Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 1572

Perumahan Citra Maja Raya Kebut Pembangunan Fasilitas, Bangun CGV dan Pusat Perbelanjaan Modern

0

Sejak dibangun tahun 2015 lalu, Citra Maja Raya terus memperlihatkan pembangunan dan perkembangan yang semakin pesat.

Kota Baru Terpadu seluas 2.600 Hektare (Ha) joint operation PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International tbk, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk di Maja, Lebak, Banten ini terus melengkapi diri dengan berbagai fasilitas-fasilitas pendukung skala kota yang baik, lengkap, dan modern.

Dalam perkembangannya, Citra Maja Raya telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sudah beroperasi, mulai dari klinik, convinience store, rumah makan, hingga shuttle bus yang melayani rute dalam kawasan Citra Maja Raya sampai Stasiun KA Maja.

Presiden Direktur PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata mengatakan Citra Maja Raya telah mengalami pertumbuhan pembangunan yang sangat signifikan. 

“Perkembangan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam membangun berbagai prasarana pendukungnya, seperti infrastruktur jalan Provinsi, pembangunan jalur rel ganda (double track), kereta rel listrik (KRL) commuter line, dan juga modernisasi stasiun KA Maja,” ungkapnya di acara ground breaking pembangunan bioskop CGV Indonesia di Citra Maja Raya, Lebak, Banten, Rabu (02/10/2019).

Dijelaskan olehnya dalam master plan Citra Maja Raya dirancang sesuai dengan semangat pemerintah dalam memprioritaskan penggunaan moda transportasi massal. 

“Ini bisa dilihat lewat penerapan konsep TOD (Transit Oriented Development) dalam pembangunan Citra Maja Raya yang berada hanya 500 m dari stasiun Maja,” lanjutnya.

Saat ini Citra Maja Raya juga tengah membangun dua fasilitas sekolah yaitu Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School, fasilitas sarana ibadah berupa Masjid Raya, dan fasilitas rekreasi keluarga Water World Citra Maja Raya wahana water park terbesar dan terlengkap di Maja, Lebak, Banten.

“Kami sudah memasarkan dan membangun lebih dari 16.000 unit rumah dan komersil, sudah selayaknya kami semakin melengkapi fasilitas-fasilitas yang telah ada. Kali ini kami melaksanakan ground breaking pembangunan Bioskop CGV Indonesia,” tambah Budiarsa.

Bahkan ke depannya, Kota Baru Citra Maja Raya juga akan segera dilengkapi dengan pusat belanja dan lifestyle, EcoPlaza Citra Maja Raya yang akan diisi oleh berbagai tenant besar. (Z)

Mobil Jimny Dapat Perhatian Khusus di Kontes Modifikasi Ini

0

Jakarta kebagian giliran menggelar tuan rumah penyelenggaraan BlackAuto Battle Warm Up 2019. Berbeda dari pelaksanaan event pemanasan sebelum-sebelumnya, khusus di Jakarta berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 28-29 September 2019 di Plaza Barat Senayan, Jakarta. 

Sebagai kota terbesar di Indonesia, Jakarta dianggap punya daya pikat tersendiri bagi para pecinta mobil modifikasi sekaligus jadi pusat trend setter serta kiblat kemajuan car tuning Tanah Air.

“Jakarta sangat potensial sebagai lokomotif industri car tuning terutama untuk modifikasi dan car audio. Sejumlah tim dan komunitas mobil dari berbagai genre banyak terdapat di kota ini,” ucap Boy Prabowo, perwakilan penyelenggara, Selasa (1/10/2019). 

Selain itu Jakarta juga terbukti mampu menelurkan karya dan prestasi nasional yang mampu memberi cita rasa berbeda pada dunia car tuning nasional dan berhasil mendukung serta merangsang pertumbuhan industri car tuning di wilayah sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Bandung. 

BlackAuto Battle Warm Up 2019 Jakarta menjadi kota ketiga setelah Malang dan Manado. Warning Up merupakan ajang pengantar atau seleksi sebelum menuju the real battle, yakni BlackAuto Battle.

Dua hari berlangsung dengan konsep yang berbeda. Hari pertama diisi peserta mobil Jip, SUV dan aliran Japan Domestic Market (JDM). Lalu, hari kedua diisi dengan mobil-mobil beraliran stance.

Andrie Beberes Garasi dari Jimny Daily menyatakan rasa salutnya atas konsep baru khusus untuk kendaraan jip di ajang ini. “Kita dari Jimmy Daily secara khusus mempersiapkan mobil untuk acara BAB Warm Up ini, khususnya di hari pertama. Konsepnya bagus dan baru,” ujar Andrie yang menyatakan, mengirimkan sekitar 14 mobil jip dari berbagai genre.

Seri Warming Up di Jakarta mengkonteskan kompetisi light modifikasi, car audio serta beberapa gimick yang berbeda dari kompetisi yang ada di Indonesia pada umumnya.

Pengkategorian, sistem pertandingan, penjurian, metode penilaian serta aturan lain sudah dirancang mengedepankan aspek fairness dan terukur. Apalagi juri yang dihadirkan berasal dari Asia Pacific Car Tuning dengan pengalaman yang mumpuni di berbagai kompetisi nasional dan internasional.

BlackAuto Battle Warm Up 2019 seri Jakarta juga dimeriahkan oleh sejumlah konten menarik seperti photoshot challenge dengan kategori kamera profesional dan smartphone, lalu ada RC (Remote Control) Adventure, dan turnamen PUBG Mobile. (Z)

Pemerintah Tegas Perangi Truk ODOL, Ini Aturan Jelasnya!

0

Tentu kita masih ingat tragedi maut di Tol Cipularang yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebuah mobil truk terbalik menutupi badan jalan dan menghalangi laju kendaraan lainnya akibat fungsi pengeremannya terganggu. 

Ironisnya, datang truk dengan kecepatan tinggi dari arah belakang yang bermaksud untuk memberikan pertolongan. 

Celakanya, karena truk tersebut juga mengalami hal yang sama, rem blong dan pada akhirnya menyeruduk belasan kendaraan yang berhenti tersebut.

Berlatar kejadian tersebut, Forum Wartawan Otomotif Indonesia atau FORWOT bekerjasama dengan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menggelar diskusi bertajuk “Road to Zero-ODOL Trucks on The Roads” yang berlangsung di kawasan Antasari, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Truk dengan muatan berlebih atau kita kenal dengan truk ODOL (over dimension dan overload) menjadi sorotan utama dalam diskusi ini sebagai penyebab maraknya kecelakaan di jalan raya selama ini.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak tinggal diam dan mengaku sudah melakukan berbagai tindakan pencegahan dan pengawasan lewat aturan hukum yang sudah ditetapkan. 

“Setiap tahun kerugian negara akibat truk ODOL ini mencapai 43 triliun rupiah. Ini harus kita sikapi dengan tindakan-tindakan tegas. Dan kita berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan ini hingga kelar pada 2021 nanti,” tegas Drs. Budi Setiyadi, SH, M.Si, Direktur Jenderal Perhubungan Darat di acara diskusi tersebut.

Disebutkan Budi Setiyadi pelaku ODOL tidak lagi sekadar ditindak dengan memberikan tilang. “Lebih dari itu, operator, diler dan produsen karoseri bisa kita tuntut hukum kurungan satu tahun atau denda Rp 24 juta,” tambah Budi.

Budi juga mengakui saat ini dirinya sedang mengusulkan untuk menambahkan atau meningkatkan hukuman kurungan dan denda bagi pelaku ODOL.

“Ini untuk menjawab kegamangan masyarakat yang beranggapan bahwa Pemerintah tidak serius menangani persoalan ini,” pungkasnya.

Aturan humum terkait pelanggaran over dimension and overload sudah sangat jelas dijabarkan dalam beberapa aturan perundang-undangan

1. Undang-undang 22 Tahun 2019, Pasal 277 

“Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000.00 (dua puluh empat juta rupiah). Pasal 138 ayat (3), angkutan umum dan atau barang hanya dilakukan dengan kendaraan bermotor umum.

2. Peraturan Pemerintah (PP) No.74 Tahun 2014

Muatan angkutan barang yang melebihi 5 persen atau lebih, pengemudi wajib menurunkan kelebihan muatan.

3. Perdirjen Hubdat SK. 736/AJ.108/DRJD/2017

Muatan angkutan barang yang melebihi 5 persen atau lebih akan ditilang dan dilarang meneruskan perjalanan, atau bisa meneruskan perjalanan setelah memindahkan kelebihan muatan.

4. Permenhub No. PM 134 Tahun 2015

Kelebihan muatan di atas 5-20 persen dikenakan sanksi tilang. Kelebihan muatan di atas 20 persen dikenakan sanksi tilang dan dilarang meneruskan perjalanan. (Z) 

Kembalikan Kepercayaan Masyarakat, Pemerintah Siap Bangun Jembatan Timbang Sistem Online

0

Jembatan timbang disebut saat ini masih identik dengan pungli alias pungutan liar. Pengawasan dan proses penimbangan kapasitas muat truk disebut masih lemah akibat ulah oknum yang masih bisa dibayar untuk meloloskan truk Over Dimension & Over Load atau truk ODOL tetap melanjutkan perjalanan.

Kondisi ini menjadi salah satu masalah serius yang harus segera dibenahi oleh Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Banyaknya pandangan negatif dari masyarakat tentang jembatan timbang membuat kami terus berupaya dalam mengubah paradigma tersebut,” ujar Drs. Budi Setiyadi, SH, M.Si, Direktur Jenderal Perhubungan Darat di acara Diskusi Pintar FORWOT Indonesia ‘Road To Zero ODOL-Trucks on The Road’ di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (03/10/2019).

Drs. Budi Setiyadi, SH, M.Si, Direktur Jenderal Perhubungan Darat di acara Diskusi Pintar Forwot Indonesia ‘Road To Zero ODOL-Trucks on The Road’ di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (03/10/2019) (Sumber: FORWOT)

“Ini kemudian memunculkan ide kami untuk membangun jembatan timbang sistem online,” sambungnya.

Harapannya, dengan adanya jembatan timbang sistem online sudah tidak akan ada lagi pengawas yang terlibat langsung dalam proses penimbangan. 

“Dengan begitu semua bisa berjalan secara transparan. Tidak ada lagi sentuhan langsung dari SDM. Yang tercatat membawa muatan lebih langsung dikenakan denda dan membayarnya melalui bank”.

Dengan terobosan seperti ini kita bisa hilangkan paradigma negatif soal maraknya pungli di jembatan timbang. Kepercayaan masyarakat tentunya berdampak pada lancarnya administrasi kendaraan komersial yang beroperasi sesuai standar keselamatan.

“Susahnya kalau kita ngomongin jembatan timbang saat ini, pasti langsung dibilang pungli. Padahal kita saat ini sangat tegas untuk mengubah paradigma manfaat jembatan timbang itu apa. Dengan jembatan timbang online, sudah tidak ada lagi pelanggar yang bayar langsung ke petugas. Mereka bisa bayar lewat EDC atau pun mencari bank atau ATM terdekat untuk melakukan pembayaran denda,” ujar Budi Setiyadi.

Menjadikan jalan raya bersih dari truk yang over dimensi dan berkapasitas muatan melebihi aturan yang ditetapkan memang sangat penting. 

Dari data operasional UPPKB per 30 Agustus 2019, disebutkan ada 1.246.515 unit kendaraan komersial yang melewati jembatan timbang. Dari jumlah tersebut sebanyak 503.866 unit atau seitar 40 persen dinyatakan melanggar, sementara 742.649 unit atau 60 persen dinyatakan lolos.

Jumlah ini tetap menjadi tugas berat bagi Pemerintah untuk menekannya hingga nol persen. 

“Setiap tahun kerugian negara akibat truk ODOL ini mencapai 43 triliun rupiah. Ini harus kita sikapi dengan tindakan-tindakan tegas. Dan kita berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan ini hingga kelar pada 2021 nanti,” pungkasnya.

Imbas dari banyaknya truk ODOL yang wara-wiri di jalanan mengakibatkan kerugian dalam banyak hal. Selain merusak jalan dan jembatan, truk yang melanggar juga berpotensi menyebabkan kecelakaan yang menelan korban jiwa dan merugikan negara dalam jumlah besar. (Z)

Rekor Baru, 150 Komunitas Kumpul di Pameran Modifikasi Indonesia

0

Gelaran pameran Indonesia Modification Expo (IMX) 2019 yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada akhir pekan lalu, 28-29 September 2019, menyisakan kisah menarik di luar kehadiran mobil-mobil yang dimodifikasi dalam berbagai konsep.

Ternyata pameran ini nggak cuma memberikan tontonan menarik seputaran dunia modifikasi mobil saja, tetapi menjadi ajang kumpul-kumpul para komunitas otomotif.

Malah Rekor Otomotif Indonesia atau ROI berhasil mencatat sebuah rekor baru, pameran otomotif dengan jumlah komunitas terbanyak yang hadir.

Dalam ajang IMX 2019, ROI berhasil mengumpulkan 150 komunitas untuk hadir dalam event yang digagas oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) tersebut. 

“Kami bangga, karena ajang ini mampu mengumpulkan banyak komunitas dan club otomotif untuk hadir dan memeriahkan pameran. Tentu tak lain, kami juga menantang komunitas yang tergabung dalam Indonesia Community Show Off (ICSO), salah satu payung club atau komunitas otomotif yang baru saja dideklarasikan di IMX 2019 untuk pecah rekor, menggantikan rekor FK3O tahun lalu,” ungkap Tomi Gunawan, Founder ROI, Kamis (3/10/2019).

“Dengan banggga ROI mempersembahkan penghargaan tertingginya kepada ICSO yang berhasil memecahkan rekor dengan kategori “Kenduri Komunitas Mobil Terbesar di Indonesia dengan 150 Komunitas”.

Sementara Gerry Immanuel, penggagas ICSO mengungkapkan perasaan gembiranya atas prestasi yang dicapai tahun ini lewat ajang IMX 2019.

“Ini menjadi kebanggan baru bagi kami, pasalnya, kami baru saja mendeklarasikan keberadaan ICSO saat IMX 2019, dan di saat yang bersamaan pula kami semakin memantapkan langkah dengan salah satu bekal berupa penghargaan dari ROI ini.”

ICSO dibentuk sebagai wadah atau tempat berkumpul dan bertemu seluruh komunitas mobil dari merek dan jenis apapun tanpa melihat latar belakang. Dan berkomitmen menjadi satu dengan prestasi di dunia otomotif dan juga modifikasi di Indonesia. 

“Kekuatan kolaborasi dari gabungan club dan komunitas otomotif ICSO membuat ROI kagum dan kami sangat berharap relasi dan kekompakan tersebut dapat membina persatuan dan kesatuan antar club atau komunitas otomotif yang ada di Indonesia,” pungkas Tomi. (Z)

Pasti Rugi Kalau Salah Tipe Busi

0

Setiap pengguna motor harus menyadari fungsi serta peran busi di motornya masing-masing. Karena salah satu bagian mesin inilah yang menentukan baik atau tidaknya kerja mesin pada sebuah kendaraan.

Busi adalah komponen penting pada siklus pembakaran mesin berbahan bakar bensin. Penggunaan tipe busi yang tidak tepat akan mengakibatkan penurunan kinerja mesin.

Harus diingat, busi ada berbagai macam merek, jenis dan tipe. Penggunaan busi yang sesuai dengan spesifikasi mesin motor sangatlah penting. 

Pada umumnya bentuk dari busi sekilas akan nampak sama. Tapi bila OLXer melihat dengan lebih jeli pasti akan tau perbedaannya.

Karena kalau salah dalam memilih tipe busi, bisa dipastikan OLXer bakal rugi! Loh, kok bisa rugi? 

Busi dengan lebar ulir yang serupa belum tentu memiliki fitur dan spesifikasi yang sama. Bila terlalu pendek risikonya akan terjadi penumpukan karbon. Sebaliknya, bila terlalu panjang bisa menyebabkan busi overheat dan terbentur piston. 

Kesalahan pasang kode atau tipe busi dapat mengakibatkan : 

Carbon fouling

Overheat

Piston mentok

Elektroda meleleh

ECU bermasalah

Knocking

Semua masalah di atas ujung-ujungnya akan menyebabkan motor kesayangan OLXer dalam waktu tertentu akan menyeret motor masuk bengkel. Urusannya pasti kalian harus merogoh kocek untuk membayar ongkos servis dengan cukup mahal.

Berikut daftar tipe busi yang cocok untuk dua merek motor, Honda dan Yamaha;

Tata Motors Mulai Jualan Mobil Listrik Awal Tahun Depan

0

Tidak lama setelah mengumumkan teknologi kendaraan listrik terbarunya, Tata Motors langsung mengungkap identitas Tata Nexon EV sebagai produk kendaraan elektrik pertamanya yang akan dijual tahun 2020 mendatang.

Dalam laporan auto.ndtv India diungkap bahwa mobil listrik pertama Tata Motors ini akan dibekali dengan powertrain Ziptron. 

Lithium-ion cells dari baterai Tata Nexon EV ini sanggup menjelajah sampai 300 km hanya dengan sekali melakukan pengisian daya.

Durability baterai juga diklaim tahan lama karena mendapatkan proses pendinginan dengan cairan serta dikemas dalam wadah IP67 padat. Cangkang luarnya memiliki kekuatan maksimal dalam melindungi komponen di dalamnya. 

“Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Nexon EV akan ready untuk konsumen di India pada quarter 4 (Jan-Mar) Fiskal Year 2019-2020. Didukung oleh cutting-edge Teknologi Ziptron, Nexon EV memberikan solusi dari hambatan permasalahan di segmen EV, serta memberikan kinerja on-road yang mendebarkan, dan sudah pasti ramah bagi lingkungan,” ujar Shailesh Chandra, Presiden Electric Mobility Business & Corporate Strategy Tata Motors, Jumat (4/10/2019). 

Dalam penjelasannya, Nexon EV mendapat kemampuan Battery Management System (BMS) dari powertrain Ziptron yang dirancang memperpanjang usia baterai hingga delapan tahun dengan kinerja yang konsisten. 

“Ini adalah motor AC magnet permanen dengan pengereman regeneratif yang mengisi baterai dalam perjalanan. Powertrain ini juga mendapatkan sirkuit pendingin khusus dalam upaya memberikan kinerja yang konsisten dalam kondisi cuaca panas,” lanjut Shailesh Chandra. 

Kisaran harga yang ditawarkan untuk Nexon EV ini antara 15 dan 17 lakh. (Z)

Isuzu Batalkan Claim Warranty Truk ODOL

0

Mengatasi permasalahan banyaknya truk dengan dimensi serta bobot angkut yang melebihi ketentuan berseliweran di jalan tentunya menjadi tugas bersama.

Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, taupun petugas Kepolisian dalam urusan regulasi serta pengawasan dan penindakan.

Regulasi sudah dibuat, pengawasan serta penindakan juga telah berjalan. Namun truk ODOL (over dimension and over load) tetap masih banyak berkeliaran dan berisiko mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Tentu masalah truk ODOL juga harus menjadi perhatian bagi para produsen mobil komersial serta perusahaan-perusahaan di industri karoseri.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai salah satu agen pemegang merek mobil komersial merek Isuzu, menyadari penuh tanggung jawabnya sebagai produsen truk berbagai jenis dan ukuran di Indonesia.

“Kami yakin bahwa untuk menciptakan ekosistem jalan raya yang baik, tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak, akan tetapi seluruh pihak dari hulu dan hilir harus bekerja sama. Dimulai dari produk, karoseri, surat-surat sampai dengan layanan purna jualnya. Seluruh produk komersial Isuzu dirancang dengan mempertimbangkan aturan pemerintah,” terang Ernando Demily selaku Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia di acara Diskusi Pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) dengan tema “Road to Zero ODOL-Trucks on The Roads yang berlangsung Kamis (3/10/2019).

Isuzu Indonesia terus berupaya maksimal dalam menciptakan ekosistem yang bebas dari ODOL dengan kebijakan-kebijakan yang nyata. 

Contoh paling kecil adalah dengan pemasangan stiker retletif cahaya pada program mudik 2019 bekerjasama dengan Kemenhub.

Merek mobil komersial asal Jepang ini juga selalu menjalankan Sertifikat Registrasi Uji Tipe atau SRUT untuk setiap kendaraan barunya. Bahkan Isuzu bersama Kemenhub turut mensosialisasikan program SRUT ini dengan memberikan sertifikasi pada 41 karoseri partner Isuzu demi memastikan karoseri yang dibuat sudah sesuai ketentuan yang diatur dalam SKRB (Surat Keterangan Rancang Bangun).

“Isuzu Indonesia tentunya menyambut dengan baik terkait peraturan ODOL, karena pada dasarnya produk kami sendiri memang dirancang sesuai dengan regulasi keamanan berkendara di Indonesia,” lanjut Ernando Demily.

Sementara dari sektor pengawasan dan penindakan truk ODOL, Isuzu Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yang cukup tegas, dengan menggugurkan warranty claim untuk setiap unit operasional yang menggunakan merek Isuzu.

“Teknologi mobil komersial Isuzu sudah memiliki sistem ECU pada mesin yang mampu memotret kondisi teknis kendaraan. Apabila ketahuan kendaraan rusak atau terlibat kecelakaan dan terbukti akibat ODOL, maka warranty claim tidak berlaku,” tegasnya.

Dengan makin ketatnya peraturan Pemerintah, serta tindakan tegas dari produsen, tentunya para pebisnis harus berpikir ulang jika harus memaksakan kendaraan operasionalnya dengan alasan meminimalisasi biaya operasional. 

“Banyak hal yang bisa dilakukan pengusaha untuk menekan biaya operasional. Apalagi Isuzu juga memberikan solusi dari sisi penghematan operasional, karena kita tahu biaya terbesar dari biaya operasionl adalah penggunaan bahan bakar, dan DNA dari Isuzu yang utama adalah mesin yang irit bahan bakar dan bandel,” pungkas Attias Asril selaku General Manager PT IAMI di tempat yang sama. (Z)

Ada Mitsubishi Galant VR-4 Dijual di OLX, Harga Mendekati Rp300 Juta

0

Mobil yang dijual di OLX ini adalah versi tertinggi dari Mitsubishi Galant generasi keenam dan populasinya di Indonesia terbilang cukup langka. Banderolnya pun sangat tinggi di listing iklannya untuk sedan lansiran tahun '90-an di angka Rp 275 juta. 

Di Indonesia, versi standar-nya lebih dikenal dengan nama Mitsubishi Eterna dengan banderol bisa 10 kali lipat lebih murah dari versi VR-4. Nama Mitsubishi Galant justru lebih dikenal di Tanah Air pada generasi lama dan barunya, bukan generasi keenam.

Galant VR-4 adalah mobil yang memiliki sejarah panjang, menjadi pionir hingga Mitsubishi merajai reli WRC dengan Lancer Evolution. Regulasi Group A WRC saat itu membutuhkan pabrikan setidaknya untuk memproduksi massal minimal 5.000 unit, dengan batasan mesin 2.000cc  turbo dan transmisi 4WD.

Regulasi ini disambut baik Mitsubishi karena mereka sudah siap dengan mesin yang sesuai regulasi dan deretan teknologi canggih untuk mobilnya.

Generasi pertama Mitsubishi Galant VR-4 (E39A) dijejali mesin 4G63T, mesin yang kemudian menjadi legendaris ketika Mitsubishi menjejali Lancer Evolution dengan mesin yang sama selama 13 tahun. Di Galant VR-4, mesin ini memuntahkan sekitar 237 HP. Ada juga versi 195 HP untuk sejumlah pasar.

Galant VR-4 memiliki kecepatan tertinggi hingga 210 km/jam dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam sekitar 7 detik. Terbilang kencang di zamannya meski akselerasinya bisa dibilang kurang. Ini karena bobot mobil yang lumayan berat dengan deretan teknologi canggih Mitsubishi di zaman itu.

galant vr-4
Tampak depan Galant VR-4, kinyis-kinyis kondisinya. Foto: Istimewa

Mitsubishi Galant VR-4 Sangat Canggih di Zamannya

Galant VR-4 banjir teknologi canggih. Paling gres saat itu adalah teknologi yang disebut 'Dynamic Four', berupa sistem full-time AWD, 4WS (4-Wheel Steering), suspensi independen di keempat roda dan four-wheel ABS.

Selain itu mobil juga mendapat teknologi 'Dynamic ECS'. Ini adalah sistem suspensi udara semi aktif yang dikontrol secara elektronik dan dapat mengontrol cengkeraman ban pada aspal dengan mengatur suspensi mobil, namun tetap menjaga kenyamanan pengemudian mobil.

Berkat deretan teknologi ini, Galant sempat mendapat penghargaan 'Japan Car of The Year 1987-1988'. Sisanya adalah sejarah. Galant VR-4 memang tidak dapat menorehkan tinta emas di ajang reli WRC dengan hanya memenangkan 3 seri selama 3 tahun partisipasinya.

Tapi karena kegagalan Galant VR-4 ini juga akhirnya Mitsubishi berpaling ke Lancer Evo yang kemudian menjadi salah satu legenda WRC.

Dijual di OLX dengan banderol Rp275 juta dan masih nego, kilometer mobil pun terbilang rendah di angka 60 ribuan. Kemudian penjualnya juga menawarkan fleksibilitas seperti tukar tambah dengan mobil lama hingga layanan towing sampai ke tempat tujuan.

Galant VR-4 yang dijual ini bertransmisi otomatis dan kondisinya masih sangat orisinal. Dokumennya pun juga diklaim komplit termasuk buku manual mobil. 

Jika OLXer tertarik langsung saja kunjungi iklannya di sini. Mobil ini bisa jadi investasi oke dengan harga yang bisa terus naik di kemudian hari. (dhan/Her)

galant vr-4
Emblem VR-4 di Buritan Mobil Membedakan Mana Galant Ratusan Juta dan Eterna Murah. Foto: Istimewa 

   

Slipstream di Jalanan, Sayang Bensin atau Serahkan Nyawa?

0

Ada sebuah istilah dalam dunia balap yang banyak dilakukan oleh pengemudi jalan raya yang tanpa mereka sadari sangat berbahaya kalau dilakukan.

Namanya slipstream, teknik memanfaatkan kendaraan di depan untuk menghalau angin sehingga kecepatan kendaraan jadi konstan. Itu kalau di dunia balap.

Nah, teknik ini juga akhirnya dibawa-bawa di jalan raya ataupun di jalan tol oleh pengendara yang mungkin tidak sadar akan bahaya yang mengintainya ketika melakukan teknik ini.

Konyolnya lagi, kendaraan yang dijadikan tameng atau penghalang angin ini biasanya mobil-mobil ukuran besar seperti truk ataupun bus.

Alasan orang melakukannya rata-rata adalah untuk menghemat bahan bakar karena laju mobil bisa lari kencang dengan lebih enteng tanpa harus melawan arus angin yang menerpa kaca depan mobil.

Alih-alih irit bahan bakar, pada kenyataannya justru lebih banyak menimbulkan celaka yang ujung-ujungnya merenggut jiwa pelakunya.

Slipstream di jalan tol berisiko menimbulkan kecelakaan karena pada dasarnya jarak aman tidak terjaga. Itu adalah tindakan paling bodoh yang dilakukan di jalan tol,” ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) saat menjadi salah satu narasumber di acara Diskusi Pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) dengan tema Road to Zero-ODOL Trucks on The Roads yang berlangsung di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Bisa dibayangkan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba truk atau bus yang diikuti melakukan pengereman mendadak, sudah pasti tabrakan beruntun tidak akan bisa dihindari. 

“Kalau tujuannya sekadar menghemat konsumsi bahan bakar, mending pakai teknik eco-driving atau perhatikan batas kecepatan minimum dan maksimum,” imbuh Jusri yang juga seorang pemerhati keselamatan berkendara di Indonesia. 

Lebih jauh Jusri juga menghimbau kepada masyarakat untuk berkendara menggunakan logika dan jangan menuruti emosi. 

Bila dalam berkendara terpaksa berbarengan dengan mobil truk, hal yang paling bijak dilakukan adalah berusaha untuk menghindarinya. Bisa dengan mencari celah untuk mendahului, atau sebaliknya, menahan laju kendaraan agar jarak dengan truk maupun bus tersebut menjadi jauh.

“Itulah inti dari teknik defensive dalam berkendara di jalan. Bukan soal skill berkendaranya, tetapi kemampuan dalam menghitung potensi risiko terjadinya kecelakaan,” pungkasnya. (Z)