OLX News – Pernah kamu merasakan setir mobil terasa berat. Jika pernah, maka ada beberapa penyebab setir menjadi berat.
Setir merupakan bagian mobil yang sangat penting untuk mengarahkan laju kendaraan. Jika tidak dirawat maka bisa membahayakan bagi pengemudi dan penumpang didalamnya.
Salah satu masalah yang kerap timbul pada bagian kemudian adalah setir mobil berat yang dapat terjadi kapan saja dan mobil apa saja.
Hal ini tentunya menganggu kenyamanan dan keselamatan jika tidak diperbaiki. Respon setir yang lambat akibat beratnya bisa menyebabkan kendaraan bergerak tidak terkendali dan menyimpang.
Penyebab Setir Mobil Terasa Berat
Ada beberapa penyebab setir mobil menjadi berat, dan untuk mengetahui penyebabnya maka dapat dipengaruhi oleh beberapa masalah, diantaranya adalah:
1. Sudut Kemudi Roda Sudah Berubah
Selain itu, perubahan besar pada sudut kemudi roda juga sering terjadi. Sudut kemudi ini mencakup sudut camber, caster, kingpin inklinasi, dan toe.
Biasanya, sudut-sudut tersebut telah disetel oleh pabrik mobil dan dapat disesuaikan melalui proses “wheel alignment” atau “spooring.”
Keempat sudut tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan dalam pengendalian, seperti memungkinkan mobil berjalan lurus dan membuat ban kembali ke posisi lurus setelah berbelok.
Seiring waktu, penggunaan kendaraan dan benturan dengan lubang di jalan, polisi tidur, serta melewati jalan yang tidak rata dengan kecepatan tinggi dapat mengubah posisi dan sudut kemudi dengan drastis.
Perubahan signifikan dalam sudut kemudi ini dapat langsung dirasakan oleh pengemudi, yang menciptakan kondisi setir yang terasa lebih berat.
2. Ball Joint yang Berkarat dan Terjepit
Ball joint yang mengalami karat atau macet juga dapat menjadi penyebab setir mobil berat ketika kendaraan belok.
Hal ini berlaku jika masalah terjadi pada ball joint yang terkait dengan sistem power steering, seperti Long Tie Rod ball joint dan tie rod end ball joint.
Keduanya berhubungan langsung dengan setir dan roda. Sedangkan penyebab utama timbulnya karat seringkali disebabkan oleh bocornya karet penutup debu dari ball joint, yang memungkinkan air masuk dengan mudah.
Selain itu, beberapa jenis ball joint memerlukan perawatan pelumasan secara teratur, dan jika hal ini diabaikan, bagian tersebut dapat menjadi kering dan berisiko berkarat.
3. Kadar Oli Power Steering Habis
Kondisi kadar oli power steering yang rendah atau habis dapat menjadi salah satu alasan mengapa setir mobil terasa berat saat diputar.
Oli power steering memiliki fungsi untuk meningkatkan tenaga dalam memutar setir saat mesin bekerja. Tenaga ini berasal dari tekanan yang dihasilkan oleh pompa power steering.
Ketika jumlah oli power steering berkurang atau habis, maka tidak akan ada tekanan hidrolik yang dihasilkan, yang berfungsi untuk memudahkan putaran setir, menghasilkan efek setir yang berat.
Untuk mengetahui apakah oli power steering kamu berkurang, maka periksalah tabung reservoir oli power steering yang terletak dalam ruang mesin.
4. Steering Rack Bermasalah

Adapun masalah lain yang perlu diperhatikan adalah kerusakan pada steering rack. Steering rack berperan penting dalam memudahkan pergerakan setir mobil dengan memanfaatkan tenaga hidrolik dari oli power steering.
Selain itu, steering rack juga menjadi penghubung antara roda dan setir, terletak di bawah mobil dan terhubung dengan roda menggunakan long tie rod ball joint serta tie rod end.
Karena posisinya tersebut, steering rack sangat rentan terhadap paparan kotoran, debu, lumpur, serta air. Kerusakan pada komponen karet atau seal penutupnya akan menyebabkan semakin banyak masalah seperti karat, kebocoran oli, hingga perubahan bentuk.
Secara umum, semua permasalahan yang terjadi pada steering rack akan memengaruhi kinerjanya, salah satunya dapat mengakibatkan setir mobil menjadi berat.
5. Pemompaan Oli Power Steering Tersumbat
Selain masalah kadar oli, setir yang berat juga bisa disebabkan oleh pompa oli power steering yang tersumbat. Ketika pompa oli power steering terhambat, sirkulasi oli dalam sistem menjadi terganggu.
Akibatnya tekanan hidrolik yang mengalir ke power steering rack berkurang, mengakibatkan setir menjadi berat. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh oli yang kotor.
Karena itu, untuk mengatasi hal tersebut maka kamu bisa mengganti oli yang sesuai dengan rekomendasi seperti dalam buku panduan service.
6. Sabuk Power Steering Putus
Satu lagi faktor yang dapat membuat setir mobil terasa berat adalah putusnya sabuk (belt) yang menggerakkan power steering.
Belt ini berfungsi untuk memutar pompa oli dan memproduksi tekanan hidrolik. Jika belt power steering putus, pompa tidak berfungsi, menyebabkan kehilangan tekanan hidrolik dalam sistem, dan hasilnya setir menjadi berat untuk diputar.
7. Ban yang Kurang Angin
Kondisi ban yang kempes juga dapat memengaruhi bobot setir mobil. Ban yang kurang tekanan angin akan memberikan beban tambahan pada sistem power steering.
Hal ini diakibatkan karena luas permukaan gesekan antara ban dan jalan meningkat. Akibatnya, beban pada power steering juga meningkat, membuat setir terasa lebih berat.
Itulah beberapa masalah yang menyebabkan setir mobil terasa berat. Sehingga kamu bisa memperhatikan dan melakukan service jika kemudi mengalami masalah ini.






























