Jakarta – Tidak lama lagi Suzuki Indonesia bakal menghadirkan lawan dari Rush-Terios maupun BR-V di pasar otomotif Tanah Air.
Ini bertepatan juga di India baru saja meluncur model terbaru Suzuki yakni XL6. Meski tidak akan sama persis dengan yang di India, tapi dikonfirmasi bahwa model tersebutlah yang akan hadir untuk menantang tiga merek Low SUV yang disebut di atas.
Di India diberi nama XL6 karena hanya berkapasitas 6 bangku penumpang dengan captain seat di baris keduanya. Sementara untuk di Indonesia namanya XL7 karena berkapasitas 7 penumpang.
“Pasar mobil terbesar di Indonesia itu adalah yang memiliki bangku 3 baris. Hampir 70 persen kendaraan penumpang yang terjual itu 3 baris dengan harga di bawah 250 juta,” ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada OLX Indonesia di Cirebon beberapa waktu lalu.
Perbedaan lain mobil SUV terbaru Suzuki di Indonesia dengan yang diproduksi Maruti Suzuki India adalah di sektor posisi marketnya.
“Suzuki XL6 di India hanya dijual melalui jaringan diler Nexa. Dimana Nexa adalah spesialis untuk menjual produk premium Suzuki saja. Tapi di Indonesia akan beda, baik dari segmen hingga fiturnya,” jelas Donny.
Dengan kondisi pasar SUV yang terus berkembang tahun ke tahun, menjadi alasan nafsu PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk ikut terjun dalam persaingan di segmen tersebut.
Selain itu terbatasnya model SUV pabrikan berlogo S ini di Indonesia juga menjadi faktor pendorong lainnya untuk memproduksi Suzuki XL7 di sini.
“Karena pasar Low SUV volume-nya gede, sementara di segmen ini (SUV) kami baru punya 3 model, S-Cross, Vitara dan yang terbaru adalah Jimny tapi limited. Makanya kita adakan mobil ini. Tapi untuk kapannya, ditunggu aja,” pungkasnya.
Menyinggung Vitara, Medium SUV milik Suzuki ini disebutkan masih ada aktivitas penjualan. Khususnya permintaan fleet untuk kepolisian. (Z)
Jakarta – Meski tak pernah gembar-gembor soal produk kendaraan listrik, namun Suzuki Indonesia tetap ikut mendukung kebijakan pemerintah terkait rencana penerapan kendaraan bermotor listrik.
Komitmen PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ini bisa dilihat saat berlangsungnya Pameran dan Parade Kendaraan Bermotor Listrik yang berlangsung di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (31/8/2019) lalu.
Disana, Suzuki hadir dengan memboyong All New ErtigaSmart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).
SHVS merupakan teknologi mesin mild hybrid yang telah dikembangkan Suzuki secara global. Khusus untuk Indonesia, teknologi ini masih dalam tahap penelitian agar bisa disesuaikan dengan karakter dan kondisi jalanan di dalam negeri.
Padahal saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di Cirebon, Dony Saputra, 4W Marketing Director PT SIS mengungkapkan kebijakan untuk menghadirkan mobil listrik di Indonesia masih menunggu keputusan prinsipal di Jepang.
Para pejabat negara dan GAIKINDO mendapat penjelasan terkait keunggulan All New Ertiga SHVS (Sumber: Suzuki)
“Kami masih tunggu detailnya. Tapi kalau soal produk, di India kita sudah ada Karimun EV dan juga New Ertiga Diesel Hybrid yang pernah dijual pada 2017 lalu,” ucap Dony beberapa waktu lalu.
Yang jelas, dengan hadirnya All New Ertiga SHVS menjadi bukti kesiapan Suzuki Indonesia untuk ikut mendukung sosialisasi Perpres 55 2019 terkait penerapan kendaraan bermotor listrik di Tanah Air.
“Suzuki turut mendukung pemerintah memasuki era kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan minim kadar emisi CO2 dengan menghadirkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki. Pada tahun 2017, Suzuki telah memiliki New Ertiga Diesel Hybrid yang mengadaptasi teknologi SHVS dan menjadi yang pertama di kelasnya dalam hal teknologi ramah lingkungan. Maka dari itu, kami siap mendukung pemerintah menuju masa transisi era mobil listrik, untuk Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi,” tutup Dony Saputra. (Z)
Jakarta – Buat OLXer yang kesehariannya beraktivitas dengan kendaraan roda dua, ada berita gembira. Khususnya bagi kalian yang berdomisili di kawasan Depok dan Bekasi.
Saat ini sedang berlangsung promo menarik, diantaranya tukar tambah aki motor Rp20.000 + gratis toolkit senilai Rp50.000, ganti oli mulai dari Rp 34.000 + diskon 10 persen, diskon pembelian ban Aspira Premio hingga 20 persen, gratis oli mesin atau toolkit, dan diskon shock absorber KYB Zeto hingga 30 persen.
Seluruh promo tersebut bisa kalian dapatkan dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB di tiga gerai Shop&Bike;
1. Shop&Bike Raden Fatah Jl. Raden Fatah No.75 B-C, Sudimara Barat, Ciledug
2. Shop&Bike Pengasinan Jl. Pengasinan Raya, Ruko Taman Rafflesia no. 5, Jatimulya, Tambun
3. Shop&Bike Citayam Jl. Raya Citayam no. 12 A, Depok, Pancoran Mas
Kedua gerai Shop&Bike tersebut (Depok dan Bekasi) baru saja dibuka pada hari Jumat, 30 Agustus 2019, menyusul gerai Shop&Bike pertama yang ada di Tangerang.
Besarnya volume kendaraan roda dua di daerah Bekasi dan Depok, tingginya permintaan konsumen Shop&Drive terhadap produk dan layanan untuk kendaraan roda dua, serta respon positif masyarakat terhadap gerai pertama Shop&Bike di Tangerang menjadi alasan hadirnya kedua gerai tersebut.
Shop&Bike yang merupakan bisnis ritel modern milik Astra Otoparts, menyediakan fast moving general parts, quick service, dan related service ini melayani penggantian aki, oli, ban, shock absorber, hingga fast moving general parts lainnya dengan produk asli dan berkualitas Astra, serta dengan layanan yang terpercaya oleh mekanik handal.
“Shop&Bike merupakan solusi untuk perawatan sepeda motor. Kami menyediakan berbagai macam produk dengan merek unggulan, seperti Pirelli, Aspira Premio di produk ban, Kayaba Zetto untuk shock absorber dan pastinya Aki GS astra. Kami juga menyediakan penggantian oli dengan merek terkenal seperti Shell, Motul, Castrol, Repsol, Yamalube, Fastron, AHM Oil dan lain sebagainya”, ujar Retail Division Head Astra Otoparts Indra Nugraha Wisuda dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/8/2019).
Shop&Drive melalui Shop&Bike senantiasa menjaga komitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan kenyamanan maksimal dengan melakukan berbagai inovasi yang disesuaikan pada kebutuhan pelanggan. (Z)
Jakarta – ERA Indonesia merupakan pemegang tunggal masterfranchise ERA untuk seluruh Indonesia yang resmi beroperasi sejak tahun 1992.
Hingga saat ini ERA Indonesia sudah memiliki lebih dari ratusan kantor Member Broker dan lebih dari 5000 Marketing Associates aktif yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Cibubur, Pontianak, Cirebon, Balikpapan, Solo, Manado, Tegal, Tangerang, Bekasi, Bandung, Malang, Surabaya, Semarang, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Palembang, Batam, Samarinda, Tarakan dan Yogyakarta.
Perusahaan agen property ternama ini baru saja kembali melebarkan ekspansinya dengan membuka kantor ERA Expert di Ruko The Boulevard No.16, Jakarta Garden City, Jakarta Timur, pada hari Sabtu 31 Agustus 2019.
Grand opening kantor ERA Expert ini dihadiri langsung Darmadi Darmawangsa, President Director ERA Indonesia, Yonattan So dan Angelien Vandani, perwakilan manajemen ERA Indonesia serta tamu lainnya perwakilan pihak developer, bank, notaris, serta Member Broker ERA, dan Marketing Associate ERA Expert.
“Hari ini kami bergabung dengan ERA dan membuka kantor ERA Expert secara resmi. Kami sangat berharap kedepannya semakin banyak marketing yang bergabung dengan ERA Expert sehingga bisa bersama-sama mewujudkan mimpinya di ERA Expert dan bisa menjadi kantor Broker Property nomor satu di Jakarta Timur,” ucap Maria Fitri selaku Member Broker dari ERA Expert dalam sambutannya di acara grand opening ERA Expert, Sabtu (31/8/2019).
Pelepasan balon sebagai bagian dari kemeriahan acara pembukaan kantor ERA Expert (Sumber: ERA Indonesia)
Acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai tanda mulai beroperasinya kantor ERA Expert di Jakarta Timur ini.
Penyerahan plakat oleh ERA Indonesia untuk ERA Expert dan pelepasan balon menutup rangkaian acara pembukaan kantor berlantai tiga milik ERA Indonesia.
“ERA adalah perusahaan Real Estate Broker asal Amerika dan saat ini kami baru berumur 27 tahun. Tujuan kami membuat bisnis ini lebih profesional kedepannya dengan jumlah 114 kantor ERA yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air. Sangat senang rasanya sudah ada kantor ERA di sini,” pungkas Darmadi Darmawangsa.
ERA Indonesia menjadi perusahaan waralaba broker real estate pertama di Indonesia dan berhasil menjadi brand yang kuat dan terbesar di Asia Pacific.
Bahkan ERA Indonesia didapuk menjadi Broker Property yang menerima penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2019 dan Properti Indonesia Award 2019.
Selama kiprahnya ERA Indonesia sudah banyak membantu masyarakat Indonesia dalam hal home ownership. (ADV)
Jakarta – Apa jadinya OLXer kalau kalian menghadapi situasi darurat membawa seorang ibu yang akan melahirkan di dalam sebuah mobil? Tentu menegangkan karena kondisi yang sangat terbatas.
Pengalaman tersebutlah yang dirasakan oleh Syamsunihar Hasibuan, seorang PNS di DInas Kesehatan Kota Medan berusia 46 tahun.
Aksi heroic-nya menjadi kisah yang tak pernah terlupakan. Syamsuhinar dengan mobil Daihatsu Xenia miliknya berupaya keras menyelamatkan dua nyawa, berlomba dengan waktu untuk bisa sampai ke Rumah Sakit.
Sayangnya waktu jugalah yang jadi pemenangnya. Pasien tak bisa menunggu lebih lama hingga akhirnya melakukan persalinan di dalam kabin mobil.
Beruntungnya kabin Xenia memberikan kemudahan baginya untuk membantu proses persalinan pasiennya. Sampai Tania, begitulah nama bayi yang lahir di dalam kabin Daihatsu Xenia tersebut hadir di dunia dengan selamat.
Kisah ini juga yang mengantarkan Syamsunihar Hasibuan menjadi pemenang dari 6000 peserta di wilayah Sumatera yang mengikuti program Daihatsu Setia.
“Kami bangga Xenia menjadi bagian dari kisah heroic ibu Syam sebagai petugas Dinas Kesehatan Kota Medan, yang membantu pasiennya melahirkan di mobil Xenia dengan selamat. Xenia memang terbukti lega,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT. Astra Daihatsu Motor (ADM).
Berkat kecintaannya pada mobil keluarga andalan Daihatsu ini juga ia berhak atas hadiah jalan-jalan ke Jepang dan destinasi lokal yang sedang hits di kalangan pelancong.
Dalam pengakuannya disebutkan bahwa ibu Syam, panggilan akrab Syamsunihar Hasibuan sudah sejak 2007 selalu setia dengan produk Daihatsu.
Mulai dari Xenia, Terios dan Xenia lagi, Xenia warna putih, Xenia hitam, Xenia silver hingga kembali Xenia hitam.
“Suka banget sama desain body dan interior Xenia. Apalagi suku cadangnya mudah dan sangat irit bahan bakar. Jadi susah pindah ke lain hati lagi,” ujar Syamsunihar.
Selain memenangkan hadiah trip ke negara asal Daihatsu, nantinya pemenang Daihatsu Setia 2019 ini juga akan dibuatkan video untuk tampil Youtube channel atau media promosi Daihatsu lainnya. (Z)
Pabrikan mobil asal Tiongkok Dongfeng Sokon (DFSK) punya strategi unik saat masuk ke pasar otomotif Indonesia. Jalanan Indonesia yang dijejali segmen Low Multi Purpose Vehicle (MPV), membuat DFSK tak langsung latah mengikutinya. Sebaliknya, DFSk mengambil jalan pintas, mereka justru memilih fokus dengan pasar Sport Utility Vehicle (SUV).
SUV dipilih DFSK karena menganggap kebanyakan masyarakat Indonesia sudah naik kelas dan tentu ingin menginginkan mobil yang juga sesuai dengan kebutuhannya namun harganya masih ramah di kantong.
Bahkan menurut Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile, Ricky Humisar, salah satu produk DFSK yaitu Glory 560, ditargetkan mampu menarik hati konsumen khususnya anak muda dengan rentang usia 30-49 tahun.
“Dari segi pendapatan, minimal mereka berpenghasilan Rp 15 juta. Dan karena mid SUV menjadi market terbesar di segmen SUV, inilah kesempatan kami untuk inject Glory 560 di segmen tersebut,” ujar Ricky saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ya, DFSK Glory 560 datang merangsek masuk dan ingin mendobrak pasar Low SUV lantaran kue yang cukup menggiurkan. Belum lagi, harganya yang fantastis dibandingkan kompetitor lainnya yaitu mulai Rp 189 juta sampai Rp 239 juta on the road Jakarta.
Angka ini memang menyerempet harga mobil Low MPV, namun harga tertinggi justru tak semahal mobil Low SUV lainnya. Tak hanya faktor harga, DFSK nyatanya punya strategi lainnya, yaitu menghadirkan SUV dengan tampilan modern dan banyak dibenamkan fitur-fitur lengkap.
Bahkan sekelas pakar otomotif Indonesia Bebin Djuana ternyata sempat tak menyangka, jika mobil DFSK Glory 560 harganya tergolong lebih murah dibandingkan brand lain sekelasnya.
“Saya pikir ini yang akan jadi menarik di market SUV Indonesia dengan kehadiran Glory 560. Karena Glory 560 memperluas wacana public, SUV ya seperti ini,” terangnya.
Bahkan OLX juga sempat melihat kabin Glory 560, dan jika Anda langsung melongoknya pasti tak menyangka mobil merek China ini punya harga tak sampai Rp 250 juta.
Glory 560 dirancang dengan desain soft touch yang menawarkan kesan mewah dan modern untuk kenyamanan dan kemewahan. Tidak hanya itu, bagian konsol tengah dilengkapi dengan layar sentuh berukuran delapan inci dan memiliki berbagai fungsi, mulai dari radio, koneksi bluetooth, navigasi GPS, interkonektivitas smartphone (iOS dan Android), hingga sensor parkir belakang.
Seperti mobil-mobil keren dan mewah, SUV yang satu ini cukup modernisasi dengan dibuktikannya fitur Smart Button yakni one-push start button. Tinggal pencet, mesin mobil langsung hidup.
Selama berkendara, penumpang tidak perlu khawatir membawa terlalu banyak barang, karena Glory 560 dilengkapi dengan hingga 29 ruang penyimpanan. Bahkan baris kedua dan ketiga kursi dapat dilipat untuk memberikan ruang bagasi yang lebih besar dan mampu menampung lebih banyak barang bawaan.
DFSK Glory 560 memiliki tenaga yang kuat berkat mesin 1.500 cc turbocharger dengan 148 Tk pada 5.600 rpm dan 230 Nm pada 1.800-4.000 rpm.
Belum selesai OLXer, DFSK juga melengkapi Glory 560 ini dengan fitur-fitur keamanan dan keselamatan mulai dari Electric Parking Brake (EPB) untuk memudahkan pengoperasian rem parkir, sistem pengereman cakram di empat roda yang memberikan stabilitas ketika melakukan pengereman.
Ada juga fitur Anti Lock Braking System (ABS) yang ditunjang dengan Electronic Brake Distribution (EBD) untuk memberikan pengereman yang presisi, lalu Emergency Brake Assist (EBA) yang bisa diandalkan ketika melakukan pengereman mendadak, Hill Hold Control (HHC) yang bisa menjaga mobil di posisi tanjakan, kemudian ada juga Electronic Stability Control (ESP) dan Traction Control System yang menjaga kestabilan mobil ketika menikung.
Tak lupa dual airbag system di bagian depan siap memberikan perlindungan ketika mobil mengalami tabrakan. Berkat tampilan, fitur, dan harga terjangkaunya itu tak heran jika DFSK Glory 560 diganjar berbagai macam penghargaan.
Segala modal yang dimiliki Glory 560 itu juga turut membuat pesanannya membludak. Hingga Juli 2019, DFSK Glory 560 sudah dipesan 2.000 orang. Besar kemungkinan pemesanannya akan terus bertambah karena kian banyak masyarakat Indonesia yang kepincut akan Glory 560.
“Kami sangat yakin bahwa DFSK Glory 560 akan semakin mendapatkan kepercayaan dan diterima oleh masyarakat Indonesia. DFSK Glory 560 didukung dengan tampilan eksteriornya yang menarik, pengalaman berkendara yang nyaman, dan power yang kuat, serta garansi 7 tahun/150.000km tentunya akan menarik perhatian dari konsumen untuk memilih Glory 560,” ujar Sales and marketing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile, Alex Pan.
Tak hanya Glory 560, sebelumnya DFSK juga memperkenalkan ke masyarakat Indonesia yaitu Glory 580. Kehadiran Glory 580 cukup sukses dan membuat mata orang Indonesia terbuka bahwa SUV asal China tak seburuk yang dibayangkan meski dijual dengan harga terjangkau.
DFSK Glory 580 menjadi amunisi DFSK untuk melawan merek-merek yang selama ini sudah eksis terlebih dahulu. Tampaknya DFSK belum puas dengan satu SUV yang dikenalkan di Tanah Air. (Her)
Honda PCX 150 memang merupakan sosok skuter matik yang jadi andalan PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen pemegang merek motor Honda di Tanah Air.
Tampilan Honda PCX 150 dengan bentuk bongsor dan handling yang cukup nyaman, membuat skutik tersebut sangat digemari konsumen di Indonesia. Bahkan, OLXer sendiri perlu tau kalau PCX 150 juga ternyata bisa dilakukan berbagai modifikasi ekstrim sehingga tampangnya jadi lebih berbeda.
Tak percaya? Setidaknya modifikasi Honda PCX 150 ini dilakukan oleh tiga orang modifikator yang mengikuti Honda Dream Ride Project 2019, yang sebelumnya mereka menjadi pemenang Honda Modif Contest 2018.
Menurut Deputy General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM Andy Wijaya, Honda Dream Ride Project merupakan gelaran yang dilakukan setiap tahun sebagai wujud komitmen sekaligus wadah mendorong modifikator di Tanah Air menghasilkan karya modifikasi yang tetap mengedepankan unsur keselamatan.
“Melalui Honda Dream Ride Project, kami berharap para modifikator dapat menghasilkan karya modifikasi yang berbeda dan memiliki nilai estetika berkelas tinggi yang tetap mengutamakan keselamatan, sehingga hasil karya mereka tetap aman untuk dikendarai,” kata Andy dalam keterangan tertulis, Selasa (27/8/2019).
Muhammad Fiqhi Wahyu Pramana yang merupakan pemenang kategori National Champion Matic & Cub melakukan modifikasi PCX150 dengan mengusung konsep Cafe Racer. (AHM)
Diketahui, event Honda Dream Ride Project 2019 telah digelar selama periode April – Agustus 2019 diikuti oleh Muhammad Fiqhi Wahyu Pramana yang merupakan pemenang kategori National Champion Matic & Cub melakukan modifikasi PCX150 dengan mengusung konsep Cafe Racer.
Kemudian ada juga Law A San, pemenang kategori National Champion Free For All mengusung konsep modifikasi Bagger, serta I Putu Tony Hadi Putra sebagai pemenang kategori National Champion Sport pada gelaran Honda Modif Contest 2018 dengan konsep modifikasi Adventure.
Law A San, pemenang kategori National Champion Free For All mengusung konsep modifikasi Bagger. (AHM)
Seperti disebutkan di atas, ketiga motor ini harus mengutamakan keselamatan pengendara. Karena itu, hasil karya modifikasi yang telah selesai digarap para modifikator, diuji kenyamanan dan keamanan berkendara di jalanan Solo, Jawa Tengah.
Dalam pengembangan karya modifikasi ini para modifikator mendapatkan bimbingan supervisi mentor ahli pilihan yang telah berpengalaman, yaitu Masayuki Sugihara dari Luck Motorcycle asal Kyoto-Jepang, Komang Gede Sentana Putra dari Kedux Garage, dan Daisuke Kuriki yang merupakan tim Honda Motorcycle R&D Center dari Jepang serta tim Product Development AHM.
I Putu Tony Hadi Putra ebagai pemenang kategori National Champion Sport pada gelaran Honda Modif Contest 2018 dengan konsep modifikasi Adventure. (AHM)
Menurut I Putu Tony Hadi Putra, Honda PCX150 memiliki tantangan tersendiri saat dimodifikasi, karena gaya dan pakemnya yang spesial, terutama dari segi elektronik yang sudah menggunakan sistem komputerisasi.
“Menyatukan body belakang standar dengan desain baru di bagian depan adalah tantangan tersendiri bagi saya, agar bisa mewujudkan motor matic adventure namun tidak meninggalkan desain Honda PCX itu sendiri,” ujar Tony.
Pada proses modifikasi Honda PCX, para modifikator diberikan kesempatan untuk berkarya sekaligus memperkaya pengalaman memodifikasi sepeda motor melalui pemilihan konsep, desain modifikasi, pemilihan material, schedule timeline pengerjaan, pertimbangan biaya, serta tahap terakhir para modifikator memastikan hasil karyanya aman untuk dikendarai. (Her)
Dunia otomotif tak hanya sekadar balapan atau modifikasi. Pasalnya, ada juga yang cukup digemari para pecinta otomotif ataupun masyarakat pada umumnya, yaitu drifting.
Di Indonesia, drifting yang masuk cabang motorsport coba terus digalakan. Bahkan Intersport kerap menggelar acara drifting di sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Intersport World Stage Intersport Battle Drift, Intersport Drift A hingga Dug Dug Drift.
Hasilnya, drifting kini tak sekadar olahraga yang menantang, namun telah menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu masyarakat umum.
Hal ini pula membuat membuat Brand Manager Intersport, Kent Rusli angkat bicara. Kata dia, drifting jadi cabang motorsport menarik yang memiliki banyak penonton.
“Hal ini juga tidak lepas dari nilai pertunjukan yang bisa dinikmati oleh pecinta otomotif ketika manuver-manuver drift berlangsung di trek,” terang Kent saat ditemui di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Selasa (27/8/2019).
Nah, untuk terus meningkatkan perkembangan drifting nasional, Intersport kini menyediakan platform inovatif untuk para pecinta otomotif nasional, serta menggaet salah satu drifter terbaik Indonesia, AR Team.
“Bekerja sama dengan AR Team akan tercipta komunitas pecinta motorsport yang lebih besar dan menjadi semangat baru bagi Indonesia berprestasi di kancah dunia,” jelas Kent.
AR Team sendiri merupakan tim drifting nasional yang digawangi Akbar Rais dan anggota lainnya mulai dari Aria Ramadhan, Alvito Hardianto serta Danny Ferdito.
Akbar and the gank, memang memiliki perjalanan panjang di dunia drifting nasional, mulai dari drifting jalanan hingga turun langsung di ajang drifting international.
Kini, Akbar tak hanya sekadar membangun mobil drifting untuk dirinya sendiri, dia juga membagikan ilmu soal drifting dengan cara melakukan latihan bersama bagi para pemula hingga memberikan experience dengan masyarakat umum untuk merasakan sensasi drifting.
“Saya juga berkolaborasi dengan artis dan influencer untuk mengenalkan daerah-daerah di Indonesia dengan video-video drifting,” tuturnya.
Karena itu, Intersport dan AR Team kini berkolaborasi untuk membentuk kerja sama, mulai dari Brand Ambassador Digital Intersport, ikut kejuaran drifting nasional dan internasional, serta turut andil di acara Drifting Day. (Her)
Sudah bukan rahasia umum lagi, pemilik mobil disarankan agar tidak memarkir tunggangannya di area terbuka. Hal ini karena berpotensi terpapar sinar matahari langsung.
Ya, mobil yang terkena cahaya matahari langsung dapat memberikan efek negatif, bahkan hal itu menyebabkan sejumlah bagian mobil mengalami masalah. Termasuk membuat cat body kusam.
Nah, kali ini OLX.co.id, akan memberikan lima tips melindungi mobil agar tak terkena pancaran sinar matahari, antara lain:
1. Simpan di Tempat Teduh
Dengan memarkirkan mobil di tempat teduh, maka dapat menjaga kondisi eksterior dan interior dari resiko cat serta kabin mengalami kusam, kering dan retak.
2. Gunakan Pelindung Cahaya pada Kaca Depan
Pelindung kaca depan memang sangat berguna. Sebab, kaca depan biasanya berwarna bening, sehingga panas matahari dapat mudah masuk ke dalam kabin. Jika itu terjadi, maka menyebabkan jeroan mobil kering dan terkelupas.
3. Pasang Sarung Jok
Pancaran sinar matahari yang masuk dalam kabin mobil bisa saja merusak bagian jok kulit dan lainnya. Namun, jika menggunakan sarung jok, maka hal itu dapat meminimalisir jok retak.
4. Rajin Mencuci
Jika sering terpapar cahaya matahari, ada baiknya rajin mencuci mobil agar mengurangi cat body panas sehingga menyebabkan cat pudar kemudian rusak.
Dengan rajin mencuci, hal ini membantu menghilangkan kotoran dan debu yang bisa berpotensi merusak body.
5. Lakukan Waxing
Agar terhindar dari cat body kusam dan terkelupas, ada baiknya melakukan waxing untuk menambah lapisan pelindung ekstra termasuk dari gangguan sinar ultraviolet. (Her)
Meski regulasi soal kendaraan listrik sudah diterapkan dalam Peraturan (perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle), namun hal itu tak lantas bisa langsung diimplementasikan.
Bahkan menurut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, pihaknya akan melakukan sertifikasi untuk uji tipe Kendaraan Bermotor Listrik (KBL), dan melakukan beberapa persiapan pembangunan bidang regulasi.
“Pertama kick off dengan Kementerian, lembaga dan stakeholder untuk penyusunan regulasi persyaratan teknis dan laik jalan KBL. Kemudian koordinasi dengan asosiasi kendaraan bermotor tentang spesifikasi teknis dan alat uji kendaraan bermotor juga sudah kami lakukan,” ungkap Budi saat ditemui beberapa waktu lalu.
Budi juga menyatakan, bahwa Dirjen Perhubungan akan menyiapkan berbagai alat pengujian tipe, sampai akumulator untuk baterai yang rencananya akan dilakukan di Bekasi, Jawa Barat.
“Sampai sekarang kami dalam tahap harmonisasi untuk menyusun menyangkut masalah pengujian KBL. Jadi belum selesai. Kami masih tahap harmonisasi, kami masih cari masukan dari beberapa stakeholder mengenai gimana lakukan pengujian,” jelasnya.
Apa saja yang membuat pemerintah perlu kajian khusus?
Kendaraan listrik zero atau tak ada emisi. Akan tetapi ada hal yang membuat kendaraan listrik lebih unik daripada kendaraan konvensional, yaitu tak memiliki suara. Jadi, OLXer jangan harap bisa pakai knalpot racing ya.
Soal tak ada suara pada kendaraan listrik ini ternyata menjadi hangat diperbincangkan. Bahkan hal tersebut membuat pemerintah harus merumuskan dan mengeluarkan regulasi khusus.
“Sebetulnya yang kami sampaikan soal noise adalah untuk kepentingan keselamatan. Jadi terkait bagaimana uji tipe yang kami lakukan pada prinsipnya adalah untuk menyiapkan keselamatan bagi penggunanya,” terangnya.
Kata Budi, kendaraan listrik memang tak memiliki suara, lantaran menggunakan daya listrik yang disalurkan untuk menggerakan roda. Budi sendiri mengakui, bahwa motor dan mobil listrik yang sudah diproduksi tidak menghasilkan suara.
Soal suara ini, OLXer harus pahami, bahwa mobil atau motor listrik memang tak mengeluarkan suara melalui knalpot. Karena tak ada suara, hal ini dianggap bisa beresiko, yaitu kendaraan listrik tak terdengar jika ternyata sudah dekat ketika dipacu, sehingga berbahaya bagi pengguna jalan lainnya, seperti pengendara sepeda, pejalan kaki, atau mereka yang memiliki keterbatasan
Akan tetapi sebaliknya, karena senyap membuat penumpang jadi terasa nyaman di dalam kabin.
Hal dilema lainnya adalah soal baterai jika terkena percikan air. Hal ini juga perlu adanya edukasi, sebab masih ada anggapan jika kendaraan listrik terkena air maka bisa terjadi arus pendek atau pengemudi dan penumpang tersetrum.
Posisi baterai juga menjadi pertanyaan, karena ditempatkan di bawah atau lantai mobil yang notabenenya lebih beresiko jika ketika melaju saat hujan atau banjir.
Hal dilema berikutnya adalah soal batas kecepatan kendaraan listrik. “Sampai sekarang kami lihat batas kecepatan sepeda motor listrik antara 60 km/jam,” ujarnya.
Untuk sepeda motor, memang saat ini motor listrik banyak digunakan untuk jarak pendek, sehingga tidak memerlukan kecepatan tinggi.
Terakhir, hal dilema lainnya yang perlu diatur pemerintah yaitu torsi tinggi di rpm awal.
“Kami coba beberapa sepeda motor listrik. Pada saat mesin sudah hidup, saat awalnya kalau (motor konvensional) ngegas kan biasa saja, tapi kalau (motor) listrik, kalau (gas) kita tak bisa mengendalikan agak lompat,” tuturnya. (Her)