Minggu, Mei 26, 2024
Lainnya
    Tips & TrikPenyebab dan Cara Mengatasi Rem Cakram Motor Seret

    Penyebab dan Cara Mengatasi Rem Cakram Motor Seret

    Ternyata ini yang bikin rem cakram motor seret.

    News.OLX – Aktivitas yang semakin hari semakin padat, otomatis membuat penggunaan sepeda motor pun juga meningkat. 

    Meski begitu, hal tersebut tidak boleh membuat kamu lengah dalam melakukan perawatan pada motor, karena akan mengakibatkan berbagai masalah seperti rem cakram yang seret.

    Pasalnya rem cakram yang seret bisa membuat sistem pengereman pada motor menjadi tidak optimal bahkan bisa berakibat fatal seperti rem blong yang menimbulkan resiko kecelakaan.

    Rem cakram seret sendiri bisa disebabkan karena banyak hal. Karena kotoran, karat, rem cakram yang aus atau kaliper yang bermasalah. Oleh sebab itu, kamu harus pahami bagaimana rem cakram bisa seret dan cara mengatasinya.

    Penyebab rem cakram motor seret

    Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi rem cakram yang seret, lebih baik kamu pahami terlebih dahulu penyebab-penyebab yang terjadi agar tidak salah dalam memilih keputusan saat memperbaikinya.

    1. Kotoran

    Penyebab pertama yang kerap membuat rem cakram bisa seret adalah kotoran yang berasal dari debu dan menempel piringan rem yang menyebabkan rem cakram tidak bisa berfungsi dengan optimal.

    Apabila kotoran ini tidak segera dibersihkan, maka akan mengakibatkan rem cakram menjadi seret dan lama-kelamaan bisa menyebabkan rem macet. 

    2. Karat

    Hampir sama dengan kotoran, karat biasanya terdapat pada bagian piringan rem. Penyebab dari timbulnya karat pada rem cakram salah satu nya adalah kurangnya perawatan pada bagian tersebut.

    Akibat yang ditimbulkan juga sama, rem motor menjadi seret, dan akhirnya akan macet. Maka dari itu, usahakan jika kamu melakukan service atau sedang membersihkan motor untuk jangan lupa mengecek kondisi rem cakram seperti apa.

    3. Kampas rem aus

    Kampas rem yang aus sering terjadi karena bergesekan langsung dengan bagian roda. Akibatnya rem cakram tidak berfungsi dengan sempurna, dan akan menimbulkan suara berdecit pada saat tuas rem ditarik.

    Kerusakan karena hal ini adalah yang paling fatal. Jika terjadi pada rem cakram kamu, maka sebaiknya harus diganti secepatnya dengan yang baru untuk menghindari terjadinya rem blong.

    Cara memperbaiki rem cakram motor

    Setelah kamu memahami apa saja yang menjadi penyebab rem cakram yang seret, lebih baik kamu juga mengetahui bagaimana solusi untuk memperbaiki masalah ini agar bisa membantu kamu ketika sedang menghadapi masalah ini.

    1. Rem cakram yang seret karena kotoran

    Kotoran biasanya menempel pada master rem motor, maka bagian tersebut yang harus dibersihkan. Semprot bagian celah piston kecil dan komet master rem hingga bersih. Untuk menyemprot bisa dengan menggunakan campuran air dan sabun cuci piring cair.

    2. Rem seret karena karat

    Penyebab timbulnya karat piringan rem adalah rem sering dalam keadaan basah dan tidak pernah dibersihkan. Solusinya, segera buka kaliper pada piringan cakram. Lalu lepas dan bersihkan karat hingga piringan bersih, dan olesi piringan cakram dengan menggunakan grease.

    rem cakram motor (1)

    3. Rem yang seret karena aus

    Untuk mengatasi rem seret karena aus satu-satunya jalan adalah dengan membawa motor ke bengkel andalan kamu. Rem cakram yang aus harus diganti dengan yang baru. Untuk pemasangannya sebaiknya dilakukan di bengkel.

    Setelah memahami hal-hal diatas, sebaiknya setiap kamu membersihkan motor atau melakukan service untuk jangan lupa mengecek kondisi sistem pengereman terutama pada rem cakram agar bisa berfungsi optimal secara berkelanjutan.

    Kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLX Member of ASTRA. Selain itu, kamu juga cari mobil dan motor bekas impianmu dengan mengakses OLX melalui aplikasi dengan mengunduhnya di Play Store dan App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait