Selasa, Mei 28, 2024
Lainnya
    Tips & TrikPerbedaan Oli Mesin Bensin dan Diesel untuk Mobil

    Perbedaan Oli Mesin Bensin dan Diesel untuk Mobil

    Ade jenis oli yang bisa dipakai di mesin diesel dan bensin.

    News.OLX – Oli memegang peranan krusial dalam menjaga kinerja mesin kendaraan. Selain harus mengganti oli secara teratur, pemilihan oli yang tepat juga menjadi hal penting. 

    Terdapat perbedaan mendasar antara oli mesin yang digunakan pada mobil bensin dan diesel, baik dari segi komposisi maupun fungsinya dalam memberikan pelumasan pada mesin mobil.

    Dalam informasi yang diambil dari situs resmi Deltalube, diungkapkan bahwa oli mesin untuk mobil diesel dan bensin memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pelumas untuk mesin. Namun, keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam hal viskositas dan kandungan detergen, yang kemudian mempengaruhi kinerjanya dalam memberikan pelumasan pada mesin mobil.

    Baca juga: Ini Penyebab Oli Mesin Motor Bercampur Air Radiator

    “Perbedaan mendasar antara oli mesin diesel dan oli mesin bensin terletak pada viskositas dan kandungan detergennya. Oli diesel memiliki viskositas yang lebih kental dan kandungan detergen yang lebih tinggi dibandingkan dengan oli bensin,” demikian dijelaskan oleh Deltalube.

    Mereka menambahkan, “Oli mesin diesel membutuhkan viskositas yang lebih kental dan deterjen yang lebih banyak agar dapat bertahan pada suhu mesin yang tinggi. Suhu yang sangat tinggi ini terjadi karena mesin diesel membutuhkan tingkat kompresi yang sangat tinggi.”

    Oli mesin diesel tidak bisa digunakan mobil bensin

    Deltalube juga memaparkan bahwa dari segi kriteria dan jenis, oli mesin diesel tentu saja tidak dapat digunakan pada mobil bermesin bensin, dan sebaliknya. Penggunaan oli mesin diesel pada mobil bensin dapat membahayakan mesin, begitu juga sebaliknya.

    Baca juga: Selain dari Jarak Tempuh, Ini Tanda Oli Mesin Motor Perlu Diganti

    “Contoh, penggunaan oli mesin diesel pada mesin bensin dapat menyebabkan mesin mengalami kerusakan karena kandungan oli mesin bensin tidak dapat mengakomodasi kinerja mesin diesel,” tulis Deltalube.

    Oli mesin 2

    Adanya perbedaan API service rating

    Oli memiliki kode mutu API Service Rating yang terdiri dari dua huruf, dimana huruf pertama menunjukkan jenis mesin. Untuk oli mesin diesel, huruf pertama adalah “C”, sementara untuk mesin bensin, huruf pertama adalah “S”.

    Baca juga: Salah Pilih Oli Bisa Bikin Mobil Boros BBM, Beneran?

    “Semakin besar hurufnya, maka tingkat pelumasnya juga semakin tinggi. Rumus ini juga berlaku untuk pelumas mesin diesel. Sebagai contoh, oli mesin diesel dengan rating API “CH” dianggap lebih baik daripada “CG” atau “CF”,” terang Deltalube.

    Namun, ada juga jenis oli mesin yang dirancang untuk dapat digunakan pada mobil dengan mesin diesel maupun bensin. Oli tersebut diberi kode khusus. Namun, Deltalube menyarankan agar oli jenis ini tidak digunakan secara terus-menerus, melainkan lebih cocok digunakan dalam situasi darurat.

    Contoh oli yang bisa digunakan pada mesin bensin dan diesel. Kode ini memiliki ciri khas tertentu, seperti SH/CD, SL/CF, atau CF/SJ. “Jika melihat kode seperti ini pada kemasan, berarti oli tersebut dapat digunakan pada mesin bensin atau diesel, namun pastikan sesuai dengan kondisi mesin sebelum penggunaan,” tulis Deltalube.

    Baca juga: Bongkar Hidrolik Mobil: Fungsi, Jenis, Komponen, Cara Kerja, dan Cara Perawatannya

    Selain informasi di atas, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLX Member of ASTRA. Kamu juga cari mobil bekas impianmu dengan mengakses OLX melalui aplikasi dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait