Minggu, April 5, 2026
Beranda blog Halaman 1489

Dampak Virus Corona, Jualan Mobil Setahun di Indonesia Diprediksi Hanya 600 ribu Unit

0

Imbas pandemi virus corona sangat mempengaruhi ekonomi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Terlebih hal ini juga sangat mempengaruhi sektor industri otomotif nasional. 

Gara-gara Covid-19, tak sedikit dari perusahaan otomotif menghentikan proses produksi sementara di Indonesia seperti halnya Honda, Suzuki dan Wuling.

Sementara Daihatsu sendiri saat ini memberlakukan sistem Work From Home dan hanya mempekerjakan 1 shift di bagian pabrik produksi, di mana jam operasional dibuat lebih cepat 1.5 jam yaitu sekitar jam 7.30-15.00 WIB.  

“Satu shift kurang dari delapan jam produksi, kita dropnya luar biasa banyak, biasanya sebulan 40.000-50.000’an unit, sekarang bisa bayangkan pasarnya Daihatsu turun 20 persen,” ungkap Amel saat sesi tanya jawab menggunakan aplikasi Zoom, Senin (6/4/2020).

Hal senada juga dilakukan pabrik Toyota. Menurut Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azzam. Menurut saat sebagai bentuk proteksi bagi karyawan dan pemangku kepentingan lainnya dari penyebaran infeksi Covid-19, TMMIN secara bertahap telah melakukan aktivitas-aktivitas sesuai dengan arahan pemerintah.

“Seperti kebijakan work from home, penyesuaian dan pengaturan shift produksi di pabrik-pabrik kami yang meminimalisasi operasional, penyediaan sarana transportasi, meningkatkan kesadartahuan karyawan tentang Covid-19 sehingga karyawan dapat menjadi agent of change di tempat kerja dan lingkungannya, dan sebagainya,” jelas Bob.

Sementara itu, Amel sendiri tak menampik, akibat Covid-19, pasar otomotif secara keseluruhan pada Maret 2020 mengalami penurunan hingga 22 persen, sedangkan Daihatsu turun 20 persen.

Namun begitu, kata Amel, saat ini pasar otomotif nasional belum mengalami penurunan drastis seperti halnya pasar otomotif Eropa yang merosot hingga 80 persen. 

“Di April pasar akan turun lebih dalam, karena banyak sekali faktornya, seperti samsat turun jadi nggak bisa registrasi untuk mendapatkan STNK. Di April lebih buruk dari Maret, bahkan Gaikindo sudah keluarkan data tahun ini jadi 600 ribu, pasar Januari-Desember turun lebih dari 40 persen,” tuturnya.

 

Bagi Daihatsu Indonesia Bikin Ventilator Bukan Perkara Sulit, Asalkan…

0

Alat bantu pernapasan seperti halnya ventilator saat ini sangat dibutuhkan khususnya bagi rumah sakit yang menangani pasien tertular Covid-19 yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah banyak.

Hal ini pula membuat pemerintah meminta kepada industri otomotif yang ada di Indonesia untuk membuat ventilator agar dapat segera didistribusikan ke rumah sakit rujukan penanganan virus corona.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menyatakan, bagi pabrik Daihatsu saat ini tidak sulit untuk membuatnya. 

“Yang sulit part-partnya. Jadi supplier kita tanya dulu, kan perlu tooling (menyesuaikan alat di pabrik), sesudah mereka siap kami dari APM (Agen Pemegang Merek) bisa assembling. Assembling sih nggak butuh waktu terlalu lama,” ungkap Amel saat sesi tanya jawab menggunakan aplikasi Zoom, Senin (6/4/2020).

Hanya saja, kata Amel, sampai saat ini Daihatsu masih mempelajari dan menunggu blueprint atau kerangka kerja terperinci seperti yang disampaikan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.

“Pada dasarnya kami perlu yang pak Nangoi (Ketua Umum Gaikindo) bilang, kalau sudah ada supplier yang produksi mobil bikin sesuai dengan gambar yang ada, nanti pabrik yang akan assembling, sampai saat ini kami masih mempelajarinya,” ucap Amel.

Selain masih dalam tahap study, kata Amel, saat ini pemerintah masih menunggu hasil karya dari anak bangsa lulusan perguruan tinggi nasional dalam mengembangkan ventilator.

“Kalau itu di approve, bisa aja diserahkan pada APM. Tapi sampai saat ini masih mencari desain mana yang sesuai dengan Indonesia,” tuturnya.

 

Pandemi Covid-19, Kemeperin Usul Berikan Stimulus Buat Industri Otomotif Dalam Negeri

0

Kementerian Perindustrian mengusulkan pemberian stimulus fiskal, non fiskal, dan moneter untuk pelaku industri otomotif di dalam negeri agar lebih bergairah menjalankan usahanya di tengah pandemi virus corona. 

Hal ini juga disampaikan langsung Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika. Menurut dia upaya ini dilakukan untuk menjaga kinerja industri otomotif agar senantiasa memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. 

“Walaupun ada pabrikan otomotif yang terganggu produksinya akibat Covid-19, kami memastikan ketersediaan produk dan suku cadang kendaraan bermotor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” ungkap Putu dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Kata Putu, pemberian stimulus fiskal berupa insentif atau relaksasi PPh Pasal 21, 22, 25 selama enam bulan, lalu insentif restitusi PPN dipercepat selama enam bulan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 23/2020, dan juga memberikan pengurangan bea masuk impor.

Putu juga menyampaikan, bahwasanya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang telah mengirim surat kepada kepada Menteri Keuangan mengenai usulan Pos Tarif terkait stimulus jilid II untuk pembebasan bea masuk impor dalam rangka penanganan dampak Covid-19.

“Stimulus non fiskal diberikan dalam skema penyederhanaan atau pengurangan lartas ekspor dan impor untuk bahan baku, percepatan proses ekspor-impor untuk reputable trader, serta penyederhanaan proses ekspor impor melalui NLE (National Logistic Ecosystem),” paparnya.

Sedangkan, terkait stimulus moneter, diberikan berdasarkan Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Relaksasi Program Jaminan pada BPJAMSOSTEK.

Putu juga menjelaskan, Kemenperin akan aktif melakukan koordinasi dengan industri otomotif untuk menjaring masukan sebagai dasar untuk stimulus lain yang dapat diberikan selanjutnya, sehingga dapat mengurangi beban industri otomotif ketika menghadapi masa pandemi Covid-19.

“Usulan Paket Stimulus Ekonomi untuk sektor industri termasuk industri otomotif telah masuk ke dalam paket stimulus tahap I dan tahap II, dan saat ini sedang dibahas kembali kemungkinan memberikan stimulus baru,” imbuhnya.

Terkait dengan stimulus tahap II, Menteri Perindustrian juga telah  mengusulkan pemberian pembebasan bea masuk impor terhadap industri otomotif. Berdasarkan surat Menperin ini, diusulkan 593 pos tarif untuk diberikan pembebasan impor yang terbagi dalam 27 Kelompok sektor.

Adapun untuk sektor industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, diusulkan sebanyak 45 Pos Tarif dengan prognosa impor April sampai dengan September 2020 sebesar US$ 632,17 ribu dan potential lost negara sebesar Rp 924 miliar.

Mobil Super Klasik Pontiac 1952 Dijual Hampir Setengah Miliar

0

Pasar otomotif nasional kini didominasi merek-merek mobil dari Jepang. Jika ada brand Eropa, Korea Selatan, China, India atau Amerika Serikat, tentunya jumlahnya sangat kecil.

Namun OLXer harus tau, di era sebelum mobil-mobil Jepang berjaya yang mulai masif pada tahun 70’an, ternyata mobil-mobil Amerika Serikat sudah terlebih dahulu menjamur di jalanan Indonesia. 

Nah, salah satu merek mobil Amerika Serikat yang dulu hadir di Nusantara yaitu Pontiac. Brand ini memang mudah saja masuk Indonesia, karena masih bagian dari keluarga General Motors, di mana GM sendiri sudah mendirikan pabrik produksinya di Tanjung Priok, Jakarta sebelum zaman penjajahan Jepang. 

Kenangan akan mobil Pontiac lawas sendiri faktanya masih dapat ditemukan di Indonesia. Bahkan kondisinya sangat ciamik sehingga jadi koleksi berharga bagi mereka pecinta mobil klasik. 

Nah, salah satu mobil Pontiac jadul ternyata ada lho di situs jual beli OLX.co.id. Mobil ini rupanya dilego sang pemilik dengan inisial Joko Catur Jatmiko.

Tidak disebutkan secara detail spesifikasi mobil tersebut. Akan tetapi mobil Pontiac lansiran 1952 ini merupakan versi Chieftain yang jarak tempuhnya kurang dari 120.000 km.

“Pontiac 1952 super antik betul-betul klasik tiada duanya (khusus kolektor) sangat antik mesin asli ada. Saat ini pakai mesin V6 matik, pajak hidup,” ungkap sang pemiliknya. 

Seperti diketahui, Pontiac Chieftain 1952 dibekali mesin bensin 4,4 liter, 6 silinder. Dengan mesin ini mereka mengklaim mobil tersebut mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 14,9 detik.

Mobil dengan transmisi automatic ini pada bagian interiornya sudah dibalut dengan jok bermaterial kulit. Adapun siapapun yang melihat wujudnya saat ini, kesan klasik dan ikonic akan sangat melekat. Soal harga, Joko rupanya menjual mobil koleksinya ini dengan banderol Rp 475 jutaan.

Nah, gimana OLXer, tertarik kah dengan mobil legendaris ini. Oia, Pontiac Chieftain model seperti ini juga sempat hadir di serial film ‘Gengsi Dong’ yang diperankan oleh tokoh utama, Warkop DKI atau Dono, Kasino, dan Indro.

Adapun dalam film tersebut menceritakan bahwa mobil ini milik Raden Mas Ngabei Slamet Condrowirawatikto Edi Pranoto Joyosentiko Mangundirjo Kusumo alias Slamet (Dono). Slamet yang merupakan anak orang kaya juragan tembakau merantau ke Jakarta untuk kuliah.

Namun, dirinya tak mau kalah dengan teman-teman kuliahnya yang banyak membawa mobil. Singkat cerita, keberadaan mobil ini membuat Dono jadi bulan-bulanan karena wujudnya dianggap teman-teman Dono mirip dengan wajahnya. 

Bagi OLXer yang ingin tahu soal Pontiac Chieftain 1952 ini bisa cek langsung di sini

 

Hei Warga Jakarta, Catat Aturan Pembatasan Jumlah Penumpang dan Jam Operasional Transportasi Umum

0

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerapkan kebijakan pembatasan jumlah penumpang dan jam operasional transportasi umum selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat (10/4/2020).

“Transportasi umum di Jakarta akan dibatasi jumlah penumpang per kendaraan umum. Dibatasi jam operasi menjadi jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Ini berlaku untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta,” ungkap Anies di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/4/2020) malam.

Pembatasan Kendaraan Umum di Jakarta

Anies juga menyatakan, bahwa semua kendaraan umum yang beroperasi kapasitas penumpangnya dikurangi 50 persen. Artinya, jika sebuah bus biasa diisi sebanyak 50 penumpang, maka akan hanya akan menjadi 25 penumpang.

Sementara itu, angkutan ojek online roda empat maupun taksi konvensional, tetap diperbolehkan membawa penumpang, namun jumlahnya dibatasi.

Pengecualian juga diperbolehkan untuk layanan antar barang (delivery). Hanya saja untuk layanan antar jemput penumpang ojek online roda dua, masih akan dikaji lebih lanjut.

“Ketika ini diberlakukan, maka ada batas jumlah orang yang naik di kendaraan itu (ojek online). Nanti diatur dalam peraturannya secara detail, tapi akan ada pembatasan jumlah penumpang per kendaraan. Kita tidak membatasi kegiatan logistik. Karena kita ingin agar masyarakat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi tetapi prinsip pembatasan nya kita ikuti,” ungkapnya.

Pembatasan Kendaraan Pribadi

Sebaliknya, kata Anies, untuk kendaraan pribadi tidak dilarang, hanya saja jumlah penumpangnya harus dibatasi agar tetap mengikuti anjuran physical distancing.

Tentu saja, kebijakan ini akan lebih ditaati jika terdapat sanksi. Karena itu, Anies menyebutkan, jika ada yang melanggar, sanksi tegas dapat langsung ditegakkan di lapangan.

Wajib Menggunakan Masker

Anies juga menyatakan, agar masyarakat yang terpaksa harus ke luar rumah surat dan menggunakan moda transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, dan LRT untuk menerapkan kewajiban penggunaan masker kepada seluruh penumpangnya, yang akan efektif mulai Minggu (12/4).

Sebaliknya, kata Anies, bagi penumpang yang tidak menggunakan masker, maka tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum tersebut.

Anies juga telah mengeluarkan Seruan Gubernur Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Untuk Mencegah Penularan Covid-19.

Dalam seruan tersebut, Anies mengimbau kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa kecuali.

Secara lebih spesifik penggunaan masker jenis kain dapat menjadi solusi alternatif masyarakat, sebab masker medis hanya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Berbagai upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran penularan kasus Covid-19 di Ibukota.

 

Cara Ampuh Hilangkan Bau Rokok di Dalam Mobil Cukup di Rumah Aja

0

Merokok membahayakan tubuh. Pasalnya, dalam sebatang rokok, berbagai zat yang terkandungan sangat berbahaya, mulai dari karbon monoksida, tar, gas oksidan, nikotin, dan lainnya.

Selain merusak tubuh, orang yang mengisap rokok dan asapnya mengepul keluar dari mulut juga sangat merugikan orang lain yang ada disekitar. Mereka yang tak merokok juga bisa kena imbasnya.

Belum sampai disitu, asap rokok yang dihirup di dalam mobil juga akan sangat merugikan si pemilik mobil itu sendiri. Pasalnya, bau asap rokok akan menempel di dinding kabin mobil. Alhasil, mereka yang tak merokok, akan merasakan kabin mobil pengap dan menyebabkan bau tak sedap.

Tak hanya itu, mobil yang kabinnya bau asap rokok, ternyata ketika hendak dijual, jarang orang mau membelinya. Sebab, selain bau, ada kandungan zat nikotin yang dapat menempel dan jika berlebihan akan merubah warna interior.

Namun begitu, OLXer yang kini sedang memanfaatkan moment di rumah aja agar terhindar dari penyebaran virus corona, bisa juga lho mengisi waktu luang mengurangi bau tak sedap karena asap rokok. Mau tahu bagaimana, berikut caranya:

1. Bersihkan semua kotoran yang ada di dalam kabin, termasuk puntung rokok atau abu rokok. Jika ingin membuang sampah, maka sediakan tempat sampah kecil di dalam mobil.

2. Untuk menghilangkan butiran kotoran yang sangat kecil menempel di karpet dan jok, bisa dilakukan dengan cara vacuum cleaner. Cara ini lebih ampuh dilakukan jika kotoran kering.

3. Jangan membersihkan menggunakan detergen karena berpotensi merusak. Sebaliknya, saat ini ada beberapa cairan pembersih khusus interior yang dijual di pasaran. Sedangkan cara membersihkannya cukup disemprot, kemudian digosok secara halus.

4. Gunakan lap microfiber atau kain bersih berbahan lembut di sekitar kabin yang sudah di semprot cairan tadi.

5. keringkan jeroan kabin dengan posisi kaca jendela dan pintu dibuka beberapa jam.

6. jangan lupa periksa saluran udara, setelah itu beri pengharum ruangan. Ada baiknya, pengharum berbahan alami, seperti bubuk kopi, vanilla, kayu manis, daun pandan atau sesuai selera Anda.

 

Lebih Lengkap, Berikut Daftar Leasing yang Memberikan Kelonggaran Pembayaran Kredit

0

Restrukturisasi atau keringanan pembayaran kredit bagi debitur dianggap jadi solusi tepat khususnya mereka yang terkena dampak virus corona.

Sejalan dengan yang diusulkan Presiden Joko Widodo terkait pemberian kelonggaran untuk debitur yang masih melakukan kredit di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan merinci lebih detail, perusahaan-perusahaan pembiayaan atau leasing, yang memberikan kebijakan Restrukturisasi.

Adapun masyarakat yang dapat mengajukan restrukturisasi atau keringan diberikan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta pekerja yang penghasilannya di dapat secara harian.

Sedangkan keringan yang diberikan dapat berupa penyesuaian pembayaran cicilan pokok atau bunga, perpanjangan waktu dan hal lain yang ditetapkan oleh bank atau perusahaan pembiayaan sesuai asesmen.

Namun perlu diketahui, masing-masing bank atau leasing berbeda-beda kebijakan yang diberikan.

Oleh karena itu, debitur dapat menghubungi terlebih dahulu masing-masing leasing melalui teknologi komunikasi, mulai dari email atau sambungan telepon.

Nah, berikut ini daftar lengkap leasing yang memberikan kebijakan restrukturisasi:

1. FIF Group

2. WOM Finance

3. Mandiri Tunas Finance

4. CSLU Finance

5. Bussan Auto Finance (BAF)

6. Astra Credit Companies (ACC)

7. Aditama Finance

8. AEON Credit Service Indonesia

9. Alif Syariah

10. ABC Finance

11. Armada Finance

12. BCA Finance

13. BCA Multifinance

14. Beta Inti Multifinance

15. BFI Finance

16. BRI Finance

17. Buana Finance

18. Bukopin Finance

19. Capella Multidana

20. CIMB Niaga Finance

21. Citifin Multifinance Syariah

22. Danasupra Erapacific Tbk

23. Hasjrat Multifinance

24. Indomobil Finance Indonesia

25. Indosurya  Inti Finance

26. Intan Baruprana Finance Tbk

27. ITC Auto Multi Fiance (IAMF)

28. Maybank Finance

29. Mandiri Utama Finance

30. Multindo Auto Finance

31. MNC Leasing

32. Rama Multi Finance

33. Pro Car International Finance

34. PT SGMW Multifinance Indonesia

35. Smart Finance

36. Amanah Finance

37. Andalan Finance

38. Asiatic Multi Finance

39. Buana Multidana

40. Cat Financial

41. Kredit Plus

42. PT IFS Capital Indonesia

43. Mega Finance

44. MNC Finance

45. Saison Modern Finance

46. Sinar Mas Multifinance

47. Suzuki Finance.

Syarat dan Tata Cara

Syarat Pengajuan restrukturisasi

Adapun syarat pengajuan restrukturisasi yang dapat dilakukan konsumen terkena dampak penyebaran virus corona, sebagai berikut.

a. Terkena dampak langsung Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp.10 Miliar

b. Pekerja sektor informal dan/atau pengusaha UMKM

c. Tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan virus corona

d. Pemegang unit kendaraan atau jaminan

e. Kriteria lain yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan.

Tata Cara Pengajuan Restrukturisasi

Adapun tata cara pengajuan restrukturisasi berlaku mulai  30 Maret 2020 dan dapat dilakukan dengan cara, sebagai berikut:

a. Pengajuan permohonan restrukturisasi (keringanan) dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang dapat di-download dari website resmi perusahaan pembiayaan;

b. pengembalian formulir dilakukan melalui email (tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan);

c. persetujuan permohonan restrukturisasi (keringanan) akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email.

 

 

Opel Blazer, SUV Gagah dan Garang di Era 90’an Harga Bekasnya Menggiurkan

0

Nama Opel Blazer sempat menjadi mobil impian di era 90’an. Mobil bergaya Sport Utility Vehicle (SUV) ini mencuri perhatian penggila otomotif lantaran memiliki desain yang gagah dan sangar. 

Diluncurkan pada tahun 1996 lalu, Opel Blazer memang merupakan mobil dengan lisensi dan merek asal Jerman, namun masih satu induk perusahaan dengan General Motors. 

Mobil ini juga ternyata dikembangkan oleh tiga merek mobil berbeda, yaitu Opel – Jerman untuk lisensi dan merek, lalu Chevrolet – Amerika Serikat yang mendesain dan manufaktur, serta Holden – Australia yang mengembangkan mesin 2.200cc MPFi, SOHC dan DOHC, serta mesin versi 4×4 4.3L V6 Vortec.

Nama Opel Blazer sendiri akhirnya berubah setelah enam tahun meluncur, yaitu menjadi Chevrolet Blazer. Usut punya usut, penggantian nama dari Opel menjadi Chevrolet ini ditengarai karena kekeliruan dalam strategi marketing GM.

Pasalnya, nama besar Opel sendiri kala itu sangat identik dengan sosok sedan kelas menengah, sedangkan Opel Blazer sendiri saat itu dibuat dengan mesin bertenaga besar atau lebih dikenal SUV.  Alhasil, prinsipal GM menyadari atas kekeliruan tersebut, sehingga pada tanggal 12 September 2002, GM kembali mengubah nama Opel Blazer menjadi Chevrolet Blazer.

Indonesia sendiri, Blazer hadir dengan tiga generasi, generasi pertama pada 1996 – 1998, generasi kedua 1999-2002, dan generasi terakhir 2002 hingga pensiun pada 2005.

Nah, OLXer yang ingin punya mobil Opel Blazer masih ada kok sampai saat ini. Tapi perlu dicatat, kondisinya kini berstatus mobil bekas. 

Di situs jual beli OLX.co.id, puluhan Opel Blazer faktanya sedang mencari pemilik baru. Perlu diketahui, Opel Blazer yang ditawarkan si penjual ini juga sangat beragam mulai dari Rp 25-80 jutaan. 

Lantas mengapa harganya berbeda-beda?

Seperti diketahui, untuk kondisi mobil bekas harga berbeda-beda memang sangat wajar, tergantung dari tahun pembuatan, seberapa rajin si pemilik merawatnya. Contohnya, Opel Blazer lansiran 1997 bisa saja lebih mahal dari tahun produksi 2000, hal ini karena si pemilik Opel Blazer tahun 1998 lebih rajin merawat dibandingkan si pemilik Opel Blazer buatan 2000.

Mau lebih lengkap mengetahui Opel Blazer berstatus bekas, lihat di sini

 

Akibat COVID-19, Penjualan Honda di Maret 2020 Turun 11 Persen

0

Produsen otomotif di Tanah Air sudah mulai khawatir dengan kondisi pasar domestik yang terdampak langsung pada kebijakan pembatasan aktivitas akibat penyebaran virus COVID-19.

Tak terkecuali Honda Indonesia yang baru saja mengumumkan penurunan jumlah penjualan di bulan Maret 2020 lalu. Di mana kita tau pada bulan tersebut merupakan awal-awal dianjurkannya kebijakan social distancing dan banyak perusahaan menerapkan aturan work from home.

Bulan Maret 2020 PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat angka penjualan sebesar 10.657 unit, turun 11 persen dibanding penjualan di Februari 2020.

Menanggapi pencapaian ini, Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM menjelaskan pentingnya bagi mereka untuk menjaga keseimbangan antara stok, pasokan dengan permintaan pasar.

“Kami akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai tanggal 13 April 2020. Cuma lini produksi yang berhenti beroperasi, sementara operasional lain di pabrik dan Head Office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini. Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang,” jelas Yusak.

Pabrik Honda yang ada di Karawang, Jawa Barat memiliki kapasitas produksi 200.000 unit per tahun. Penghentian produksi selama 14 hari menurut Yusak akan berdampak terhadap sekitar 7.000 unit mobil yang diproduksi untuk pasar domestik, namun untuk pemenuhan pasar ekspor tidak akan berpengaruh.  

Honda Brio Masih Jadi Penyumbang Penjualan Terbanyak Honda

Dari total penjualan bulan Maret 2020, Honda Brio disebut masih menjadi penyumbang penjualan terbanyak dengan angka 5.444 unit, disusul Honda HR-V dengan penjualan 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit dan Honda Jazz sebanyak 820 unit.

Berturut-turut angka penjualan Honda disumbangkan Mobilio dengan penjualan 745 unit, Honda BR-V sebanyak 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit. 

dari model lainnya, khususnya pada segmen model premium tetap menyumbang angka penjualan meski jumlahnya tidak terlalu besar. Diantaranya Honda Civic Sedan sebanyak 52 unit, disusul Honda Odyssey sebanyak 28 unit, Honda City sebanyak 22 unit, Honda Accord sebanyak 20 unit dan Honda Civic Type R sebanyak 2 unit. (Z)

Batal Meluncur di IIMS, Suzuki Ignis 2020 Tetap Hadir Lewat Platform Digital

0

Suzuki Indonesia bakal menghadirkan produk roda empat terbarunya di hari Kamis, 9 April 2020 mendatang. Produk tersebut meski belum dijelaskan secara detail, namun kemungkinan besarnya adalah Suzuki Ignis dengan ubahan yang minor.

Beberapa waktu lalu di wilayah Tambun, Bekasi, sosok Ignis terbaru tertangkap kamera tanpa selubung. Produk inilah yang diyakini bakal diluncurkan di hari Kamis nanti.

Info tersebut dibuka oleh Rudiansyah, General Manager Head of PR and Digital Strategic Planning Department Strategic Planning Department PT Suzuki Indomobil Sales PT Suzuki Indomobil Sales dalam percakapan santai dengan beberapa awak via Zoom, Senin (6/4/2020). 

“Jadi awalnya produk ini memang kita persiapkan meluncur di ajang IIMS 2020. Tapi kondisinya begini, terpaksa kita luncurkan secara digital. Kita tidak memaksakan diri, karena memang ini merupakan bagian dari strategi marketing kami. Meski IIMS-nya batal, kita beralih ke peluncuran yang memang lebih menantang,” ujar Rudi.

Namun ia enggan menyebut secara detail tentang produk baru yang akan meluncur tersebut. Rudi hanya menyebutnya sebagai Urban SUV.

“Ini adalah mobil SUV untuk kaum urban yang lebih mengarah ke selera lifestyle kaum muda. Silahkan dilihat saja nanti detailnya hari Kamis, 9 April 2020 pukul 15.00 WIB di channel youtube Suzuki Indonesia,” ajaknya.

Disebutkan oleh Rudy, meski hanya minor change, namun produk SUV terbaru Suzuki ini bakalan tampil lebih gagah dan youthfull.

Peluncuran Digital dengan Konsep Berbeda

Dari obrolan santai tersebut, diketahui Suzuki bakal melakukan peluncuran digital dengan konsep yang berbeda dengan launching virtual merek mobil yang sudah pernah sebelumnya.

“Kami memang bukan brand pertama yang melakukan launching digital, tapi kita akan jadi yang pertama dengan konten kreatif saat melakukan peluncuran digital ini. Jadi nanti saat hadir di channel youtube kami, teman-teman media dan netizen bisa langsung melempar pertanyaan, yang kemudian akan kita jawab beberapa jam setelah peluncuran selesai lewat saluran sosial media kami yang lain, yakni Instagram,” sambungnya.

 Disinggung terkait efektivitas peluncuran lewat platform digital, ia menjawab cukup diplomatis bahwa saat ini hal tersebut merupakan pilihan terbaik.

“Peluncuran seperti ini untuk saat sekarang adalah yang paling efektif. Selain karena memang produknya sendiri harus meluncur, sekaligus kita tetap mengikuti anjuran Pemerintah untuk melakukan social distancing,” pungkasnya. (Z)