Selasa, Juli 16, 2024
Lainnya
    Tak BerkategoriMemahami Sistem Pengapian Mobil dan Cara Kerjanya

    Memahami Sistem Pengapian Mobil dan Cara Kerjanya

    JAKARTA – Sebagai pemilik mobil, hal mendasar yang perlu kita ketahui agar mobil dapat menyala adalah sistem pengapian. Sistem pengapian berbentuk ruang pembakaran, yang mencampurkan antara bensin dengan udara. Proses inilah yang mendorong mobil agar dapat bergerak dengan mengeluarkan tenaga.

    Sistem pengapian pada mobil dapat berbeda-beda tergantung pabrikannya. Sistem ini berkaitan erat dengan mesin mobil, dan bertugas mendukung mesin agar mobil dapat berjalan dengan lancar dan kinerja mobil dapat bertahan lama.

    Berdasarkan website resmi Daihatsu di Indonesia, sistem pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang tugasnya untuk menghasilkan percikan api pada mesin. Sistem ini ada di setiap mobil yang menggunakan bensin, baik konvensional maupun injeksi.

    Sistem Pengapian Mobil
    Sistem Pengapian Mobil (olx.co.id)

    Tanpa sistem pengapian, mobil tidak akan bisa hidup meski memiliki bahan bakar. Fungsi utama dari sistem ini adalah menciptakan percikan api di ruang pembakaran. Fungsi lain dari sistem pengapian adalah mengatur waktu pengapian yang tepat. Sistem ini juga harus bisa mengatur waktu pengapian di berbagai putaran mesin, baik pada putaran rpm rendah ataupun putaran rpm tinggi. 

    Selain itu, sistem pengapian mobil berfungsi untuk mengatur pembagian percikan api ke masing-masing silinder. Mengingat setiap mobil memiliki beberapa silinder yang bekerja bersamaan. Istilah yang digunakan untuk mengatur pembagian spark ke masing-masing silinder mesin adalah Firing Order (FO).

    Komponen Sistem Pengapian Mobil

    Untuk mengetahui secara lebih mendalam mengenai sistem pengapian dan fungsinya, kita perlu mengetahui apa saja komponen sistem pengapian pada sebuah mobil. Berikut 9 komponen sistem pengapian yang perlu kamu ketahui.

    Komponen Sistem Pengapian Mobil
    Komponen Sistem Pengapian Mobil (olx.co.id)

    1. Baterai

    Baterai merupakan komponen terpenting sistem pengapian. Umumnya, baterai yang digunakan adalah 12 Volt, baik yang basah maupun kering. Hal ini dikarenakan sistem pengapian membutuhkan daya baterai untuk melakukan proses pengapian pertama.

    2. Kunci Kontak

    Pada mobil-mobil baru berteknologi canggih, kunci kontak atau kunci pengapian mulai tergantikan dengan saklar atau sistem sidik jari. Meskipun begitu, kunci kontak untuk mobil lama masih banyak digunakan dan penting untuk sistem pengapian.

    Kunci kontak ini berperan untuk memutus atau menyambungkan arus listrik dari baterai ke sistem pengapian. Melalui kunci kontak, pengemudi memiliki kendali penuh terhadap sistem pengapian mobil.

    3. Kumparan Pengapian (Ignition Coil)

    Komponen ini memiliki pekerjaan terberat untuk mengubah tegangan 12 Volt dari baterai, menjadi tegangan minimal 5K Volt hingga 25K. Supaya tegangan tersebut bisa didapatkan, hal yang perlu kita wajib menggunakan sistem kerja trafo penaik tegangan dengan memanfaatkan 2 kumparan. 

    4. Kabel Koil (high voltage)

    Kabel ini bertugas untuk menyalurkan tegangan super tinggi dari koil ke distributor. Kabel ini memiliki tugas yang sangat penting karena harus menyalurkan tegangan sebesar 20K Volt.

    Besarnya tegangan ini mewajibkan kabel tegangan tinggi untuk memiliki bahan yang baik dan dengan daya hambat yang sekecil-kecilnya untuk membuat tidak banyak tegangan yang hilang saat disalurkan ke distributor.

    5. Platina

    Seringkali platina disebut sebagai kontak pemutus atau breaker point. Komponen ini berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus gulungan primer (pada koil) ke massa (ground). Hal ini bertujuan untuk menimbulkan induksi pada kumparan sekunder. Jika platina tidak bekerja, tegangan tinggi tidak mungkin dapat disalurkan oleh coil.

    6. Kondensor

    Komponen yang juga dikenal sebagai kondensator atau kapasitor ini berfungsi untuk mencegah adanya loncatan bunga api pada celah platina, khususnya saat platina terbuka dan tertutup untuk memutus aliran arus koil. Selain itu, kondensor juga berfungsi untuk mempercepat pemutusan arus primer koil.

    Putusnya arus listrik pada kumparan primer dengan cepat akan membentuk medan magnet yang cepat pula. Kecepatan terciptanya medan magnet ini akan menimbulkan tegangan yang lebih tinggi yang dihasilkan koil pengapian. Hal ini akan meningkatkan kerja sistem pengapian.  

    7. Rotor

    Rotor akan bekerja setelah terjadinya tegangan tinggi yang dihasilkan koil pengapian. Komponen ini berfungsi sebagai penyalur arus dengan tegangan tinggi, dari koil pengapian ke busi-busi mobil melalui kabel-kabel busi.

    Pembagian arus ini tentu saja tidak dilakukan dengan sembarangan, tetap harus disesuaikan dengan aturan pengapian atau firing order (FO) yang berdasarkan jumlah silinder yang ada pada mesin.

    8. Kabel busi

    Kabel busi adalah jembatan yang mengalirkan arus tegangan tinggi dari busi. Jumlah kabel busi harus sama dengan jumlah busi. Selain itu, kabel busi memiliki bahan yang sama dengan kabel koin karena bertanggungjawab untuk menyalurkan arus dengan tegangan setinggi kabel koil.

    9. Busi

    Busi merupakan titik terakhir dari arus tegangan tinggi sebelum penyalaan terjadi di ruang bakar. Busi bekerja untuk memercikan bunga api, yang nantinya akan memantik terbakarnya bahan bakar dan udara yang telah dikompresi piston. 

    Kerja Sistem Pengapian Mobil

    beli-mobil-bekas
    Beli Mobil Bekas di OLX (olx.co.id)

    Secara sederhana, sistem pengapian bekerja dengan memercikan api dalam bahan bakar. Percikan ini terbentuk dengan adanya sulutan energi listrik bertegangan tinggi yang melewati busi. Setidaknya, ada dua cara kerja sistem pengapian mobil, yaitu pada mobil konvensional dan non-konvensional.

    Pada mobil konvensional, sistem pengapian mulai bekerja saat kunci kontak diputar ke posisi ON. Komponen ignition relay dan main relay akan aktif dan menciptakan aliran arus listrik menggunakan daya baterai. 

    Arus dari relay mengalir menuju resistor, lalu masuk ke primer coil. Dalam ignition coil terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Ketika kunci kontak posisi ON dan platina menutup, maka arus listrik mengalir ke kumparan primer ignition coil.

    Sedangkan pada mobil non-konvensional, proses kerjanya terjadi saat bagian flywheel diputar oleh sistem starter. Ketika mesin mulai berputar, rangkaian akan ikut berputar mengikuti RPM mesin. Ketika platina terbuka, arus listrik yang melewati primer koil terputus dan bagian inti memercikan api pada busi.

    Itulah sedikit informasi mengenai sistem pengapian mobil. Mengetahui hal ini akan membuat kita lebih paham tentang cara kerja dan upaya yang perlu dilakukan untuk merawat mobil. Jika kamu ingin membeli mobil bekas, tentu saja sistem pengapian mobil sangat penting untuk diperhatikan.

    Nah untuk membeli mobil bekas yang aman digunakan di jalan tentu kita harus fokus pada kualitasnya. #PilihYangPasti untung di OLX Autos. Kamu bisa pilih ribuan unit mobil dengan kualitas terbaik dan sudah melalui inspeksi. Sehingga bergaransi dan dijamin aman dan nyaman untuk berkendara bersama keluarga tercinta!

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait