free one year insurance, free one year nol persen interest, free 6 months gasoline, free Rp 2.000.000 voucher Thule, serta gratis biaya suku cadang dan jasa untuk perawatan reguler sampai dengan 50.000 km atau 4 tahun. Semua ini bisa didapatkan dengan syarat dan ketentuan berlaku.
“Hadiah spesial ini merupakan salah satu bentuk dari dukungan kami sebagai sesama juara asal Inggris yang kami harap dapat turut memberikan kebahagiaan bagi para penggemar Liverpool Tanah Air, sebagaimana perasaan yang serupa juga terus ingin kami ciptakan melalui kehadiran mobil-mobil MG di Indonesia. Saat ini, MG telah menawarkan MG ZS dan MG HS untuk para penggemarnya di Tanah Air, yang tidak hanya memiliki konsistensi kualitas pada desain, namun juga handling, tenaga mesin yang terdepan, serta keselamatan tanpa kompromi,” tutup Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia.
MG HS tersedia dalam dua pilihan tipe, yaitu Excite dan Ignite dengan banderol Rp 369.800.000 untuk tipe Excite dan Rp 429.800.000 untuk tipe Ignite.
Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, komunitas motor pembesut Maxi Yamaha yang berprofesi sebagai jurnalis dari berbagai media, Journalist Max Community (JMC) kembali menggelar kegiatan “Touring Merdeka 2020”.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 22-23 Agustus 2020 dari Jakarta menuju daerah Pancawati, Bogor, Jawa Barat, tepatnya di Santa Monica Resort.
Kali ini puluhan member JMC yang menggunakan model Maxi Series dari Yamaha, yaitu Nmax dan Xmax, tidak hanya sekadar melakukan fun touring saja, tapi sekaligus membawa misi untuk memberikan manfaat ke warga sekitar lokasi touring.
Perjalanan Touring Merdeka JMC tahun kedua ini dimulai dari Jakarta Selatan, sebelumnya motor Nmax para punggawa JMC melakukan penggantian ban motor Zeneos Milano di dua bengkel MotoXpress yang berlokasi di Jl. Ampera, Jakarta Selatan dan MotoXpress Penggilingan, Jakarta Timur.
Melakukan perjalanandi tengah kondisi pandemi, touring berjalan dengan tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, hand sanitizer, menjaga jarak sesama member dan juga dilengkapi perlengkapan safety gear untuk memberikan rasa aman selama berkendara.
Di lokasi penginapan, komunitas motor berlambang 'Garpu Tala' ini juga melakukan aksi sosial berupa donasi paket pulsa Telkomsel yang diberikan langsung oleh perwakilan anggota JMC kepada warga sekitar.
Ini bertujuan untuk membantu kegiatan school from home siswa-siswi sekolah yang bermukim di area sekitar lokasi dengan memberikan paket data Telkomsel.
Selain donasi paket data Telkomsel, pada kegiatan kali ini JMC juga mendonasikan beberapa pasang ban Zeneos kepada warga sekitar.
Kemudian di hari kedua, peserta juga mendapat bekal pengetahuan tentang produk pelumas berkualitas serta tips mencari aksesoris yang tepat dan aman di motor Nmax dalam acara ramah tamah bersama perwakilan dari Pertamina Lubricants dan GMA Product Series.
Touring Merdeka JMC berlangsung sukses berkat dukungan berbagai pihak seperti Pertamina, PT Gajah Tunggal, Telkomsel dan GMA Product Series.
Kalau ada yang bertanya siapa yang paling diuntungkan saat Yamaha merilis Nmax pertama kalinya di Februari 2015 lalu? Jawabannya tentu bukan hanya produsen Yamaha atau konsumen pecinta motor matik ‘gambot’ ini saja, tapi juga merek-merek aksesoris yang memproduksi dan menjual segala macam pernak-pernik yang bisa disematkan ke Nmax.
Ini diakui betul oleh Giman, Owner PT Maju Gemilang Persada – GMA Product Series yang selama ini sudah merasakan manisnya ‘madu’ dari hasil memasarkan aksesoris khusus untuk Yamaha Nmax.
“Jadi dulu (sebelum ada Nmax) kami buat aksesoris juga untuk Yamaha V-ixion, lengkap dari atas sampai bawah. Ini lumayan laku sebelum Yamaha Indonesia luncurkan V-ixion tipe R dengan full spec additional aksesoris bawaan, akhirnya kita putusin nggak produksi lagi aksesoris model itu. Sampai akhirnya muncul Nmax yang benar-benar merubah selera pasar konsumen roda dua di Indonesia beralih untuk menggunakan motor matik berbodi 'bongsor'. Waktu di 2015 dan 2016 aksesoris V-ixion benar-benar mendominasi, tapi untuk saat ini bisa dibilang paling banyak yang dimodifikasi itu motor Yamaha Nmax,” ujar Giman saat beramah tamah di acara Touring Merdeka ke-2 Journalist Max Community (JMC) yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/8/2020).
Akhir tahun 2019 lalu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadirkan generasi kedua Nmax dengan tampilan semakin stylish dilengkapi berbagai fitur baru yang menunjang gaya berkendara pemiliknya sehari-hari.
Dari segi tongkrongan, desain Nmax baru boleh dibilang sangat menarik, lebih fresh dari model generasi pertamanya. Tak perlu di modifikasi atau pasang aksesoris pun, motor matik ini akan menarik perhatian orang.
Tapi menurut Giman tidak demikian. Kehadiran generasi terbaru Nmax justru semakin menambah minat pemilik motor untuk menambahkan aksesoris. Bahkan dari pengakuannya, sudah banyak orang yang menanyakan soal aksesoris untuk Yamaha Nmax baru ini.
“Jenis aksesoris Nmax baru yang banyak ditanyakan konsumen itu adalah windshield, kalau ini (windshield) itu sudah pasti ya. Aksesoris lampunya juga sudah lumayan banyak, mulai dari lampu belakang sampai lampu sein banyak yang sudah tanya-tanya kapan keluar. Kemarin kita juga sudah perlihatkan sedikit bentuk desainnya seperti apa,” sebutnya.
Penjualan aksesoris untuk Nmax selama tiga tahun ini memang paling banyak disumbangkan oleh dua jenis aksesoris tersebut, lampu dan windshield.
Belakangan GMA Product Series memang lebih banyak menghadirkan produk aksesoris khusus untuk Nmax mulai dari merek JPA untuk aksesoris lampu hingga Nemo untuk bagian body plastik.
“Kalau develop lampu kami terus terang adalah desain dari orang Indonesia. Malahan sekarang saya sudah ada partner yang membantu untuk urusan ini (desain produk). Tapi untuk produksinya masih di China, meskipun ada juga beberapa produk seperti windshield itu sudah buatan Indonesia. Di sini kita puya base produksi, bahkan aksesoris karbon juga sudah ada beberapa yang kita bikin di sini.”
Pemilik Motor Nmax Cenderung Suka Modifikasi dan Pasang Aksesoris
Disinggung soal mengapa GMA lebih banyak menjual aksesoris untuk merek motor Yamaha dibandingkan dengan merek motor lainnya, Giman punya alasan tersendiri.
“Kalau ditanya alasan kenapa jenis aksesoris yang saya jual paling banyak untuk Yamaha, karena memang dari peminatnya sendiri paling banyak juga Yamaha. Kita pernah coba buat beberapa aksesoris untuk Honda seperti ADV150 dan PCX, tapi itu kita jualannya susah sekali, beda dengan Nmax. Bahkan untuk model Honda PCX kita sudah bikin banyak, tapi ujung-ujungnya kita rugi karena di pasar sepi peminat,” kenang Giman.
Dari situ ia berkesimpulan bahwa karakter pemilik motor Yamaha, khususnya Nmax, cenderung lebih terbuka dalam mengeksplorasi motor kesayangannya dibandingkan dengan pemilik motor merek lainnya.
“Rata-rata pemilik Nmax ingin lebih personal dan tampil beda dibandingkan motor Nmax lainnya. Ini alasannya mengapa banyak para pemilik motor Yamaha yang suka memodifikasi motornya,” pungkas Giman.
Setiap pengguna kendaraan, baik itu roda empat maupun roda dua, hal penting untuk menjadi perhatian agar kondisi mesin kendaraannya tetap memberikan performa terbaik adalah soal pelumas atau oli mesin.
Untuk urusan satu ini (oli mesin), bagi pemilik kendaraan roda dua juga harus bisa mengenali karakter mesin dari merek motor yang dimiliki.
Tentu pertanyaannya, apakah dalam urusan memilih oli mesin, apakah ada perbedaan kebutuhan antara motor merek Yamaha, Honda atau Suzuki?
Secara prinsip semua jenis oli sudah diatur secara internasional dari asosiasi yang ada, semua pabrikan akan merujuk kesana untuk pertama kalinya. Ini dijelaskan langsung oleh Agung Prabowo, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants di Touring Merdeka Journalist Max Community (JMC) ke-2, berlangsung di Pancawati, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/08/2020).
Lalu untuk urusan API Service-nya mengikuti teknologi mesin masing-masing merek. Karakter mesin inilah yang jadi pembeda kebutuhan jenis oli mesin yang digunakan. Contohnya antara Honda dan Yamaha.
“Kalau dilihat dari karakteristik mesinnya, Honda dikenal sebagai mesin jagoan untuk track panjang, sebaliknya Yamaha karakter mesinnya andal untuk urusan selap-selip dan akselerasinya kencang. Jadi disini zat aditif dari oli-nya akan disesuaikan,” jelas Agung Prabowo.
Mesin dengan karakter mampu melaju kencang di track panjang dengan torsi yang tinggi membutuhkan stang yang agak panjang supaya mendapatkan langkah yang lebih panjang.
“Oli yang sesuai adalah oli yang memiliki daya tahan lebih untuk menahan panas. Jadi oil base-nya dicampur dengan aditif VM dengan porsi yang lebih besar,” jelasnya.
Sementara untuk Yamaha dengan karakter mesin jago selap-selip dengan akselerasi kencang, butuh oli yang licin, zat aditif anti gesekan-nya perlu dilebihkan.
“Tapi secara standar akan sama, karena sudah diakui oleh JASO, API Service dan selebihnya. Pabrikan pelumas akan menyesuaikan produknya sesuai dengan karakter mesin, termasuk Pertamina,” ungkap Agung Prabowo lebih jauh.
Pertamina Lubricants Produksi Pelumas Sesuai Kebutuhan Pasar Indonesia
Di Indonesia sendiri, Pertamina Lubricants selaku produsen oli selalu berusaha mengembangkan produk pelumasnya menyesuaikan kebutuhan pasar di Tanah Air.
Oli mesin kendaraan-kendaraan di Indonesia disebutkan butuh porsi aditif yang lebih jika dibandingkan negara lain. Hal ini terkait jenis bahan bakar yang tersedia memang sudah berbeda.
“Jadi ada aditif-aditif yang dilebihkan karena menyesuaikan dengan karakter mesin yang ada, berapa persen perbedaanya tergantung dari pabrikan motornya sendiri. Contoh motor yang berkubikasi besar tapi single stroke, pasti suhunya panas sekali. Buat track lurus memang enak sekali, tapi suhu mesinnya pasti panas. Oli yang dibutuhkan pasti yang spesifikasinya lebih tinggi, minimal harus grup 3,” lanjutnya.
Secara umum, pelumas mesin dikelompokkan jadi beberapa grup, mulai dari grup 1, 2, 3, 4, 5. Grup 5 merupakan oli full sintetis non PAO, grup 4 fully sintetis PAO, dan grup 3 merupakan sintetis dengan base masih mineral oil.
“Kalau pabrikan oli luar masuk ke Indonesia dan dia tidak merubah karakter oli menyesuaikan mesin yang ada di Indonesia, alhasil olinya akan jelek,” pungkasnya.
Ada pemikiran yang saat ini berkembang di kalangan pemilik motor matik, bahwa menggunakan oli diesel di mesin motor bensin bikin kondisi mesin jadi lebih awet.
Pandangan ini langsung dibantah oleh Agung Prabowo, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants saat melakukan tanya jawab dengan komunitas jurnalis pengguna motor Maxi Yamaha, Journalist Max Community (JMC) di Bogor, Minggu (23/8/2020).
“Zat aditif pada oli kendaraan diformulasikan sesuai kebutuhan mesin yang ada. Oli mesin diesel tidak cocok digunakan di motor berbahan bakar bensin,” tegasnya.
Pernyataan Agung Prabowo ini berdasarkan fakta bahwa oli kendaraan bermotor didesain dengan memperhatikan jenis mesin dan bahan bakar yang digunakan.
Mesin diesel harus menggunakan bahan bakar solar yang mengandung sulfur lebih tinggi dibandingkan bahan bakar bensin. Sehingga untuk pemilihan oli-nya juga harus disesuaikan.
Oli khusus mesin diesel butuh zat aditif yang kuat untuk menahan sulfur agar tidak menjadi asam lebih cepat. Didalamnya terkandung zat aditif jenis deterjen yang berfungsi untuk membersihkan ruang bakar mesin diesel.
Tingginya zat aditif jenis deterjen dalam oli khusus mesin diesel ini banyak dianggap orang akan bermanfaat ketika diaplikasikan pada mesin motor matik. Mesin akan terasa jadi lebih enak. Tapi menurut Agung Prabowo hal ini tidak akan berlangsung lama.
“Mesin motor matik yang menggunakan oli diesel pasti ruang bakarnya bersih. Tapi hati-hati, bersihnya ruang bakar tersebut karena proses amplas di dinding mesin. Zat aditif dengan jumlah berlebih di dalam mesin akan menjadi kerak, inilah yang nantinya menjadi amplas di ruang bakar,” jelasnya secara lebih detail.
Di oli diesel ada zat aditif yang namanya dispersant untuk mencegah oli menggumpal. Menurut Agung, zat ini kalau digunakan pada mesin berbahan bakar bensin yang kandungan sulfurnya lebih sedikit, akan menjadi sia-sia.
“Tanda-tandanya bisa dilihat dari ujung exhaust motor akan muncul bercak putih-putih seperti abu. Risiko Dispersant berlebih membuat ring piston mesin akan lebih cepat habis. Efek ini akan terasa pada 2-3 tahun pemakaian, kompresi motor akan terasa ngempos,” sebutnya.
Jadi yang paling benar adalah memilih oli mesin yang tepat adalah dengan menyesuaikan jenis mesin serta kenali karakter mesin motor.
Lexus, mobil asal Jepang ini memang dikenal merupakan brand otomotif yang masih satu keluarga dengan Toyota. Hanya saja, Lexus menyasar kalangan kelas atas dengan harga fantastis. Karena itu Lexus jadi brand premium.
Ya, mobil-mobil Lexus kerap kali disandingkan dengan beberapa brand mobil ternama mulai dari BMW, Mercedes-Benz hingga Maserati. Lexus mengklaim, bahwa mereka dikenal sebagai brand Jepang premium terlaris yang sudah dipasarkan di 40 negara.
Oia, setiap produk Lexus memang didesain tak kalah mewah dan tetap aerodinamis, seperti yang diterapkan pada jenis sedan atau coupe, serta Sport Utility Vehicle (SUV).
Selain itu, fitur dan teknologi yang dibenamkan modern dan tak kalah canggih dengan merek mobil Eropa. Belum lagi, mesin yang dipakai menghasilkan performa yang ciamik dan responsif.
Hanya saja karena imej mobil premium, harga sebuah Lexus cukup fantastis. Alhasil, mobil-mobil Lexus lebih banyak dipakai kalangan kaum kaya raya.
Akan tetapi, jika OLXer memang ingin punya mobil model Lexus dengan harga lebih murah meriah, nggak ada salahnya pilih dengan kondisi tangan kedua alias seken.
Pasalnya, mobil-mobil Lexus bekas yang kondisi masih keren, bahkan tahun produksinya di atas 2000 cukup banyak dijual di situs jual beli online OLX.co.id.
Di situs ini, salah satu mobil SUV Lexus tipe RX lansiran 2000 miliki seseorang dengan inisial penjual bernama Tu Arief Surya Mandala yang berdomisili di Bojonegoro, Jawa Timur melego mobilnya dengan banderol Rp 95 juta.
Namun ada juga mobil sedan Lexus LS 430 CBU tahun produksi 2005 dijual dengan banderol Rp 165 jutaan. Tidak hanya itu, ada juga Lexus dengan harga Rp 215 juta, seperti model Lexus GS300 tahun produksi 2007 dan 2008.
Untuk model-model Lexus dengan banderol di atas Rp 300 jutaan biasanya tahun produksinya di atas 2010, seperti halnya Lexus RX270, RX350, Lexus CT200 Hybrid, dan masih banyak yang lainnya.
Tapi perlu dicatat, jika OLXer memang berniat membeli mobil Lexus bekas jangan heran kalau satu model dan tahun produksinya sama namun harganya berbeda-beda.
Sebab, untuk menentukan harga sebuah mobil bekas bisa tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi mobil, jarak tempuh, kelengkapan surat-suratnya, serta lokasi si penjual.
Belum lagi harga mobil bekas bisa saja tinggi, karena sang pemilik sangat rajin merawat mobilnya, serta pajak dibayar tepat waktu.
Jika OLXer memang berniat mencari mobil Lexus bekas bisa lihat di sini.
OLXers, sudah menjadi hak dari kalian saat membeli kendaraan baru, mobil ataupun motor, untuk mendapatkan garansi sebagai jaminan dari kualitas kendaraan tersebut. Begitu juga saat kalian memutuskan untuk membeli mobil Suzuki di dealer resmi, secara otomatis ada jaminan perlindungan atau garansi yang diberikan oleh PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) setiap menjual produk kendaraannya.
Garansi tersebut berlaku selama 36 bulan (3 tahun) atau hingga jarak tempuh mencapai 100.000 km, mana lebih dulu. Ini berlaku selama pemilik mobil Suzuki tersebut melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Suzuki.
Namun hal yang harus diperhatikan adalah, garansi ini bisa saja gugur alias tidak bisa diklaim dan kerugiannya tidak akan digantikan oleh produsen dengan berbagai alasan.
Apa saja sih hal-hal tersebut? Totok Yulianto, Head of 4W Service Administration PT SIS membeberkan beberapa hal penyebab garansi gugur :
1. Tidak Service Berkala Sesuai Waktu yang Ditentukan di Bengkel Resmi
Merawat kendaraan, khususnya yang masih dalam masa garansi, diwajibkan untuk melakukan service rutin dan perawatan di bengkel resmi. Bengkel resmi Suzuki akan melakukan pengerjaan pada kendaraan sesuai standar dan prosedur.
Di bengkel resmi, potensi kerusakan juga jadi lebih dini terdeteksi sehingga bisa dilakukan perbaikan dengan tepat dan cepat.
Sangat disarankan membaca secara teliti Buku Pedoman dan prosedur garansi. Garansi resmi bisa hangus karena konsumen tidak melakukan perawatan berkala di bengkel resmi, atau kendaraan rusak karena pemakaian yang tidak sesuai Buku Petunjuk.
2. Kerusakan Akibat Pakai Suku Cadang Bukan Original dan Modifikasi
Hal lain yang juga bakal menggugurkan garansi mobil adalah modifikasi atau penambahan aksesoris, atau mengganti suku cadang tidak resmi. Merubah spesifikasi mesin, body, parts, kelistrikan, nomor rangka dan mesin atau hal lainnya yang tidak sesuai standar, apalagi dilakukan di luar bengkel resmi sudah pasti berakibat gugurnya garansi.
3. Kerusakan Akibat Kecelakaan dan Bencana Alam
Ini juga penting untuk diketahui. Mobil bisa rusak tanpa kita melakukan modifikasi atau pasang aksesoris berlebih. Bisa saja karena mengalami kecelakaan atau kejadian bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan sebagainya.
Kendaraan yang mengalami aus atau rusak di permukaan cat karena benturan kerikil atau tergores baret juga tidak bisa diklaim. Disinilah OLXers butuh yang namanya mendaftarkan mobil masuk asuransi. Jenis asuransi-nya pun harus diperhatikan, apakah polis yang dibeli termasuk dalam perluasan pertanggungan jika terjadi bencana alam.
4. Penggunaan Kendaraan Tidak Sesuai
Hal lain yang berpotensi menghilangkan garansi adalah penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, kapasitas, dan kecepatan. Pengalihan fungsi kendaraan pun bisa menghanguskan garansi resmi karena tidak sesuai dengan peruntukan awal.
Contoh, mobil dipakai untuk mengangkut barang yang melebihi bobot kapasitas angkut.
5. Suku Cadang Habis Karena Pemakaian
Garansi juga tidak berlaku untuk penggantian suku cadang yang memang harus dilakukan penggantian dalam kurun waktu tertentu dan habis karena pemakaian; seperti busi, saringan udara, ban, oli mesin, filter oli, V-belt atau Drive belt, dan lain-lain.
“Untuk lebih memahami soal garansi dan menghindari hal-hal yang bisa menggugurkan garansi, sangat dianjurkan agar konsumen membaca Buku Pedoman dan Kartu Garansi secara cermat, sehingga bisa melindungi kendaraan dengan lebih baik,” terang Totok Yulianto.
Jika konsumen kehilangan Buku Pedoman, bisa mengunduh file Owners Manual dan Service Manual di https://suzuki-aftersales.net/, atau bisa menghubungi bengkel resmi Suzuki terdekat.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyambut hangat kedatangan pabrikan otomotif Hyundai Motors di Kemenko Marves, Jakarta untuk membahas proses pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia, Kamis 13 Agustus 2020.
Dalam kesempatan tersebut, Luhut meyakinkan kepada presiden Hyundai Motor Asia Pasif bahwa Indonesia memiliki bahan material salah satu yang terbesar di dunia untuk pembuatan baterai mobil listrik.
Selain itu, dia menyampaikan kepada para produsen baterai dan mobil listrik lainnya, bahwa Indonesia terbuka dengan investasi untuk proyek besar seperti ini.
“Dalam pertemuan ini juga kami dari sisi pemangku kebijakan akan segera menyelesaikan peraturan terkait pajak dan rencana penggunaan plat khusus bagi mobil listrik seperti ini,” ungkap Luhut seperti dilansir Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.
Dia juga mengatakan, meskipun saat ini tengah menghadapi ujian wabah pandemi yang serba tidak pasti, pemerintah Indonesia sendiri tetap aktif menjalankan seluruh komitmen investasi baik dengan IDFC, Uni Emirat Arab, dan Hyundai, meski 3 atau 4 bulan yang lalu komunikasi sempat berhenti karena pandemi.
“Saya percaya bahwa Indonesia mampu menjadi pemain kunci produsen baterai mobil listrik di dunia, dan kita sudah berada di jalur yang tepat untuk menyongsong era kemajuan industri Tanah Air,” tutupnya.
Sekadar informasi, saat ini regulasi yang sudah resmi diundangkan soal mobil listrik yaitu Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan dan telah diundangkan sejak 12 Agustus 2019.
Perpres yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 8 Agustus 2019 lalu itu berisikan 37 Pasal dan delapan Bab.
Secara umum, dalam Perpres tersebut membahas dasar-dasar, seperti pengertian Motor Listrik, Baterai, Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), Catu Daya Listrik, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, Uji Tipe KBL, Uji Berkala KBL, Nomor Identitas KBL, keputusan Pemerintah Daerah, keterkaitan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sampai Tingkat komponen Dalam Negeri KBL berbasis merek Nasional.
Nah, untuk turunan atau auran lebih lanjut mengenai tingkat komponen dalam negeri, termasuk soal pajak dan plat nomor diatur lebih lanjut oleh Kementerian Perindustrian dan melibatkan kementerian dan lembaga lain yang terkait.