Minggu, April 19, 2026
Beranda blog Halaman 1443

Perbedaan Mitsubishi Pajero Sport dan Pajero

0

Mitsubishi Pajero Sport jadi salah satu mobil Sport Utility Vehicle (SUV) yang cukup populer di Indonesia. Bentuknya yang bongsor dan kekar, membuat Pajero Sport dianggap sebagai mobil yang tangguh dan bisa dikendarai di berbagai medan.

Tidak hanya itu, mengusung mesin 2.500 cc, Mitsubishi Pajero Sport juga dianggap memiliki performa tinggi tak kalah hebat dari mobil-mobil keluarga lainnya.

Meski populasi Mitsubishi Pajero Sport cukup banyak, tapi masih ada orang yang ternyata tidak tahu, bahwa Mitsubishi Pajero Sport itu punya kembaran atau serupa tapi tak sama, yaitu Mitsubishi Pajero atau tanpa embel-embel Sport di belakangnya.

Ya, Mitsubishi Pajero Sport dan Pajero ternyata dua produk berbeda baik secara spesifikasi, segmentasi dan sejarahnya. Akan tetapi, model Mitsubishi Pajero Sport mewarisi DNA dari Mitsubishi Pajero.

“Meski berbagi DNA tangguh dengan daya tahan dan performa yang tinggi, Mitsubishi Pajero dan Mitsubishi Pajero Sport adalah dua model atau produk dengan spesifikasi dan segmen yang berbeda,” ungkap President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.Naoya Nakamura.

Oia, Mitsubishi Pajero juga sangat dikenal dalam dunia balapan, dimana mobil tersebut kerap naik podium, seperti 12 gelar di ajang Reli Dakar.

Sebelumnya, seperti diikuti Nikkei, Mitsubishi Motors Company telah membuat keputusan untuk menutup Pajero Manufacturing dalam waktu tiga tahun mendatang (2023). Diketahui, Pajero Manufacturing memang sudah berhenti memproduksi model Pajero untuk pasar domestik Jepang di tahun 2019 lalu. Mereka hanya membuat Pajero untuk kebutuhan ekspor, Delica dan Outlander.

Pabrik ini pada tahun fiskal 2019 memproduksi sebanyak 63.000 mobil Mitsubishi, 10 persen dari keseluruhan produksi domestik Mitsubishi Motors. Sebagai informasi, penutupan pabrik bertujuan untuk mengurangi kapasitas produksi yang berlebihan karena di pasar domestik (Jepang) penjualan mobil baru memang menyusut cukup tajam efek pandemi.

Perlu diketahui juga, hampir seluruh varian Mitsubishi Pajero Sport yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di fasilitas perakitan MMKI setelah sebelumnya diimpor dari Thailand. Sejak diluncurkan dari 2009 hingga saat ini, setidaknya populasi mobil ini mencapai 160.000 unit dengan rata-rata pangsa pasar lebih dari 40 persen.

Tidak hanya itu, selama kurang lebih 11 tahun hadir di Indonesia Mitsubishi Pajero Sport juga telah menerima total 40 penghargaan dari media dan institusi terkemuka. Konsumen tidak perlu khawatir dengan kelangsungan model Pajero Sport, serta ketersediaan layanan penjualan hingga purna jualnya di Indonesia. 

Adapun untuk lebih mudah memahami perbedaan dari dua model tersebut berikut merupakan tabel perbandingan sederhana mengenai perbedaan Mitsubishi Pajero dan Mitsubishi Pajero

MitsubishiPajeroPajero Sport
SegmentasiBig SUVMedium SUV
Tahun19821966
Varian TipeGenerasi pertama
Metal Top/Canvas top – 3 pintu dan 5 pintu
Generasi kedua
Metal Top /J top dan Midroof – 3-doors & 5-doors
Generasi ketiga
Bodi pendek 3 pintu, Bodi Panjang 5 pintu
Generasi keempat
Bodi pendek 3 pintu, Bodi Panjang 5 pintu

Generasi pertama
5 pintu dengan tipe 5 penumpang
Generasi kedua
5 pintu dengan tipe 7 penumpang
Generasi ketiga
5 pintu dengan tipe 7 penumpang

Kapasitas MesinGenerasi pertama
2,000cc, 2,300cc diesel, 2,300cc diesel turbo, 3,000cc
Generasi kedua
2,400cc, 2,500cc diesel turbo, 3,000cc, 2,800cc diesel turbo, 3,500cc
Generasi ketiga
3,000cc, 3,200cc diesel turbo, 3,500cc, 3,800cc
Generasi keempat
3,000cc, 3,200cc diesel turbo, 3,800cc,

Generasi pertama
2,500cc diesel turbo, 2,800cc diesel turbo, 3,000cc, 3,500cc
Generasi kedua
2,400cc, 2,500 diesel turbo, 3,000cc, 3,200 diesel turbo, 3,500cc
Generasi ketiga
3,000cc, 2,400cc diesel turbo, 2,500cc diesel turbo

Transmisi5-speed AT, 4-speed MT

5-speed MT, 6-speed MT, 5-speed semi-AT, 4-speed AT, 5-speed AT

Penggerak Roda4WD (generasi pertama hingga generasi keempat)

2WD, 4WD (generasi pertama hingga generasi ketiga)

Lokasi ProduksiJepang (Pajero Manufacturing)

Thailand, Indonesia, Rusia, Bangladesh

Mitsubishi Pajero

Mitsubishi Pajero
Mitsubishi Pajero

Pada 1980-an Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menjadi kekuatan pendorong di belakang boomingnya kendaraan rekreasi dengan model Pajero 4WD yang penuh fitur dan impresi berkendara sedan, minivan Mitsubishi Delica Star Wagon 4WD dan pickup Mitsubishi Forte 4WD. 

Dengan melihat pasar yang tumbuh MMC memperkenalkan sejumlah model canggih berbasis 4WD, termasuk Chariot tiga baris, sebuah pelopor pada segmen minivan, dan Galant, yang merupakan sedan full-time 4WD.

  • Generasi Pertama (1982)

MMC tidak dapat mengekspor Jeep Mitsubishi ke pasar 4WD berfitur lengkap ke luar negeri karena perjanjian lisensi dengan “Willys” pada saat pesaing mereka memperluas pangsa pasar Di Jepang. Sementara itu, ramalannya adalah bahwa permintaan untuk mobil 4WD akan tumbuh ketika pemilik swasta mencari mereka untuk digunakan di waktu luang dan bahwa sudah waktunya bagi perusahaan untuk mengembangkan teknologi penggerak 4WD sendiri.

Hasilnya adalah lahirnya penggerak 4WD berfitur lengkap, Mitsubishi Pajero (Montero, Shogun) yang padat dengan kekhasan Mitsubishi.

Nama Mitsubishi Pajero diambil dari “Leopardus Pajeros” atau “Kucing Pampus” yang mendiami dataran tinggi Patagonia di ujung selatan Amerika Selatan, serta mencerminkan keinginan MMC untuk menghadirkan sebuah mobil dengan harmoni antara “rasa liar” dan ” Kecantikan”.

Pajero generasi pertama, mendapatkan penerimaan yang baik ketika ditampilkan sebagai mobil konsep di Tokyo Motor Show 1979, dan pada 1982 varian berbahan logam dan kanvas bodi pendek 3-pintu dihadirkan ke pasar.

Varian dengan bodi panjang ditambahkan pada Juli 1983. Lini tersebut diikuti oleh model yang menggunakan transmisi otomatis Mitsubishi sendiri pada tahun 1985, sedangkan bensin V6 dan mesin diesel turbo intercooler ditambahkan pada tahun 1988.

Sementara itu, basis disempurnakan dengan mengganti suspensi belakang tipe daun. dengan tipe 3-link berpengaturan kumparan untuk memberikan polesan lebih pada karakteristik khas Pajero dengan performa luar biasa di semua medan, juga memberikan pengendalian layaknya mobil penumpang.

Pajero memenangkan kelas “Unmodified 4WD Production” di reli Paris-Dakar yang dikenal sebagai ajang motor sport terberat di dunia, pada percobaan pertamanya di tahun 1983. Pajero memenangkan “The First Overall Victory” pada 1985 dan meraih kemenangan untuk 12 kali setelahnya. Karena telah menjadi sebuah penggerak utama dalam kebangkitan dan pertumbuhan dalam booming mobil rekreasi dan 4WD serta telah membangun posisi yang solid, hingga saat ini model Pajero sangat populer dalam kategori SUV/ 4WD.

  • Generasi Kedua (1991)

Generasi kedua Mitsubishi Pajero diluncurkan pada Januari 1991 setelah perubahan model penuh dalam sembilan tahun. Pajero generasi pertama telah menikmati kepopuleran yang luas baik di Jepang dan pasar lain sebagai kendaraan 4WD berfitur lengkap dengan performa di semua medan dan juga mengintegrasikan fitur yang cocok untuk penggunaan perkotaan khas sebuah mobil penumpang.

Pajero ditawarkan dalam empat tipe bodi: atap logam, atap tengah, atap kick-up dan J-top, untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pengguna dan memberikan peningkatan signifikan dalam kinerja, kenyamanan dan keamanan.

Mobil ini dilengkapi dengan mesin 3.0L V6 dan 2.5L intercooled diesel turbo yang dikawinkan dengan transmisi manual 5 kecepatan atau transmisi otomatis 4 kecepatan. Dalam hal komponen fungsional, Pajero melihat pengenalan fitur Super Select 4WD pertama di dunia yang memberikan manfaat 4WD penuh dan paruh waktu yang memungkinkan pengemudi untuk beralih antara mode 2WD dan 4WD saat beraktivitas. dengan kecepatan di bawah 100 km/jam.

Sistem ini bergabung dengan Multi-mode ABS yang merespon semua mode 4WD Super Select. Pada bulan Juli 1993, mesin 3.5L V6 dan 2.8L intercooled diesel turbo baru ditambahkan ke dalam lini. Pada bulan Mei 1997, model “Pajero Wide” dilengkapi dengan lengkungan roda dan mesin baru efisiensi tinggi 3.5L V6 GDI bergabung ke dalam lini.

Pada bulan September tahun itu, perusahaan memperkenalkan “Pajero Evolution” sebagai tanggapan terhadap perubahan persyaratan masuk untuk Paris-Dakar Rally. Didukung oleh mesin 3.5L V6 GDI MIVEC berperforma tinggi, dengan bodi yang lebih solid namun ringan, lebih lebar dengan penggunaan over fender dan dengan suspensi serba independen, “Pajero Evolution” menggabungkan kemampuan di semua medan dengan kenyamanan di jalan.

  • Generasi Ketiga (1999)

Dalam perubahan model penuh, Pajero mengalami perubahan evolusi yang signifikan saat bermetamorfosis menjadi manifestasi generasi ketiga pada September 1999. Perubahan besar termasuk penggantian konstruksi rangka dan bodi yang sebelumnya terpisah dengan konstruksi monocoque yang sangat kuat, di mana rangka merupakan bagian integral bagian dari cangkang body.

Panjang keseluruhan, lebar dan jarak sumbu roda juga bertambah. Penurunan berat yang dan peningkatan kekakuan menghasilkan kendali dan stabilitas yang sangat baik serta kenyamanan berkendara. 3.5L V6 GDI dan mesin diesel baru 3.2L Di-D diesel direct-injection ditambahkan kedalam lini, memberikan daya keluaran tinggi, menghasilkan torsi tinggi serta mengembalikan konsumsi bahan bakar yang sangat baik.

Sistem Super Select 4WD, yang menggabungkan manfaat dari 4WD paruh waktu dan penuh, telah berevolusi menjadi SS4-II dengan drive mode selector elektrik untuk membawa peningkatan besar dalam nuansa operasional.

Suspensi serba independen dengan double-wishbone koil di depan dan dengan pengaturan multi-link di belakang dan bekerja bersama dengan wheelbase dan stroke suspensi yang lebih panjang membawa peningkatan signifikan dalam stabilitas di kecepatan tinggi juga keunggulan performa Pajero di semua medan.

Gayanya menimbulkan desain bemper depan organik yang menonjol ke depan seperti bentuk rahang kucing liar, memberikan kesan pada saat diam, sebelum dan saat ketika ia mendorong kuat dan melompat ke arah mangsa sebagai motifnya.

  • Generasi keempat (2006)

MMC meluncurkan Mitsubishi Pajero generasi keempat pada tahun 2006, pada saat itu Mitsubishi Pajero  telah terjual lebih dari 2,5 juta unit di lebih dari 170 negara di dunia. Pajero telah membangun reputasi yang kuat di antara para pelanggan sebagai SUV serba guna yang memberikan performa off-road dan berbagai medan dengan performa jelajah berkecepatan tinggi dan kenyamanan sebuah sedan.

Dalam masa pengembangan, Pajero generasi keempat menjalani serangkaian program pengujian dengan kondisi paling keras yang bisa dibayangkan. Ini termasuk pengujian simulasi kompatibilitas ketinggian 2.500 m di Pegunungan Alpen Eropa, suhu minus 40 derajat di Eropa Utara, termasuk dikemudikan offroad di gurun Afrika dan kondisi pedalaman Australia.

Meningkatkan kemampuan off-road dan daya tahan lebih jauh, Pajero generasi Ke-4 juga mendapat manfaat dari teknologi dan pengetahuan yang didapat dari reli Dakar, reli ketahanan paling melelahkan di dunia.

Pajero generasi ke-4 mempertahankan suspensi serba independen dan Super Select 4WD-II (SS4-II) driveline yang diperkenalkan pada model generasi ke-3 untuk memberikannya kemampuan tak tertandingi di segala medan.

Teknologi baru yang membedakan Pajero generasi ke-4 meliputi sistem Active Stability & Traction Control (ASTC) yang disempurnakan, sebuah sistem yang memungkinkan untuk mengakomodasi pemasangan differential lock belakang baru, kap mesin aluminium yang lebih ringan, menyambung bodi yang lebih kaku dan penggunaan lebih banyak lapisan pelat baja untuk peningkatan daya tahan dan keandalan.

Sebuah sistem suara baru dan interior berkelas khas perkotaan juga berkontribusi untuk menjadikan Pajero generasi ke-4 sebagai SUV premium berstandar global.

Mitsubishi Pajero Sport

Mitsubishi Pajero Sport
Mitsubishi Pajero Sport
  • Generasi Pertama (1996)

Generasi pertama Mitsubishi Pajero Sport dikenal dengan nama Mitsubishi Challenger yang dirilis pada tahun 1996. Saat itu, generasi awal memiliki desain yang cenderung kotak dengan postur yang gagah. Pada awalnya, Mitsubishi Challenger dipasarkan untuk pasar domestik Jepang saja.

Namun penerimaan yang positif membuat setahun kemudian mobil tersebut diekspor ke beberapa negara. Kegiatan ekspor ini membuat Mitsubishi Challenger dikenal dengan nama yang berbeda disetiap negara, seperti Mitsubishi Pajero Sport (Eropa), Montero Sport (Amerika dan sekitarnya), Shogun Sport (Inggris) dan Strada G-Wagon (Thailand). Seiring dengan perkembangannya, mobil ini tidak hanya dirakit di Jepang tapi juga di Tiongkok pada tahun 2003 dan Brazil tahun 2006.

  • Generasi Kedua (2008)

Mitsubishi Pajero Sport generasi kedua memiliki konsep kendaraan All Round Family Sport Utility Vehicle (SUV) yang tetap tangguh di segala medan, namun tetap nyaman untuk menemani aktivitas perkotaan. Mitsubishi Pajero Sport generasi kedua ini juga yang pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2009.

Saat itu, Mitsubishi Pajero Sport  dilengkapi dengan mesin 2.5L DOHC Common Rail Turbocharged and Intercooled, 4 Cylinder In-line (4D56) yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 136 ps dan torsi maksimum 324 Nm. Kemudian dua tahun berselang, Mitsubishi Motors memberikan tambahan Variable Geometry Turbo (VGT) pada mesin 2.5-liter DI-D Common Rail ini agar lebih tangguh dan bertenaga namun tetap efisien bahan bakar.

Pada 2013, Mitsubishi Pajero Sport mendapat penyegaran baik eksterior dan interior. Penyegaran ini membuat Mitsubishi Pajero Sport semakin sporty, dinamis, dan agresif. Memasuki tahun 2014, Mitsubishi Motors kembali menambah varian Mitsubishi Pajero Sport V6 dengan mesin bensin V6 MIVEC 3.0L bertenaga 220 PS yang memberikan tenaga yang besar, suara yang halus serta emisi gas buang yang rendah.

  • Generasi Ketiga (2015)

MMC memperkenalkan Mitsubishi Pajero Sport generasi ketiga pertama kali di Thailand pada 2015. Pada awal tahun 2016 MMC memperkenalkan Mitsubishi Pajero Sport generasi ketiga kepada pasar Indonesia dengan tampilan baru dan lebih modern.

Desain eksteriornya didominasi oleh garis-garis tajam ala Dynamic Shield khas Mitsubishi di bagian depan. Dapur pacu juga dilengkapi dengan mesin baru 4N15 2,4L MIVEC dengan tenaga maksimal 181 PS dan torsi maksimal 430 Nm.

Mitsubishi Pajero Sport generasi terbaru ini dilengkapi dengan transmisi baru yaitu otomatis 8 percepatan, yang menawarkan perpindahan gigi lebih halus dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Sektor kaki-kaki juga mendapat penyempurnaan, sehingga lebih nyaman dikendarai dan semakin mudah dikendarai di berbagai medan. Pada 2019 lalu MMC memperkenalkan penyegaran untuk Mitsubishi Pajero Sport  generasi ketiga di Thailand.

 

 

Ganjil Genap di Jakarta Kembali Diterapkan, yang Melanggar Bisa Didenda Rp 500 Ribu

0

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap menerapkan kembali sistem pembatasan lalu lintas Ganjil Genap (Gage) mulai Senin 3 Agustus 2020. Untuk waktu penerapannya dilakukan seperti biasa yaitu mulai 06.00-10.00 WIB untuk pagi hari dan 16.00-21.00 WIB di sore-malam hari.

Kebijakan Gage ini sudah diumumkan langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seperti dalam akun instagram pribadinya @aniesbaswedan.

“Jadi kebijakan Ganjil Genap di Jakarta ini akan kita terapkan kembali. Dan kita akan memastikan bahwa informasi akan diberikan secara luas oleh Dinas Perhubungan bersama dengan Dirlantas Polda Metro Jaya untuk masyarakat nanti bisa mengetahui secara detail atas semua informasi rute-rute yang nanti akan dijadikan kebijakan ganjil genap,” ungkap Anies.

Semetara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, alasan Gage kembali diterapkan tak lain karena kenaikan volume lalu lintas di beberapa titik pengamatan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dibandingkan dengan kondisi normal (Februari 2020) sudah mendekati volume lalu lintas normal.

“Ada beberapa titik pengamatan yang bahkan volumenya sudah melampaui kondisi normal sebesar 1,47 persen,” kata Syafrin seperti dilansir situs pemberitaan resmi Pemprov DKI Berita Jakarta.

Menurut Syafrin, peningkatan volume lalu lintas di Kawasan Gage dikarenakan masih ada kekhawatiran masyarakat menggunakan angkutan umum akibat dari potensi penyebaran Covid-19.

“Penerapan kembali kebijakan pembatasan lalu lintas untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan efektifitas serta efisiensi pemanfaatan ruang jalan untuk prioritas penanganan transportasi di Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, pembatasan kapasitas angkutan umum tetap harus dilakukan untuk menjaga penerapan protokol kesehatan khususnya physical distancing dengan tujuan menghindari potensi penyebaran Covid-19.

“Berdasarkan data yang ada terdapat jumlah penumpang angkutan umum pada masa PSBB Transisi dibandingkan dengan PSBB meningkat kurang lebih sebesar 19,86 persen,” ujarnya.

“Sanksi bagi pelanggar Ganjil Genap yakni pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 sesuai Undang Undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tambah

Kebijakan Gage sendiri dipercaya dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan berlaku pada kendaraan bermotor roda empat, kecuali 13 jenis kendaraan yang dikecualikan termasuk sepeda motor.

Sosialisasi Gage

Kebijakan Gage mulai diberlakukan kembali pada Senin 3 Agustus 2020 besok. Namun untuk tiga hari pertama polisi belum melakukan penindakan, hanya sosialisasi.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Senin sampai Rabu pengendara yang melanggar tetap akan diberhentikan oleh petugas kemudian akan ditegur.

“Tetapi belum akan ditilang. Di hari Kamisnya tanggal 6 Agustus, baru kami akan melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar peraturan Gage, baik secara manual maupun secara elektronik,” ungkap Sambodo.

Gage juga tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Sebelumnya, PSBB Transisi diperpanjang pada Jumat lalu hingga 14 hari ke depan atau 13 Agustus 2020 mendatang. Sedangkan aturan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan Jakarta sempat ditiadakan sejak Maret 2020.

Peta Ganjil Genap Jakarta
Peta Ganjil Genap Jakarta. (@DKIJakarta)

25 Ruas Jalan yang Diberlakukan Ganjil Genap

1.Jalan Pintu Besar Selatan

2. Jalan Gajah Mada

3. Jalan Hayam Wuruk

4. Jalan Majapahit

5. Jalan Medan Merdeka Barat;

6. Jalan M.H. Thamrin

7. Jalan Jenderal Sudirman

8. Jalan Sisingamangaraja

9. Jalan Panglima Polim

10. Jalan Fatmawati mulai dari Simpang Jalan Ketimun 1 sampai Simpang Jalan TB Simatupang;

11. Jalan Suryopranoto

12. Jalan Balikpapan

13. Jalan Kyai Caringin

14. Jalan Tomang Raya

15. Jalan Jenderal S. Parman mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Jalan Gatot Subroto

16. Jalan Gatot Subroto

17. Jalan M.T. Haryono

18. Jalan H.R. Rasuna Said

19. Jalan D.I. Panjaitan

20. Jalan Jenderal A. Yani mulai dari Simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan

21. Jalan Pramuka

22. Jalan Salemba Raya Sisi Barat dan Jalan Salemba Raya Sisi Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan Simpang Jalan Diponegoro

23. Jalan Kramat Raya

24. Jalan Stasiun Senen

25. Jalan Gunung Sahari

 

Toyota Indonesia Recall Enam Model Mobil Karena Masalah Fuel Pump

0

Toyota melakukan penarikan kembali atau recall di Indonesia karena ada dugaan masalah pada fuel pump atau pompa bahan bakar. Setidaknya ada enam model mobil Toyota yang harus segera dilakukan pengecekan resmi.

Keenam model mobil Toyota tersebut antara lain Alphard produksi 2017—2018, Corolla produksi 2018, FJ Cruiser produksi 2013—2014, dan Kijang Innova, Fortuner, dan Hilux produksi 2017—2019.

Tidak disebutkan secara detail masalah atau sebab akibat pada bagian fuel pump, akan tetapi Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto mengatakan, program ini sejalan dengan komitmen Toyota dalam mengutamakan keamanan dan keselamatan pelanggan, menghimbau para pelanggan Toyota agar dapat segera mengecek kendaraannya di bengkel resmi Toyota.

“Sebagai wujud komitmen Toyota Beyond Service dan menghadirkan Peace of Mind bagi pelanggan, Toyota terus memperhatikan produk-produk yang bahkan sudah berada di pelanggan sekalipun. Demi menghindari potensi yang dapat mengurangi kenyamanan dan keselamatan berkendara, maka kami sangat menghimbau para pemilik kendaraan yang dimaksud agar dapat segera mengecek melalui channel komunikasi digital Toyota atau mengecek kendaraannya di bengkel resmi Toyota,” ungkap Henry seperti dilansir situs resmi pressroom toyota astra.

Disebutkan himbauan ini disampaikan Toyota kepada pelanggan melalui surat resmi maupun melalui saluran komunikasi seperti di media massa dan situs resmi Toyota.

Adapun proses pengecekan dan penggantian tidak dikenakan biaya sama sekali, alias gratis. Seluruh jaringan Toyota juga dilibatkan untuk memastikan pelanggan segera melakukan penggantian fuel pump model kendaraan di atas.

Oleh karena itu, konsumen yang merasa memiliki mobil yang disebutkan di atas, bisa menghubungi jaringan outlet resmi Toyota terdekat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta dapat menghubungi Toyota Customer Care (24 jam) di nomor telepon 1-500-315.

Konsumen juga dapat mengunjungi website resmi Toyota di www.toyota.astra.co.id/ssc, dengan memasukkan nomor rangka dan selanjutnya akan muncul informasi apakah kendaraannya masuk dalam program penggantian fuel pump ini.

Cara dan Lama Pengerjaan

Jika kendaraannya masuk ke dalam program ini, maka pelanggan dapat langsung menghubungi bengkel resmi Toyota terdekat atau yang diinginkan, untuk dilakukan pengecekan dan penggantian fuel pump jika diperlukan.

Untuk proses penggantian, pelanggan disarankan melakukan booking service terlebih dahulu, agar dealer dapat mempersiapkan stall, teknisi, dan part yang akan diganti.

Pengerjaan pengecekan dan penggantian fuel pump ini berlangsung sekitar 2 jam hingga maksimal 4 jam dan tanpa dipungut biaya sama sekali.

Patuhi Protokol Kesehatan

Selama masa pandemi Covid-19, pelayanan pemeriksaan kendaraan tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan mengikuti protokol yang berlaku di setiap daerahnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan teknisi maupun pelanggan tetap menjadi yang utama.

Proses penggantian dapat dilakukan di dealer yang masih beroperasi. Namun untuk turut serta mengurangi potensi penularan Covid-19, penggantian ini juga dapat dilakukan setelah masa darurat selesai.

Konsumen disarankan untuk selalu memperhatikan tanda peringatan di kendaraan, jika ada yang malfungsi segera bawa kendaraannya ke bengkel resmi Toyota terdekat.

 

8 Penyebab Rem Blong, Salah Satunya Minyak Rem Habis

0

Melakukan servis secara rutin memang bisa mengurangi resiko terjadinya masalah pada mobil. Termasuk menjaga sistem pengereman agar tetap normal.

Ya, sejatinya rem jadi salah satu komponen paling vital pada kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Karena dengan keberadaan rem hal itu mampu memperlambat laju roda yang berputar.

Komponen yang satu ini juga bisa mengalami masalah seperti halnya rem blong atau sistem kerjanya tidak bisa difungsikan. Jika kendaraan mengalami rem blong maka bisa menjadi penyebab utama kecelakaan kendaraan di jalan raya.

Nah, berdasarkan situs bengkel Rotary Bintaro, setidaknya ada beberapa penyebab rem blong, antara lain:

1. Minyak Rem Habis

Penyebab utama rem bolong yaitu minyak remnya mulai berkurang atau habis. Minyak rem yang mulai habis tentu akan membuat rem mobil tidak bekerja maksimal. 

Oleh karena itu, sebelum mengemudi, pastikan minyak rem mobil masih berisi. Sebisa mungkin pastikan minyak rem masih cukup untuk memberikan tekanan ke bagian piston atau kaliper agar dapat menekan kanvas.

Apabila minyak rem mobil Anda berkurang drastis setiap kali mobil dinyalakan, ini berarti ada sesuatu yang tidak beres. Segera bawa mobil ke bengkel terdekat untuk perbaikan lebih lanjut. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, cek minyak rem secara rutin. Misalnya sekali dua minggu.

2. Kanvas Rem Aus

Penyebab lain rem blong yaitu kanvas rem sudah mengalami aus yang biasanya ditandai dengan bunyi ngorok setiap kali memijak rem. Akan tetapi, kanvas aus hanya terjadi pada mobil tertentu yang sudah dilengkapi dengan plat indikator.

Kondisi kanvas rem yang aus terjadi hampir semua mobil berplat indikator mengalaminya. Hanya saja, tidak boleh membiarkan ini berlarut-larut. Maka dari itu segera ganti kanvas rem lama dengan kanvas rem baru.

3. Piston Rem Rusak

Piston rem yang rusak akan menyebabkan kinerja rem tidak maksimal. Mengapa? Karena piston rem tidak lagi dapat meneruskan tekanan hidrolik dari pedal untuk menekan kanvas. 

Alhasil, sistem pengereman macet bahkan tidak dapat berfungsi lagi. Kerusakan pada piston rem biasanya ditandai dengan aus dan berkarat.

4. Seal Piston Master Rem Silinder Rusak

Rusaknya seal piston master rem silinder biasanya disebabkan karena pemakaian rem sudah lama dan kualitas dari minyak rem tidak sesuai. Pemakaian minyak rem yang tidak berkualitas menjadi penyebab utama kerusakan pada rem mobil. 

Untuk itu, selalu gunakan minyak rem berkualitas yang sesuai dengan tipe dan merek dari kendaraanmu. 

5. Terjadi Kebocoran Pada Sistem Pengereman

Sistem pengereman bisa saja mengalami bocor sehingga akan mempengaruhi kinerja dari rem itu sendiri. Ada dua tempat yang biasanya mengalami kebocoran, yaitu:

Master rem, biasanya disebabkan karena penggunaan rem yang cukup lama. Apalagi jika rem sama sekali tidak diberi jeda waktu untuk beristirahat

Selang saluran rem, disebabkan karena penggunaannya yang cukup lama sehingga kinerja dan elastisitasnya berkurang.

6. Selang Oli Rem Tersumbat

Penyumbatan yang terjadi pada selang oli rem biasanya disebabkan oleh banyaknya kotoran yang masuk ke dalam minyak rem mobil. 

Kotoran pada minyak rem biasanya terjadi saat mengisi minyak rem. Selain itu, kotoran juga bisa masuk dari tangki cadangan.

Oleh karena itu, selalu bersihkan selang oli rem secara teratur. Jika kinerja rem mulai macet, bisa langsung mengecek bagian yang terhubung ke mesin rem satu per satu. Kalau ternyata ada bagian yang rusak, maka dapat langsung memperbaikinya.

7. Minyak Rem Kotor

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin 6, kotornya minyak rem disebabkan karena tangki tambahan dan proses penggantian minyak rem itu sendiri. 

Setelah diselidiki lagi, ternyata rendahnya kualitas dari minyak rem yang digunakan juga menjadi penyebab kotornya minyak rem. Hal ini terjadi karena minyak oli murahan sangat mudah mengendap dan hasil dari endapannya akan berubah menjadi puing-puing kotoran.

Untuk mengatasi ini, disarankan untuk selalu memperhatikan kualitas dari minyak rem yang digunakan. Walaupun minyak rem yang berkualitas harganya cukup mahal, tapi hasil yang didapatkan jauh lebih baik. Sehingga rem mobil akan awet dan tahan lama.

8. Vapour Lock

Vapour lock merupakan suatu kondisi dimana terjadi penguapan pada minyak rem. Hal ini disebabkan karena mesin mobil yang terlalu panas, sehingga oli rem mendidih dan muncullah gelembung-gelembung udara pada sistem pengereman mobil. Gelembung udara ini nantinya akan mengendap dan kinerja mobil tidak lagi maksimal.

Selain karena mesin yang terlalu panas, buruknya kualitas minyak rem juga menjadi penyebab utama terjadinya vapour lock. Untuk itu, selalu gunakan oli rem yang berkualitas dan rajinlah untuk mengecek mesin kendaraan, terutama pada bagian remnya.

 

Cristiano Ronaldo Beli Mobil Super Langka Bugatti Centodieci Seharga Rp 130 miliar

0

Mega bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan keberhasilannya lantaran ikut membawa klub raksasa Juventus mempertahankan gelar Serie A Liga Italia musim 2019/2020.

Yang membuat heboh, keberhasilan CR7 bersama Si Nyonya Tua (julukan klub Juventus), ternyata langsung membeli mobil super mewah dan langka Bugatti Centodieci.

Dilansir Motor1, Selasa (3/8/2020), Bugatti Centodieci yang dibeli Ronaldo merupakan edisi terbatas karena hanya diproduksi sebanyak 10 unit.

Lebih fantastis lagi, harga hypercar asal Perancis ini dibanderol sebesar US$ 8,9 juta atau setara lebih dari Rp 130 miliar. Tentu saja bagi CR7, harga tersebut tidak seberapa, mengingat Juventus sudah mengeluarkan lebih dari US$100 juta atau Rp 1,4 triliun untuk mendatangkan dia hingga empat tahun ke depan. 

Diketahui, Bugatti Centodieci ini memiliki desain yang sangat berbeda dengan Bugatti Chiron, namun secara keseluruhan mobil ini memang sangat menawan.

Bugatti Centodieci juga memiliki desain yang terinspirasi dari Bugatti EB110 yang ikonik pada 1990-an. Rencananya, mobil baru akan tiba di rumah CR7 pada 2021 mendatang. 

Kehadiran Bugatti Centodieci sendiri menambah koleksi CR7 akan supercar mewah Bugatti yang sebelumnya dia miliki, seperti Bugatti Veyron Sport Vitesse dan Chiron.

Sekadar informasi, Bugatti Centodieci ini memiliki mesin sama seperti Bugatti Chiron namun tenaganya sudah di upgrade, yaitu mesin W16 yang menghasilkan daya 1.600 Tenaga Kuda.

Dengan tenaga tersebut, mobil ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 2,4 detik, dan diklaim dapat melesat hingga 380 km per jam. 

Oia, hypercar ini juga cukup menarik dilihat seperti pada bagian empat lubang knalpot dan diffuser belakang yang sangar serta lebih besar, sehingga mampu meningkatkan stabilitas downforce saat dalam kecepatan tinggi. 

 

Siapa yang Ingat Suzuki Carry Model Ini? Harganya Lebih Murah dari Honda Beat

0

Suzuki Carry merupakan mobil legendaris dengan bentuk kotak yang pernah ada di kancah otomotif nasional. Namun bagi OLXer yang lahir di era 70  dan 80an pasti punya kenangan tersendiri terhadap Suzuki Carry.

Bagaimana tidak, ketika mereka masih muda, Suzuki Carry pasti kerap menemai masyarakat bepergian. Hal ini karena Suzuki Carry dikenal sebagai salah satu kendaraan yang digunakan untuk angkut penumpang atau barang.

Sekilas soal Suzuki Carry, faktanya mobil ini masuk ke Indonesia pada 1983 dan secara resmi disebut Suzuki Carry ST100 dengan jeroan mesin ST100 berkapasitas 970 cc 4 silinder dengan kode mesin F10A.

Meski di Indonesia dikenal sebagai generasi pertama, namun di negara asalnya Jepang, Suzuki Carry tersebut merupakan generasi ketujuh.

Nama Suzuki Carry kala itu cukup melejit, bahkan mobil ini juga akrab dikenal sebagai Suzuki Carry Bagong yang jadi salah satu tokoh pewayangan, dimana  bentuk wajah mobil ini mirip dianggap mirip dengan sosok Bagong.

Suzuki Carry pertama memang cukup dikenang karena memiliki ciri utama lampu depan bulat jadi terlihat seperti mata belo. Mobil ini juga terlihat sangat sederhana karena masih mengandalkan sistem pengereman menggunakan tromol pada bagian depan depan dan belakang.

Memasuki tahun berikutnya, Suzuki Carry ST 100 buatan Indonesia mengalami facelift pada bagian lampu depan yang berubah dari bulat menjadi setengah trapesium. Hanya saja, bertahan beberapa bulan saja dan digantikan oleh lampu model kotak.

Oia, Suzuki Carry juga menjadi cikal bakal dari Carry Extra dan Carry Futura yang muncul pada 1991.

Bicara soal Suzuki Carry generasi pertama, ternyata hingga saat ini sosoknya masih ada lho OLXer. Bahkan disitus jual beli online OLX.co.id mobil legendaris tersebut ada beberapa diantaranya dilego sang pemiliknya.

Soal harganya, ternyata Suzuki Carry generasi pertama ini dijual lebih murah dari Honda Beat, yaitu mulai dari Rp 6,5 juta sampai Rp 16 juta.

Perlu dicatat, jika OLXer memang berniat membeli mobil Suzuki Carry Generasi pertama bekas jangan heran kalau satu model dan tahun produksinya sama namun harganya berbeda-beda.

Sebab, untuk menentukan harga sebuah mobil bekas bisa tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi mobil, jarak tempuh, kelengkapan surat-suratnya, serta lokasi si penjual.

Belum lagi harga mobil bekas bisa saja tinggi, karena sang pemilik sangat rajin merawat mobilnya, serta pajak dibayar tepat waktu.

Jika OLXer memang berniat mencari mobil Suzuki Carry generasi pertama bekas bisa lihat di sini.

 

Yamaha Jupiter Z1 Punya Warna dan Striping Baru, Ini Harganya

0

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) selaku agen pemegang merek sepeda motor Yamaha di Tanah Air secara resmi memperkenalkan Jupiter Z1 dengan warna dan striping baru.

Setidaknya ada tiga warna yang ditawarkan sehingga tampilan Yamaha Jupiter Z1 jadi lebih segar dan diklaim lebih sporty, yaitu warna Metallic Blue, Metallic Red dan Metallic Black.

Sementara striping anyar pada Jupiter Z1 versi 2020 untuk warna Metallic Blue dan Metallic Red terdapat pinstripe putih pada bagian velg.

Menurut Deputy GM Marketing PT YIMM Yordan Satriadi,  warna dan striping terbaru motor Yamaha Jupiter Z1 memiliki ciri khas sporty modern.

“Ketangguhan, keiritan dan kehandalannya dengan teknologi terkini dapat menjadi pilihan terbaik konsumen di kategori motor bebek untuk membantu aktivitas berkendara sehari-hari,” ungkap Yordan dalam siaran resmi.

Kata Yordan, penyegaran yang dilakukan oleh Yamaha merupakan masukan dari konsumen Indonesia yang menyukai tiga warna tersebut yang mewakili karakter sporty dan agresif Jupiter Z1.

Selain tampilan lebih segar, Jupiter Z1 2020 tetap menggunakan teknologi injeksi dengan Forged Piston yang membuat kinerja mesin kuat, awet dan irit. Serta desain body dengan sistem saluran udara (air flow system) untuk menunjang tingkat aerodinamis Jupiter Z1.

Yamaha Jupiter Z1 warna dan striping terbaru ini dipasarkan harga Rp 18,11 juta on the road Jakarta.

Adapun untuk Spesifikasi Jupiter Z1 sebagai berikut:

– Tipe Mesin Air cooled 4-stroke, SOHC

– Jumlah/ Posisi silinder : Single cylinder/Mendatar

– Diameter x Langkah : 50,0 x 57,9 mm

– Perbandingan Kompresi : 9,3 : 1

– Daya Maksimum :7,4 kW / 7750 rpm

– Torsi Maksimum : 9,8 Nm / 6750 rpm

– Sistem Starter : Elektrik starter & Kickstarter

– Sistem Pelumas : Basah

– Kapasitas Oli Mesin : Total = 1,00 L ; Berkala = 0,80 L ; Ganti filter oli = 0,85 L

– Sistem Bahan Bakar : Fuel Injection

– Tipe Kopling : Basah, Multiplat, Centrifugal automatic

– Tipe Transmisi : Constant mesh, 4-kecepatan

Dimensi

– P X L X T : 1935mm X 680mm X 1065mm

– Jarak Sumbu Roda      1240mm

– Jarak Terendah ke Tanah 150mm

– Tinggi Tempat Duduk 765mm

– Berat isi 101 kg (Spoke wheel) ; 102 kg (Cast wheel)

– Kapasitas Tangki Bensin 4,1L

Rangka

– Tipe Rangka : Backbone

– Suspensi Depan : Teleskopik

– Suspensi Belakang : Swing Arm

– Ban Depan : 70/90-17 M/C (38P)

– Ban Belakang : 80/90-17 M/C (44P)

– Rem Depan : Single disc brake

– Rem Belakang : Drum brake

Kelistrikan

– Sistem Pengapian : TCI

– Battery : YTZ4V/GTZ4V

– Tipe Busi : NGK/CR6HSA

 

 

Keren, TNI AD Punya Ban Tanpa Udara dan Tak Bisa Bocor

0

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) melalui Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD berhasil mengembangkan inovasi ban tanpa udara atau airless tyre.

Ya, ban ciptaan karya anak bangsa tanpa udara ini bentuknya berongga, namun tetap fleksibel dan sangat kuat. Bahkan dalam penggunaannya, ban ini mampu melibas berbagai kondisi jalan mulai dari berlembong, melibas trotoar hingga jalanan dengan rintangan berpaku.

Tidak sampai disitu, ban tanpa udara ini juga tak akan bocor meski mendapat serangan tembakan. Hal ini sudah dibuktikan melalui uji tembak yang dilakukan di Pindad dengan peluru kaliber 5,56 mm dari jarak maksimal 100 meter.

Ban tanpa udara TNI AD
Ban tanpa udara Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD dicoba melintasi jalan berpaku. 

Perwira Teknis 2 Poltekad Letda ARM Farid Hendro menuturkan, alasan ban tanpa udara dikembangkan tak lain karena saat ini mobilitas prajurit di TNI AD dalam bertugas rata-rata sudah menggunakan kendaraan.

“Dihadapkan oleh kelemahan ban yang menggunakan angin, itu nanti akan sangat mengganggu mobilitas prajurit yang mengawalinya,” ungkap Letda ARM Farid dalam akun Youtube TNI AD.

“Sehingga kami mempunyai ide untuk membuat sebuah ban yang nantinya pada saat digunakan itu tidak bisa bocor, tidak pecah, sehingga saat di medan pertempuran walaupun itu terkena tembakan dari musuh masih bisa digunakan,” sambungnya.

Sempat Gagal 

Ban tanpa udara TNI AD
Ban tanpa udara TNI AD memiliki bentuk berongga mirip sarang lebah. (TNI AD)

Seperti diketahui untuk mengembangkan ban tanpa udara ini prajurit TNI AD sempat mengalami beberapa kali kegagalan atau jauh dari kata berhasil. Hal ini dilakukan ketika pertama kali ban tersebut dicoba pada 2017.

Disebutkan, kegagalan tersebut dikarenakan minimnya pengalaman dan pengetahuan akan bahan serta material yang digunakan. Faktor lain juga dikarenakan alat yang digunakan seadannya, seperti ketika melakukan pencetakan secara manual sehingga tidak presisi tebal tipis cetakan menjadi tidak sama.

Karena masalah tersebut, ketika ban diuji coba pada kendaraan yang melaju, hasilnya tidak stabil dan konstruksi spoke pecah.

Semangat Prajurit Berinovasi

Sementara itu, Komandan Poltekad, Brigjen TNI Nugraha Gumilar menyatakan, untuk membuat sebuah inovasi baru para prajurit sangat bersemangat dan tidak pernah kendor. Sebaliknya, lanjut dia, ide-ide prajurit sangat brilian.

“Namun kami mengakui ide mereka kadang terhambat infrastruktur yang tidak bisa mensupport secara full. Tapi itu bukan kendala, ini hanya delay waktu,” ujarnya.

Brigjen Nugraha berharap, karena ini lembaga vokasi, di mana keahlian yang menjadi output pendidikan, tentunya harus ada laboratorium.

“Kalau punya laboratorium sendiri dengan kelengkapan alat yang bagus, saya bisa jamin mereka bisa membuat produk alih teknologi yang inovatif dan spektakuler. Mudah-mudahan ide mereka yang walaupun masih dasar, itu menjadi inspirasi dan dikembangkan untuk kepentingan Angkatan Darat dan juga Indonesia,” jelasnya.

 

 

4 Hal Dianggap Sepele Jadi Penyebab Ban Mobil atau Sepeda Motor Benjol

0

Pemilik mobil harus sering melakukan berbagai pengecekan pada tunggangannya. Tak terkecuali pada bagian ban. Tak sekadar mengecek tekanan ban, OLXer juga harus jeli memeriksa kondisi atau bentuk ban itu sendiri.

Kenapa? Pada dasarnya, selain masalah kurang tekanan angin atau kebotakan, ban  juga bisa saja mengalami benjolan khususnya pada dinding jenis ban tubeless.

Nah, benjolan pada ban tak bisa anggap remeh, pasalnya jika hal tersebut terjadi tak bisa diperbaiki. Selain itu, benjolan tersebut berpotensi mengakibatkan ban pecah.

Perlu dicatat ban benjol bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi ada beberapa penyebabnya, antara lain:

1.  Kurang atau Kelebihan Tekanan Udara

Jika kurang tekanan udara pada ban, maka apabila dinding ban menghantam benda keras seperti batu, lubang atau trotoar, kemungkinan yang terjadi ada benang ban terputus.

Nah, apabila benang putus, maka penahan dinding ban menjadi rapuh, alhasil ketika diisi udara, tekanan di dalam ban akan memberikan tekanan sehingga akan pada bagian terluar terlihat benjol.

Selain kurang, tekanan udara berlebihan juga bisa menyebabkan ban benjol. Pasalnya, angin yang berlebihan bisa membuat permukaan ban muncul benjolan.

Oleh karena itu, sebaiknya isi tekanan udara pada ban sesuai dengan petunjuk di buku manual. Selain itu, gunakan alat ukur angin yang saat ini sudah banyak tersedia di sejumlah toko aksesoris kendaraan, supermarket atau jual beli online.

2.  Ban Botak

Sama seperti manusia, ban juga ada usianya. Bahkan tidak hanya sering digunakan, apabila mobil disimpan begitu saja sampai kempes dan tanpa dilakukan rotasi maka ban akan mengalami masalah.

Apalagi jika ban sudah mengalami kebotakan namun tetap digunakan untuk mobilitas. Maka kemungkinan besar ban resiko terjadi benjolan pada permukaan sisi lebih besar.

3.  Terlalu Banyak Bawa Barang

Hindari membawa banyak bawa barang. Sebab, jika muatan barang yang dibawa jumlahnya cukup banyak, maka yang terjadi ban harus menahan beban yang berlebihan.

Jika mobil selalu membawa beban yang sangat berat, maka lapisan ban akan bergeser, kemudian tekanan angin masuk ke sela-sela kawat ban. Karena itu, bawalah barang yang benar-benar penting dan yang tidak penting bisa ditinggalkan.

4. Bekas Tambalan

Ban benjol juga bisa disebabkan karena terdapat tambalan ban. Ya, ketika melakukan penambalan, bisanya dilakukan penusukan ban untuk memperbesar lubang. Nah, ketika hal itu terjadi, kemungkinan ada benang atau kawat ban terputus.

Lama kelamaan, bekas tambalan tadi bisa saja menjadi benjol atau justru bolongan bekas tambahan memberikan kesempatan udara masuk lewat sela-sela.

 

Rencana Mitsubishi Fokus ke Pasar ASEAN, Indonesia Siapkan Kehadiran Model Terbaru

0

Awal minggu lalu, tepatnya Senin 27 Juli 2020, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama (tahun fiskal 2020) serta rencana bisnisnya untuk jangka menengah tiga tahun (fiskal 2020 hingga 2022). 

Mitsubishi sudah meluncurkan rencana bisnis baru bertajuk “Small but Beautiful” yang bertujuan untuk memotong biaya sambil meningkatkan profitabilitas untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam rencana terbaru ini, perusahaan akan fokus di kawasan ASEAN sebagai wilayah pasar paling kompetitif. Mitsubishi juga akan berkonsentrasi pada kendaraan hybrid, plug-in hybrid, dan kendaraan roda empat demi peningkatan pangsa pasar lebih dari 11 persen di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.

“Mitsubishi Motors melihat potensi pasar yang terdapat di wilayah ASEAN, termasuk di Indonesia. Ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi MMKSI sebagai distributor di Indonesia untuk bertumbuh dan memperluas pasar dengan rencana pengembangan produk MMC,” ungkap Naoya Nakamura President Director PT MMKSI dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Sejauh ini MMKSI sudah memperkenalkan produk-produk unggulan Mitsubishi Motors di Tanah Air dengan penerimaan pasar yang cukup baik. Diantaranya Small MPV Mitsubishi Xpander yang diperkenalkan 3 tahun lalu serta Medium SUV Pajero Sport, yang sudah menyapa konsumen Indonesia sejak tahun 2009 dengan pangsa pasar rata-rata lebih dari 40 persen. 

“Keduanya merupakan kebanggaan Indonesia, dibuat secara lokal untuk pasar domestik dan global di pabrik kami di Indonesia yang akan terus menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan terutama bagi pelanggan Indonesia. Kami harap kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors di Indonesia dapat selalu menjadi pilihan yang tepat untuk menunjang berbagai petualangan dan perjalanan pelanggan setia kami, untuk saat ini dan dimasa yang akan datang,” lanjutnya.

Khusus di wilayah ASEAN, nantinya MMC akan semakin memperkuat jajaran model ramah lingkungan seperti PHEV dan EV, serta memperkenalkan model-model baru termasuk SUV, truk pick-up dan MPV dari tahun fiskal 2022 dan seterusnya.

Berbicara tentang model, Mitsubishi merencanakan serangkaian model mutakhir yang memanfaatkan teknologi dari aliansi Renault dan Nissan. 

Dilansir dari Carscoop (27/7/2020) beberapa model ini mencakup teknologi penggerak semi-otonom dan powertrain listrik. Bahkan ada rencana Mitsubishi mengembangkan model Kei-car varian elektrik bersama dengan Nissan. 

Secara khusus Mitsubishi juga mengkonfirmasi varian plug-in hybrid Eclipse Cross akan diperkenalkan pada tahun keuangan 2020. Sementara di tahun fiskal 2021 Mitsubishi bakal menghadirkan model EV terbaru untuk pasar Cina yang sedang dikembangkan bersama dengan GAC.

Dan selanjutnya pada 2022, Mitsubishi siap memperkenalkan PHEV Triton dan Outlander dengan powertrain yang semakin disempurnakan. 

Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, MMC juga kemungkinan akan memperkenalkan Xpander Hybrid dan Pajero Sport yang didesain ulang. Termasuk memperkenalkan model crossover baru yang hadir dengan penawaran mesin diesel generasi berikutnya.