Minggu, April 26, 2026
OtomotifMobilTie Rod Mobil Wajib Dirawat, Begini Caranya

Tie Rod Mobil Wajib Dirawat, Begini Caranya

OLX News – Tie rod mobil menjadi salah satu aspek penting pada sistem kemudi kendaraan yang seringkali luput dari perhatian si pemiliknya. Padahal, kalau rusak dan aus, komponen ini dapat mengakibatkan masalah serius ketika mengendalikan mobil.

- Advertisement -

Karena itulah, menjaga kondisinya tetap prima bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan saat kamu mengemudi.

Padahal, merawat komponen ini sebenarnya tidak terlalu rumit, lho. Ketika kamu merawatnya dengan benar, maka kamu dapat memperpanjang umurnya sekaligus memastikan performa kendaraan tetap maksimal. Oleh karena itu, yuk simak cara-cara merawat tie rod mobil agar tetap awet dan aman digunakan!

- Advertisement -

1. Hindari Jalanan Bergelombang atau Berlubang

Jalanan bergelombang atau punya berlubang bisa mengakibatkan tekanan berlebihan ke tie rod ini. Tekanan tersebut membuat komponen ini semakin cepat aus sekaligus memperbesar bahaya kerusakan di sistem kemudinya.

Ketika melalui jalanan rusak, usahakanlah memperlambat mobilmu dan menghindari benturan keras. Cara tersebut bisa menolong kamu memperpanjang usia tie rod mobil sekaligus memastikan kondisi kaki-kaki secara umum tetap prima.

- Advertisement -

2. Lakukan Pengecekan Rutin

Memeriksakan mobil berkala merupakan kunci utama dalam merawat tie rod mobil kamu. Solusinya, kamu dapat memeriksanya enam bulan sekali atau 10.000 km.

Pastikanlah cek keadaan ball joint, tie rod end, serta komponen lainnya di sekitar sistem kemudi. Jika menemukan pertanda keausan, maka segeralah ganti atau perbaiki supaya tidak menyebar menuju komponen lain.

3. Memerhatikan Pelumas Tie Rod Mobil

Melakukan pelumasan dapat menghindari aus di tie rod. Gunakanlah pelumas yang sama dengan rekomendasi pabrikan, lalu pastikan pelumasannya merata.

Pastikan kamu mengecek kondisi pelumasan di komponen ini. Apabila dirasa mulai kering, segera tambahkan pelumasnya. Ketika sudah melakukan pelumasan dengan baik, gesekan antar komponen bisa diminimalkan dan usia tie rod jadi lebih panjang.

4. Hindari Benturan dan Kecelakaan

Benturan keras dan kecelakaan berpotensi mengakibatkan komponen ini alami kerusakan parah. Akibatnya, sistem kemudi kurang responsif dan kendaraan kamu akan lebih susah dikendalikan.

Karena itulah, selalu berhati-hati selama berkendara. Hindari mengemudi dengan kecepatan tinggi di area padat dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain agar terhindar dari risiko benturan.

5. Jaga Keseimbangan Roda Depan

Roda depan yang seimbang turut berguna untuk memastikan keadaan tie rod mobil. Karena itulah, ketika melakukan spooring dan balancing, pastikanlah roda depan sedang keadaan stabil.

Tekanan angin ban juga perlu kamu perhatikan. Ban yang kurang angin atau tidak seimbang bisa memberi beban berlebih ke tie rod serta komponen kemudi lain.

6. Bersihkan Kaki-Kaki

Membersihkan seluruh komponen kaki-kaki mobil dengan rutin akan membantu menjaga area tie rod mobil terus bagus. Kotoran atau lumpur yang menumpuk dapat mengakibatkan karat dan korosi di bagian kaki-kaki.

Gunakan air bertekanan ketika membersihkan area tersebut, namun hindari menyemprot langsung komponen listrik dan saluran udara. Ketika kebersihan area kaki-kaki terjaga, otomatis area tie rod juga kecipratan bersih dan terawatnya.

7. Ganti Tie Rod End yang Aus

Tie rod mobil

Tie rod end merupakan komponen yang lumayan sering mengalami keausan. Saat komponen ini aus, maka performanya akan jadi menurun dan bisa membahayakan.

Biasanya, tie rod end harus kamu ganti setiap 50.000 km atau saat muncul pertanda kerusakan seperti bunyi berisik atau kemudi yang terasa berat. Jangan tunda penggantian agar tidak merusak komponen lainnya.

Nah, dengan melakukan perawatan di atas, kamu bisa memastikan tie rod mobil tetap dalam keadaan terbaiknya. Tapi, kalau kamu butuh tie rod bekas yang murah, pastikan untuk cek di OLX dan temukan berbagai pilihan dengan harga menarik!


 

Populer.
Reka Harnis
Reka Harnis
Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
Berita Terkait