Kamis, April 9, 2026
Beranda blog Halaman 1472

Daftar SUV Bekas Lansiran di Atas 2000-an Harganya Rp 70 Jutaan

0

Tampilan yang lebih berotot dengan garis-garis desain ditambah bentuknya lebih gambot membuat mobil berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) terlihat sangar jika dikendarai.

Belum lagi unsur kenyamanan seperti mobil sedan, namun performanya lebih garang dan fitur canggih yang dibenamkan membuat mobil jenis SUV semakin disukai.

Lalu bagaimana dengan harganya? Memang untuk sebuah mobil SUV baru harganya relatif lebih mahal. Namun, ada solusi lain jika ingin mendapatkan SUV dengan banderol lebih terjangkau.

Ya, membeli SUV dengan status bekas bisa jadi alternatif. Terkadang, meski disebut tangan kedua, masih banyak mobil SUV seken kondisinya masih oke.

Bahkan di situs jual beli OLX.co.id, harga SUV yang ditawarkan cukup bervariasi, dan aja juga beberapa mobil SUV dijual dengan banderol Rp 70 jutaan.

Menariknya, meski harga relatif terjangkau, untuk usia mobil-mobilnya tergolong tidak terlalu tua, yaitu diproduksi di atas tahun 2000-an.

Untuk mengetahui mobil yang dibanderol sekitar Rp 70 jutaan dengan tahun produksi di atas 2000-an, OLXer cukup memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan dalam pencarian, mulai dari model yang diinginkan, tahun produksi, hingga mesin penggerak, warna, hingga harga.

Adapun mobil yang diproduksi di atas tahun 2000-an, dengan harga Rp 70 jutaan, antara lain:

  • Honda CRV 2000-2006

  • Daihatsu Taruna 2003-2004

  • Nissan X-Trail 2003-2005

  • Suzuki Escudo 2003-2005

  • KIA Sportage 2005-2008

  • Hyundai Santa Fe 2003-2004

  • Ford Escape 2004-2006

  • Daihatsu Terios 2007.

Sekadar informasi, untuk membeli sebuah mobil bekas, harga yang dipasarkan terkadang bisa tak selalu sama. Hal ini karena ada faktor-faktor yang membuat masing-masing mobil bekas berbeda harga, mulai dari tahun produksi, kondisi mobil, jarak tempuh dan masih banyak lainnya.

Nah, OLXer yang ingin mencari mobil bekas impian apa saja ingin dimiliki di garasi, bisa lihat di sini.

 

4 Bagian Mobil yang Wajib Jika Ingin Dimodifikasi

0

Melakukan modifikasi pada mobil kesayangan memang menjadi hal biasa. Hanya saja, OLXer yang ingin memodifikasi harus memperhatikan atau mengetahui kekurang dan kelebihannya.

Selain itu, hal yang harus diperhatikan lainnya ketika ingin melakukan modifikasi adalah budget. Ya, untuk memodifikasi tentu saja membutuhkan modal yang tak sedikit.

Dengan budget yang tepat, tentunya komponen yang dibeli juga akan lebih sesuai dengan selera.

Namun sebelum OLXer memodifikasi, situs Hyundai Indonesia memberikan beberapa ‘aturan’ nggak baku yang harus dipahami ketika ingin memodifikasi mobil.

Lalu apa saja aturan tersebut, berikut uraiannya:

Pelek

Mengganti pelek standar menjadi ‘kewajiban’ bagi para pecinta modifikasi. Selain paling gampang, penggantian pelek cukup mendongkrak tampilan kaki-kaki mobil.

Biasanya pelek standar digusur diganti dengan desain racing dan lebih sporty. Pilihan pelek pengganti perlu disesuaikan dengan warna dan tipe mobil supaya gak terlihat norak. Kalau ingin mengganti dengan ukuran yang lebih besar, penambahan ukuran tidak lebih dari 2 inci. Supaya tetap nyaman buat harian.

Bumper depan dan belakang

Kesan sporty makin lekat dengan penggantian bumper bagian depan dan belakang. Inspirasi biasanya dari tampilan mobil balap, tapi jangan lupa pahami kondisi jalanan yang dilalui sehari-hari.

Jika jalan kurang mulus, atau berlubang, pikirkan lagi untuk mengganti bumper yang ceper, agar mobil gak nyangkut di lubang karena bemper yang terlalu rendah.

Kap mesin

Modifikasi tampilan kap mesin pada mobil kecil banyak dilakukan para penggemarnya. Ubahan tampilan pada kap mesin ini bisa diakali dengan penggunaan cutting sticker, tak perlu mengganti cat pada kap mesin.

Selain biaya lebih murah, kalau bosan tinggal ganti dengan cutting sticker lain. Kalau mau ditukar pun, gak akan pengaruhi harga.

Interior dan audio

Ubahan bagian ini biasanya hanya mengganti kulit jok. Penggantian kulit jok yang simpel dan mudah dibersihkan paling aman buat mobil kecil harian.

Beda dengan mobil kontes yang ubahan joknya sampai gila-gilaan. Karena memang buat kontes aja. Termasuk audio. Mobil kontes pasti pasti jauh lebih heboh. Bahkan ‘memakan’ bagian jok dan bagasi kecilnya. Sedangkan untuk harian audio cukup disesuaikan dengan ruang.

Misalnya penggantian head unit atau penambahan speaker yang tetap mengacu pada fungsi mobil.

 

Daihatsu Sigra Jadi Incaran Konsumen di Masa Pandemi Covid-19

0

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah di Indonesia, dipercaya menjadi solusi meminimalisir penyebaran virus corona.

Meski berbagai pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan, namun hal ini tetap menjadi tantangan berat khususnya bagi sektor otomotif. Pasalnya, hampir semua brand di Indonesia mengalami penurunan penjualan secara drastis.

Menurut Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso, penyebab drastisnya penjualan tak lain karena berhentinya proses produksi dan juga banyak dealer  yang tutup.

Namun bagitu, kata Hendrayadi, walaupun terdapat penurunan secara volume pada pasar otomotif nasional, penjualan Daihatsu selama empat bulan mengalami kenaikan secara market share (pangsa pasar).

“Market share (retail sales/ dealer ke konsumen) Daihatsu yang tahun lalu 17,8 persen, tahun ini meningkat posisi april sebesar 18,2 persen. Sehingga kalau kita katakan di tengah situasi market menurun, tapi penurunan Daihatsu masih lebih kecil dari penurunan market,” ungkap Hendrayadi saat video conference, Kamis (14/5/2020).

Hal serupa juga terjadi pada market share whole sales (pabrik ke dealer), dimana pada April 2019 hanya tercatat 19,7 persen, maka pada April 2020 mencapai 20,2 persen.

Berdasarkan data Daihatsu, secara total penjualan empat bulanan, sejak Januari – April 2020, retail sales Daihatsu yang mencapai 44.346 unit dengan kenaikan pangsa pasar menjadi 18,2% dari volume retail sales nasional 243.634 unit.

Sedangkan wholesales, Daihatsu catat sebanyak 49.443 unit dengan pangsa pasar naik menjadi 20,2% dari volume wholesales nasional 244.762 unit.

Lalu mobil Daihatsu apa yang laris selama pandemi Covid-19?

Baik retail sales maupun wholesale mobil paling laku terjual tak lain adalah Daihatsu Sigra. Selama Januari-April 2020, Sigra tetap mendominasi dengan raihan 12.868 unit.

Di urutan kedua, kontribusi sebesar 29 persen diraih Gran Max (PU) 8.805 unit atau 19,9 persen, dan lalu Terios 7.131 unit  atau 16,1 persen.

Selanjutnya, Ayla menyusul dengan angka mencapai 5.332 unit 12,0 persen, Xenia 5.092 unit atau 11,5 persen, dan Gran Max (MB) 3.911 unit a atau 8,8 persen. Untuk model Daihatsu lainnya, yakni Luxio dan Sirion, mencapai 1.207 unit atau 2,7 persen.

Sedangkan untuk data wholesales, seperti disebutkan di atas Sigra menjadi paling dominan dengan jumlah 13.946 unit atau menyumbangkan 28,2 persen.

Setelah itu di posisi kedua ada Gran Max (PU) sebanyak 11.803 unit atau 23,9 persen, lalu Ayla mencapai 7.123 unit atau 14,4 persen, kemudian Terios 6.109 unit atau 12,4 persen, kemudian Xenia 5.927 unit atau 12 persen, disusul Gran Max (MB) mencapai 3.600 unit atau 7,3 persen.

Sementara untuk yang lainnya, Luxia dan Sirion terjual 935 unit atau 1,9 persen.

“Kami prihatin dengan kondisi pasar yang saat ini mengalami penurunan secara drastis akibat wabah Covid-19. Kami berharap kondisi ekonomi Indonesia ini dapat segera pulih dan pasar otomotif dapat bangkit dan berkembang kembali,” tutup Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra.

Punya Budget Rp 50 Juta? Ini Pilihan Mobil Sedan Lansiran di Atas Tahun 2000-an

0

Sedan jadi salah satu jenis mobil yang dipersepsikan menjadi simbol kekayaan dan kesuksesan seseorang dalam kehidupan sosial.

Tak hanya itu, mobil jenis sedan juga disebut-sebut memiliki nilai plus khususnya dalam hal akselerasi, kenyamanan, hingga fitur yang dibenamkan.

Namun sayang untuk sebuah sedan terbaru di Indonesia, harganya tergolong cukup tinggi, lantaran pemerintah  menerapkan pajak kendaraan untuk jenis sedan masuk dalam kategori barang mewah.

Meskipun pajak sedan disesuaikan kembali, imej sedan sebagai kendaraan mahal di mata masyarakat ternyata masih tetap saja melekat.

Akan tetapi, jika OLXer ingin tetap punya mobil dengan harga terjangkau, tidak ada salahnya melirik sedan berstatus bekas, karena mudah dan cepat prosesnya pembeliannya, serta masih banyak mobil jenis ini tetap layak dipilih.

Bahkan di situs jual beli OLX.co.id, ada juga lho sedan bekas dengan banderol sekitar Rp 50 jutaan dan tentunya usia mobil tahun produksinya di atas 2000.

Nah, berikut ini daftar sedan lansiran di atas 2000-an seharga Rp 50 jutaan, antara lain:

  • Suzuki Baleno 2000-2004
  • Toyota Soluna 2000-2001
  • Toyota Vios 2004-2005
  • Honda City 2000-2002
  • Honda Civic 2001
  • Toyota Corolla 2000
  • Mitsubishi Galannt 2000-2003
  • Honda Accord 2000-2002
  • Toyota Camry 2005
  • Hyundai Accent 2006
  • Hyundai Avega 2008-2010
  • KIA Rio 2005
  • Vios Limo 2008-2010
  • Nissan Almera 2013-2014
  • Toyota Etios 2013
  • Nissan Latio 2011

Perlu dicatat, untuk membeli sebuah mobil bekas, harga yang dipasarkan terkadang tak selalu sama. Hal ini karena ada faktor-faktor yang membuat masing-masing mobil bekas berbeda harga, mulai dari tahun produksi, kondisi mobil, jarak tempuh dan masih banyak lainnya.

Nah, OLXer yang ingin mencari mobil bekas impian apa saja ingin dimiliki di garasi, bisa lihat di sini.

 

BMW Jual Mobil Baru Cuma 10 Unit Harganya Tembus Rp 1,8 Miliar, Ini Kehebatannya

0

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh jagat raya tak membuat BMW Indonesia lengah untuk menghadirkan produk baru ke pasar otomotif nasional.

Pasalnya, brand mobil premium asal Jerman itu, kembali meluncurkan mobil terbarunya dengan cara virtual melalui aplikasi Zoom. Ya, mobil yang dijual dengan jumlah hanya sepuluh unit tersebut merupakan New BMW X6. 

Menurut President Director BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan, sejak diluncurkan satu dekade lalu, BMW X6 merupakan mobil yang memadukan ciri khas dari Sports Activity Vehicle dengan DNA dari coupe klasik.

Ramesh mengklaim, BMW X6, merupakan mobil yang menggabungkan suasana ekstrovert dengan performa luar biasa dan desain yang edgy. 

“Hingga hari ini, lebih dari 443.000 unit BMW X6 telah terjual di seluruh dunia dalam dua generasi model. The New X6 kini tersedia dalam satu varian mesin, BMW X6 xDrive40i. SAC menarik ini tidak ditujukan untuk semua orang, tetapi khusus bagi mereka yang siap tampil berbeda dan ekspresif,” ungkap Ramesh dalam Virtual Media Launch, Jumat (15/5/2020).

Mau tau apa yang spesial dari New BMW X6? Berikut ulasannya;

Eksterior

Di atas kertas desain mobil ini memiliki panjang atau menjadi 4.935 mm, lebar bertambah 15 mm atau menjadi 2.004 mm. Oia, All new X6 juga lebih rendah 6 mm menjadi 1.696 mm, dan track depan lebih lebar 44 mm menjadi 1.684 mm.

Desain mobil ini juga sangat menarik, apalagi dilengkapi dengan BMW kidney grille satu-bingkai besar yang menyatu dengan lampu depan. 

New BMW X6 juga untuk pertama kalinya dengan dengan BMW kidney grille yang bercahaya, sehingga mengubah tampilan eksklusif pada bagian eksterior. 

Iluminasi BMW kidney grille diaktifkan dengan membuka atau menutup kendaraan, tetapi pengemudi juga dapat menyalakan dan mematikannya secara manual.

Selain itu, mobil ini juga sudah dilengkapi dengan lampu depan kembar, lalu BMW Laserlight sebagai standar, Selective Beam yang mengoptimalkan fungsi lampu jauh yang tidak menyilaukan pengendara lain.

Bokong New BMW X6 juga memiliki siluet yang atletis diperkuat lampu belakang LED berbentuk L lebar dan juga Tailgatenya terintegrasi dengan mulus. 

Tampilan yang nambah keren terlihat juga dengan kaki-kaki menggunakan roda berukuran 21 inci M light-alloy Y-spoke style 741 M Bicolour sebagai standar, yang dilengkapi rem BMW M Sport berkaliper empat piston di gandar depan dan kaliper satu piston di bagian belakang, sedangkan kaliper yang dicat biru diembos dengan logo BMW M berikan tampilan sporty.

Interior

Masuk ke dalam kabin New BMW X6 terkesan modern dan sporty. Bahkan desain kokpit, lengkap dengan pengaturan dan desain baru dari elemen-elemen kontrol, merupakan reinterpretasi progresif dari fokus pengemudi khas kendaraan BMW. 

Mobil ini juga sudah dibalut leather upholstery Vernasca sebagai standar, ditambah sandaran kursi belakang pisah 40:20:40 yang dapat dilipat untuk tingkatkan kapasitas ruang bagasi dari 580 menjadi 1.530 liter. 

Mobil ini juga dijejali fitur peralatan termasuk kontrol iklim otomatis 2.5 zona, tempat cangkir termoelektrik, Apple CarPlay nirkabel, Parking Assistant termasuk Reversing Assistant, atap kaca Panorama yang lebih besar 83 persen dibandingkan pendahulunya, dan Harman/Kardon Surround System 16 speakers, 464 W.

Mesin 

Untuk jantung pacu, New BMW X6 ini dilengkapi teknologi BMW TwinPower Turbo dengan dua turbocharger twin-scroll, unit bensin straight-six yang menghasilkan daya 340 Tenaga Kuda pada 5500-6500 rpm dan torsi maksimum 450 Nm mulai dari 1500 rpm. 

Didistribusikan melalui transmisi Steptronic delapan-percepatan New BMW X6 diklaim dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 5.5 detik. 

Sedangkan konsumsi bahan bakar gabungan BMW X6 adalah 11.1 km/l dengan emisi CO2 gabungan 206 g/km.

Harga 

New BMW X6 yang dijual terbatas yaitu hanya 10 unit,  dibanderol sekitar Rp 1,899 miliar off the road.  Harga tersebut sudah termasuk BMW Service Inclusive atau program yang membebaskan semua biaya perawatan kendaraan untuk pelanggan selama lima tahun atau 60.000 km, mana saja yang lebih dulu, dan juga mencakup garansi 36 bulan tanpa keterbatasan jarak tempuh. 

Selain itu ban kendaraan ini juga dilindungi oleh BMW Group Tire Coverage selama dua tahun, mencakup kerusakan yang disebabkan oleh tusukan, penggembungan, ban pecah dan ban robek, serta kerusakan yang diakibatkan oleh kendaraan yang terus melaju dengan ban kempes. 

Setiap ban yang rusak akan diganti dengan yang asli, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

 

4 Karet di Mobil Ini Sangat Penting Untuk Dicek Apalagi Saat Hujan

0

Memiliki sebuah mobil ternyata belum tentu mengetahui seluk beluk cara perawatannya. Terkadang, mereka hanya pasrah dan mengandalkan ilmu yang dimiliki para mekanik di bengkel.

Nah berkaca dari kasus tersebut, jika OLXer tak mengetahui soal teknik mesin mobil, setidaknya tau beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.

Ya, salah satunya adalah pada bagian karet-karet atau seal. Biasanya, pemilik mobil tak acuh soal karet-karet yang menempel pada bagian mobil.

Namun seperti dilansir situs Hyundai Indonesia, mulai sekarang jangan lupa jika sebuah karet punya peranan yang nggak kalah penting dari peranti lainnya.

Lantas karet apa yang dimaksud? Ya, Karet tersebut tersebar di seluruh bagian mobil, mulai dari eksterior hingga interior. Kalau sampai getas alias kaku, siap-siap kebocoran.

Adapun karet yang perlu dicek yaitu terdapat pada bagian jendela. Bayangkan jika karet ini kaku atau rusak, air hujan ataupun kotoran pasti akan masuk ke dalam sela-sela tersebut.

Agar karet tidak getas, biasakan untuk menyemprotkan cairan khusus, yang memiliki manfaat bagi karet di mobil agar tidak mudah getas dan kering.

Selain karet jendela, karet yang perlu dicek lainnya terdapat pada bagian atap, lalu karet kaca depan, serta karet pada engsel pintu.

Perlu OLXer ketahui, karet-karet ini perlu dilakukan pengecekan secara periodic atau setidaknya satu atau dua minggu sekali, terutama saat cuaca berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.

Sedangkan untuk menghindari karet mobil ini getas, coba untuk tidak terparkir pada area yang terkena sinar matahari langsung. Jika ini dilakukan, bukan tak mungkin karet jadi lebih cepat getas. 

 

Pandemi Covid-19, Pembelian Mobil Secara Tunai Meningkat

0

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dianggap jadi solusi mengurangi penyebaran virus corona memang sangat mempengaruhi sektor otomotif. Ya, minat konsumen membeli kendaraan baik mobil maupun sepeda motor berkurang drastis.

Namun begitu, ada tren yang menarik selama masa pandemi, yaitu pembelian mobil secara tunai atau cash ternyata mengalami peningkatan, sedangkan pembelian kredit justru menurun.

Bahkan meningkatnya pembelian mobil secara tunai juga diakui beberapa brand otomotif, mulai dari Daihatsu, Toyota dan juga Honda.

“Kan dulu 80 persen (beli) kredit dan 20 persen cash. Sekarang sampai April 75 persen kredit dan 25 persen cash, lalu Mei kredit 65 persen, jadi pembelian cash naik terus,” ungkap Marketing & CR Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso dalam video conference.

Hal juga terjadi pada market leader pasar mobil yaitu Toyota. Setidaknya hal tersebut diungkapkan langsung Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy dalam video conference.

Kata Anton, meski pembelian kredit masih lebih banyak, namun konsumen yang melakukan transaksi dengan cara cash memang tergolong meningkat. 

“Kenapa? Bukan hanya masalah covid ya tapi masalahnya pembatasan di dunia leasing. banyak leasing yang sekarang naikan DP (Down Payment) atau memperketat seleksi,” ujar Anton. 

Bahkan angka penjualan dengan melakukan proses pembelian secara cash dan kredit untuk merek mobil Honda jumlahnya 50:50 atau cash 50 persen dan kredit 50 persen. Hal ini dibocorkan langsung Business Innovation & Marketing and Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy.

 

Catat, Modal Rp 100 Juta Bisa Dapat Suzuki Ertiga Bekas Secara Tunai

0

Suzuki Ertiga salah satu mobil yang cukup banyak diminati di Indonesia. Maklum, masuk segmen Low Multi Purpose Vehicle (MPV), mobil ini jadi salah satu pesaing berat dari Toyota Avanza di pasar Indonesia.

Suzuki Ertiga sendiri hadir pertama kali di Tanah Air pada 2012. Sebelumnya, Suzuki Ertiga hadir sebagai mobil konsep dengan nama R-III yang dipamerkan di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010.

Sosok Suzuki Ertiga juga memang mirip seperti Toyota Avanza, mulai dari bentuk dengan moncongnya di depan dan memiliki kapasitas 7-8 orang penumpang.

Saat pertama kali Suzuki Ertiga muncul, mobil ini sudah menawarkan tiga tipe, yaitu GA, GL dan GX, dengan pilihan transmisi manual dan matik.

Mesin yang dibenamkan pertama kali pada Suzuki Ertiga ini menggunakan kode K14B, DOHC, 4 in line  yang menghasilkan daya hingga 95 Ps pada 6.000 rpm dan torsi 1.304 Nm pada 4.000 rpm.

Selang 2017, Suzuki Ertiga hadir dengan varian mesin Diesel Hybrid. Mesin ini diklaim menawarkan teknologi canggih dan memberikan konsumsi bahan bakar minyak optimal dan kenyaman berkendara.

Saat diluncurkan, Suzuki Ertiga Suzuki Ertiga Diesel Hybrid menggunakan mesin berkode D13A berkapasitas 1.300 cc DOHC, Direct Injection System (DDiS),  yang mampu mengeluarkan tenaga 89 ps pada 4.000 rpm dan torsi 200 nm pada 1.750 rpm.

Tak berapa lama, pada 2018 Suzuki Ertiga meluncur generasi kedua, dengan berbagai perubahan, termasuk menggunakan platform 'HEARTECT' yang merupakan platform ringan yang sama yang digunakan untuk produksi mobil hatchback Baleno, Ignis dan Swift, dan mengusung mesin bensin dan diesel dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Suzuki Ertiga juga mengalami beberapa ubahan termasuk pada 2019, kemudian muncul lagi varian Suzuki Sport da, hadir lagi Suzuki Ertiga Improvement 2020.

OLXer harus tahu, kalau harga Suzuki Ertiga saat ini sudah melonjak tajam. Sebab saat pertama kali dijual, harganya tak ada yang tembus di atas Rp 200 jutaan, seperti tipe Ertiga GA Rp143 jutaan, kemudian tipe GL Rp153 jutaan dan untuk versi tertinggi atau GX Rp165 jutaan. 

Sedangkan saat ini, Suzuki Ertiga model paling termurah yaitu GA dengan transmisi manual dijual dari Rp 205 juta dan yang termahal dilepas sampai Rp 249 juta.

Nah, jika OLXer ingin memiliki mobil Suzuki Ertiga dengan harga miring, maka alternatifnya bisa memilihnya dengan status bekas. Sebab, Suzuki Ertiga bekas seperti di situs jual beli OLX.co.id banyak juga dijual dengan banderol Rp 70-100 jutaan untuk tahun produksi 2012-2014.

Apabila OLXer memang mencari Suzuki Ertiga dengan budget terbatas atau kurang dari Rp 100 juta, bisa juga mengeceknya di sini.

 

Jualan Online Jadi Strategi Jitu Honda di Masa Pandemi Covid-19, Brio Jadi Penyelamat

0

Penjualan otomotif khususnya mobil di masa pandemi virus corona mengalami penurunan tajam. Bahkan bagi pabrikan mobil asal Jepang, Honda, selama April 2020 lalu penjualannya turun 82 persen jika dibandingkan April 2020.

Menurut Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy, pada Januari-April 2020, penjualan Honda secara retail sales mencapai 37.033 unit atau turun 27 persen, sedangkan dibandingkan periode yang sama di tahun lalu tembus 50.457 unit.

“Tetapi kita harus tetap semangat karena ini adalah masa disruption. Pada bulan April penjualan masih didominasi oleh Honda Brio sekitar 50 persen kontribusinya. Kontribusi penjualan di bulan April yang kedua ada HRV sekitar 16 persen,” ungkap Billy saat video conference beberapa waktu lalu.

Billy rupanya tak mau ambil pusing dengan penurunan penjualan. Sebaliknya, menurut dia kondisi saat ini tidak hanya sekadar sebuah tantangan, tetapi juga membawa  potensi ke depan yang lebih besar.

Penjualan mobil di masa pandemi memang tampak tak bergairah. Bahkan Honda kini tak terlalu berambisi untuk menorehkan angka penjualan setinggi-tingginya.

Sebaliknya, menurut Billy, Honda saat ini fokus pada pelayanan terhadap konsumen dan bisnis yang efficient dan juga dengan inovasi.

“Sekarang juga new normal will come dan bisnis informasi itu harus tetap ada dan contingency plan dan survival mode. dimana kita lebih aktif ke penjualan secara online dan juga service yang biasanya offline ke dealer sekarang kita aktifkan Home Service dan Pick up Service, kalau itu membutuhkan servis yang besar,” jelas Billy.

Billy sendiri tak menampik, jika daya beli masyarakat selama pandemi berkurang. Sebab, lanjut Billy, saat ini masyarakat  sedang prioritas terhadap kesehatan dan keamanan.

“Jadi fokus kami tetap menghadirkan pelayanan untuk konsumen yang membutuhkan dan berkontribusi terhadap upaya menekan penularan virus corona dengan tetap berada di rumah,” tuturnya.

 

Federal Oil Dorong Masyarakat Patuhi Kewajiban Pakai Masker Saat Berkendara

0

Bulan Ramadan tahun ini memang terasa berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini semua orang harus bisa menahan diri untuk tetap di rumah menjalankan phisycal distancing alias jaga jarak agar tidak tertular atau menularkan virus COVID-19.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga sudah diterapkan demi upaya mencegah banyak warga beraktivitas di luar rumah dengan harapan pandemi segera berakhir, dan kita semua bisa kembali dalam kehidupan normal. 

Tapi seperti yang kita ketahui, aturan PSBB tidak serta merta mampu menyurutkan tekad masyarakat yang masih harus terus mengais rezeki di tengah kondisi sulit seperti sekarang. 

Disinilah masker memegang kunci dalam urusan menekan penyebaran virus. Semua masyarakat yang terpaksa masih harus beraktivitas di luar rumah wajib menggunakan masker. Meskipun tidak sedikit juga masyarakat yang seolah tidak peduli dengan aturan wajib menggunakan masker saat berada di luar.

Kondisi ini mengetuk pintu kepedulian Federal Oil untuk terus berkomitmen memberikan solusi dengan menggelar program pembagian ribuan masker bagi konsumen, dan para pengguna sepeda motor yang masih melakukan aktivitas, dan berkendara di tengah wabah virus COVID-19. 

Program ini sebagai bentuk kepedulian Federal Oil mengingat masih banyak masyarakat yang terkendala dengan harga dan akses dalam mendapatkan masker. 

“Ini merupakan bentuk rasa kepedulian kami bagi para konsumen, dan pengguna motor dalam memberikan solusi aman dan nyaman saat berkendara, dan beraktivitas di luar rumah. Tentunya dengan tetap memperhatikan jarak aman, atau physical distancing dengan orang sekitarnya. Kami juga berharap melalui program ini dapat memberikan nilai-nilai positif bagi kami, guna dapat terus dekat dengan konsumen, dan pengguna motor di tanah air,” ucap Sri Adinegara selaku Federal Oil General Manager.  

Dalam proses distribusi masker, tim Federal Oil yang bertugas membagikan masker tetap menjaga jarak aman, dan tidak terpusat pada satu titik guna menghindari kerumunan, dengan berkeliling ke lokasi dimana umumnya terdapat para pengguna sepeda motor, seperti pangkalan ojek, stasiun kereta api, terminal bus, dan tempat lainnya. 

Wilayah pembagian masker juga cukup luas meliputi area yang memang merasakan dampak langsung dari penyebaran virus seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. 

Junaidi, salah satu driver ojek online di Semarang mengatakan “Program pembagian masker ini sangat bermanfaat, dan membantu kami dalam mendapatkan masker. Apalagi untuk profesi saya sebagai driver ojek online, dimana kami mau tak mau harus terus bekerja, dan tetap menjaga diri ditengah kondisi wabah seperti saat ini. Dari bantuan masker ini saya merasa aman, dan nyaman saat bekerja,” pungkasnya.