Kamis, April 2, 2026
Beranda blog Halaman 1506

Puluhan Pelajar Geruduk Booth Fuso di GIICOMVEC 2020

0

Gelaran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) yang bertempat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2020) didatangi puluhan pelajar dan juga beberapa pegawai Palang Merah Indonesia (PMI).

Apakah ada perkelahian atau masalah serius? Tentu saja bukan hal negatif. Sebab pelajar yang merupakan SMK Muhammadiyah Tumijajar Lampung, dan pegawai PMI dari Surakarta ini sengaja hadir di booth PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) untuk mengikuti serah terima sumbangan truk Fuso berjenis Colt Diesel.

Menurut Director of Administration & Human Resources Division KTB, Syaifuddin Said donasi dua unit Colt Diesel merupakan bagian yang rutin dilakukan KTB sebagai bagian dari CSR atau kepedulian terhadap sesama masyarakat Indonesia, baik dari perspektif pendidikan dan kemanusiaan.

“Untuk kedua penerima truk (PMI Surakarta dan SMK Muhammadiyah Lampung) kami harap bisa membantu aktivitas mereka dalam memberikan bantuan untuk masyarakat. Dan untuk SMK, bisa membantu meningkatkan pengetahuan dalam dunia praktik mereka di sekolah,” ungkap Syaifuddin saat ditemui di gelaran GIICOMVEC 2020 di JCC, Jakarta, Jumat, (6/3/2020).

Sementara itu, Sekretaris & CEO PMI Surakarta Sumartono Hadinoto, mengatakan bantuan berupa truk diesel akan sangat berarti bagi PMI, karena pada saat musim panas, kondisi di wilayah Surakarta kerap terjadi kekeringan sehingga masyarakat kerap terpaksa menjual ternak untuk membeli air bersih, yang harga per tangki mencapai Rp 500-800 ribu.

“Makanya kami butuh enam truk tangki, karena ada enam kabupaten. Dan saat ini kami sudah dapat tiga. Jadi kami bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan air bersih,” kata Sumartono.

Adapun unit yang di donasikan untuk PMI merupakan Fuso Colt Diesel tipe FE Super HD, yang telah dimodifikasi menjadi truk tangki air yang akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan air bersih.  

Kerjasama KTB dengan PMI telah terjalin sejak lama, dimana karyawan KTB secara rutin memberikan donor darah setiap tiga bulan, donasi unit kendaraan truk, pembangunan sekolah yang tertimpa bencana, serta bantuan kemanusiaan.

Sedangkan unit Fuso Colt Diesel yang di donasikan untuk SMK bertipe FE 73 HD dan akan digunakan sebagai media pembelajaran praktek para siswa SMK.

SMK Muhammadiyah Tumijajar akan menjadi SMK mitra baru KTB yang masuk dalam program FUSO Vocational Education Program (F-VEP).

Ini merupakan program kegiatan sosial di bidang pendidikan yang berkelanjutan, dimana setelah donasi unit truk ini, KTB bersama dealer akan memberikan materi pembelajaran terkait mesin kendaraan serta pelatihan basic automobile yang bersertifikasi kepada guru dan murid.

Nantinya kemampuan siswa akan diuji melalui kompetisi nasional bersaing dengan SMK binaan Mitsubishi Fuso lainnya. Sebagai persiapan menghadapi kelulusan siswa, KTB juga memberikan pelatihan soft skill terkait persiapan memasuki dunia kerja profesional.

Dengan donasi ini, sejak pertama kali kehadiran FUSO VEP di  2017, KTB telah memberikan pelatihan kepada 15 sekolah dengan jumlah 620 murid dan 65 guru SMK. Dengan bergabungnya SMK Muhammadiyah Tumijajar maka saat ini terdapat binaan Mitsubishi Fuso yang tergabung dalam program FUSO VEP.

 

Hino Punya Truk Lolos ODOL Khusus Angkut Mobil dan Sepeda Motor

0

 PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meluncurkan truk terbaru berupa Hino Ranger FG 235 JU 4×2 di gelaran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di JCC Senayan, Jakarta.

 Truk medium duty ternyata sengaja diluncurkan sebagai solusi bagi di tengah pemerintah melakukan aturan berupa larangan truk Over Dimension Overload (ODOL). Menurut Presiden Direktur HMSI Masato Uchida, dengan kehadiran Hino Ranger FG 235 JU maka hal ini menjadi solusi bagi para pebisnis untuk mendapatkan keuntungan karena lebih efisiensi dan efektifitas dalam bisnis logistik.

“Apalagi, truk Hino ini memiliki kapasitas ruang kargo dan wheelbase terpanjang di kelasnya sehingga lebih aman dan stabil di perjalanan,” ungkap Uchida saat peluncurannya di GIICOMVEC, JCC, Senayan, Jakarta.

Kata Uchida dengan bentuknya yang panjang Hino Ranger FG 235 JU cocok untuk pasar pengangkutan kendaraan bermotor baik itu mobil ataupun sepeda motor dengan kapasitas angkutan hingga 54 unit sepeda motor atau empat unit mobil.

Hino Ranger FG 235 JU sendiri memiliki dimensi panjang 11.950 mm dengan ruang kargo extra mencapai 9,8 meter dan wheelbase 7,03 meter, truk ini diklaim ketika dipacu akan tetap lebih stabil dan aman membawa kendaraan yang hendak dikirim meski mampu membawa total beban hingga 15,1 ton.

Selain unggulan dalam masalah dimensi, Hino Ranger FG 235 JU juga sudah dijejali fitur cukup penting, yaitu termasuk Full Air Brake System agar kendaraan dapat mengerem dengan maksimal, rear camera untuk membantu pengemudi melihat kondisi di bagian belakang kendaraan sehingga lebih aman ketika akan parkir atau mundur dan side under mirror untuk membantu melihat di bagian yang tidak terjangkau atau blind spot.

Untuk mengurangi kelelahan ketika berkendara, pengemudi Hino Ranger FG 235 JU bisa memanfaatkan fitur Seat Air Suspension yaitu kursi pengemudi dengan suspensi udara yang meningkatkan kenyamanan bagi pengendaranya.

Oia, Hino Ranger FG 235 JU  ini ternyata sudah memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) dan Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi kepada Hino dan juga karoserinya. 

 

 

7 Fakta Dunia Otomotif Yang Unik

0

Meskipun mobil adalah benda yang umum dipakai dalam kehidupan sehari-hari namun masih banyak fakta unik seru yang belum orang tahu tentang kendaraan roda 4 ini.

ini dia 7 fakta unik seru seputar mobil yang harus kamu tahu biar ga kurang update!

  • Tahukah Anda, surat tilang pertama dikeluarkan pada tahun 1902, ketika kecepatan tertinggi mobil adalah sekitar 72 km/jam.
  • Sebelum tahun 1920-an, mobil tidak memiliki alat pengukur gas. Pengemudi harus memperkirakan berapa banyak bahan bakar yang tersisa atau akan kehabisan di jalan.
  • Daerah dengan kepemilikian Rolls Royce per orang terbanyak di dunia adalah Hong Kong. Namun Indonesia adalah satu-satunya negara dimana ada yang mengemudikan mobil mewah tersebut saat banjir.
  • Mobil terkecil di dunia adalah Peel P50, dibuat pada tahun 1963. Mobil ini memiliki satu kursi, kecepatannya tidak lebih dari 56 km/jam dan beratnya hanya 58 kg.
  • Kebanyakan klakson mobil memiliki pitch yang sempurna, yakni bermain di nada F.
  • Los Angeles, kota ini punya fakta unik seru di dunia terkait soal mobil. Karena jumlah total seluruh penghuninya lebih sedikit dibanding jumlah mobil yang ada. Bisa jadi banyak orang yang mempunyai mobil lebih dari satu.
  • Mobil tercepat yang diproduksi secara legal adalah mobil super sport Bugatti Veyron. Mobil bisa bisa berjalan dengan kecepatan 431 KM per jam. Jarak itu setara dengan Bandung-Jogja via Magelang.

Fakta yang satu ini lebih unik, karena kalian bisa “Jual Mobil Dalam 1 Jam!”

“Hah, emang bisa??”, Gak percaya emangnya? yaudah coba aja cek harga mobil kamu di OLX.co.id  Disini mobil kamu yang tadinya susah laku atau ribet jualnya bisa laku dengan cepat lho! (OLX)

Ini Hal Penyebab Mobil Mudah Terbakar

0

Banyak kejadian mobil terbakar sendiri ketika sedang dikendarai. Ada yang hanya terbakar sebagian, tapi banyak pula mobil yang terbakar seluruhnya sehingga tidak bisa diselamatkan.

Dilansir dari situs resmi Auto2000, sebenarnya potensi mobil terbakar sendiri bisa jadi berasal dari perlakuan pemilik terhadap mobil.

Banyak hal yang bisa menyebabkan, entah karena lupa, ceroboh, atau malah tidak peduli, yang bisa menyebabkan mobil terbakar.

Ini beberapa hal yang bisa menyebabkan mobil terbakar sendiri.

Modifikasi mobil yang salah

Jika kamu mau melakukan modifikasi kendaraan, maka perhitungkan baik-baik apalagi yang menyangkut sistem kelistrikan mobil. Kamu seharusnya berdiskusi dengan teknisi bengkel resmi untuk memperhitungkan segala risiko yang bisa terjadi.

Salah satu contoh modifikasi yang berpotensi dapat menyebabkan kebakaran adalah mengubah lampu utama atau foglamp dengan alasan kurang terang. Meski sepele, namun modifikasi tersebut mengubah beban kelistrikan mobil. Apalagi bila modifikasi dilakukan dengan cara yang kurang baik dan rapi.

Jangan lupa juga, modifikasi pada komponen mobil dapat menyebabkan garansi gugur. Salah satunya jika suatu saat kamu mengklaim suatu kerusakan, dan ternyata sebabnya adalah perubahan teknis tersebut.

Tidak mengecek kondisi oli mesin

Kebocoran pada oli mesin sering terjadi karena sesuatu hal. Nah bahayanya, tetesan oli mesin dapat terbakar bila mengenai bidang panas seperti pipa knalpot. Di samping itu, jika kamu tidak rutin mengganti oli sesuai ketentuan, maka senyawa kimia dalam oli bakal berubah.

Nah, perubahan senyawa kimia tersebut bakal berimbas pada mesin yang menjadi cepat panas. Kemudian komponen di dalamnya aus, dan berpotensi terjadi kebakaran jika terpercik. Hal ini bisa menyebabkan mobil terbakar.

Maka dari itu, lakukanlah servis berkala di bengkel resmi mobil kamu. Selain rutin mengganti oli setiap servis berkala, area mesin juga dicek untuk melihat risiko kebocoran dan kerusakan sistem oli, bahan bakar, serta kelistrikan.

Parkir dekat sumber api

Seringkali karena terburu-buru, bisa saja ketika parkir kamu tidak sadar bahwa di sebelah mobil ada sumber api, contohnya seperti tempat sampah.

Yang membuat bahaya adalah kalau ternyata isi tempat sampah tersebut baru saja dibakar. Bara api dari sisa pembakaran yang terbang dapat mengenai bagian mobil yang sensitif seperti kabel kelistrikan.

Tak hanya itu, mesin yang masih panas juga berisiko terbakar apabila terkena sampah plastik yang terbang terbawa angin. Maka dari itu, saat berhenti dan akan parker, pastikan dulu mobil kamu aman dari sumber panas.

Menyimpan barang yang rentan terbakar

Nah, kamu seharusnya menghindari untuk menyimpan barang-barang yang mudah terbakar di dalam kabin mobil. Barang-barang itu contohnya seperti bensin, tinner, parfum cair, korek api gas dan tabung gas.

Pasalnya, barang-barang tersebut mengandung bahan aktif yang bisa membuat mobil terbakar. Jika diletakkan di dalam ruang tertutup dengan suhu udara tinggi, berpotensi menimbulkan api dan menyebabkan kebakaran.

Kalau OLXers berpikir untuk membeli atau menjual mobil, jangan ragu untuk kunjungi OLX.co.id, jaminan semua mobil yang kalian cari ada. (OLX)

MRF TYRES Ajak Pengusaha Truk Angkut Hitung Untung Biaya Per Kilometer

0

Ban menjadi komponen kendaraan pengangkutan dan logistik yang punya peran penting. Bagian ini bahkan merupakan salah satu biaya operasional terbesar dalam usaha pengangkutan. 

Banyak para pengusaha truk angkut yang lebih cenderung mementingkan jumlah muatan untuk meningkatkan keuntungan, tanpa sepenuhnya memperhitungkan risiko dan kerugian mengoperasikan truk dalam kondisi yang melebihi kapasitas (overload).

Kondisi ini coba diluruskan oleh MRF TYRES sebagai salah satu produsen ban terdepan di dunia yang juga fokus pada kendaraan komersial dan niaga.

Menjembatani celah ini MRF TYRES menggandeng komunitas-komunitas pengusaha, operator dan pengemudi truk di seluruh Indonesia untuk memberikan pelatihan perawatan ban sekaligus edukasi mengenai efisiensi biaya ban melalui penghitungan Biaya Per Kilometer (BPK).

Kampanye ‘Hitung Untung dengan BPK’ membantu pengusaha truk angkut dalam meningkatkan keuntungan, sehingga nantinya dapat berdampak positif pada keseluruhan lansekap industri infrastruktur dan akselerasi bisnis pada umumnya. 

Sekaligus menjadi sosialisasi lebih dalam mengenai pelanggaran dan bahaya dari Over Dimension Overload (ODOL), di mana ODOL tidak hanya merusak namun juga berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

“Kendaraan berat yang kelebihan dimensi dan muatan adalah salah satu kondisi terpaksa yang dilakukan operator atau perusahaan untuk meningkatkan pendapatan. Padahal, kelebihan beban dan dimensi akan membuat kendaraan cepat rusak,” ujar Sugih Sutjiono, General Manager PT Everseiko Indonesia – agen pemegang merek MRF TYRES Indonesia di acara kampanye “Hitung Untung dengan BPK” pada pameran GIICOMVEC 2020, Kamis (5/3/2020). 

“Apalagi dengan kondisi perawatan ban yang kurang baik, proses operasional memiliki risiko tinggi rusak dan berbahaya, usia pakai pun lebih pendek dan produktivitasnya tidak sesuai target.”

Kampanye ‘Hitung Untung dengan BPK’ ini merupakan target jangka panjang MRF TYRES, dan merupakan dukungan bagi para pengusaha truk dengan memberikan pelatihan khusus perawatan ban kepada tim operasional termasuk para pengemudi truk. Dengan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengertian atas pentingnya peran ban dalam hal safety dan efisiensi.

Ini sejalan dengan tema GIICOMVEC 2020 yang mengedepankan topik keselamatan dalam menghadirkan solusi transportasi terbaik dari industri kendaraan komersial.

“Perhitungan BPK yang cermat, dikombinasikan dengan pemahaman yang baik bahwa efisiensi bisnis tidak diukur dari nilai beli yang bersifat jangka pendek, namun dari nilai pakai, akan menghasilkan produktivitas yang optimal, bahkan bisa mencapai sekitar 30% efisiensi biaya,” ujar Wira Gapen, pemilik Dejavu Express, konsumen produk MRF TYRES.

“Kami optimistis bahwa kampanye ‘Hitung Untung dengan BPK’ MRF TYRES ini bisa membuat semakin banyak pengusaha dan operator kendaraan pengangkutan dan truk mengerti konsep efisiensi dengan meningkatkan perawatan ban.” tutup Sugih Sutjiono. (Z)

Truk Alami Breakdown, Dengan Isuzu Link Lebih Mudah Ditangani

0

Kendaraan apapun jenisnya, roda empat maupun roda dua, mobil penumpang atau mobil komersial merupakan sebuah aset yang harus selalu dijaga. Utamanya untuk mobil komersial yang selalu menjadi andalan pemilik dalam mencari ‘cuan’ setiap waktu. 

Salah satu hal yang paling menakutkan bagi para pengusaha transportasi dan angkutan adalah saat salah satu armadanya mengalami breakdown. Kondisi ini tentu bikin pusing akibat mobil tak bisa beroperasional secara normal sehingga menimbulkan kerugian.

Padahal risiko ini sendiri bisa dihindarkan selama penggunaan armada berlangsung dengan normal serta dirawat dengan tepat. 

Solusi inilah yang ditawarkan oleh Isuzu kepada para pengusaha yang selalu setia dan percaya kepada produk Isuzu di pameran GIICOMVEC 2020. 

Pelayanan plus diberikan melalui Isuzu Link versi terbaru demi mempertahankan produktivitas unit Isuzu, sebuah terobosan yang dikembangan PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) bersama provider lokal, serta berbasis pada suara konsumen Isuzu. 

Layanan terbaru dari Isuzu ini menekankan tiga hal dasar kebutuhan pelanggan, mulai dari kemudahan pencegahan untuk meminimalkan terjadinya breakdown, monitoring dan reporting produktifitas kendaraan dengan mengukur pencapaian kilometer (jarak tempuh) dan engine hour, serta integrasi customer dengan jaringan Isuzu agar lebih memudahkan interaksi.

Dalam layanan Isuzu Link ada fungsi Service Reminder, Driving Behaviour dan Live Isuzu Channel. Service Reminder untuk memberikan peringatan di saat kendaraan sudah harus di servis, Driving Behaviour untuk memberikan informasi keandalan supir sebagai bahan evaluasi dan edukasi untuk berkendara dengan lebih baik, Live Isuzu Channel menghubungkan customer dengan seluruh jaringan Isuzu sehingga customer tidak kesulitan unutk mendapatkan layanan Isuzu.

Urusan memonitor kendaraan semakin mudah lewat Isuzu Link. Seluruh gambaran kondisi operasional dan lokasi truk tercatat dengan sangat baik lewat menu Operational Dashboard. Ada laporan produktifitas per hari yang diukur dari pencapain kilometer ataupun engine hour, apabila truk mengalami breakdown. 

Dan jika benar-benar kejadian (breakdown) maka ada fungsi Breakdown Alert yang menghubungkan informasi kondisi tersebut langsung ke jaringan Isuzu sehingga bisa segera mendapatkan penanganan.

Jika Isuzu Link versi sebelumnya hanya diperuntukkan pada model Isuzu GIGA, di versi terbaru ini sudah bisa untuk unit Isuzu ELF dan Isuzu TRAGA. (Z)

FORWOT dan Isuzu Terus Dorong Aplikasi Standar EURO4

0

Pemerintah menetapkan pemberlakuan standar bahan bakar EURO4 khusus kendaraan bermesin diesel pada 7 April 2021 mendatang. 

Aplikasi bahan bakar berstandar EURO4 disebut memiliki keuntungan bagi berbagai pihak, mulai dari emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan, efisiensi produksi kendaraan, hingga meningkatkan perekonomian bangsa terkait ketahanan bahan bakar.

Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) menggandeng Isuzu dan Kementerian Perindustrian terus berusaha mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan yang terkait agar bersiap menghadapi era baru standar bahan bakar di Indonesia. 

“Perubahan standar bahan bakar ini akan diikuti oleh produsen otomotif. Negara-negara tujuan ekspor sudah menerapkan standar EURO4, EURO5, dan EURO6, ini peluang bagus bagi industri untuk meningkatkan daya saing. Kalau ada dua lini produksi kendaraan EURO2 dan satu lagi untuk EURO4 jelas membuat hal tersebut tidak kompetitif,” terang Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Putu Juli Ardika, di Diskusi Pintar Bersama Isuzu dan Kementerian Perindustrian di GIICOMVEC Jumat (6/3/2020).

Penerapan bahan bakar Biofuel 30 (B30) sejalan dengan rencana pemerintah menghadirkan bahan bakar yang bersih serta ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan baku minyak nabati (fatty acid methyl ester/FAME) yang bersih dari timbal. Minyak nabati tidak mengandung sulfur dan logam. 

Semakin besar kandungan FAME dalam biosolar, semakin memudahkan dalam mencapai standar EURO4. 

Bahkan Presiden Joko Widodo bertekad penerapan Biosolar tidak sekadar pada B30 saja, tapi berlanjut sampai ke B100. Ini sudah setara dengan bahan bakar berstandar emisi EURO6. Dan hal ini bukan tidak mungkin karena Indonesia sendiri merupakan negara terbesar penghasil bahan baku Biosolar. 

Memanfaatkan minyak nabati sebagai campuran solar tentu akan lebih ramah lingkungan serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar oleh kendaraan bermesin diesel.

Menyambut kebijakan ini, Isuzu sebagai salah satu merek yang memproduksi kendaraan niaga bermesin diesel menyatakan kesiapannya.

Bahkan produsen mobil asal Jepang ini sudah melakukan serangkaian riset dan pengembangan di Jerman untuk menguji mesin yang cocok dengan standar emisi gas EURO4 dan B30, dan kini sudah bisa digunakan oleh konsumen di Tanah Air.

“Prinsipnya kami sebagai produsen akan mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Penyesuaian mencakup ambang batas gas buang sampai penggunaan bahan bakar nabati disesuaikan dengan regulasi yang berlaku,” sambung Departemen Head Prototype and Test Departement PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Harmoko Setyawan. 

Kesiapan tersebut dibuktikan dengan jaminan Teknologi Common Rail di mesin Isuzu Giga yang dijual saat ini sudah kompatibel. Bahkan Isuzu menilai standar emisi EURO4 wajib segera diterapkan karena negara-negara lain sudah mengimplementasikan. “Kebijakan ini harus didukung demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (Z)

Ini Bahayanya Posisi AC ON Saat Mesin Tidak Menyala

0

Apakah OLXers suka menghidupkan dan mematikan air conditioner (AC) secara sembarangan? Nah, ternyata hal itu berbahaya dan bisa merusak mobil loh.

Simak penjelasannya di sini bagaimana hal itu bisa merusak mobil kamu!

Asal tahu saja, mengaktifkan dan menonaktifkan AC di mobil tidak boleh sembarangan. Pasalnya jika tak mengikuti aturan, maka terdapat kemungkinan komponen yang menunjang AC tersebut menjadi cepat rusak.

Contoh yang benar adalah, ketika mematikan mesin, maka sebaiknya AC juga ikut dinonaktifkan. Jika tidak, maka dalam jangka waktu panjang bakal ada komponen yang cepat rusak sebelum waktunya.

Memang jika AC dalam kondisi menyala saat mesin mati sebenarnya tidak akan merusak kompresor. Namun, komponen yang bisa cepat bermasalah adalah alternator dan aki.

Alasannya, ketika mobil dinyalakan, tenaga yang dibutuhkan cukup tinggi. Jika AC dalam posisi menyala maka daya ke magnet kompresor menjadi lebih besar. Karena itu, tak ada salahnya untuk mematikan AC ketika mesin mobil tidak menyala. Pasalnya, dalam jangka panjang hal itu baik untuk kondisi mobil.

Untuk diketahui, pada AC sendiri banyak komponen penting, seperti kompresor, kondensor, hingga evaporator. Nah, apabila ketika komponen itu bermasalah, maka kinerja AC pun menjadi tidak maksimal.

Karena itu, untuk OLXers para pemilik mobil tidak ada salahnya untuk memposisikan tombol AC pada posisi off ketika mesin mobil dimatikan agar semua komponen-komponen penting pada AC tersebut bisa lebih awet. (OLX)

Kenali Perbedaan Timing Belt dan Timing Chain

0

Timing belt merupakan salah satu komponen penting pada sebuah mobil yang berguna untuk menghubungkan camshaft dan kruk as agar mesin bisa bekerja dengan optimal. Karena fungsinya yang sangat penting, kamu wajib memeriksanya secara berkala untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menggantinya.

Masalahnya adalah kerusakan pada timing belt tidak akan menghasilkan suara-suara aneh pada mobil, tapi harus kamu lihat untuk mengetahui letak masalahnya.

Sebab, jika hal ini didiamkan, kamu bisa saja mengalami risiko berbahaya saat mengemudikan mobil kesayangan di jalan. Berikut ciri timing belt yang harus segera diganti.

Perbedaan Timing Belt dan Timing Chain

Sebelum membahas tentang ciri timing belt yang harus segera diganti, tentu kamu harus terlebih dahulu tahu perbedaan antara timing belt dan timing chain.

Secara garis besar, timing belt dan timing chain punya fungsi yang sama, yakni menghubungkan crankshaft dan camshaft agar katup-katup mesin bisa membuka dan menutup dengan waktu yang tepat.

Pertanyaannya, apa sebenarnya perbedaan timing belt dan timing chain?

Kedua komponen ini hanya memiliki perbedaan dari material pembuatannya saja. Sesuai namanya, timing belt dibuat dari bahan karet, sedangkan timing chain terbuat dari rantai besi. Nah, kedua komponen ini punya karakteristiknya masing-masing.

Untuk timing belt, misalnya, karena menggunakan material dari karet, timing belt lebih cepat aus, tapi tidak berisik saat sedang bekerja. Tidak berhenti sampai di situ.

Menariknya lagi, mobil-mobil bermesin SOHC dan DOHC yang menggunakan timing belt bahkan bisa memiliki RPM lebih tinggi tanpa harus khawatir ada gagal momentum dari rantai.

Selain itu, berbeda dengan timing chaintiming belt tidak memerlukan pelumas saat sedang bekerja.

Lalu, bagaimana dengan timing chain? Karena menggunakan rantai, timing chain lebih berisik dibandingkan dengan timing belt, tapi punya umur penggantian yang lebih lama.

Bahkan, untuk beberapa model mobil premium, timing chain tidak perlu diganti, tapi hanya perlu disesuaikan saja. Selain itu, timing chain juga hanya diganti jika terdengar suara berisik dan power mesin mulai menurun.

Kapan Timing Belt Harus Diganti?

Setelah mengetahui perbedaan dari timing belt dan timing chain, sekarang waktunya membahas waktu penggantian timing belt. Ada beberapa poin yang bisa menjadi penanda dari lemahnya sebuah timing belt, berikut ulasannya:

1. Sudah Mencapai Jarak 40.000 km

Sama seperti komponen mobil lainnya, timing belt juga punya usia pakai agar mobil tetap bisa  menunjukkan performa terbaiknya. Sebab, jika kamu sampai lupa ganti dan timing belt menjadi getas, risikonya adalah belt bisa putus dan bagian dalam mobil bisa saling menghantam.

Itu sebabnya, penggantian timing belt perlu diperhatikan. Usianya memang tergolong panjang. Makanya jangan heran, jika tidak sedikit dari kita lupa untuk memeriksanya.

Untuk usia penggantian timing belt biasanya akan dilakukan jika kamu sudah menempuh jarak sejauh 40.000 kilometer. Namun, untuk menjaga agar tidak terjadi hal membahayakan selama di perjalanan, timing belt disarankan diganti saat kamu sudah menyentuh angka 20.000 kilometer.

2. Timing Belt Getas dan Terlihat Tipis

Ciri kedua timing belt yang harus diganti adalah komponen ini akan terasa getas saat dipegang. Yap, seiring penggunaan, komponen ini akan mengalami penurunan kualitas seperti berkurangnya elastisitas dan mulai tipis karena selalu berada pada suhu yang tinggi.

Nah, jika sudah tidak elastis, risiko timing belt putus akan semakin besar. Itu sebabnya, kamu wajib menggantinya saat mengetahui tanda ini.

3. Timing Belt Retak

Ciri berikutnya adalah munculnya retakan pada bagian belakang timing belt. Jika tanda yang satu ini sudah muncul, itu artinya kamu harus segera menggantinya. Sebab, timing belt dengan kondisi seperti ini bisa putus kapan saja dan akan sangat berbahaya karena mesin mobil bisa mati seketika.

4. Timing Belt Mulai Kendur

Ciri timing belt yang harus diganti berikutnya adalah pada saat komponen ini mulai terasa kendur. Yap, karena terbuat dari material karet, jangan heran jika semakin lama digunakan maka timing belt akan mulai mengendur.

Hal ini tentu tidak bisa dianggap sepele dan sangat berisiko menimbulkan permasalahan pada mesin kendaraan karena bisa saja sewaktu-waktu putus di tengah jalan. Itu sebabnya, jika saat kamu memeriksa dan menemukan bahwa timing belt sudah mulai mengendur, itu artinya kamu harus segera menggantinya di bengkel kepercayaanmu, ya.

5. Gerigi Timing Belt Aus atau Hilang

Ciri terakhir dari timing belt yang harus segera diganti adalah gerigi mulai aus atau bahkan ada yang hilang. Meski terkesan sepele, hal ini bisa membuat pegangan grip pada noken as atau camshaft jadi tidak maksimal.

Nah, itu dia beberapa informasi yang perlu kamu tahu tentang timing belt, mulai dari perbedaan dengan timing chain hingga ciri timing belt yang sudah harus diganti.

Semoga informasi ini berguna untuk OLXers semua. Jangan lupa untuk terus kunjungi situs kami untuk mendapatkan informasi terkini tentang jual-beli mobil bekas. (OLX)

EURO4 Ready Bersama Isuzu

0

Pemerintah terus mendorong upaya aplikasi bahan bakar Biofuel 30 atau B30 terhadap kendaraan niaga yang diproduksi di Indonesia. B30 merupakan pencampuran antara bahan bakar diesel atau solar dengan FAME (Fatty Acid Methyl Ester), dengan komposisi 70 persen solar dan 30 persen FAME. 

Banyak keunggulan dijelaskan oleh Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait penggunaan B30 nantinya. “Jadi pemakaian B30 ini memang banyak sekali manfaat dari penggunanya,” seru Putu Juli Ardika di booth Isuzu pada pameran GIICOMVEC 2020, Jumat (6/3/2020).

Keunggulannya karena bahan bakar tersebut ramah lingkungan. Cetane Number-nya 50, lebih baik dibandingkan dengan solar. Pembakaran yang terjadi lebih sempurna sehingga gas emisi yang dikeluarkan pun lebih rendah dibandingkan menggunakan solar. 

“Bahan bakar B30 selain ramah lingkungan, juga dapat menghemat lebih dari 3 juta kiloliter impor solar serta menyerap 9,6 juta kiloliter Biofuel dalam negeri di 2020. Juga meningkatkan nilai tambah Crude Palm Oil menjadi biodiesel sebesar Rp 13,81 triliun, serta mengurangi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) sebesar 14,25 juta ton Co2 atau setara 52.010 bus kecil,” bebernya.  

Langkah ini sekaligus meningkatkan kualitas produksi sehingga membuka peluang ekspor kendaraan niaga di Indonesia ke negara yang telah menerapkan standar EURO4.

Tentunya sejalan dengan target Pemerintah Indonesia untuk mencapai ekspor 1 juta unit kendaraan di 2024 yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang disampaikan pada pembukaan GIICOMVEC 2020.

“Instruksi dari Bapak Presiden Joko Widodo, ekspor kendaraan CBU Indonesia bisa ditargetkan mencapai 1 juta unit pada 2024,” ujar Menperin.

Uji Emisi Mesin Isuzu EURO4

Pemerintah sudah mencanangkan penerapan standar EURO4 lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Dimana setiap kendaraan bermesin diesel yang  dipasarkan, terhitung tanggal 7 April 2021 sudah harus sesuai dengan regulasi EURO4.

Menanggapi wacana Pemerintah tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) selaku produsen kendaraan niaga berbasis diesel mengaku sudah sangat siap. 

“Kami sebagai APM sudah pasti akan mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, baik itu menyangkut kebijakan ambang batas gas buang serta kebijakan penggunaan bahan bakar nabati,” jelas Departemen Head Prototype & Test Departement PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Harmoko Setyawan di tempat yang sama. 

Diakuinya saat ini Isuzu sudah meriset dan melakukan pengujian emisi terhadap beberapa mesin yang nantinya akan dipakai saat regulasi EURO4 diterapkan.

“Kita semaksimal mungkin akan mengikuti regulasi yang berlaku, dan Isuzu sudah ready untuk EURO4,” lanjut pria yang akrab disapa Moko ini. 

Secara prinsip, switching dari EURO2 ke EURO4 bukan menjadi sebuah masalah besar, karena masih memanfaatkan engine yang sudah ada sebelumnya. 

“Nanti mesin itu kita upgrade supaya ambang batas emisinya memenuhi standar EURO4. Caranya dengan menambahkan Exhaust Gas Recirculation (EGR) Cooler dengan beberapa teknologi, kemudian meng-upgrade beberapa komponen yang tadinya konvesional menjadi Variable Geometry System (VGS) Turbocharger,” terangnya lebih jauh.

Dengan kata lain, Isuzu sudah sangat siap mendukung kebijakan EURO4 untuk kelanjutan kualitas udara yang bersih di Tanah Air pada masa mendatang. (Z)