Tren penggunaan aksesoris motor Yamaha makin menjamur di kalangan anak muda Kalimantan. Ingin tampil beda jadi alasan utama gaya modifikasi ini.
OLX News – Merawat kondisi mesin tetap prima lewat servis berkala dan penggantian suku cadang memang penting. Namun, bagi para pengguna motor di Kalimantan, khususnya kalangan usia muda (Gen Z), perawatan mesin saja belum cukup.
Kini, tren mendandani tunggangan agar terlihat lebih mencolok di jalanan semakin menjamur.
Bertahan dan Tumbuh, Begini Strategi Bisnis Yamaha Menghadapi Gejolak Pasar Kalimantan
Penjualan komponen aksesoris motor Yamaha dan pernak-pernik tambahan dilaporkan mengalami peningkatan permintaan yang signifikan.
Hal ini tidak terlepas dari karakter anak muda setempat yang selalu ingin tampil beda saat berkumpul bersama rekan sejawatnya. Membiarkan motor tampil dengan kondisi standar bawaan pabrik dirasa kurang memuaskan dahaga eksistensi diri.
“Kalau untuk after sales yang biasa itu gak ada sesuatu yang beda, paling rutin oli, kampas rem. Tetapi item-item aksesoris supaya kelihatan lebih kece motornya, itu yang sekarang jadi happening, karena kecenderungan konsumen youngster itu ingin terlihat berbeda dibandingkan teman-temannya,” papar Khusnul Faris, Chief Yamaha Area Kalimantan, menceritakan fenomena unik ini.
Buru Edisi Spesial Demi Barang Koleksi

Gairah modifikasi tipis-tipis ini paling sering ditemui pada pengguna Maxi Series seperti Aerox, serta motor bebek super MX King. Mereka berlomba-lomba memasang komponen penunjang penampilan agar motornya mencerminkan jati diri sang pemilik.
Tidak hanya sebatas aksesoris, perburuan motor dengan status edisi terbatas juga menjadi tren tersendiri.
Bukan Skutik, Ternyata Ini Motor Yamaha Paling Laris Manis di Pelosok Kalimantan
Sebagai pabrikan yang kerap menelurkan edisi khusus bernuansa livery balap, banyak konsumen yang memburu varian tersebut bukan sekadar untuk kendaraan harian, melainkan sebagai aset pajangan atau koleksi.
“Salah satu kekuatan Yamaha itu mampu membuat produk yang rare item sehingga tidak hanya untuk dipakai harian, tetapi itu menjadi kayak motor koleksi,” tutup Khusnul.
Dengan karakter konsumen yang begitu loyal terhadap identitas visual, tidak heran jika roda bisnis pernak-pernik kendaraan roda dua di wilayah tersebut terus berputar kencang tanpa terpengaruh kondisi ekonomi secara drastis. (Z)





























