Minggu, April 19, 2026
Beranda blog Halaman 1446

Honda Indonesia Tak Gelar Aktivitas Balap Offline, Pilih Fokus di Balapan Virtual

0

Masa kelaziman baru yang terjadi sekarang membuat sebagian orang bisa bernafas sedikit lega karena bisa melakukan berbagai aktivitas seperti biasanya. Dari dunia motorsport, era new normal juga diharapkan menjadi sebuah momen untuk bisa kembali menggelar berbagai kejuaraan balap tingkat nasional. 

Namun hal ini tidak lantas terwujud menyusul keputusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai induk olahraga bermotor di Indonesia yang sudah 'ketuk palu' untuk tidak menggelar Kejuaraan Nasional balap apapun hingga akhir tahun ini.

Sementara dari pihak pengelola Sirkuit Internasional Sentul tetap membuka diri bagi semua pihak terkait yang ingin memanfaatkan fasilitas di sirkuit tersebut. Bahkan event balap mobil bergengsi ISSOM diputuskan tetap jalan tahun ini sebanyak 6 seri meski tanpa label Kejuaraan Nasional. 

Sayangnya, meski tetap digelar, ISSOM tahun ini tidak akan diikuti oleh Honda Racing Indonesia. Keputusan absennya Honda di ajang ISSOM diketahui lewat acara press conference virtual Honda Racing Indonesia yang berlangsung hari ini, Rabu (29/7/2020).

“Kami selama ini selalu konsisten berlaga di ajang balap nasional selama bertahun-tahun, namun dalam kondisi saat ini sudah tidak mungkin. Apalagi IMI sudah memutuskan tidak menggelar balapan Kejuaraan Nasional, sehingga kami memutuskan Honda Racing Indonesia tidak berlaga di ajang balap musim ini,” ujar Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor.

Lebih jauh Yusak Billy juga menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak menggelar balapan one make race Honda Jazz Speed Challenge dan Honda Brio Speed Challenge dan kejuaraan slalom.

Tetapi hal ini tidak menyurutkan semangat Honda Indonesia dalam usahanya untuk terus mempopulerkan balap mobil di Tanah Air lewat platform digital. 

Komitmen ini diwujudkan dengan memperkenalkan ajang Honda Racing Simulator Championship (HRSC) pada bulan Juni lalu yang saat ini sudah memasuki seri ke-2. 

“Kami tetap berkomitmen untuk memperluas aktifitas balap kami ke platform digital. Bahkan sebuah keseruan baru akan kami perkenalkan bulan depan dimana kami akan meluncurkan sebuah mobile games balap,” tutur Yusak memberikan bocoran.

Balapan digital yang digelar Honda Prospect Motor mengusung konsep “everyone can race” sehingga membuka kesempatan bagi semua orang merasakan adrenalin berkompetisi dalam sebuah kejuaraan balap, tidak hanya bagi pembalap sesungguhnya. 

“Jadi tidak cuma pembalap saja yang bisa ikutan, tapi semua orang bisa balapan. Sejak dibuka pendaftaran pertama kali, tercatat ada 230 orang yang mendaftar. Kemudian kita saring menjadi 60 pembalap yang lolos kompetisi,” ungkap Adhi Parama Sugarda, Communication Strategy Manager HPM.

60 pembalap tersebut ambil bagian dalam ajang HRSC yang telah digelar sebanyak dua seri, di sirkuit virtual Suzuka dan Sepang. Seri-seri lanjutan dari HRSC akan kembali digelar pada setiap akhir pekan, mengambil tempat di berbagai sirkuit virtual Internasional hingga seri final di 29 Agustus 2020.

Memutuskan Beli Mobil Dengan Cara Over Kredit, Perhatikan Hal Ini!

0

Punya kendaraan pribadi di tengah kondisi pandemi ini tentu menjadi sebuah kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Risiko tertular virus corona setidaknya bisa diminimalisir dengan beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan kendaraan umum.

Mobil menawarkan kenyamanan bagi pemiliknya serta tentunya keamanan yang lebih memadai. Melihat kemudahan dan kepraktisan yang diberikan oleh mobil maka kebutuhan akan transportasi roda empat ini jadi incaran banyak orang dari berbagai kalangan masyarakat.

Tentu banyak sekali pilihan untuk memiliki mobil impian, ada berbagai pilihan merek maupun model yang bisa disesuaikan dengan selera dan juga kantong. Tapi bila dana yang tersedia belum mencukupi untuk memiliki mobil baru, sudah pasti pilihannya ke mobil bekas. Saat ini banyak sekali mobil bekas yang ditawarkan dalam kondisi bagus serta harga yang juga jauh lebih murah.

Tapi kalau mobil bekas juga masih belum menarik perhatian Anda, pilihan lainnya adalah memiliki mobil over kredit. 

Pengertian over kredit disini adalah pembeli akan mengambil alih sisa utang ataupun kredit dari pihak penjual, sehingga pihak penjual tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayar sisa cicilan karena sudah dialihkan kepada pihak pembeli. 

Dengan kata lain, pihak pembeli akan meneruskan pembayaran cicilan dari mobil penjual sampai lunas.

Tapi, buat pembeli mobil over kredit ada hal yang harus diperhatikan. Saat proses pindah tangan dari pemilik sebelumnya ke tangan pembeli, untuk lebih aman sebaiknya pembeli melaporkan ke pihak leasing terlebih dahulu, lalu lapor ke pihak asuransi yang mengikat kredit mobil tersebut untuk menginfokan bahwa adanya perubahan kepemilikan pada mobil tersebut.

Gunanya laporan ini adalah karena jika tidak lapor ke pihak asuransi dan sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, mau tidak mau pembeli kedua yang harus menanggung semua biaya risiko yang terjadi. 

Pihak asuransi tidak dapat membantu segala bentuk kerugian pada mobil, karena asuransi mobil tersebut masih atas nama pemilik yang pertama, dan klaim klaim asuransi sudah pasti ditolak. 

Hal ini dipaparkan secara jelas dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), Bab IV pasal 10 yang berbunyi:

“Apabila Kendaraan Bermotor dan/atau kepentingan yang dipertanggungjawabkan beralih kepemilikannya dengan cara apapun, Polis ini berakhir dengan sendirinya setelah 10 (sepuluh) hari kalender sejak tanggal pengalihan kepemilikan tersebut, kecuali apabila Penanggung memberikan persetujuan secara tertulis untuk melanjutkan pertanggungan”.

Nah, untuk proses over kredit mobil, jangan lupa untuk lapor ke pihak asuransi mobil yang dipindahtangankan seusai lapor ke pihak leasing, karena tak sedikit kasus orang-orang yang beranggapan bahwa tidak perlu lapor ke pihak asuransi sesudah membeli mobil over kredit. 

Dengan melapor ke pihak asuransi, kalian sebagai pemilik kedua dari mobil over kredit akan terhindar dari risiko tertolaknya klaim dari pihak asuransi jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan.

Untuk pelanggan asuransi Garda Oto, konsultasi atau pelaporan terkait perubahan kepemilikan mobil dapat langsung menghubungi contact center Garda Akses di nomor 1500112 kami siap melayani Anda selama 24 jam.

11 Lembaga Jasa Keuangan Astra Bagikan Ratusan Hewan Kurban

Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020, semua umat muslim sangat disunnahkan untuk melaksanakan kurban sebagai wujud pengikhlasan atas sebagian harta dan materi yang dimiliki. 

Sebanyak sebelas Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam Astra Financial saling bahu-membahu dalam menyerahkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat secara bertahap. 

Sebelas LJK Astra Financial tersebut adalah PT Federal International Finance (FIFGROUP), PT Astra Sedaya Finance (ACC), PT Toyota Astra Financial Services (TAF), Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), Dana Pensiun Astra (DPA),  PT Komatsu Astra Finance (KAF), PT Astra Aviva Live, PT Surya Arta Nusantara Finance (SANF), PT Astra Mitra Ventura (AMV), PT Astra Welab Digital Arta (AWDA), dan PT Serasi Auto Raya (SERA) 

Belasan Lembaga Jasa Keuangan ini menyumbangkan hewan kurban sebanyak 18 ekor sapi dan 782 ekor kambing di 368 titik kurban yang berada di sekitar kantor pusat dan kantor cabang.

Bantuan tersebut diserahkan secara bertahap mulai 29 Juli 2020 sampai dengan 03 Agustus 2020.

“Kurban dalam hari raya Idul Adha memiliki dua dimensi, tidak saja ibadah spiritual namun juga memiliki makna dimensi sosial. Momentum Idul Adha tahun ini merupakan momen yang tepat untuk semakin menguatkan kebersamaan dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar,” ungkap Direktur In Charge Astra Financial, Suparno Djasmin dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Brigjen TNI Novi Rubadi Sugito selaku Aster Kaskostrad menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama dan sinergi antara Astra Financial dan pihaknya dalam berbagi dengan masyarakat sekitar.

“Kami berterima kasih kepada Astra Financial sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, dan kami berharap kedepannya sinergi positif ini dapat terus terjalin sehingga lebih banyak lagi kebaikan yang dapat disebarluaskan bersama,” pungkas Brigjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Dalam melakukan penyerahan hewan kurban ini Astra Financial dan Kostrad menggunakan protokol kesehatan, termasuk social distancing, penggunaan masker dan cuci tangan.

Standar BBM Euro 4 Untuk Bensin Minimal 91

0

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI terus melakukan pengembangan infrastruktur pengujian baku mutu emisi gas buang Euro 4, untuk kendaraan bermesin diesel maupun bensin.

Tak hanya Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup juga telah mengeluarkan beleid tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro 4.

Isi dalam dalam peraturan tersebut, disebutkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mesin bensin minimal Research Octane Number (RON) 91, sedangkan untuk mesin diesel cetane number (CN) minimal 51.

Menurut Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dampak utama dari penerapan BBM Euro 4 adalah terjadi penurunan polutan dan emisi gas buang, rata-rata mencapai 50 persen.

“Sehingga, kualitas udara menjadi lebih baik karena lebih bersih,” kata Budi dalam akun instagram pribadinya.

Peraturan tentang penggunaan bahan bakar berstandar Euro IV, untuk kendaraan berbahan bakar bensin, sudah dijalankan sejak 2018. Adapun untuk kendaraan berbahan bakar diesel, tengah dipersiapkan untuk segera dapat diimplementasikan.

Tak hanya sekadar melakukan pembahasan, sebab menurut Budi, Kemenhub juga telah siap untuk menguji emisi gas buang kendaraan bermotor berbahan bakar bensin sesuai standar Euro 4, dimana fasilitas pengujian dilakukan di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).

“Infrastruktur pengujian baku mutu emisi gas buang Euro 4 untuk kendaraan diesel pun sudah ada, dan terus kami kembangkan. Kami berupaya agar ketika peraturan untuk kendaraan diesel ini diterapkan, infrastruktur pengujian baku mutu emisi gas buang Euro 4 makin baik, dan lebih siap,” tutupnya.

 

Honda Legend Lansiran 1996, Mobil Langka di Indonesia Harganya Masih Rp 230 Jutaan

0

Honda Legend, mungkin asing di telinga kita. Nama mobil ini memang tidak sama dengan sepeda motor Honda Legenda yang cukup booming di awal tahun 2000’an.

Sebaliknya, Honda Legend sejatinya, merupakan mobil yang dikembangkan Acura, yang merupakan perusahaan otomotif Jepang untuk divisi mobil mewah dari Honda. Secara garis besar, mirip dengan Lexus yang masuk ke segmen mobil mewah Toyota.

Honda Legend sendiri memang lebih terkenal di pasaran Amerika Utara yang disebut juga Acura Legend. Mobil ini juga jika disejajarkan hampir setara dengan Honda Accord.

Balik lagi soal Honda Legend. Mobil ini memang tidak dijual oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen tunggal pemegang merek mobil Honda di Indonesia. Sebaliknya, mobil ini masuk ke Indonesia dengan dijual utuh atau Completely Built Up (CBU) oleh importir umum langsung dari Jepang.

Kebetulan, ternyata salah satu Honda Legend ternyata dijual disitus jual beli OLX.co.id lebih tepatnya memiliki desain coupe dengan dua pintu.

Secara tampilan memang keren OLXer, dan terkesan sporty. Bahkan sang penjual dengan inisial Gudby berdomisili di kawasan Cilandak, Jakarta  sepertinya sangat merawat mobil tersebut. Hal ini terlihat dari tampilan bodynya masih kinclong.

Honda Legend
Tampilan samping dan belakang Honda Legend. 

Dia juga menyebutkan, kalau Honda Legend miliknya tersebut sangat jarang populasinya di Indonesia, yaitu hanya sekitar 3-5 unit.

“Cocok bagi Anda yang hobi mobil rare item atau kolektor mobil coupe, boleh dipinang mobil buatan Honda yang satu ini cukup langka,” tulis sang penjual di kolom deskripsi.

Dia juga menyebutkan, meski usianya lebih dari 20 tahun, namun Honda Legend ini jarak tempuhnya baru 60-65 ribu kilometer.  

“Fitur canggih spesifikasi lengkap, sunroof, pintu vacuum, semua fungsi jok full electric seat, dan lain-lain,” tulisnya lagi.

Untuk jantung pacunya sendiri Honda Legend ini cukup besar, yaitu mengusung mesin V6 berkapasitas 3,2 liter mampu menyemburkan daya hingga 230 Tenaga Kuda. 

Nah, kalau OLXer mau tau lebih detail atau ingin punya mobil Honda Legend, bisa langsung mengkliknya di sini.

 

Wuling Cortez CT Type S  Meluncur, Ini Perbedaan Dengan Type C dan L

0

Wuling Cortez Type S jadi varian terbaru melengkapi model Cortez CT C dan L yang diluncurkan PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) untuk pasar otomotif nasional.

Varian paling anyar ini hadir dalam dua pilihan yaitu Wuling Cortez CT S MT 8-Seater dan Cortez CT S CVT-Captain Seat (Synthetic Leather). Masing-masing dibanderol Rp 209 juta dan Rp 233 juta on the road Jakarta.

Jika melihat harganya, Wuling Cortez CT Type S ini menjadi varian paling bawah dari model Cortez CT dan harga yang ditawarkan lebih rendah sehingga dapat bersaing dengan mobil-mobil seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio dan juga Mitsubishi Xpander.

Lantas apa yang membedakan Wuling Cortez CT Type S berbeda dengan tipe C dan L?

Menurut Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko perbedaan Wuling Cortez CT Type S dengan tipe C dan L terlihat dari bagian eksterior dan juga interior. Sedangkan untuk mesin dan transmisi masih sama yaitu menggunakan mesin turbo berkapasitas 1.5 liter.

“Wuling Cortez CT Type S hadir sesuai dengan segmen yang sudah disasar, jadi kami melihat range harga antara Rp 200-230 juta waktu itu kami belum punya line up produk, lalu dengan Wuling Cortez CT Type S kita mengisi yang kosong,” ungkap Danang saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta, Rabu (23/7/2020). 

Nah, supaya OLXer tidak salah piliih, berikut ini beberapa perbedaan Wuling Cortez CT Type S dengan Type C dan L, yaitu :

Eksterior

Wuling Cortez Type S
Tampilan wajah Wuling Cortez Type S.

Secara kasat mata memang tak jauh berbeda. Namun yang pasti, pada bagian wajah depan, meski sama-sama menggunakan lampu utama berteknologi LED, Cortez Type S tidak dilengkapi dengan fog lamp dan auto-on headlamp. Padahal pada varian C dan L sudah ada. 

Wuling Cortez Type S
Bagian pelek Wuling Cortez Type S hanya menggunakan satu warna. 

Jika dilihat dari samping, Wuling Cortez Ct Type S ini masih menggunakan pelek berukuran 16 inci, hanya saja untuk model ini masih mengusung single tone, berbeda dengan di atasnya menggunakan Alloy Wheel with Machining.

Cortez Type S juga tidak menggunakan fitur sunroof  dan hanya menggunakn antena short pole tidak bergaya Shark Fin seperti pada type C dan L. Selain itu, model S juga tidak dilengkapi dengan ornamen chrome pada handle pintu, frameless wiper, rain sensing wiper, hingga spion lipat (electric foldable mirror).

Interior 

Wuling Cortez Type S
Interior Wuling Cortez Type S 

Masuk ke dalam kabin juga mungkin sekilas tak ada perbedaan karena sama-sama menggunakan kombinasi dua warna. Tapi setelah melihat lebih dekat ada beberapa yang tidak sama seperti Type C dan L seperti untuk Type S 

Jika kita meraba bagian interior Wuling Cortez CT Tipe S akan terasa berbeda dengan C maupun L yang lebih soft touch. Hal ini karena material yang digunakan berbahan fabric. Sementara pada varian L sendiri sudah dilapisi Leather-covered steering wheel. 

Wuling Cortez Type S
Jok bari kedua Wuling Cortez Type S CVT. 

Oia, untuk Type S CVT juga sudah dilengkapi pilihan jok penumpang bergaya captain seat dengan bahan jok synthetic leather seperti halnya Type L. Sementara untuk tipe C belum ada. Hal yang tidak ada pada Cortez Type S yaitu Convenient Electric Front Seat Adjuster seperti Type L.

Selain itu, Cortez Type S ini masih menggunakan tuas rem tangan seperti mobil pada umumnya, sedangkan Type C dan L sudah menggunakan rem tangan electric hanya sentuhan jari. Interior Cortez Type S juga tidak dilengkapi dengan sunglasses holder seperti Type L. 

Wuling Cortez Type S
Wuling Cortez Type S 

Cortez Type S juga pengaturan AC nya masih manual yang terdiri dari tiga pengaturan masih bergaya diputar seperti Type C. Sedangkan tipe di atasnya sudah digital.

Perbedaan juga terjadi pada seatbelt, untuk Type S dan L sudah dilengkapi hingga baris ke tiga. Sementara Type C hanya di baris pertama dan kedua.

Kendati demikian, Cortez Type S ini dijejali meliputi Push Start/Stop Button, Advanced 8 inci Entertainment System, Audio Steering and Call Button, Rear Parking Camera,

Fitur

Wuling Cortez Type S
Wuling Cortez Type S 

Ada beberapa fitur yang ternyata tidak ada pada Wuling Cortez Type S. Seperti halnya untuk fitur keselamatan tidak dibenamkan Front and Rear Parking Sensor seperti Type L. Selain itu, untuk model S Manual Transmision tidak dilengkapi Rear Parkir.

Wuling Cortez Type S juga tidak dilengkapi fitur Hill Hold Control seperti pada Type C dan L. Padahal fitur ini bisa membuat mobil tidak mundur ketika macet dengan kondisi jalanan miring. 

Kantung udara atau airbag menjadi fitur penting. Hanya saja untuk Type S Cuma ada dual SRS di bagian depan seperti Type C. Sedangkan untuk Type L sudah ada di samping.

Fitur lainnya, Wuling Cortez Type S ini sudah dilengkapi Anti Lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake Force Distribution  (EBD) namun tidak ada Brake Assist (BA), Electronic Stability Control (ESC), Immobilizer.

Kendati begitu, Cortez Type S sudah dijejali Keyless Entry, Remote Open Windows and Trunk, dan Anti-Theft System, Rear Disk Brake, USB charging,  ISOFIX.

Mesin

Wuling Cortez Type S
Wuling Cortez Type S ini sudah dilengkapi dengan mesin Turbocharged 4 cylinders, in-line, DOHC, DVVT, berkapasitas 1.451 cc yang sanggup menyemburkan daya 140 tk pada 5.200 rpm dan torsi 250 Nm pada 1.600 – 3.600 rpm. 

Untuk dapur pacu, Wuling Cortez Type S ini sudah dilengkapi dengan mesin Turbocharged 4 cylinders, in-line, DOHC, DVVT, berkapasitas 1.451 cc yang sanggup menyemburkan daya 140 tk pada 5.200 rpm dan torsi 250 Nm pada 1.600 – 3.600 rpm. 

Transmisi ada pilihan mode manual dengan enam percepatan dan  Continuously Variable Transmission (CVT).

 

Spesifikasi dan Harga Sport Car BMW 840i Gran Coupé M Technic

0

BMW Indonesia kembali meluncurkan mobil terbarunya di pasar otomotif nasional. Kali ini, mobil yang diluncurkan merupakan sport car mewah, berupa BMW 840i Gran Coupé M Technic.

Mobil yang dijual cuma 10 unit ini, diklaim menggabungkan kedinamisan berkendara dan desain emosional mewah dengan empat-pintu serta kabin penumpang belakang yang jauh lebih lapang. Mobil yang masuk jajaran THE8 Gran Coupé in juga dianggap menjadi mobil empat-pintu paling mewah dalam portofolio produk BMW.

Menurut President Director BMW Group Indonesia Ramesh Divyanathan, BMW 840i Gran Coupé M Technic merupakan sports cars tidak hanya mencolok di atas kertas tetapi juga di jalanan karena mampu meningkatkan kemampuan pengemudi dan menjadikannya bak pembalap. 

“THE 8 Gran Coupé ini adalah ikon sports car terbaik untuk brand BMW. Target pelanggan dari sports car mewah ini adalah pribadi dengan selera eksklusif tingkat tinggi, untuk itu BMW Indonesia tawarkan sebuah varian khusus,” ungkap Ramesh dalam peluncurannya di acara BMW Indonesia Private Sale Kamis (23/7/2020).

Nah, OLXer mau tau seberapa hebat dan menarik Sport Car BMW 840i Gran Coupé M Technic, berikut ulasannya:

Eksterior

BMW 840i Gran Coupe M Technic
BMW 840i Gran Coupe M Technic

Aura BMW 840i Gran Coupé M Technic sangat terasa sporty dan elegan, serta memiliki dimensi ekstra, mulai dari panjang 5.082 mm (+ 231 mm), lebar 1.932 mm (+ 30 mm), tinggi 1.407 mm (+ 61 mm), serta jarak sumbu roda 3.023 mm (+201 mm).

Jika dilihat dari depan, mobil ini memiliki ciri khas desain 8 Series Coupé – termasuk posisi pilar A. Ujung depan yang lebar dan rendah sehingga terkesan sporty dan maskulin. Oia, lampu mobil ini dilengkapi BMW Laserlight dengan Selective Beam, sehingga menghasilkan jangkauan lampu jauh hingga 530 meter dan fungsionalitas adaptif.

Pada bagian samping dan belakang All new BMW 8 Series Gran Coupé mobili ini juga terlihat lebih luas, karena bingkai kaca depan lebih tegak, garis atap lebih tinggi, sehingga ruang kepala di dalam mobil lebih lega. 

Garis atap menyatu ke bagian belakang dengan elegan, melalui transisi berbentuk sirip di sekitar pilar C yang membuat bentuk kendaraan semakin sporty. Sementara itu, kaca belakang juga mengikuti garis yang sedikit lebih curam untuk hasilkan ruang bagasi lebih besar.

Interior 

Seperti yang disebutkan di atas, karena lebih panjang, lebar dan tinggi, mobil ini ekstra lebih luas untuk sebuah sports car coupé BMW, sehingga mempermudah penumpang untuk masuk dan keluar.

Kemewahan mobil ini tak lepas ketika masuk kabin karena kita disambut Ambient light yang ternyata bagian dari standar di all new BMW 8 Series Gran Coupé. Kemewahan mobil ini terasa berkat panel instrumen dan pintu yang dibalut bahan material leather, sedangkan pada bagian kursi dilapisi Leather 'Merino'. 

Agar tetap terasa sports car, mobil ini dilengkapi trim interior 'Carbon Fiber' + BMW Individual Headliner Alcantara antrasit ditambah lagi dengan aplikasi Kaca 'Crafted Clarity' untuk elemen-elemen interior.

Oia,  all new BMW 8 Series Gran Coupé sudah mengusung sistem suara surround Bowers & Wilkins Diamond dengan amplifier 10-saluran aktif dengan 1400 W dan 16 speakers yang dilengkapi dengan teknologi spiral Nautilus™, teknologi Kevlar® dan teknologi Rohacell® yang memiliki Quantum Logic Surround dengan equalizer 7-band (Dynamic Sound Equalising) dan tiga jaringan crossover analog untuk kualitas suara yang konstan di semua kursi – semua ini merupakan fitur terdepan dari all-new BMW 8 Series Gran Coupé. 

Belum lagi finishers stainless-steel anti karat dengan desain pola lubang 'Fibonacci' dengan tingkat efisiensi optimal lengkap dengan ambient light warna putih kebiruan atau dicocokkan dengan pilihan warna cahaya ambient Anda.

Fitur

BMW 8 Series Gran Coupé hadir sebagai standar dengan adanya BMW Live Cockpit Professional. Mobil ini juga dilengkapi berbagai fitur keren, terdiri dari sistem navigasi dan multimedia, ditambah cluster instrumen resolusi tinggi full digital dengan layar diagonal 12,3 inci dan Control Display ukuran 10,25 inci. 

Selain itu, ada juga BMW Operating System 7.0 dengan banyak fungsi digital modern yang disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi. Untuk pengoperasian intuitif, pengemudi dapat memilih dari fungsionalitas layar sentuh Control Display, iDrive Controller, tombol roda kemudi, kontrol suara dan kontrol gerakan. 

Fitur-fitur lainnya juga ada berupa Parking Assistant Plus, yang juga standar, adalah kamera Surround-view, lateral parking aid, Active Park Distance Control dan reversing assistant. Fitur bantuan pengemudi lainnya adalah Driving Assistant yang hadir dengan Lane Departure Warning, Lane Change Warning dan Crossing traffic warning rear, Rear collision prevention, juga Active cruise control dengan fungsi Stop & Go, sistem bantuan pengemudi berbasis kamera dan radar yang terdiri dari Cruise control with approach control dan front collision warning with brake intervention.

BMW Intelligent Personal Assistant memiliki peran kunci dalam sistem operasi. Fitur digital ini dapat diaktifkan dengan isyarat lisan “Hey BMW” dan membantu pengemudi untuk menggunakan fungsi-fungsi kendaraan. Termasuk juga teknologi yang memudahkan pengguna, yaitu BMW Display Key dan koneksi nirkabel Apple CarPlay.

Mesin 

BMW 840i Gran Coupé M Technic disebut sudah dibenamkan mesin bensin 3.0-liter berteknologi BMW TwinPower Turbo enam silinder in-line yang menghasilkan daya 340 tenaga kuda dan torsi puncak pada 500 Nm. 

Dengan tenaga disalurkan ke transmisi Steptronic Sport delapan percepatan, lengkap dengan paddle shift BMW 840i Gran Coupé diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 5.2 detik.

Harga 

All new BMW 840i Gran Coupé M Technic dan the new BMW 840i Coupé M Technic sudah tersedia di Indonesia dalam jumlah yang sangat terbatas yaitu 10 unit dengan harga Rp 2,409 miliar dan Rp 2,469 miliar off the road. 

Kendaraan ini termasuk BMW Service Inclusive, sebuah program yang membebaskan semua biaya perawatan kendaraan untuk pelanggan selama 5 tahun atau 60.000 km, mana saja yang lebih dulu, dan juga mencakup garansi 36 bulan tanpa keterbatasan jarak tempuh. 

Ban kendaraan ini juga dilindungi oleh BMW Group Tire Coverage selama 12 tahun, yang mencakup 100 persen biaya penggantian hingga 4 ban per tahun. Ini termasuk biaya ban dan tenaga kerja, selain mencakup kerusakan yang disebabkan oleh tusukan, penggembungan, ban pecah dan ban robek.

 

Mesin 1.5 Liter Plus Turbo Modal Wuling Cortez Type S Lawan Toyota Avanza CS

0

Wuling Cortez CT Type S jadi varian baru yang ditawarkan PT  SGMW Wuling Indonesia (Wuling Motors) untuk pasar Indonesia. Satu hal yang cukup penting, selain harganya lebih terjangkau antara Rp 209 juta untuk MT 8-Seater dan Rp 233 juta untuk CVT-Captain Seat (Synthetic Leather), Wuling Cortez CT Type S sudah disematkan mesin 1.5 liter plus turbocharger.

Namun fakta dibalik kemunculan Wuling Cortez CT Type S, mobil jenama China ini diam-diam menonaktifkan varian mesin 1.8 liter yang sebelumnya disematkan pada Cortez CT tipe C. Hal ini pun diakui Product Planning PT SGMW Wuling Indonesia, Danang Wiratmoko. Danang sendiri tak menampik, saat ini  Wuling ingin fokus menjual mesin 1.5 liter plus turbo.

“Mesin 1.5 liter turbo memiliki kelebihan, seperti performa dan pajaknya yang tidak lebih besar,” ungkap Danang saat ditemui beberapa waktu lalu di kawasan Kebagusan, Jakarta.

Lebih lanjut, Danang mengatakan, dengan mengembangkan mesin 1.5 liter plus turbo pada Wuling Cortez CT, tentunya saja hal itu sama seperti yang dibenamkan mesin Wuling Almaz.

Baca: Wuling Cortez CT Type S  Meluncur, Ini Perbedaan Dengan Type C dan L

“Jadi, dengan mesin yang sama di dua model, akan berpengaruh terhadap ongkos produksi dan harga jual, serta memudahkan dalam segi hal perawatan dan spare part,” ucapnya.

Selain itu, penggunaan mesin 1.5 liter juga dianggap cukup tepat untuk konsumen di Indonesia, khususnya mereka yang ingin mobil irit bahan bakar namun tenaga yang dihasilkan lebih besar. Ya, adanya mesin turbo juga menjadi strategi Wuling di Indonesia. Sebab, dengan berkembangnya teknologi,  saat ini turbo sudah banyak diterapkan pada mobil-mobil di berbagai belahan dunia.

Sudah Melakukan Survei

Kehadiran Wuling Cortez CT type S bukan serta merta hanya ingin memperluas pasar Wuling di Indonesia. Setidaknya, untuk membuat sebuah inovasi atau produk Wuling melakukan survei kepada masyarakat, khususnya konsumen Wuling sendiri.

“Hasil survei sendiri kita ingin mencocokan demand yang ada di pasar. Kebetulan kita fokus dengan rentan harga segitu (Rp 200-230 jutaan), kita sesuaikan pula dengan profil konsumen MPV. Ternyata konsumen-konsumen MPV itu sebenarnya punya pemikiran harus ada apa saja fitur-fiturnya dalam sebuah kendaraan,” kata Danang.

Tentu saja dengan rentan harga mobil Wuling Cortez CT type S dengan range Rp 200-230 jutaan, mobil ini bisa bersaing melawan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio dan juga Mitsubishi Xpander.

Lalu bagaimana dengan penjualan Wuling Cortez bermesin 1.8 liter di pasaran?

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), ternyata penjualan Wuling Cortez 1.8 liter sepanjang 2019 saja, hasilnya kurang memuaskan, yaitu hanya 682 unit.

Adapun spesifikasi mesin Wuling Cortez Type S yaitu Turbocharged 4 cylinders, in-line, DOHC, DVVT, berkapasitas 1.451 cc yang sanggup menyemburkan daya 140 tk pada 5.200 rpm dan torsi 250 Nm pada 1.600 – 3.600 rpm.

 

8 Masalah Jika Menggunakan Oktan Rendah, Salah Satunya Merusak Piston

0

Salah satu cara untuk merawat mesin mobil yaitu melakukan servis secara berkala. Namun cara mudah yang juga dapat dilakukan memilih bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai dengan rasio kompresi.

Bicara soal angka oktan pada sebuah kendaraan, ternyata akan sangat berpengaruh pada sistem pembakaran dan performa yang dihasilkan.

Seperti dilansir akun Instagram @pertamina, sejatinya oktan itu merupakan suatu indeks yang menunjukan kualitas penyalaan dan pembakaran BBM dan kemampuan bakar tiu untuk menahan penyalaan prematur akibat tekanan yang tinggi.

Bahkan dalam akun ini disebutkan, mobil bermesin bensin dengan standar emisi Euro 4 direkomendasikan untuk menggunakan bahan bakar yang angka oktan 91 ke atas karena kandungan sulfurnya kurang dari 50 ppm.

Sementara mobil bermesin diesel dengan standar Euro 4 direkomendasikan  menggunakan bahan bakar dengan angka Cetane lebih dari 51 karena kandungan sulfurnya kurang dari 50 ppm.

Diketahui, seperti halnya manusia, kendaraan dan oktan juga sudah berpasangan, Kalau angka oktan bahan bakar yang digunakan tidak sesuai, maka kendaraan akan knocking, turun performa, dan cepat rusak.

Di Indonesia sendiri ternyata, meski bahan bakar dengan oktan 91 dan Cetane lebih dari 51 tersedia, namun  setidaknya 16.440.987 mobil pribadi, lalu 120.101.047 sepeda motor 2.538.182 kendaraan umum, belum semua menggunakan BBM sesuai dengan teknologinya. 

Padahal, jika hal tersebut tidak dilakukan akan terjadi beberapa masalah baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu:

Jangka Pendek

– Keluaran tenaga mesin tidak optimal

– Konsumsi BBM Menjadi lebih Boros

– Mesin ngelitik (knocking)

– Biaya perawatan mesin lebih mahal

Jangka Panjang

– Merusak  piston (kondisi terburuk menjadi berlubang)

– Pengendapan kerak karbon (deposit)

– Merusak mesin kendaraan (turun mesin)

– Mengeluarkan emisi gas buang lebih polutif.

Naik TransJakarta Kini Bisa Isi Ulang Kartu Uang Elektronik Pakai Mesin

0

PT Transportasi Jakarta terus berupaya memutus mata rantai penularan virus corona di moda transportasi umum TransJakarta. Bahkan untuk menghindari terhindari penyebaran virus covid-19, TransJakarta kini menyediakan 236 mesin isi ulang kartu uang elektronik.

Berdasarkan keterangan tertulis, mesin isi ulang kartu uang elektronik ini diberikan untuk memudahkan pelanggan melakukan isi ulang non tunai secara mandiri tanpa petugas yang ditargetkan untuk 100 halte.

“Pemasangan unit mesin sudah mulai dijalankan sejak pertengahan Juli dan diharapkan akan rampung pada akhir Agustus 2020 ini,” ungkap Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo.

Adapun fitur yang dapat digunakan pada mesin ini meliputi:

1. Cek saldo Kartu Uang Elektronik

2. Top Up Kartu Uang Elektronik

3. Update Balance Kartu Uang Elektronik

4. Pembelian Kartu Perdana

5. Pembelian Kartu Perdana dan Top up melalui aplikasi Whatsapp

6. Membeli Pulsa Selular maupun Token listrik

7. Transaksi menggunakan QR Code

Sekadar informasi, Transjakarta sudah memberlakukan kebijakan penghilangan layanan loket isi ulang dan pembelian kartu menggunakan uang tunai di seluruh loket halte guna mencegah penularan COVID19.

Sebaliknya, dengan adanya mesin otomatis isi ulang yang sudah tersedia di beberapa halte koridor diujicobakan untuk kenyamanan pelanggan.

Untuk proses pengembangan yang sedang berjalan hanya tinggal transaksi menggunakan debit yang segera diusulkan dalam waktu dekat. Pelanggan yang ingin membeli kartu perdana atau melakukan pengisian ulang atau top up kartu elektronik dapat menggunakan uang tunai.

Selanjutnya untuk menghindari kegagalan transaksi, pelanggan dihimbau untuk menggunakan uang tunai dalam kondisi yang baik seperti tidak sobek, tidak kusut, dan uang yang dilem dan semacamnya.

Sedangkan pembelian kartu perdana saat ini yang sudah tersedia adalah kartu Jaklingko dari tiga bank yakni BNI, Mandiri dan BRI. Pembelian kartu senilai Rp 30 ribu dengan saldo sebesar Rp 10 ribu.

Berikut sebagian Halte yang sudah terpasang Vending Machine dan dapat melayani transaksi :

1. Halte Kota (Koridor 1)

2. Halte Harmoni (Koridor 1)

3. Halte Monas (Koridor 1)

4. Halte Sarinah (Koridor 1)

5. Halte Bundaran HI (Koridor 1)

6. Halte Tosari (Koridor 1)

7. Halte Karet (Koridor 1)

8. Halte Bendungan Hilir (Koridor 1)

9. Halte GBK (Koridor 1)

10. Halte Bunderan Senayan ((Koridor 1)

11. Halte Blok M (Koridor 1)

12. Halte Kalideres (Koridor 3)

13. Halte Kp Melayu (Koridor 5)

Mesin hasil kerjasama dengan Multidaya Dinamika ini memungkinkan kemandirian isi ulang dapat dilakukan tanpa petugas. Apabila pelanggan Tije menemukan kesulitan dalam mengoperasikan mesin ini atau ingin melakukan pemasangan display iklan produk, dapat menghubungi Multidaya Dinamika di +62 21 50101431.