Jumat, Agustus 7, 2026
Beranda blog Halaman 1713

Boneka Buatan Cileungsi Laris Manis Sampai Eropa dan Amerika

0

OLXer yang menyukai pelesiran ke luar negeri dan membelikan boneka untuk oleh-oleh ada baiknya melakukan pengecekan pada bagian label terlebih dahulu. Pasalnya, bisa saja boneka yang dibeli ternyata buatan Indonesia.

Setidaknya hal itu dikarenakan PT Sunindo Adipersada, perusahaan mainan yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat memang memasarkan sejumlah produknya termasuk mainan ke berbagai negara di dunia.

Hal ini ditegaskan langsung CEO PT Sunindo Adipersada Iwan Tjen. Kata Iwan, sejumlah produk yang dibuat dan dipasarkan ke luar negeri sudah melalui berbagai tahap pengujian, tak terkecuali soal kualitas.

“Karena itu sangat laris di pasar ekspor baik di Amerika dan Australia yang menjadi market terbesar kami dan juga Eropa, Timur Tengah serta Asia,” jelas Iwan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/8/2019)

Lebih lanjut Iwan menyatakan, bahwa industri mainan merupakan salah satu industri prioritas yang sudah berkontribusi terhadap ekonomi nasional dan menyerap lapangan kerja.

Menurut data, secara market industri mainan dunia terus tumbuh dari 2007-2017, pasar mainan dunia sudah mencapai angka US$ 89 miliar dan diprediksi naik lagi menjadi US$ 99 miliar pada 2022. Menariknya, Indonesia termasuk salah satu pasar mainan terbesar di dunia dengan nilai ekspor sudah mencapai US$ 300 juta pada 2017.

Menuju Era Industri 4.0

Seperti otomotif, garmen dan sektor lainnya, Kementerian Perindustrian akan memberikan program pendampingan kepada PT Sunindo Adipersada terkait implementasi industri 4.0 pada industri mainan. Pada intinya, dengan masuk industri 4.0, maka pabrikan akan menjadi lebih pintar dalam proses produksi dan segala macamnya.

Diketahui pabrikan yang sudah ada sejak 27 tahun itu satu-satunya perusahaan mainan yang dipilih oleh Kementerian Perindustrian dan menjadi pilot project (Percontohan).

Kata Iwan, terpilihnya perusahaan yang dia pimpin karena pemerintah menilai PT Sunindo Adipersada telah menjadi perusahaan mainan yang besar dan sudah melakukan ekspor ke beberapa negara dan bisa menambah daya saing Indonesia.

“Kita tahu semua bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dalam industri, akan tetapi kami melihat khusus untuk industri boneka, perkembangan teknologinya tidak sepesat industri garmen misalnya. Banyak inovasi teknologi garmen yang tercipta seiring dengan perkembangan fashion masyarakat,” kata Iwan.

Lebih lanjut ia mengatakan,  Industri boneka dalam hal inovasinya berkembang pesat, tapi tidak didukung dengan inovasi teknologi, sehingga butuh skill tinggi untuk membuat boneka kekinian, yang memiliki kerumitan yang cukup banyak, karena masih menggunakan mesin lama.

Sekadar informasi, PT Sunindo Adipersada jadi salah satu perusahaan boneka terbesar di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pasar boneka Internasional.

Selain itu, perusahaan ini mampu memenuhi standar kualitas boneka dunia dan salah satu perusahaan yang selalu menggunakan material Standar Nasional Indonesia (SNI), ICTI, ASTM, EN71 dan standar lainnya. Alhasil produknya aman dimainkan oleh anak-anak.

Dari penilaian tersebut, PT. Sunindo Adipersada dianggap pantas menjadi pilot project untuk Industri 4.0. Bagaimana proses kerja dapat terpantau dengan cepat dan bisa mengurangi proses kerja yang memakan waktu lama untuk membantu perusahaan menjadi semakin produktif dan memangkas waktu secara signifikan.

Industri 4.0 merupakan program pemerintah untuk membawa industri manufaktur Indonesia bisa berdaya saing baik di dalam dan luar negeri. (Her)

Gosip Atau Fakta, Mengemudi Truk Buatan Eropa Lebih Rumit Dibanding Merek Jepang

0

OLXer tau nggak sih kalau mengemudi truk atau bus itu cukup rumit. Pasalnya, untuk sekadar parkir atau belok tekniknya tak seperti mengemudi mobil pribadi. Sebaliknya, ketika mengemudi truk, OLXer perlu ruang lebih lebar dan luas. Hal ini karena truk atau truk memiliki dimensi lebih panjang dan lebar.

Belum lagi karena blind spot, dimana pengendara sendiri tak bisa secara leluasa melihat kondisi di sekitar karena keterbatasan visibilitas dan juga terhalang bagian-bagian partisi truk.

Namun dibalik sulitnya mengemudi truk, ada yang lebih sulit lagi, yaitu mengemudi truk brand Eropa. Rata-rata para driver atau sopir merasa kagok ketika mengemudi truk Eropa dibandingkan truk Jepang.

Menanggapi hal tersebut Driving Trainer PT Wahana Inti Selaras (Distributor truck Volvo di Indonesia), Isdanarto mengatakan, pada dasarnya mengemudi truk Eropa tak sesulit yang dibayangkan, hanya saja memang truk Jepang lebih sederhana dan simple.

“Yang membedakan (truk Eropa dan truk Jepang) adalah fiturnya, yang dirasa nggak selengkap truk Eropa. Sehingga dari habit mereka yang cuma driving saja, ada tambahan fitur ini dan itu. Mereka harus bisa lakukan saat operasional justru malah kerepotan sendiri,” ujar Isdanarto.

Ya, intinya truk-truk buatan pabrikan Eropa memang banyak disematkan beragam fitur dan teknologi modern sehingga akan sangat berbeda cara mengemudinya. Karena itu, fitur dan teknologi canggih justru dianggap pengemudi menjadi rumit dan sulit.

Namun begitu, PT Wahana Inti Selaras punya treatment sendiri untuk memanjakan konsumen. Termasuk jika konsumen membeli truk Volvo, maka akan diberikan pelatihan bagi pengemudi mengenai pengoperasian semua fitur secara optimal.

Tak hanya pengemudi utama, kata Isdanarto, pengemudi cadangan juga akan diberikan pelatihan yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

“Selain itu perawatan ringan juga diberikan agar pengemudi bisa menangani sendiri ketika kondisi Urgent,” tambahnya. 

Ehm, jadi mengemudi truk Eropa sulit ternyata hanya gosip ya. Karena pada dasarnya truk Eropa lebih modern dan banyak fitur yang disematkan. 

Bagaimana Dengan Truk Volvo?

Oia, OLXer juga perlu tau nih, kalau merek truk asal Swedia Volvo, tak hanya mengutamakan keselamatan saja. Sebab, kenyamanan pengemudi juga dipikirkan, termasuk penggunaan transmisi otomatis.

Sebaliknya, Volvo tak lagi memproduksi transmisi manual. Alhasil, mengemudi truk Volvo akan sama seperti mobil-mobil pribad saat ini.

“Transmisinya sudah menggunakan jenis automatic i-Shift Controller. Bagusnya dia bisa dilakukan secara manual, seperti Triptonic. i-Shift ini tidak memiliki kelemahan seperti triptonic yang menggunakan top converter,” ungkap Isdanarto.

Prinsipnya, transmisi i-Shift adalah transmisi Automated Manual Transmission (AMT), di mana ketika melakukan perpindahan gigi beserta pengaturannya diatur oleh sistem pada model komputer.

Pada transmisi i-Shift juga tetap dilakukan prosesi penginjakan kopling, namun itu semua dilakukan oleh komputer. Hal ini pula membuat i-Shift pada truk Volvo disebut transmisi manual yang diotomatiskan. (End/Her)

Bukti Mobil DFSK Glory 560 di Tengah Euforia Brand Jepang

0

Hadir di pasar otomotif nasional sebagai merek mobil China, Dongfeng Sokon (DFSK) ternyata cukup optimis menghadapi euforia brand Jepang yang sudah ada di Tanah Air puluhan tahun lamanya.

Meski jadi pendatang yang baru hadir selama dua tahun, DFSK yang berada di bawah payung PT Sokonindo Automobile menawarkan tiga model mobil, mulai dari Super Cab, Glory 580 dan terbaru Glory 560.

Untuk mengulas soal DFSK ini rasanya kurang elok, hanya berdasarkan cerita para pejabat DFSK. Karena itu bagaimana DFSK di mata konsumen?

Menurut Bambang Musyawardana, yang berdomisili di Ciganjur, Jakarta Selatan, memiliki mobil DFSK khususnya Glory 560 memang tak salah pilih. Bahkan, mantan Walikota Administrasi Jakarta Timur 2015-2018 ini mengaku sudah tertarik dengan Glory 560 ketika dirinya melihat wujud Glory 560 di pameran Indonesia International Motors Show (IIMS) April 2019 lalu.

“Setelah saya lihat, saya coba test drive, ternyata rasanya enak, suspensi empuk, dan interiornya cukup keren dibandingkan beberapa merek mobil lain sekelasnya (Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Honda BR-V),” jelas Bambang saat ditemui di kawasan Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Kata Bambang, stigma produk China memang masih banyak dipandang sebelah mata di Indonesia. Termasuk dirinya sendiri sempat ditentang oleh keluarga dan sang istri tercinta. Kendati demikian, pria berusia 60 tahun tersebut tetap yakin akan pandangan pertama pada Glory 560. Hal ini pula membuat istri dan anaknya tak lagi komplain akan mobil pilihan Bambang tersebut. 

“Saya pikir, China saat ini sudah menguasai teknologi dan pengetahuannya sudah sangat tinggi. Contohnya alutsista juga sangat kuat, berarti alatnya kuat dan teknologinya canggih. Semua alat- alat yang ada di Indonesia saja bisa ditiru,” ungkapnya.

Kata Bambang, jika dipikir secara logika, jika suatu negara menguasai teknologi, maka bukan tak mungkin teknologi lainnya dapat terpenuhi. Termasuk akan sebuah teknologi mobil.

Karena itu pula, Bambang membeli sebuah Glory 560 dengan pembayaran secara cash.”Kalau tidak percaya, ya mending kredit saja,” katanya.

Bambang menyatakan, meski secara total dirinya memiliki tujuh unit mobil jenama Jepang, namun ketika mudik lebaran 2019 lalu, Glory 560 menemani dirinya dan istri hingga Salatiga.

“Saya akui, saya pakai mudik itu larinya gila. Untuk sekelasnya tampilannya kaya mobil Eropa, mobil ini bandel, saya ngejar mobil-mobil gede seperti Pajero Sport, sampai Fortuner. Semuanya lewat,” ucap Bambang.

Menjajal DFSK Glory 560

Mendengar apa yang diutarakan Bambang menjadikan OLX.co.id jadi penasaran. Terlebih untuk DFSK Glory 560 yang notabenenya jadi mobil baru. Nah, untuk itu tidak ada salahnya jika langsung dijajal performanya.

Secara tampilan eksterior dan interior sudah tak perlu diragukan. Benar kata Bambang, mobil ini mengadopsi desain mobil-mobil Eropa. Fitur yang dibenamkan pada mobil ini juga cukup komplit. Mau tau apa saja kelebihannya lihat di artikel ini.

Secara keseluruhan, ketika berada di belakang kemudi ternyata lingkar stir Glory 560 cukup ringan. Termasuk ketika meliuk-liuk dan bermanuver di jalanan padat Ibukota, Glory 560 sangat mudah dikendalikan.

Yang kurang dari mobil ini memang sedikit terasa ketika ditarikan awal yang kurang responsif. Namun begitu, mobil berkapasitas 1.500 cc plus turbocharger ini dapat memperlihatkan taringnya ketika pedal gas diinjak lebih dalam, alhasil mobil langsung melesat dengan cepat.

Bahkan ketika dipacu di jalan tol Bogor-Sukabumi-Ciawi (Bocimi), Glory 560 yang dilengkapi transmisi CVT sangat halus perpindahan giginya sehingga ketika kondisi jalanan lengang tembus di angka 150 km/jam. Bahkan berbeda dengan rekan lainnya yang mengatakan mobil sempat dipacu hingga 165 km/jam.

Pada dasarnya, saat mobil dipacu di atas 100 km/jam Glory 560 tidak terasa limbung. Sebaliknya, penumpang di baris kedua ternyata masih merasa nyaman. Ya, selain karena gaya mengemudi, bagian joknya memang menggunakan bahan kulit yang cukup empuk.

Tak hanya itu, kabin juga cukup senyap. Bahkan raungan mesin di kap depan juga tak mengurangi kualitas kenyamanan di dalam kabin. Hanya saja, pada bagian belakang atau baris ketiga, sedikit terasa ada suara yang kemungkinan dihasilkan dari ban.

Tapi balik lagi, mobil ini soal pilihan. Tapi jika memang ingin memiliki mobil nyaman dengan fitur melimpah dan harga miring, DFSK Glory 560 bisa jadi pilihan. (Her)

6 Cara Mudah Memilih Pelek Bekas

0

Memodifikasi mobil pada bagian pelek sudah jadi pemandangan biasa yang terjadi di Ibu Kota. Dengan pelek yang berbeda, hal ini dipercaya memberikan kesan lebih sporty atau macho bagi si pemiliknya.

Namun begitu tak semua pemilik mobil yang ingin mengganti pelek dengan model aftermarket berstatus baru. Sebaliknya, pelek second atau bekas juga banyak diburu.

Nah OLXer sendiri jika ingin membeli pelek bekas, ada baiknya tidak asal-asalan dalam memilih. Karena pada dasarnya membeli pelek untuk dipasang di mobil kesayangan ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Berikut ini beberapa tips cara memilih pelek bekas, supaya tidak menyesal dikemudian hari, yakni;

1. Pilih Penjual Terpercaya

Sebelum mencari pelek yang dicari ada baiknya memeriksa atau mengecek terlebih dahulu siapa penjual pelek. Untuk melakukan penyelidikan bisa saja dicari di internet atau mencari tau dari teman, kerabat atau saudara.

Pasalnya, jika orang lain atau teman mengetahui reputasi baik si penjual, masih ada harapan jika barang yang dijual sedikit lebih bagus.  Hanya saja, tentu OLXer tak boleh 100 persen yakin dan percaya, karena namanya manusia bisa saja mencari kesempatan dalam kesempitan.

2. Pastikan Kondisi Pelek Mulus

Mengecek pelek bisa dilihat dari pandangan mata. Artinya, pastikan pelek terlihat mulus dan halus, tak ada penyok, goresan, benjolan, peyang, pecah, serta masih presisi.

Coba raba pada bagian bibir pelek, sebab bagian ini bisa saja terjadi lantaran saat pemasangan atau melepas ban.

3. Coba untuk Melihat Hanya Pelek Saja

Terkadang penjual menampilkan pelek berikut dengan ban. Maka dari itu ada baiknya melepasnya, untuk lebih detail apakah ada cacat pada pelek atau tidak.

4. Perhatikan Lubang Baut (PCD)

Lubang baut bisa saja berubah, terlebih jika pelek yang digunakan untuk mobil yang dimodifikasi. Tak sedikit pemilik mobil menambah lubang baru agar lebih presisi dan mencor ulang lubang lama serta dicat kembali.

Jika OLXer mendapatkan pelek tersebut, bukan tak mungkin ketika digunakan dapat mengurangi rasa nyaman, karena pelek tidak presisi, sehingga bisa berakibat fatal.

5. Perhatikan Warna Pelek

Warna kinclong memang cukup menggiurkan, tapi jika posisinya pelek dicat ulang maka perlu diperhatikan lebih teliti.

Pengecatan ulang sah-sah saja, akan tetapi pelek yang dicat ulang biasanya dilakukan penjual nakal untuk menyamarkan kondisi pelek tersebut, pasca terjadi sesuatu seperti lecet atau beberapa bagiannya terkelupas.

6. Cek ke Bengkel Ban

Sebelum benar-benar yakin akan pelek yang akan dibeli, ada baiknya dilakukan pengecekan balancing. Tentu saja OLXer minta izin dulu ke penjualnya untuk membawa peleknya ya.

OLXer sendiri punya tips lain untuk memilih pelek bekas? (Her)

Mekanik Daihatsu Lulusan SMK Ikut Adu Skill di Kompetisi Dunia

0

Jangan anggap remeh para mekanik mobil di Indonesia. Pasalnya, mereka seperti dokter yang mampu memperbaiki tunggangan OLXer sekalian. Nah, saking hebatnya mekanik Indonesia, mereka kerap mengharumkan nama bangsa lho jika ada kompetisi tingkat dunia.

Tahun ini, ajang adu kemampuan memperbaiki mobil atau World Skill Competition 2019 kembali dihelat. Acara tahunan yang memasuki tahun ke 45 ini berlangsung di Kazan Expo International Exhibition Centre, Kazan, Rusia 22 – 27 Agustus 2019.

Indonesia sendiri mengirimkan 36 orang delegasi untuk mengikuti 29 cabang yang diperlombakan. Nah dua diantaranya merupakan mekanik Daihatsu, yaitu Usman Roshid Mashuri dan Daffa Naufal Putra.

Hebatnya, kedua mekanik ini merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) Negeri. Usman sendiri merupakan jebolan SMK Negeri 2 Pengasih Yogyakarta yang akan ikut World Skill Competition di cabang keterampilan Car Painting.

Sementara Daffa yang merupakan lulusan SMK Negeri 26 Jakarta, akan turun menghadapi mekanik dunia di cabang keterampilan Auto Body Repair.

Oia, PT Astra Daihatsu Motor juga mengirimkan dua orang teknisi ahli, Supardi Gito Martana dan Herlaniadi, sebagai expert atau juri untuk cabang keterampilan Car Painting dan Auto Body Repair di ajang World Skill Competition 2019.

Menurut Technical Service Division Head PT ADM Anjar Rosjadi, kesempatan akan dimaksimalkan untuk mengharumkan nama bangsa.

“Kami akan berusaha keras untuk dapat membawa medali pulang. Kesempatan ini merupakan pengalaman dan pelajaran yang sangat berarti,” ungkap Anjar dalam keterangan tertulis, Kamis (22/8/2019).

Oia, OLXer sebelum melepas para delegasi Indonesia ke  World Skill Competition, mereka sempat datang ke Istana Merdeka untuk mendapatkan restu dari Presiden RI Joko Widodo.

Wah, semoga perwakilan Indonesia mendapatkan juara ya OLXer. (Her)

Dana Sampai Rp 147 Miliar, Para Menteri Mau Ganti Mobil Apa ya?

0

OLXer tau nggak sih kalau menteri-menteri di bawah pemerintahan Joko Widodo  akan punya mobil baru. Hal ini diketahui dari telah selesainya tender dan diumumkannya lelang pengadaan barang di situs Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan RI dengan kode tender 26344011 dan kategori pengadaan barang.

Dari pengumuman itu disebutkan, sejak 19 Maret 2019, pemerintah telah memberikan Nilai Pagu Paket sebesar Rp 152.540.300.000, sedangkan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Paket mencapai Rp 147.312.469.200. 

Masih menurut LPSE, setidaknya ada 41 peserta yang ikut mendaftar lelang tender mobil menteri. Akan tetapi ada empat yang lolos kualifikasi antara lain PT Astra International, PT New Ratna Motor, PT Hadji Kalla dan PT Agung Automall

Hanya saja PT Astra Internasional jadi pemenang tender, karena memberikan penawaran dengan harga paling rendah yaitu Rp 147.229.317.000.

Lantas jika benar harga tersebut telah ditetapkan para menteri bisa pakai mobil apa ya?

Jika melihat berdasarkan salinan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 577/KM.6/2017 Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK) alat angkut darat kendaraan bermotor dinas operasional jabatan di dalam negeri standar barangnya bisa sedan atau Sport Utility Vehicle (SUV) yang mengusung mesin enam silinder berkapasitas 3.500 cc. 

Namun belakangan ini kabar lebih mengerucut disebutkan, bahwa jika ada 34 Menteri di Kabinet Kerja jilid II, setidaknya mobil yang digunakan adalah sedan Toyota Crown.

Sosok Toyota Crown memang tak dijual langsung di PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek. Namun begitu, jika ada pesanan kenapa tidak. Oia, jika melihat mobil menteri Kabinet Kerja jilid I, nama Toyota Crown sudah tidak asing, karena sebelumnya memang telah menemani para menteri.

Kira-kira benar nggak ya mereka pakai Toyota Crown lagi?

Sejarah Singkat Mobil Menteri

Para menteri atau pembantu presiden memang sangat penting dalam menjalankan sistem pemerintahan. Mereka sudah punya porsi masing-masing sesuai dengan kerjanya.

Nah, para menteri juga memiliki mobilitas tinggi ketika menjalankan tugasnya. Karena itu, mobil dinas jadi andalan untuk menempuh perjalanan mencapai tempat tujuan. 

Oia OLXer juga kudu tau nih, sebelum Jokowi (sapaan Joko Widodo) naik menjadi orang nomor satu, para menteri memang sudah menggunakan mobil dinas yang tak kalah keren. 

Para menteri Kabinet Kerja Jilid I di bawah kepemimpinan Jokowi, ternyata menunggangi Toyota Crown yang pernah digunakan menteri-menteri sebelumnya, saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Sebelum memilih Toyota Crown, para menteri-menteri SBY di era 2001-2003 menggunakan mobil dinas berupa Toyota Camry. 

Nah, sebelum muncul nama Toyota Camry, ternyata mobil-mobil menteri telah menggunakan mobil jenama Swedia yaitu Volvo. Merek mobil yang terkenal akan sistem keselamatannya sudah digunakan para menteri ketika dipimpin Presiden Soeharto, lalu BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, sampai Megawati Soekarno Putri. 

GoPro Hero 8 Meluncur September 2019, Punya Kamera Buat Selfie

0

OLXer yang doyan jalan-jalan dan hobi foto namun tidak mau ribet, menyukai kamera yang simple seperti action camera atau kamera aksi. Nah, dari sekian banyak kamera aksi, GoPro salah satu produk yang banyak digunakan.

Bahkan menurut sejumlah sumber, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut kini tengah mempersiapkan produk terbarunya yaitu GoPro Hero 8. Kabarnya, kamera ini akan diluncurkan pada September 2019 mendatang.

GoPro Hero 8 disebutkan akan hadir dengan banyak penyempurnaan dan menawarkan tiga varian sekaligus yaitu GoPro Hero 8 Black, GoPro Hero 8 Silver, serta GoPro Hero 8 White

Adapun dilansir Camera Jabber, beberapa penyegaran dari GoPro ini termasuk dapat merekam video 4K dengan frame rate 120 FPS, lalu dan video Full HD bisa dilakukan dengan frame rate lebih tinggi yaitu 480 FPS.

Tak sampai disitu, kualitas gambar juga ditingkatkan, lensa  diubah dan sudah mendapatkan tambahan prosesor GP2. Belum sampai disitu, video GoPro Hero 8 akan lebih stabil atau minim guncangan karena telah menggunakan fitur HDR Hyper Smooth

Oia, kalau OLXer mau tau GoPro Hero 8 juga didukung dengan dudukan rumah opsional yang dapat dipasangkan dengan mikrofon atau lampu LED, bahkan layar flip-up sehingga mirip kamera-kamera mirrorless. Dengan layar ini pula, OLXer bisa selfie dan lihat langsung hasilnya.

Dengan ubahan ini pula, ketika mentransfer gambar atau video, kamera ini bisa lebih instan karena memiliki kecepatan hingga 100MB/s.

Untuk lebih detailnya, seperti mending tunggu rilis aja ya OLXer. Tapi kalau memang OLXer udah nggak sabar pengen punya GoPro, ya coba aja pakai GoPro Hero 7.

Lanjutkan #PijarIlmu, Asuransi Astra Revitalisasi 25 PAUD

0

Medan – Asuransi Astra meneruskan kegiatan bertajuk #pijarilmu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan nasional.

Kali ini kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Asuransi Astra berlangsung di kota Medan, Sumatera Utara. Anak perusahaan Astra ini melakukan revitalisasi terhadap PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Perwari Trisula, yang terletak persis di Jl. Abdullah Lubis, Medan.

“Bangunan PAUD Perwari Trisula sudah ada sejak tahun 1957, dan baru kali ini mendapat revitalisasi lewat program #pijarilmu Asuransi Astra,” ujar Chief Marketing Officer Retail Business Asuransi Astra Gunawan Salim di Medan, Senin (19/8/2019).

Awalnya PAUD yang diinisiasi oleh korps Dharma Wanita Medan ini mendapat sambutan dari masyarakat. Pertama kali dibuka ada sekitar 96 orang siswa yang belajar di PAUD tersebut. Namun karena kondisi bangunan yang semakin lama semakin mengkhawatirkan, banyak orangtua yang merasa khawatir menitipkan anak-anaknya belajar dan bermain di Perwari Trisula.

“Terakhir sampai kita lakukan revitalisasi, muridnya tinggal 15 orang.,” terang Gunawan Salim.

Tahun ini total ada sekitar 25 PAUD yang direvitalisasi oleh Asuransi Astra sebagai kelanjutan program #pijarilmu dan Perwari Trisula adalah yang pertama diresmikan. “Sisanya masih on going dan diharapkan akan selesai hingga 12 September depan,” tambah Laurentius Iwan Pranoto, Senior Vice President Communications and Service Management Asuransi Astra.

CEO Asuransi Astra, Rudy Chen memberikan bingkisan kepada anak murid PAUD Perwari Trisula Medan (Sumber Foto: Asuransi Astra)

Sementara pada tahun lalu perusahaan sudah berhasil melakukan perbaikan 50 perpustakaan di setengah dari provinsi di Indonesia.

“Pada dasarnya tujuan kami adlaah untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia. Minimal dengan membangun perpustakaan yang layak, mampu merangsang minat baca anak. Kami ingin melanjutkan tema #pijarilmu, karena setiap anak Indonesia punya hak sama dalam menimba ilmu,” pungkas Rudy Chen, CEO Asuransi Astra di tempat yang sama.  

Program #pijarilmu Asuransi Astra sudah berjalan selama dua tahun berturut-turut dan akan terus berjalan dengan konsep berbeda-beda setiap tahunnya. (Z)

Usai Jakarta, Keseruan Menjajal Mitsubishi New Triton Berlanjut ke Balikpapan

0

Balikpapan – Keseruan menjajal mobil Mitsubishi New Triton yang digagas PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berlanjut ke provinsi Kalimantan Timur, Senin (19/8/2019) di kawasan Grand City Sinar Mas, Balikpapan.

Melalui tema “Engineered Beyond Tough Experience” calon konsumen mobil pikap Mitsubishi New Triton di Balikpapan diajak untuk menguji langsung performa mobil bersama pakarnya rally, Hiroshi Masuoka (Pereli legendaris juara Paris Dakar), Kazuto Koide (Pereli Internasional), dan juga Rifat Sungkar (Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia).

MMKSI menyediakan 12 unit New Triton yang terbagi menjadi unit display, unit untuk obstacle course, dan unit untuk 4×4 challenge dari berbagai varian sebagai referensi kepada konsumen agar dapat mempelajari lebih jauh kebutuhan dan preferensi dari tiap varian yang sesuai.

Aktivitas “Engineered Beyond Tough Experience” dilakukan dengan tiga jenis lintasan yang disesuaikan dengan objektif kegiatan, mulai dari test drive di lintasan berjarak 2,2 km. Di sesi ini peserta dapat merasakan akselerasi berkecepatan tinggi, drifting, melompat dan cornering dengan kendali pada kemudi New Triton oleh Hiroshi Masuoka, Kazuto Koide dan Rifat Sungkar.

Sementara pada obstacle course yang berjarak 0,3 km, peserta test drive memiliki kesempatan untuk merasakan berbagai fitur keamanan dan performa dari New Triton berikut pengetahuan praktik dalam menghadapi berbagai macam rintangan dan hambatan.

Dan yang terakhir adalah 4×4 challenge. Ini sebagai salah satu atraksi utama sekaligus unjuk kekuatan dan ketangguhan performa New Triton. Konsumen diharapkan dapat melewati berbagai tantangan pada lintasan sepanjang 0,35 km dengan didampingi oleh instruktur mengemudi.

Disebutkan oleh MMKSI, model ini (Triton) punya peran penting di pasar Indonesia, sebagai salah satu pasar paling penting untuk Mitsubishi Motors. Khususnya wilayah Balikpapan yang didominasi oleh industri pertambangan dan perkebunan, dengan kontur dan medan di area tambang, kehadiran model Triton sangat diminati masyarakat, terutama pelaku industri.

“Dengan aktivitas “Engineered Beyond Tough Experience” di Balikpapan, kami ingin memberikan kesempatan kepada pelanggan setia Mitsubishi Motors untuk merasakan langsung dan mengeksplor New Triton yang mendapatkan berbagai peningkatan fitur sehingga semakin tangguh di berbagai medan,” ungkap Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI.

Mitsubishi Triton sendiri di Balikpapan menjadi pemimpin pasar segmen pikap small 4×4 dengan penguasaan pasar mencapai 84 persen periode Januari – Juni 2019. Capaian positif ini berkontribusi sebesar 27 persen terhadap keseluruhan penjualan Triton di Indonesia.

Setelah Jakarta dan Balikpapan, keseruan “Engineered Beyond Tough Experience” bakal berlanjut di Pekanbaru. (Z)

Untung Rugi Pakai Ban Racing Sebagai Ban Harian pada Sepeda Motor

0

Jakarta – Bagi OLXer pengguna motor pastinya bertanya-tanya, apakah baik bila menggunakan ban balap sebagai ban harian. Kira-kira apa sih untung dan ruginya bila pemotor memutuskan seperti itu?

Kita tahu kalau ban memiliki fungsi vital pada sepeda motor. Tentu OLXer dituntut untuk bijak dalam memilih jenis ban yang pas untuk memaksimalkan kinerja sepeda motor. Yang pasti ban peruntukan balap punya spesifikasi lebih tinggi dibanding ban reguler harian.

“Pakai ban balap sebagai ban harian memang tidak ada salahnya. Semuanya kembali lagi kepada konsumen pemilik motor. Pakai ban balap sebagai ban harian membuat kinerja motor lebih baik, karena ban balap itu kan diracik lebih rigid ke aspal,” ungkap Marketing Product Development GT Radial, Dodiyanto sesaat sebelum melepas peserta Touring Kemerdekaan Journalist Max Community (JMC), di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Marketing Product Development GT Radial, Dodiyanto saat melepas rombongan touring kemerdekaan JMC (Sumber Foto: JMC)

Keunggulannya adalah motor jadi lebih nyaman saat bermanuver serta membuat pengendara lebih pede saat berlari kencang di jalan aspal yang berkerikil. Lebih dari itu, ban balap yang dipakai harian memberikan performa pengereman jadi lebih baik.

“Ini berkat campuran kompon di ban balap yang lebih khusus dan beragam,” lanjutnya.

Akan tetapi keputusan ini juga bukan tanpa kekurangan. Karena menurut Dodiyanto ban balap yang dipakai sebagai ban harian akan lebih cepat habis dibanding ban reguler. 

“Ban dengan spesifikasi racing itu rata-rata lebih cepat habis dibanding ban spesifikasi penggunaan harian. Lebih cepat habisnya sekitar 20-30 persen,” tutup Dodiyanto.

Artinya, OLXer kudu sering ganti ban dibanding bila pakai ban reguler. Tentu cost operasional motor juga jadi lebih besar. Apalagi harga ban balap (racing) biasanya jauh lebih mahal dibanding ban biasa. Jadi OLXer mending mana? (Z)