Jumat, Juni 14, 2024
Lainnya
    Tips & TrikSegera ke Bengkel Spooring Balancing Kalau Mobil Kamu Alami 5 Tanda Ini

    Segera ke Bengkel Spooring Balancing Kalau Mobil Kamu Alami 5 Tanda Ini

    Setir mobil kamu bergetar jika dikendarai? Yuk dicek, mungkin ini waktunya spooring.

    News.OLX Spooring dan balancing adalah dua proses vital dalam perawatan kendaraan, terutama roda kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor.

    Keduanya memiliki tujuan utama, yakni untuk memastikan kendaraan beroperasi dengan aman, nyaman, dan efisien. Lantas, apa perbedaan keduanya? Simak penjelasan berikut ini!

    Spooring

    Spooring, dikenal juga sebagai “wheel alignment,” adalah proses penyesuaian sudut roda kendaraan. Sasarannya adalah memastikan bahwa roda kendaraan sejajar dengan baik dan memiliki sudut yang tepat.

    Baca juga: Mudah Ditemukan di Rumah, Bahan-Bahan Ini Bisa Menghilangkan Jamur Pada Bodi Mobil

    Hal ini sangat penting untuk memastikan kestabilan kendaraan, menghindari gesekan berlebihan, dan meminimalkan keausan ban.

    Balancing

    Balancing merupakan proses untuk memastikan bobot roda kendaraan terdistribusi secara merata. Setiap roda memiliki titik pusat massa, dan jika bobotnya tidak seimbang, dapat menyebabkan getaran dan ketidaknyamanan saat berkendara. 

    Proses balancing melibatkan penambahan atau pengurangan timah cetak yang disebut “balance weight” pada roda, sehingga mendistribusikan bobot secara merata dan menghilangkan getaran yang tidak diinginkan.

    Keduanya, spooring dan balancing, merupakan tindakan preventif yang perlu dilakukan secara teratur untuk memastikan kendaraan berfungsi optimal, mencegah keausan ban yang tidak merata, meningkatkan kenyamanan berkendara, dan menjaga keselamatan pengemudi serta penumpang.

    Baca juga: Penyebab Kunci Mobil Susah Dicabut, Begini Cara Mengatasinya

    Idealnya, spooring dan balancing sebaiknya dilakukan setelah melakukan perbaikan atau penggantian komponen kunci seperti suspensi atau ban baru. Hal ini juga disarankan saat terjadi perubahan yang signifikan pada kendaraan.

    bengkel spooring (1)

    5 Tanda mobil perlu dilakukan spooring dan balancing

    Nah, berikut adalah beberapa tanda kalau mobil kamu harus segera dibawa ke bengkel spooring balancing!

    1. Getaran pada setir

    Setir bergetar pada kecepatan tertentu karena roda depan tidak seimbang yang berkaitan dengan mekanisme kemudi.

    2. Mobil tampak berbelok sendiri

    Mobil terlihat seperti berbelok sendiri saat sedang melaju lurus, menunjukkan perlunya perawatan spooring dan balancing.

    3. Pengendalian setir yang tidak kembali

    Setir tidak kembali ke posisi semula setelah dibelokkan, mengindikasikan perlunya perawatan spooring dan balancing.

    4. Mobilitas yang tidak merata

    Mobil terasa berjalan miring atau tidak seimbang, menandakan perlunya perawatan keseimbangan kendaraan.

    5. Ban tidak rata atau aus

    Permukaan ban yang tidak rata atau aus, bisa di salah satu atau keduanya, menunjukkan perlunya perawatan spooring dan balancing.

    Baca juga: Pertimbangkan 7 Hal ini Sebelum Kamu Ganti Karpet Mobil! 

    Mengutip laman resmi Toyota Indonesia, dikatakan proses balancing sebenarnya tidak ada patokan waktu. Namun menurut Toyota proses ini baiknya dilakukan setiap 10.000 kilometer sekali.

    Karena jarak tempuh ini juga menjadi waktu ban untuk rotasi. Agar mendapat hasil yang maksimal sebaiknya lakukan balancing di seluruh roda.

    “Saat ban di rotasi, maka tingkat balance roda juga pasti akan berubah. Nah, disini dilakukan balancing ulang,” tulis Toyota dalam laman resminya.

    Bagaimana dengan spooring? Kapan waktu yang tepat untuk melakukannya? Sama dengan balancing, pada spooring juga tidak ada batasan waktu. Tapi bisa langsung dilakukan jika pemilik merasa permukaan ban mobilnya tidak rata saat dikendarai.

    Dapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLX Member of ASTRA. Download aplikasinya di Play Store atau App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait