Cek spesifikasi lengkap antargenerasi hingga tips memilih unit yang paling cocok untuk dibeli saat ini!
OLX News – Mencari skutik irit untuk kebutuhan sehari-hari? Honda BeAT masih sangat layak dijadikan pilihan untuk 2026, mengingat kondisi ekonomi saat ini yang mengharuskan pemilik untuk berhemat, khususnya dalam membeli BBM.
Pertama kali diluncurkan pada 2008, Honda terus memperbarui salah satu motor matic andalannya ini. Tidak mengherankan, mengingat BeAT adalah motor sejuta umat yang pastinya laris manis di pasaran.
Di sini, mari membahas bersama mengenai perkembangan BeAT dari generasi ke generasi. Ketahui juga varian yang paling cocok untuk dibeli sekarang dan tips perawatannya agar tetap prima!
Generasi Pertama: BeAT Karburator (2008–2012)

Generasi awal Honda BeAT menandai era baru skutik 110 cc yang langsung disambut antusias oleh masyarakat Indonesia. Motor ini menjadi fondasi kesuksesan yang terus berlanjut hingga saat ini.
Desain Bodi Ramping
Honda BeAT generasi pertama hadir dengan bodi yang sangat ramping dan ringkas. Motor ini sangat cocok untuk menyusuri jalanan kota yang padat.
Ukurannya yang kecil membuat pengendara wanita maupun pria dengan postur sedang merasa nyaman dan mudah mengendalikannya. Desain sederhana tanpa lekukan tajam tersebut justru menjadi ciri khas yang masih dikenang hingga kini.
Mesin Karburator 110cc yang Gampang Dirawat dan Dioprek
Jantung pacu BeAT pertama kali menggunakan mesin 108 cc berpendingin udara dengan sistem bahan bakar karburator yang sangat sederhana.
Sistem ini membuat motor mudah dirawat sendiri di rumah. Selain itu, unit generasi pertama juga menjadi incaran para penggemar modifikasi karena kemudahan menyetel campuran udara dan bensin.
Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 8,2 PS dengan torsi 8,3 Nm, cukup untuk keperluan harian.
Suara Dinamo Starter Kasar yang Sangat Khas dan Ikonik
Salah satu ciri paling mudah dikenali dari BeAT generasi pertama adalah suara starter elektriknya yang kasar dan berisik. Suara khas ini muncul karena sistem starter yang digunakan masih konvensional, berbeda dengan generasi selanjutnya yang halus dan senyap.
Meskipun terdengar kurang mulus, banyak pemilik justru menganggap suara tersebut sebagai bagian dari identitas motor kesayangan mereka.
Ukuran Bagasi dan Tangki Bensin yang Masih Sangat Kecil
Kelemahan utama BeAT karburator terletak pada ruang penyimpanan yang sangat terbatas. Bagasi bawah jok hanya mampu menampung barang seukuran jas hujan tipis, sementara tangki bensinnya hanya berkapasitas 3,5 liter.
Kondisi ini seringkali membuat pengendara harus lebih sering berhenti di pom bensin saat melakukan perjalanan jauh.
Masalah Sering Mogok Saat Hujan Akibat Posisi Cangklong Busi
Penyakit klasik yang melekat pada BeAT generasi pertama adalah kecenderungan mogok saat terkena air hujan.
Penyebab utamanya adalah posisi cangklong (kop) busi yang berada di bagian depan mesin. Posisinya mudah kemasukan air ketika hujan deras atau melewati banjir.
Banyak pemilik yang mengatasinya dengan memasang pelindung tambahan atau membawa kunci busi cadangan.
Generasi Kedua: BeAT PGM-FI (2012–2014)

Memasuki generasi kedua, Honda melakukan lompatan besar dengan menghadirkan teknologi injeksi pada skutik entry-level ini. Perubahan ini menjawab kebutuhan konsumen akan motor yang lebih irit dan ramah lingkungan.
Mesin Sistem Injeksi Baru yang Bikin Konsumsi Bensin Super Irit
Honda BeAT PGM FI adalah motor matic pertama di kelasnya yang menggunakan sistem bahan bakar Programmed Fuel Injection. Teknologi ini diklaim mampu menghemat konsumsi bensin hingga 30% dibanding versi karburator sebelumnya.
Dengan kapasitas mesin 109,5 cc, pengendara bisa menempuh jarak lebih jauh tanpa khawatir kehabisan bensin di tengah jalan.
Bentuk Bodi Lebih Lebar dan Jok yang Lebih Nyaman
Desain bodi generasi kedua mengalami perubahan signifikan, menjadi lebih berisi dan terlihat lebih besar daripada pendahulunya.
Jok motor juga didesain ulang menjadi lebih lebar dan empuk sehingga mengurangi rasa pegal saat berkendara jarak jauh. Perubahan ini membuat posisi duduk pengendara dan yang dibonceng menjadi lebih santai dan rileks.
Ukuran Bagasi Bawah Jok yang Jadi Jauh Lebih Lega
Salah satu peningkatan paling terasa adalah volume bagasi yang naik secara signifikan menjadi 11,2 liter berkat pemindahan lokasi aki ke area pijakan kaki.
Ruang penyimpanan yang lebih lega ini mampu menampung jas hujan, buku, serta perlengkapan kecil lainnya dengan lebih rapi. Pengendara tidak perlu lagi repot membawa tas tambahan untuk menyimpan barang bawaan.
Fitur Pengunci Rem dan Saklar Otomatis Standar Samping
Untuk meningkatkan aspek keselamatan, Honda menyematkan fitur parking brake lock yang berfungsi mengunci rem belakang saat motor terparkir di tanjakan.
Selain itu, side stand switch otomatis akan mematikan mesin jika standar samping masih turun saat gigi dimasukkan. Fitur ini menjadi standar keselamatan yang sangat membantu, terutama bagi pengendara pemula.
Tarikan Mesin Lebih Responsif untuk Dipakai Macet-Macetan
Meski tenaga maksimal hanya 8,5 PS, karakter tarikan awal motor injeksi ini terasa lebih responsif dibanding versi karburator.
Sistem injeksi memberikan suplai bahan bakar yang lebih presisi sehingga putaran bawah terasa lebih padat saat sering berhenti dan gas diputar lagi. Hal ini membuat BeAT generasi kedua menjadi pilihan favorit untuk penggunaan harian di perkotaan yang macet.
Generasi Ketiga: BeAT eSP & BeAT POP (2014–2016)

Generasi ketiga membawa penyegaran teknologi dengan menghadirkan mesin enhanced Smart Power yang lebih efisien. Pada periode yang sama, Honda juga meluncurkan varian bergaya lucu bernama BeAT POP.
Starter Halus ACG Starter yang Bikin Suara Mesin Senyap
Perubahan paling mencolok dari generasi ini adalah penggunaan ACG starter yang menggantikan dinamo starter konvensional.
Teknologi ini membuat proses menghidupkan mesin menjadi sangat halus dan nyaris tanpa suara berisik seperti generasi sebelumnya. Pengendara tidak perlu lagi malu saat menstarter motor di lingkungan yang sepi.
Fitur ISS yang Bisa Mematikan Mesin Otomatis Saat Lampu Merah
Fitur Idling Stop System menjadi primadona pada BeAT eSP karena mampu mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti lebih dari beberapa detik.
Ketika tuas gas diputar kembali, mesin akan menyala secara instan tanpa perlu menekan tombol starter. Teknologi ini mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 9% terutama di rute dengan kemacetan panjang.
Munculnya Varian BeAT POP dengan Desain Bulat dan Lucu
Selain varian reguler, Honda memperkenalkan BeAT POP dengan desain bodi yang lebih bulat dan warna-warna cerah. Model ini menyasar konsumen wanita dan anak muda yang menginginkan tampilan motor yang lebih imut dan stylish.
Meski bentuknya berbeda, mesin dan fitur yang disematkan sama dengan BeAT eSP pada umumnya.
Karakter Tarikan Gas yang Lebih Lembut dan Hemat BBM
Settingan mesin pada generasi ketiga cenderung lebih lembut dan tidak agresif di putaran awal. Karakter ini sengaja dirancang untuk mendukung efisiensi bahan bakar sehingga pengendara bisa merasakan irit maksimal.
Bagi pengguna yang menginginkan akselerasi responsif, karakter ini mungkin terasa kurang greget, namun sangat ramah di kantong.
Sistem Rem Combi Brake untuk Pengereman Lebih Aman
Fitur keselamatan yang disematkan adalah Combi Brake System (CBS). Fitur ini menghubungkan tuas rem kiri dengan kedua roda secara bersamaan.
Saat pengendara menarik tuas rem kiri, pengereman akan terbagi antara roda depan dan belakang secara proporsional. Sistem ini sangat membantu mencegah roda terkunci dan menjaga kestabilan motor saat pengereman mendadak.
Generasi Keempat: BeAT eSP & BeAT Street (2016–2020)

Memasuki generasi keempat, Honda membawa angin segar dengan menghadirkan varian berkonsep street fighter yang sporty. BeAT Street berhasil mencuri hati anak muda yang ingin tampil beda di jalanan.
Model BeAT Street dengan Setang Telanjang ala Motor Sport
Keunikan utama BeAT Street terletak pada penggunaan setang telanjang atau naked handle bar yang lebar tanpa penutup plastik. Desain ini memberikan nuansa motor sport jenis naked serta posisi berkendara yang lebih tegak dan sigap.
Pengendara akan merasakan sensasi berbeda yang tidak ditemukan pada skutik kebanyakan.
Layar Spidometer Digital Baru yang Keren dan Jelas
Panel instrumen pada generasi ini ditingkatkan menjadi kombinasi analog untuk indikator kecepatan dan layar digital kecil untuk informasi bensin serta indikator ECO.
Tampilan yang lebih modern dan informatif ini memudahkan pengendara memantau kondisi motor sekaligus membantu berkendara secara hemat bahan bakar. Layar digital dengan latar biru atau oranye terlihat jelas bahkan di siang hari.
Lekukan Bodi Tajam yang Sangat Disukai Anak Muda
Desain bodi BeAT generasi keempat mengusung konsep sharp-compact dengan garis-garis tegas dan lekukan agresif.
Tampilan ini sangat kontras dengan generasi sebelumnya yang cenderung bulat dan kalem, sehingga lebih disukai oleh kalangan muda. Lampu depan dengan bentuk V juga memperkuat kesan sporty dan modern.
Onderdil Melimpah dengan Biaya Servis Murah di Bengkel
Popularitas Honda BeAT yang luar biasa membuat ketersediaan suku cadang di pasaran sangat melimpah, baik orisinal maupun aftermarket.
Biaya servis rutin di bengkel resmi atau umum pun tergolong murah karena desain mesin yang sederhana dan mudah dikerjakan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pemilik motor bekas karena biaya perawatan tidak akan membebani kantong.
Rangka Pipa Besi Model Lama yang Terkenal Kuat dan Kokoh
Meski sudah ada teknologi rangka baru, BeAT generasi keempat masih menggunakan rangka pipa besi konvensional. Karena, rangka tersebut terkenal sangat kuat dan tahan lama.
Banyak mekanik dan penggemar modifikasi justru lebih percaya pada rangka jenis ini karena lebih mudah diperiksa kondisinya. Kelebihan lainnya adalah rangka pipa besi lebih mudah dilas jika terjadi keretakan dibanding rangka berbentuk pelat.
Generasi Kelima: Rangka eSAF (2020–2024)

Memasuki generasi kelima, Honda melakukan revolusi besar-besaran dengan mengganti rangka menjadi teknologi eSAF yang lebih ringan dan modern.
Perubahan ini membuat karakter berkendara BeAT berubah drastis menjadi lebih lincah.
Rangka eSAF Baru yang Ringan dan Bikin Motor Makin Lincah
Honda BeAT generasi kelima menggunakan rangka enhanced Smart Architecture Frame yang sebelumnya dipakai pada Honda Genio.
Struktur rangka berbahan pelat baja yang ditekan dan dilas laser ini lebih ringan 8% dibanding rangka pipa besi. Hasilnya, motor terasa lebih enteng saat berbelok dan lebih mudah diselipkan di antara kendaraan lain.
Mesin Baru yang Lebih Bertenaga di Tanjakan dan Putaran Bawah
Kapasitas mesin sedikit dinaikkan menjadi 109,5 cc dengan rasio kompresi 10:1, menghasilkan tenaga 9 PS dan torsi 9,3 Nm.
Angka ini terlihat kecil, namun karakter penyalurannya lebih baik di putaran mesin rendah sehingga motor terasa lebih ringan saat melewati tanjakan. Pengendara tidak perlu menarik gas dalam-dalam untuk mendapatkan akselerasi yang diinginkan.
Colokan Charger HP di Dek Depan Sangat Berguna di Jalan
Fitur modern yang sangat membantu adalah adanya power outlet 12 watt yang terletak di bawah kunci kontak sisi kanan.
Pengendara bisa mengisi daya smartphone saat bepergian tanpa khawatir baterai habis di tengah jalan. Port charger ini dilengkapi dengan penutup karet sehingga aman dari percikan air hujan.
Lampu Depan LED Model Baru yang Terang Saat Malam Hari
Generasi kelima menjadi yang pertama menggunakan lampu utama LED yang lebih terang dan tidak boros daya listrik. Desain lampu berbentuk huruf V yang menyiku memberikan pencahayaan lebih fokus dan jauh dibanding bohlam konvensional.
Pengendara akan merasa lebih percaya diri saat berkendara di malam hari atau melewati jalanan yang minim penerangan.
Ukuran Tangki Bensin Naik Menjadi Lebih Besar 4,2 Liter
Kapasitas tangki bahan bakar ditingkatkan dari 4 liter menjadi 4,2 liter. Peningkatan ini memberikan jarak tempuh lebih jauh dalam sekali pengisian.
Dengan konsumsi bensin yang diklaim mencapai lebih dari 60 km/liter, pengendara bisa menempuh perjalanan hingga 250 km sebelum perlu mengisi bensin lagi.
Kemampuan tersebut sangat menguntungkan bagi mereka yang sering melakukan perjalanan antarkota.
Generasi Keenam: Pembaruan Terkini (2024–Sekarang)

Generasi terbaru hadir dengan berbagai peningkatan fitur dan perlindungan ekstra terhadap karat. Honda BeAT terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen modern yang menginginkan kenyamanan dan keamanan lebih.
Desain Tampang Depan Baru yang Jauh Lebih Sporty dan Sangar
Wajah Honda BeAT generasi terbaru didesain ulang dengan lampu utama LED yang lebih ramping dan tajam, memberikan kesan sporty yang kuat.
Bodi depan mendapat lekukan baru yang semakin agresif, namun tetap mempertahankan dimensi kompak yang menjadi ciri khas BeAT. Tampilan ini cocok bagi pengendara muda yang menginginkan motor dengan aura kekinian.
Fitur Kunci Keyless Anti-Maling pada Pilihan Tipe Tertinggi
Untuk pertama kalinya, Honda BeAT tersedia dengan sistem kunci pintar atau smart key pada tipe Deluxe. Pengendara cukup membawa fob di saku untuk menyalakan motor, membuka jok, dan mengunci setang tanpa perlu memasukkan anak kunci.
Sistem ini juga dilengkapi fitur answer back untuk memudahkan mencari motor di area parkir yang padat.
Lapisan Pelindung Rangka Tambahan Biar Bebas Karat
Pabrikan menambahkan lapisan pelindung khusus pada rangka eSAF untuk mencegah timbulnya karat akibat paparan air hujan dan udara lembap.
Proses pengecatan yang lebih sempurna hingga ke sela-sela lasan membuat motor lebih awet dalam jangka panjang. Pelapisan anti karat ini adalah respons Honda atas keluhan konsumen terhadap masalah korosi pada beberapa unit generasi sebelumnya.
Bobot Motor yang Makin Ringan Jadi Makin Gampang Selip
Berkat optimalisasi rangka dan komponen, bobot kosong Honda BeAT terbaru turun menjadi 87-88 kg tergantung tipe.
Motor yang ringan ini sangat memudahkan pengendara saat memarkir, mundur, atau menyelip di kemacetan. Pengendara perempuan dengan postur kecil pun tidak akan kesulitan mengendalikan motor ini.
Lampu Indikator Aki di Speedometer untuk Cek Kondisi Baterai
Fitur baru pada panel instrumen adalah indikator tegangan aki yang membantu pengendara memantau kesehatan baterai. Jika tegangan aki mulai melemah, indikator akan menyala sebagai peringatan dini sebelum aki benar-benar mati.
Pengendara bisa segera mengganti aki sebelum motor mogok dan tidak bisa menyalakan motor di tempat yang jauh dari bengkel.
Baca juga: Honda Beat Deluxe: Kelebihan, Konsumsi BBM, dan Spesifikasi
Tabel Perbandingan Spesifikasi dan Fitur Antar Generasi Honda BeAT
Memahami perbedaan teknis antargenerasi akan sangat membantu dalam menentukan pilihan yang paling sesuai.
Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar dan Kapasitas Tangki Bensin
| Generasi | Kapasitas Tangki | Konsumsi BBM (klaim Honda) |
| Gen 1 Karburator (2008-2012) | 3,5 liter | sekitar 45 km/liter |
| Gen 2 PGM-FI (2012-2014) | 4,0 liter | sekitar 55 km/liter |
| Gen 3 eSP (2014-2016) | 4,0 liter | sekitar 59 km/liter (dengan ISS) |
| Gen 4 Street (2016-2020) | 4,0 liter | sekitar 55-57 km/liter |
| Gen 5 eSAF (2020-2024) | 4,2 liter | lebih dari 60 km/liter |
| Gen 6 Terkini (2024-sekarang) | 4,2 liter | lebih dari 60 km/liter |
Perbedaan Jenis Rangka Sasis Serta Berat Total Kendaraan
| Generasi | Tipe Rangka | Berat Kosong |
| Gen 1 | Pipa besi underbone | sekitar 89 kg |
| Gen 2 | Pipa besi underbone | sekitar 90 kg |
| Gen 3 | Pipa besi underbone | sekitar 93 kg |
| Gen 4 | Pipa besi underbone | sekitar 94 kg (BeAT Street) |
| Gen 5 | eSAF (pelat baja) | 88 kg (CBS) |
| Gen 6 | eSAF (pelat baja) | 87-88 kg tergantung tipe |
Komparasi Sistem Pengabut Bahan Bakar Karburator Lawas dan Injeksi
| Aspek | Karburator (Gen 1) | PGM-FI (Gen 2 ke atas) |
| Irit bahan bakar | Kurang irit | Sangat irit |
| Kemudahan perawatan | Mudah dioprek sendiri | Perlu bengkel injeksi |
| Responsivitas mesin | Standar | Lebih responsif |
| Emisi gas buang | Kurang ramah lingkungan | Ramah lingkungan |
| Pengaruh suhu dan ketinggian | Mudah terpengaruh | Stabil |
Perubahan Ukuran Bagasi dari Model Terkecil Sampai Paling Lega
| Generasi | Volume Bagasi | Keterangan |
| Gen 1 (Karburator) | 3,5-4 liter | Hanya muat jas hujan tipis dan beberapa perkakas kecil |
| Gen 2 (PGM-FI) | 11,2 liter | Aki dipindah ke step floor |
| Gen 3 (eSP) | 11 liter | Desain serupa Gen 2 |
| Gen 4 (Street) | 12 liter | Sama dengan Gen 3 |
| Gen 5 (eSAF) | 12 liter | Meningkat sedikit |
| Gen 6 (terkini) | 11 liter | Tetap lega |
Perkembangan Teknologi Sistem Starter dari Suara Kasar ke Senyap
| Generasi | Tipe Starter | Karakter Suara |
| Gen 1 | Konvensional | Kasar, berisik, khas |
| Gen 2 | Konvensional | Masih kasar namun sedikit halus |
| Gen 3 ke atas | ACG starter | Halus, nyaris senyap |
Informasi Lainnya Seputar Perawatan dan Penyakit Khas
Mengetahui masalah umum dan tips perawatan akan membuat Honda BeAT awet hingga bertahun-tahun.
Daftar Suku Cadang yang Masih Bisa Saling Tukar Antar Generasi
Beberapa komponen seperti kampas rem depan, busi, dan filter udara masih bisa digunakan lintas generasi, terutama antara Gen 2 dan Gen 4. Roda dan ban dengan ukuran 14 inci juga memiliki spesifikasi yang sama pada semua generasi.
Namun, untuk komponen mesin seperti piston dan blok silinder, perbedaan generasi memerlukan kecermatan karena ada perubahan diameter dan langkah.
Biaya Servis Rutin dan Perawatan Berkala di Bengkel Resmi
Biaya servis berkala Honda BeAT di bengkel resmi tergolong sangat terjangkau, mulai dari Rp45.000 hingga Rp75.000 tergantung jenis servis dan oli yang digunakan.
Penggantian oli mesin dan oli gardan setiap 4.000 km adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Untuk generasi injeksi, pembersihan throttle body dan injektor disarankan setiap 12.000 km.
Tips Memilih Oli Mesin dan Oli Gardan yang Pas untuk Motor BeAT
- Gunakan oli mesin dengan kekentalan SAE 10W-30 atau 10W-40 yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
- Pilih oli yang berlabel API SL atau lebih tinggi untuk perlindungan mesin yang optimal.
- Oli gardan cukup gunakan oli gear oil dengan spesifikasi SAE 90 sebesar 70-120 ml tergantung tipe dan generasi setiap penggantian.
- Hindari menggunakan oli mesin bekas atau oli dengan kualitas tidak jelas karena dapat merusak komponen dalam.
- Ganti oli mesin setiap 4.000 km dan oli gardan setiap 8.000 km untuk kondisi normal.
Masalah Kelistrikan yang Sering Muncul pada Model Injeksi Generasi Awal
Pada Honda BeAT PGM-FI generasi kedua, masalah kelistrikan yang sering terjadi adalah konektor sensor yang longgar akibat getaran. Gejalanya bisa berupa indikator injeksi berkedip atau motor sulit dihidupkan.
Selain itu, aki yang sudah lemah pada model injeksi sangat berpengaruh karena sistem injeksi membutuhkan tegangan listrik stabil untuk bekerja optimal.
Cara Mudah Merawat Rangka Motor Agar Bebas dari Karat dan Keropos
- Cuci motor secara berkala, terutama bagian kolong dan sela-sela bodi, untuk menghilangkan lumpur dan garam.
- Lap hingga kering setelah mencuci motor, jangan biarkan air menggenang di area rangka.
- Semprotkan cairan anti karat atau WD-40 pada sambungan las rangka setiap tiga bulan sekali.
- Jika motor sering kehujanan, segera lap bagian rangka yang basah, terutama pada motor generasi lama.
- Untuk motor yang terendam banjir, bongkar bodi dan bersihkan rangka secara menyeluruh, lalu keringkan.
Mengenai Generasi Honda BeAT
Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang sering diajukan calon pembeli.
Varian Generasi Honda BeAT Mana yang Paling Bandel dan Jarang Rusak?
Generasi kedua, yaitu BeAT PGM-FI, dikenal paling bandel karena mesin injeksi perdananya memiliki kualitas komponen yang sangat baik dan minimnya masalah elektronik yang rumit. Generasi keempat dengan rangka pipa besi juga terkenal tangguh dan mudah dicari onderdilnya.
Apakah Rangka eSAF pada Model Terbaru Sudah Aman dari Masalah Karat?
Honda telah menambahkan lapisan pelindung ekstra dan proses pengecatan yang lebih baik pada rangka eSAF generasi terbaru, sehingga lebih tahan karat dibandingkan dengan generasi awal eSAF. Namun, tetaplah rajin membersihkan motor dan hindari genangan air terlalu lama untuk menjaga keawetan rangka.
Berapa Harga Pasaran Motor Honda BeAT Bekas untuk Masing-Masing Generasi?
Harga bekas Honda BeAT bervariasi tergantung tahun dan kondisi, mulai dari Rp3 jutaan hingga Rp13 jutaan untuk Gen 1 Karburator.
Gen 2 PGM-FI dibanderol Rp6,5 jutaan hingga Rp9 jutaan, sedangkan Gen 3 eSP dan Gen 4 Street berkisar Rp6 jutaan hingga Rp12,4 jutaan. Untuk Gen 5 eSAF tahun 2020 ke atas masih berada di kisaran Rp12,5 jutaan hingga Rp16,5 jutaan tergantung varian dan wilayah.
Baca juga: Beat Sporty CBS Hadirkan Tarikan Responsif Buat Sat-Set Berangkat Kerja Pagi Hari!
Kesimpulan
Setelah menelusuri perjalanan panjang enam generasi, jelas bahwa Honda BeAT layak menyandang gelar motor matic paling laris di Indonesia.
Motor Matik Paling Laris di Indonesia
Popularitas motor matic kelas entry-level ini tidak pernah surut karena pabrikan konsisten menghadirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Mulai dari irit bahan bakar, perawatan murah, hingga desain yang selalu kekinian, semuanya ada pada skutik mungil ini. Tidak heran jika dari generasi pertama hingga terbaru, BeAT selalu menjadi primadona di jalanan Indonesia.
Rekomendasi Pilihan Tahun Generasi yang Paling Cocok Sesuai Dana Anda
- Jika anggaran di bawah Rp7 juta, pilih Honda BeAT Gen 2 PGM-FI tahun 2012-2014 yang sudah injeksi namun masih mudah perawatannya.
- Untuk dana Rp7 juta hingga Rp10 juta, targetkan BeAT Gen 3 eSP atau Gen 4 Street tahun 2015-2018 dengan fitur ISS dan rem combi.
- Bila memiliki anggaran Rp10 juta hingga Rp13 juta, ambil BeAT Gen 5 eSAF tahun 2020-2022 yang sudah lampu LED dan rangka ringan.
- Jika dana lebih dari Rp13 juta, pertimbangkan BeAT Gen 6 terbaru bekas tahun 2023-2024 dengan pilihan tipe keyless.
- Bagi yang ingin motor baru, Honda BeAT terbaru dengan harga mulai Rp16 jutaan adalah investasi jangka panjang yang sangat masuk akal.
Baca juga: Mudah, Begini Tips Merawat Beat Karbu
Tertarik memiliki Honda BeAT baru atau bekas? Memilih platform terpercaya adalah langkah awal yang harus dilakukan. Oleh karenanya, OLX Indonesia siap menjadi partner terpercaya. Beli motor baru atau bekas di OLX aja!







































