Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda blog Halaman 1583

Sigra Masih Kuasai Penjualan Total Daihatsu Meski Facelift-nya Belum Meluncur

0

Makassar – Meski baru berencana meluncurkan model baru Sigra pada awal pekan mendatang, namun PT Astra Daihatsu Motor (ADM) lebih dulu mengumumkan hasil penjualann model LCGC 7-seater sepanjang Agustus 2019 yang berhasil memberikan kontribusi terbesar penjualan total Daihatsu di Indonesia.

Sigra menguasai hingga 28 persen total penjualan Daihatsu di bulan Agustus dengan angka penjualan mencapai 3.795 unit.

Disusul GranMax (PU) yang terjual 2.989 unit dengan kontribusi penjualan Daihatsu 22 persen, serta GranMax (MB) dan Ayla berada di angka 1.700-an unit (12-13 persen).

Namun yang mengejutkan adalah Terios yang mengalami pertumbuhan paling signifikan. Dibanding bulan Juli 2019, pada Agustus lalu angka pengirimannya naik drastis.

Jika di Juli 2019 catatan whole sales Daihatsu Terios cuma tercatat 1.080 unit, maka di bulan Agustus 2019 naik menjadi 3.335 unit, naik 208 persen.

Sementara untuk penjualan retailnya, Juli 2019 tercatat 923 unit, naik menjadi 1.643 unit di Agustus 2019, atau meningkat 78 persen.

“Kami bersyukur, saat ini suplai Terios sudah meningkat ke level sekitar 3.300-an unit. Kami berharap ke depannya, pencapaian angka retail sales dapat segera mengikuti angka yang telah kami suplai pada bulan berikutnya”, ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi OLX Indonesia, Jumat (13/9/2019).

Secara keseluruhan di Agustus 2019, total angka retail sales Daihatsu mencapai 13.696 unit, dan whole sales sebesar 15.415 unit. 

Angka ini bila di komparasi dengan hasil pada bulan Juli 2019 naik 7 persen untuk retail sales, dan 18,5 persen di angka whole sales. 

Angka ini tentunya bisa lebih besar lagi di bulan September mengingat pada hari Senin, 16 September 2019 mendatang, ADM bermaksud memperkenalkan Daihatsu Sigra facelift. (Z)

Toyota Kembali Cetak Tenaga Kerja Unggul di Industri Otomotif

0

Jakarta – Toyota Indonesia melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di tahun 2015 lalu sudah mendirikan Toyota Indonesia Academy (TIA) sebagai sekolah yang membangun Sumber Daya Manusia (SDM) manufaktur industri berketerampilan tinggi dan unggul di bidangnya.

Melalui TIA, para pelajar yang bernaung di bawahnya digojlok untuk bisa menguasai teknologi yang menjadi nilai inti dalam meningkatkan daya saing industri otomotif.

Mereka digembleng untuk diarahkan berperan dalam meningkatkan efisiensi industri melalui pembelajaran di bidang logistik, pemeliharaan, dan kontrol kualitas.

Wisudawan TIA angkatan ke-4 melakulan selebrasi kelulusan (Sumber: TMMIN)

Dan tepat pada hari Kamis, 12 September 2019, akademi khusus ini kembali mencetak tenaga siap pakai yang dinyatakan lulus. Tercatat 63 orang lulusan TIA di wisuda disaksikan Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi LL DIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) IV Jawa Barat dan Banten Suroso S.H., M.M, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi Bonardo Aldo Tobing, Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono, dan jajaran Direksi TMMIN lainnya.   

“TIA merupakan salah satu upaya kami dalam mempersiapkan sumber daya manusia industri yang mampu bersaing terutama dalam menghadapi perubahan termasuk revolusi industri 4.0. Lulusan TIA diharapkan mampu menjembatani teori dengan praktik kerja nyata sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” ujar Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN dalam siaran pers, Jumat (13/9/2019).

Total sampai dengan angkatan keempat, sebanyak 159 siswa lulusan TIA sudah terserap dengan baik di industri otomotif Indonesia. Selain menjadi bagian dari TMMIN, mereka juga tersebar ke perusahaan-perusahaan yang merupakan bagian dari rantai suplai otomotif.

Berprestasi di Kancah Internasional

Presiden Direktur TMMIN sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Toyota Indonesia, Warih Andang Tjahjono memberikan selamat kepada salah seorang wisudawan (Sumber: TMMIN)

Bersamaan dengan wisuda angkatan ke-4 TIA tersebut, TMMIN juga mengumumkan keberhasilan salah satu alumni TIA yang berhasil mencetak prestasi membanggakan di kancah internasional.

Acep Saefudin, berhasil meraih Medali Emas kategori Machining Shop di ajang Toyota Asia Pacific Skill Contest (APSC), kompetisi keahlian antar karyawan Toyota se-Asia Pasifik. 

Satu lagi alumni TIA, Ahmad Tohani, sukses menggondol Medali Perak APSC 2019 di kategori Maintenance Shop.

Sementara itu di tingkat nasional, 4 siswa TIA yang terbagi dalam 2 grup, Akhmad Satria Daris Jaya dan Rafli Kurnia Nugroho serta Muhamad Agam Gustiar dan Eka Saepudin, berhasil menyabet peringkat 1 dan 2 dalam seleksi nasional (seleknas) calon kompetitor ASEAN Skill Competition (ASC) XIII di bidang Internet of Things (IoT) yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja pada bulan Agustus lalu. 

Keempatnya akan menjadi bagian kontingen Indonesia pada ajang ASC XIII yang akan diselenggarakan pada bulan Juli 2020 di Singapura. Sebanyak 2 pengajar TIA juga diundang oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk menjadi tenaga ahli kejuruan tersebut.

“TIA harus terus konsisten untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi dalam rangka eskalasi kemampuan SDM dalam kreativitas, inovasi, serta daya tanggap sehingga SDM TIA dapat bersaing dengan SDM global,” tutup Bob Azam Direktur Administrasi, Corporate & External Affairs TMMIN. (Z)

Agnes Lali Milla, Pahlawan Masa Kini Asal Sumba, NTT

0

Jakarta – Sebuah kisah yang sangat menginspiratif dan bisa menjadi tauladan bagi kita semua terjadi di Desa Watu Kawula, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kisah tersebut ditorehkan oleh seorang wanita berusia 54 tahun bernama Agnes Lali Milla. Meski sudah merantau jauh, tak membuatnya lupa akan kampung halaman yang dicintainya. 

Kondisi sosial pendidikan yang sangat memprihatinkan terjadi di Desa Watu Kawula membuatnya terpanggil untuk kembali. 

Agnes akhirnya mendirikan Yayasan Hati Nurani dengan harapan mampu memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak di wilayah desanya. 

Lima tahun berjalan, Yayasan Hati Nurani kini menampung anak yatim piatu dalam wadah panti asuhan dan mendidik anak-anak usia dini dalam wadah PAUD, tanpa pilih kasih, semua anak dengan berbagai kondisi fisik, mental, dan berbagai latar belakang diterima dan dididik dengan baik.

Tekad dan ketulusan hatinya serta kondisi ekonomi di lingkungan sekitar membuat Agnes menggratiskan sekolahnya kepada anak-anak yang tidak mampu. 

Setiap harinya Agnes dan segenap anggota keluarganya bahu membahu, berusaha agar anak-anak panti tetap bisa makan cukup tiap hari dan anak-anak PAUD bisa belajar dengan nyaman. Mulai dari berkebun, berternak, hingga membuat kerajinan tangan, tak ada yang tak dilakoni.

Sebelum pagi hari menyapa, wanita ini sudah menyalakan kendaraan pikap tuanya untuk mengantar panti ke sekolah dan menjemput anak-anak Desa Watu Kawula untuk belajar di PAUD. 

Namun Agnes tetaplah wanita biasa yang tidak pernah bisa menantang keadaan. Muridnya semakin banyak, sekolah sederhana miliknya tak lagi bisa menampung. 

Namun semangatnya untuk tetap melayani dan memajukan anak-anak Desa Watu Kawula tetap berkobar. Apalagi diantara sekian siswa yang diasuhnya ada anak berkebutuhan khusus. Agnes Lali Milla adalah pahlawan masa kini yang kisahnya tak banyak orang yang tahu.

Hingga akhirnya Asuransi Astra datang di tahun ini. Lewat program #PijarIlmu, kisah tauladan tersebut terdengar oleh Asuransi Astra. 

Sentuhan kasih dari kepedulian perusahaan ini akhirnya mampu membangun kembali Yayasan Hati Nurani menjadi tempat pendidikan yang layak bagi anak-anak Desa Watu Kawula.

Dua ruang sekolah disiapkan lengkap dengan toilet baru yang seluruhnya disesuaikan agar dapat diakses anak berkebutuhan khusus dengan nyaman. 

Selain itu, Asuransi Astra juga memberikan seragam dan sepatu baru untuk seluruh murid PAUD, serta kursi roda bagi murid dengan kebutuhan khusus. 

“Mengembalikan harapan dan membantu mewujudkan mimpi adalah kunci pelaksanaan tanggung jawab sosial apabila perusahaan ingin kegiatannya benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Melalui kampanye sosial #PijarIlmu tahun ini, kami semakin menyadari bahwa ada banyak sekali niat tulus masyarakat untuk memajukan pendidikan di Indonesia ini,” ujar Rudy Chen, CEO Asuransi Astra dalam siaran pers beberapa waktu lalu.

Tak berhenti disitu saja, satu unit kendaraan operasional baru pun diberikan untuk Yayasan Hati Nurani, agar mimpi-mimpi untuk memberikan pelayanan yang lebih luas dapat diwujudkan.  

Kisah inspiratif dari Sumba, NTT ini menjadi persembahan Asuransi Astra pada dunia pendidikan Indonesia sekaligus penanda syukur usia 63 tahun perusahaan melayani Indonesia.

“Semangat berbagi itu menular dalam diri kami dan menjadi motivasi bagi kami untuk bisa memberi lebih banyak lagi. Terima kasih kami ucapkan untuk segenap masyarakat, rekan-rekan media, dan warganet yang telah mendukung pelaksanaan kampanye sosial ini. Kami percaya, setiap kebaikan yang ditabur akan berbuah kebaikan yang dapat dituai kelak di kemudian hari,” pungkasnya. (Z)

Perluas Layanan, Mitsubishi Resmikan Diler ke-143

0

Jakarta – Mitsubihi Motors sukses memperkenalkan tiga produk terbarunya di market daerah Sulawesi Selatan dengan menjadi peserta pameran GIIAS Makassar 2019 yang dimulai 11 – 15 September 2019 lalu.

Di saat yang bersamaan, tepatnya pada Kamis, 12 September 2019, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) juga melakukan ekspansi di wilayah Kalimantan dengan membuka outlet di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Ini merupakan diler pertama Mitsubishi Motors di wilayah Banjarbaru sekaligus yang ke-143 secara nasional. 

“Sejalan dengan hadirnya model baru dalam jajaran produk kami di Indonesia, tentunya harus didukung juga dengan layanan diler yang dapat memfasilitasi segala kebutuhan konsumen,” ungkap Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/9/2019).

Mengusung nama Mitsubishi Barito Berlian Motor, diler ini merupakan kerjasama dengan PT Barito Berlian Motor – Banjarbaru, yang berdiri di bidang tanah seluas 13.565 m2 dengan total luas bangunan 4.703 m2. 

Lokasinya berada persis di Jl Ahmad Yani KM 22 Landasan Ulin Utara, Banjarbaru dan hadir dengan layanan 3S (sales, service, spare parts) khusus kendaraan penumpang dan niaga ringan.

Diler baru Mitsubishi ini juga memiliki kapasitas perbaikan kendaraan hingga 40 kendaraan per hari. Ditunjang 10 stall untuk fasilitas servis umum, 1 stall inspection line dan 2 stall Mitsubishi Quick Pit (MQP).

“Dengan pembukaan diler baru ini, kami berharap konsumen mendapatkan pengalaman terbaik mereka dalam menggunakan produk Mitsubishi, bukan hanya pada performa produk kami, tetapi juga proses kepemilikan secara keseluruhan,” lanjut Irwan Kuncoro.

Diler ini juga tersedia layanan service booking dan HSK (Home Service Kit) untuk melayani konsumen yang sedang dalam kondisi mendesak dan membutuhkan servis di lokasi tertentu.

Dengan waktu operasional Senin hingga Jumat, mulai pukul 08:30 – 16:30 WITA. Sedangkan Sabtu dan Minggu, buka mulai pukul 08:30 – 15:00 WITA.

Optimis dengan Penguasaan Market Share di Kalimantan Selatan

PT Barito Berlian Motor – Banjarbaru hadir dilengkapi dengan line up kendaraan penumpang Mitsubishi Motors yang terdiri dari Xpander, Pajero Sport, New Triton dan L300. 

Model Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) Xpander cukup diterima di wilayah ini dan bersaing ketat dengan Avanza. Rivalitas kedua merek ini juga berlangsung di model lainnya. 

“Kalau secara brand, kami peringkat kedua setelah Toyota. Selisihnya cukup lumayan. Toyota 2.100-an unit dan kami 1.800-an unit untuk periode Januari hingga Juli 2019,” ungkap Rudy Lim, Business Manager PT Barito Berlian Motor.

Dijelaskan Rudy, pada semester pertama tahun ini total market otomotif di Kalimantan Selatan kurang lebih mencapai 8.000-an unit.

“Banjarmasin jadi kota dengan penyumbang penjualan terbesar, disusul wilayah lainnya seperti Banjarbaru, Batu Licin dan Tanah Bambu,” jelasnya.

Namun persaingan ini tetap membuat pihaknya merasa positif. Hal ini didasari hadirnya diler Mitsubishi terbesar, termewah dan terlengkap di Tanah Bambu dan Banjarbaru.

Bahkan Rudy mengakui kalau keempat jagoan dari Mitsubishi Motors berhasil menjadi market leader di sana.

“Jadi memang di kawasan Kalsel kami sangat optimis sekali baik Xpander, Triton, Pajero Sport dan L300 kami cukup unggul. Dari segi market share kami, semua rata-rata market leader di kelasnya,” pungkas Rudy. (Z)

Toyota Calya Bersolek, Siap Memikat Pecinta LCGC

0

Jakarta – Hadir pertama kali di 2016, Toyota Calya sukses menjadi sebuah kendaraan yang diminati para pembeli mobil pertama khususnya di segmen entry MPV. 

Model ini menjadi pemicu pertumbuhan pasar model entry MPV sejak hadirnya. Seperti yang kita ketahui, pasar entry MPV 2015 kurang lebih hanya berkisar di angka 20 ribu unit. Saat Toyota Calya hadir, langsung melonjak tajam, bertumbuh hingga 4 kali dari angka di tahun 2015.

“Model ini juga meningkatkan market MPV secara total menjadi 449.190 unit naik 11 persen berkat hadirnya Toyota Calya,” beber Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) di acara press conference launching New Calya, di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Sekarang New Calya meluncur dengan berbagai ubahan yang menjadikan kelasnya naik satu tingkat.  

“Toyota New Calya kini hadir dengan desain yang lebih agresif, fitur bertambah dan lebih convinience,” jelas Anton.

Sektor eksteriornya, New Calya kini menggunakan LED headlamp sama dengan yang diaplikasikan di Avanza terbaru. Sementara pada bagian kaca spion dibuat bisa dilipat secara otomatis juga desain grill yang lebih segar.

Di sektor interior head lamp sudah meninggalkan head unit jadul diganti yang sistem touchscree dilengkapi audio steering switch serta under seat compartment tray.

Detail Perubahan New Calya :

Eksterior tampil lebih agresif dan elegan

  • New LED Headlamp
  • New Retractable Outer Mirror (Tipe G)
  • New Front Grille Design with Dark Chrome Element (Tipe G)
  • New Dark Chrome Element (Tipe G)
  • New Alloy Wheel Design

Interior tampil lebih nyaman, elegan, hangat, dan lega

  • New Touchscreen Head Unit (Tipe G)
  • New Audio Steering Switch (Tipe G)
  • New Under Seat Compartment Tray (Tipe G A/T)
  • Illumination on A/T Indicator (Tipe G)
  • Front Console Box (Tipe G)
  • Dark Brown Dashboard and Seat Color 

Namun dari sisi fitur keselamatan tidak ada improvement apapun. “Kelebihan Calya sejak awal kami hadirkan adalah di DNA keselamatannya. Jadi rasanya fitur keselamatan masih cukup sampai saat ini,” tambahnya.

Sekarang penjualan Calya sudah mencapai sekitar 215 ribu unit sejak hadir pertama kali sekira tiga tahun lalu. Dengan hadirnya beberapa perubahan di entry MPV ini, diharapkan penjualannya bisa semakin melambung.

Apalagi dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, tentunya bakal semakin menarik minat konsumen pecinta LCGC.

“Konsumen yang baru pertama kali beli mobil adalah target pasar kami untuk menawarkan Calya. Model ini nyaman, style, function minded, irit BBM, serta harganya juga terjangkau. Ini lengkap yang dibutuhkan konsumen pembeli mobil pertama,” tutup Anton Jimmi. (Z).

Punya Fitur Setara Avanza, Harga New Calya Cuma Naik Rp 2 Juta

0

Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) baru saja meluncurkan LCGC 7-seater, New Calya pada hari ini, Senin (16/9/2019). 

Berbagai ubahan hadir di entry MPV ini yang membuatnya tampil dinamis dan semakin memanjakan pemiliknya. Bahkan diklaim oleh TAM, New Calya kini punya fitur mirip-mirip Toyota Avanza.

New Calya kini sudah menggunakan LED headlamp sama dengan yang diaplikasikan di Avanza terbaru, juga sudah Retractable Outer Mirror dan di bagian depan pakai Front Grille Design with Dark Chrome Element.

Di sektor interior head unit sudah meninggalkan model jadul diganti yang sistem touchscreen yang dilengkapi audio steering switch.

Yang menarik, meski sudah banyak mengalami perubahan, namun harga tidak naik secara signifikan. 

“Kenaikan harga di Calya terbaru tidak banyak, rata-rata mulai dari 1,4 juta rupiah sampai paling tinggi di tipe G mengalami kenaikan sekitar 2 juta rupiah,” beber Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) di acara press conference launching New Calya, di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Berikut daftar harga dan tipe New Calya

Calya dan Avanza Tidak Akan Berebut Pasar

Hadirnya New Calya dengan fitur yang sekarang mirip-mirip Avanza tidak lantas membuat Toyota Indonesia menjadi khawatir bakal memengaruhi segmen pasar keduanya.

“Persaingan di MPV sangat luar biasa, rasanya kita perlu menyegarkan seluruh lini produk yang kami punya, termasuk Calya. Kita akan memenuhi kebutuhan konsumen di segmen masing-masing, termasuk Calya maupun Avanza,” ucap Kazunori Minamide, .

Lebih jauh Minamide menjelaskan di sektor MPV Toyota punya tiga model andalan, Avanza, Calya, dan Veloz. Ketiganya punya ciri khas dan harga berbeda-beda, sehingga tidak perlu khawatir terjadi proses saling memakan pasar.

“Saya punya pandangan positif dengan hadirnya Calya. Malah saya sangat positif dengan line up selengkap ini mampu memenuhi kebutuhan konsumen kami,” tutup Minamide. (Z)

Ogah Pasang AC Double Blower di Calya, Toyota : Biar Tetap Irit

0

Jakarta – Toyota New Calya meluncur dengan berbagai ubahan. Bahkan diklaim sekarang Calya punya fitur yang hampir setara dengan Avanza.

Salah satunya adalah karena desain wajah yang terlihat makin elegan, dengan perpaduan LED headlamp yang membuat kesan mobil LCGC 7-seater ini tak lagi murah.

Secara keseluruhan pandangan tersebut memang bisa dibenarkan. New Calya berbenah, mobil LCGC Toyota ini bersolek. Head unit sudah pakai layar sentuh, kaca spion bisa dilipat otomatis dan pakai desain velg terbaru yang bikin kelihatan mewah.

Toyota New Calya sekarang dilengkapi Retractable Outer Mirror  (Sumber: Zie)

Tapi seluruh ubahan itu tidak menyentuh bagian yang cukup krusial dalam menjaga kenyamanan di dalam kabin dengan mengganti air cilculator dengan sistem AC double blower.

Padahal mungkin banyak suara konsumen yang menginginkan adanya double blower yang bisa menjadikan kabin New Calya menjadi lebih sejuk, dibanding penggunaan air cilculator.

Lalu apa tanggapan PT Toyota Astra Motor (TAM) terkait hal ini?

Menurut Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) ini merupakan sebuah kesengajaan yang memiliki alasan cukup kuat.

“Salah satu karakter yang menjadi DNA Toyota Calya adalah efisiensi bahan bakar. Mobil ini dikenal orang sebagai mobil yang irit,” beber Anton Jimmi di acara peluncuran Toyota New Calya, Senin (16/9/2019).

Demi mempertahankan karakter tersebutlah menjadi pertimbangan tidak menyematkan sistem double blower di produk baru ini.

“Kalau kita sematkan double blower sebenarnya ada hal lain yang harus dikorbankan, contoh adalah konsumsi bahan bakar. Sementara dari hasil tes yang kita lakukan sendiri memang penurunan suhu di dalam kabin masih dalam level yang acceptable menggunakan air circulator” tambahnya. 

Memang berbeda dengan sistem AC double blower yang bisa dengan cepat membuat kabin udara menjadi dingin. Di sistem air circulator sifatnya hanya sebatas menyalurkan suhu udara dingin dari panel AC depan kemudian disemprotkan kembali oleh kipas yang posisinya persis berada di plafond mobil bagian tengah agar bisa sampai ke baris ketiga. 

Memang kurang maksimal dalam menurunkan suhu udara, tapi dianggap Toyota masih bisa diterima.

Apalagi dengan kenaikan harga hanya berkisar 1,4 juta hingga 2 juta rupiah saja, tentu Toyota akan berpikir bila harus memasangkan sistem double blower di New Calya. Bisa jadi harganya tak lagi murah dan kelasnya bukan lagi sebagai mobil LCGC. Bukan begitu? (Z) 

Mobil Suzuki Buatan Indonesia Makin Dalam Serap Pasar Kendaraan Nasional

0

Jakarta – Target untuk menguasai 11 persen total penjualan kendaraan roda empat di Indonesia yang dicanangkan Suzuki hingga akhir 2019 nanti, berjalan cukup mulus.

Di awal semester 2019 ini, PT Suzuki Indomobil Sales 9SIS) berhasil mencetak tren penjualan yang cukup positif.

Di Agustus 2019, catatan penjualan ritel PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencapai 9.114 unit. Dimana produk lokal seperti Carry, All New Ertiga, Karimun Wagon R dan APV sukses memberi kontribusi sebesar 87 persen dari total jualan Suzuki.

New Carry masih jadi backbone SIS dengan kontribusi 54 persen dengan angka penjualan 4.931 unit. Dimana penjualan ritelnya naik 6,8 persen dibanding penjualan bulan sebelumnya. 

New Carry jadi Rajanya Pick Up di Indonesia dengan menguasai 59,6 persen pasar kendaraan niaga ringan nasional.

Sementara mobil andalan keluarga Indonesia, All New Ertiga menyumbang angka penjualan terbesar kedua untuk total penjualan Suzuki di Agustus 2019. Kontribusinya mencapai 23,4 persen dengan angka ritel 2.134 unit. 

Untuk penguasaan nasional, All New Ertiga memiliki market share sebesar 11,3 persen di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV). 

“Kami sangat senang karena sejak awal semester kedua tahun ini penjualan kami terus menunjukkan tren positif. Terima kasih kepada seluruh konsumen setia Suzuki atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kualitas mobil-mobil Suzuki, khususnya yang diproduksi di Indonesia. Tentu ini menjadi motivasi untuk selalu menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan, serta terus berkontribusi terhadap industri otomotif Indonesia melalui produk lokal,” ujar Makmur, 4W Sales Director PT SIS dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2019).

Keberhasilan ini tak lepas dari berbagai strategi marketing lewat program penjualan dengan tawaran keuntungan lebih besar kepada calon pembeli.

Bulan September 2019 ini, Suzuki menghadirkan program Midyear Festival Semarak September Ceria yang memberikan berbagai penawaran menarik untuk pelanggan. 

Salah satu program utamanya yakni beli All New Ertiga tipe GL atau GX selama September 2019 dapat hadiah langsung satu unit motor Suzuki GSX150 Bandit serta berkesempatan ikut undian berhadiah Jimny. 

Sedangkan untuk pembelian produk unggulan Suzuki lainnya, konsumen berkesempatan untuk mendapatkan hadiah langsung berupa smartphone hingga sepeda motor.

Khusus bagi pembeli New Carry Pick Up, konsumen akan mendapat hadiah langsung satu unit sepeda motor All New Satria F150 serta gratis oli mesin dan jasa servis hingga 50.000 km.

“Raihan ini membuat kami semakin optimistis dapat menguasai 11 persen pangsa pasar otomotif Tanah Air pada akhir 2019 mendatang. Tentu kami akan selalu memberikan berbagai program menarik dan menguntungkan konsumen, serta terus meningkatkan layanan penjualan maupun purnajual Suzuki,” tutup Makmur. (Z)

Suzuki Luncurkan Varian Baru Nex II Cross

0

Jakarta – Demi menambah definisi dari tagline “Keren Cara Baru” yang melekat pada motor Suzuki Nex II, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) baru saja menghadirkan varian terbaru Suzuki Nex II Cross.

Suzuki NEX II Cross memiliki sejumlah kelebihan untuk menunjang gaya berkendara dan jiwa berpetualang para generasi muda masa kini yang sedang menjadi tren dan populer.

Pada bagian bawah, Suzuki Nex II Cross semakin lincah menjelajah di segala medan jalan dengan jenis ban dual purpose tubeless ukuran ban depan 80/90-14 dan belakang 90/90-14.

Ini untuk mengakomodasi hobi generasi muda saat ini yang kerap berpetualang dan berwisata ke lokasi yang tak terduga.

Juga terdapat dua pilihan warna dan stripping baru dual-tone menarik yaitu Trick Blue/Titan Black dan Aura Yellow/Titan Black. Dibawa ke kantor atau nongkrong, Suzuki Nex II Cross bakal jadi pusat perhatian.  

“Perilaku kebiasaan generasi muda saat ini menjadi tantangan bagi Suzuki untuk bisa menjadi sarana dan fasilitas berekspresi mereka. Saat ini berpetualang tidak hanya disukai dan dinikmati oleh kalangan tertentu, dan definisi petualangan pun menjadi semakin beragam. Oleh karena ini, Suzuki NEX II Cross ini hadir sebagai jawaban dan solusi pemenuhan gaya pribadi, sekaligus membanggakan untuk ditunjukan di media sosial,” sambut Yohan Yahya – Dept. Head of Sales & Marketing 2W SIS dalam press release, Selasa (17/9/2019).

Suzuki NEX II Cross hadir dalam dua tipe berbeda, yaitu Accessories Version dan Standard Version dengan masing-masing banderol Rp 16,1 juta untuk harga tipe Accessories Version dan Rp 15,4 juta untuk yang Standard Version. Kedua harga tersebut adalah harga on the road Jakarta.

Di tipe Accessories Version, motor ini sudah dilengkapi fitur LED Headlight, USB Charger, Meter Visor, Cover Muffler serta Rim Decal, yang kesemuanya memudahkan dalam setiap perjalanan jarak jauh menjelajah tempat-tempat indah. (Z)

Mau Modifikasi Kendaraan Bermotor? Perhatikan Aturan Mainnya

0

Modifikasi sudah jadi hal biasa dilakukan para pecinta kendaraan bermotor. Hanya saja, melakukan ubahan pada mobil atau sepeda motor ini wajib juga lho mengikuti regulasi dan ketentuan yang berlaku.

Pasalnya, modifikasi kendaraan bermotor yang merupakan hobi bagi sebagian orang, bisa menjadi salah kaprah. Bahkan tak sedikit niatan untuk merombak kendaraan justru sangat berbahaya.

Padahal, jika mengikuti aturan modifikasi sah-sah saja. Akan tetapi, jika ingin melakukan modifikasi ada baiknya merujuk seperti dicatat dalam Pasal 52 UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang berbunyi:

(1) Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.

(2) Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui.

(3) Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.

(4) Bagi Kendaraan Bermotor yang telah diuji tipe ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (3), harus dilakukan registrasi dan identifikasi ulang.

Artinya, untuk melakukan modifikasi memang boleh, tapi tetap ada syarat yang wajib terpenuhi, mulai dari tidak membahayakan keselamatan dan mengganggu lalu lintas, merusak lapis daya dukung jalan yang dilalui, serta Kendaraan yang dimodifikasi wajib dilakukan uji tipe ulang dan harus dilakukan registrasi dan identifikasi ulang.

Sepeda Motor Modifikasi

Bahkan soal modifikasi ini juga tertuang dalam Pasal 1 angka 12 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 (PP No 55/2012) tentang Kendaraan, yang berbunyi:

Modifikasi Kendaraan Bermotor adalah perubahan terhadap spesifikasi teknis dimensi, mesin, dan/atau kemampuan daya angkut Kendaraan Bermotor.

Namun begitu, OLXer yang memodifikasi kendaraannya, wajib Uji Tipe kembali untuk melihat apakah kendaraan itu layak jalan dan aman. Kendaraan juga wajib untuk melakukan registrasi dan identifikasi ulang sesuai dengan ketentuan Pasal 50 ayat (3) dan ayat (4) UU No. 22/2009.

Selain itu, uji tipe juga ada dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 9 Tahun 2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Uji. Hal ini dilakukan untuk memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan.

Uji tipe juga dilakukan agar dapat melestarikan lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor di jalan.

Tentunya jika uji tipe dan lain-lainnya dapat diselesaikan, maka OLXer bisa mendapatkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang sesuai dengan bentuk atau fisik kendaraan yang sudah dilakukan modifikasi.

Sebaliknya, jika melanggar aturan soal modifikasi ini bisa dikenakan pasal 277 UU No.22/2009 yang berbunyi:

Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. (Her)