Pertanyaan paling sering terlontar saat membahas mobil elektrik adalah soal perawatannya. Banyak yang berasumsi perlakuan terhadap mobil elektrik ataupun hybrid sangat ribet.
Namun hal tersebut dibantah langsung Deputy Division Head PT Toyota Astra Motor Andri Widianto. Kata dia, perawatan mobil hybrid maupun plug in hybrid tidak jauh beda dengan yang konvensional.
“Jadi nggak perlu takut ataupun khawatir,” jelas Andri saat ditemui di acara Electrified Vehicle Journalist Test Drive yang berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019).
Hal senada juga diungkapkan Kepala Bengkel Auto2000 Banyuwangi Fauzan. Bahkan untuk s servis berkala juga tergolong sama saja antara mobil hybrid dan mobil konvensional.
“Baik dari urusan lama waktu sampai biayanya,” ucap Fauzan.
Kata Fauzan, kendaraan hybrid juga sama-sama dilakukan pengecekan pada sektor mesin, sasis dan sistem kelistrikan. Namun yang membedakan hanya pengecekan pada bagian saringan udara dengan sistem pendinginan baterai.
Untuk komponen di atas, penggantian dilakukan ketika jarak tempuh mencapai 40.000 km dan wajib diperiksa dan dibersihkan setiap enam bulan sekali.
“Kalau harus ganti, harganya juga cukup murah, hanya Rp 60 ribu,” pungkas Fauzan.
Layanan Servis Hybrid
Seorang mekanik melakukan pengecekan pada mobil Toyota C-HR Hybrid. (Z)
Anggapan pelayanan mobil hybrid hanya ada di Jakarta atau kota besar ternyata ditepis Auto2000. Sejak hadir 2015 lalu, authorized dealer Toyota juga menawarkan produk-produk hybrid, termasuk model Toyota C-HR Hybrid.
“Makanya di tempat kami juga tersedia layanan servis berkala untuk mobil hybrid,” jelas Bayu Dwi Nugroho, Kepala Cabang Auto2000 Banyuwangi.
Bayu berharap, dengan semakin lengkap line up hybrid Toyota, maka hal itu sejalan dengan semakin lengkap pula layanan perawatan berkala, khusus mobil hybrid di Auto2000 Banyuwangi.
“Masyarakat Banyuwangi sudah tidak perlu ragu dan khawatir lagi untuk memiliki mobil dengan teknologi yang ramah lingkungan,” tutupnya. (Z)
Bicara supercar pastinya bicara soal mobil impian semua orang, khususnya para pecinta otomotif. Tapi tau gak kalian, kapan sih istilah supercar itu pertama kali digunakan?
Yuk kita telusuri sejarah penggunaan istilah supercar pertama kalinya. Jadi kata supercar dipakai pertama kali dalam sebuah iklan kertas untuk Ensign Six 1920, yang terbit di surat kabar Inggris, The Times.
Namun untuk produknya sendiri, supercar lebih identik dengan negara Italia yang hingga kini terkenal dengan banyak merek mobil supercar-nya.
Di era 1960-an, pabrikan mobil asal Italia, Lamborghini menghadirkan mobil tercepat di masanya itu, Miura. Meski belum menemukan genre supercar, namun Miura menjadi milestone supercar, dan hingga kini hampir semua pabrikan mobil supercar mengikuti model Miura.
Kemudian pada 1974, Raging Bull of Sant'Agata menyelesaikan revolusi supercar dengan menghadirkan Countach. Dan di era 1980-an Ferrari dan Porsche mengeluarkan supercar dengan gaya megah.
Namun supercar yang paling banyak menyita perhatian adalah supercar yang hadir di era 1990-an. Kita tidak bicara yang tercepat, bukan juga yang paling penting atau paling mahal, atau yang paling banyak tertempel di dinding kamar kalian sebagai poster, tetapi yang paling keren dari semuanya dan bisa bikin mata berair karena performa maupun harganya.
Ini dia daftar 5 supercar terkeren yang pernah diproduksi di era 1990-an;
1. Bugatti EB110
Diproduksi dari tahun 1991 hingga 1995, Bugatti EB110 adalah supercar dengan V12 quad-turbo 3.5-liter dengan speed maksimum 348 km/jam, gokil.
Diproduksi hanya 139 unit, kehadiran EB110 seolah kurang pas, di tengah kondisi perusahaan tersebut sedang menghadapi krisis.
Adalah Romano Artioli, pengusaha Italia yang menjadi pemilik perusahaan Bugatti saat itu setelah membelinya di tahun 1987. Sayang, Artioli membawa merek mobil yang ikonik tersebut ke jurang kebangkrutan di tahun 1995.
Sampai akhirnya Grup Volkswagen menyelamatkan Bugatti dari istirahat abadi pada tahun 1998.
Ketika Bugatti mengajukan kebangkrutan, ada EB110 yang belum selesai tergeletak di pabrik. Likuidator menjual sisa EB110 ke perusahaan bernama Dauer Sportwagen, termasuk stok suku cadang. Jadilah unit terakhir EB110 dibangun di Nuremberg, Jerman.
2. Dauer 962 Le Mans
Dauer, pabrikan terakhir yang merakit produk terakhir EB110 berhasil memproduksi mesin yang sangat mengesankan. Dauer 962 Le Mans, merupakan versi street-law Porsche 962. Supercar ini dibangun dari tahun 1993 hingga 1997.
Dauer 962 Le Mans tidak harus mengikuti regulasi racing, para insinyur yang bekerja melenyapkan pembatas udara, sehingga mesin 3.0 liter yang diusungnya mampu menghasilkan tenaga monster mendekati 730 HP.
Mau tau berapa speed maksimal mobil ini? 404,6 km/jam OLXer, dan bisa berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam waktu 2,8 detik. Bisa kalian bayangkan betapa buasnya tenaga mobil supercar yang satu ini.
3. Lotec C1000
Lotec merupakan sebuah merek mobil yang pernah berjaya di tahun 1962. Pada tahun 1995 Lotec memperkenalkan Lotec C1000 yang merupakan pesanan seorang raja minyak Arab. Mobil tersebut ditebus dengan harga $ 3,4 juta pada saat itu.
Mesinnya menggunakan Mercedes-Benz V8 berkapasitas 5,6 liter dimana seluruh tenaganya disalurkan ke roda belakang dengan twin-turbo get-up-and-go lewat transmisi manual 5-speed Hewland. Kecepatan tertinggi yang dicapainya 431 km/jam.
Kabar terakhir mobil ini terdengar pada Juni 2015, ketika mobil itu terdaftar lelang dengan harga $ 650 ribu.
4. Mercedes-Benz CLK GTR
Kalau bicara tawaran mobil supercar, tentu banyak pilihannya, mulai dari yang baru maupun yang lama. Masalahnya, hanya sedikit yang ditawarkan dengan aura eksotis yang menyelimutinya.
Salah satu yang sangat menginspirasi adalah Mercedes-Benz CLK GTR. Mobil ini merupakan Magnum Opus dari Mercedes-Benz dan AMG.
McLaren SLR, SLS AMG, dan Mercedes-AMG GT tak mampu menandingi Mercedes CLK GTR. Secara total, Mercedes hanya membangun 26 unit CLK GTR. 20 unit dalam varian coupe dan 6 unit roadsters.
Saat meluncur di tahun 1998, model ini jadi yang termahal diantara semua mobil produksi mahal Mercedes-Benz. Banderolnya mencapai $ 1,54 juta.
5. Jaguar XJ200
Hadir pertama kali sebagai mobil konsep AWD bermesin V12, Jaguar XJ220 memulai debutnya pada tahun 1992 sebagai supercar berpenggerak roda belakang twin-turbo V6.
Dari 1.500 pembeli awal yang sudah menyerahkan uang muka untuk desain yang dijanjikan, banyak yang akhirnya memutuskan untuk batal beli.
Hingga akhirnya pabrikan ini cuma memproduksi sebanyak 271 unit saja.
Jaguar XJ220 menjadi mobil produksi yang memegang rekor lap Nurburgring antara tahun 1992 dan 2000.
Salah satu orang penting yang kepincut dengan model supercar asal Inggris ini adalah Sultan Brunei. Bahkan Sultan Brunei menugaskan Pininfarina untuk memodifikasi XJ220-nya sehingga tampil jauh lebih mewah, termasuk di bagian kabinnya.
Nah, itu 5 supercar yang jadi pilihan OLX Indonesia untuk dihadirkan dalam artikel ini. Tentu masih banyak lagi merek dan jenis supercar yang menarik untuk diceritakan, khususnya supercar di era 1990-an. Semoga bisa menjadi penambah wawasan kalian untuk mengetahui soal supercar.
Oh iya, kalau kalian bermaksud membeli mobil supercar, di OLX.co.id ada beberapa model yang dijual pemiliknya dan bisa menjadi referensi terbaik bagi kalian yang mau bergaya dengan mobil supercar. (Z)
Ajang kontes kendaraan kustom hasil karya builder-builder nasional kembali digelar di Yogyakarta. KUSTOMFEST 2019 “Back to The Roots” berlangsung di Jogja Expo Center, Yogyakarta, akhir pekan lalu, 5-6 Oktober 2019.
KUSTOMFEST 2019 bisa disebut sebagai salah satu barometer dunia kustom kendaraan yang melibatkan berbagai industri di dalamnya. Bahkan ajang ini juga selalu menarik perhatian para pelaku kustom luar negeri untuk hadir.
Seperti di gelaran tahun ini, beberapa nama builder top dunia muncul dan mengunjungi KUSTOMFEST 2019. Diantaranya seperti Shinya Kimura (Chabott Engineering), Shige Suganuma (Mooneyes), Kaichiroh Kurosu (Cherry's Company), Yuichi Yoshizawa (Custom Work Zon), Luck MC (Cheetah Custom Cycles), serta beberapa media asing.
“KUSTOMFEST setiap tahun selalu jadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh penggemar kustom Indonesia. Ini adalah Lebaran-nya para anak-anak motor Indonesia dan juga beberapa builder dunia yang selalu hadir setiap tahunnya,” ujar Lulut Wahyudi, Director KUSTOMFEST, Senin (7/10/2019).
Tidak hanya sekadar datang, para builder-builder top dunia ini juga memberikan edukasi serta sharing kepada pengunjung mengenai tren yang ada pada industri ini.
“Saya sangat terhormat bisa diundang di acara ini. Semua karya yang ditampilkan disini saya bisa merasakan passion dari pembuatnya. Dengan melihat motor yang ditampilkan saya tidak bisa menilai sebuah karya bagus atau tidak karena tetapi saya akan menilai dari passion pembuatnya saja” ujar Shinya Kimura, salah satu builder yang baru pertama kali datang ke acara KUSTOMFEST yang juga didapuk menjadi salah satu juri KUSTOMFEST 2019.
Tercatat ada 150 motor dan juga 27 mobil yang sudah di kustom dan tampil bersolek menunjukkan pesonanya kepada para pengunjung KUSTOMFEST 2019. Salah satunya yang paling menarik adalah Royal Enfield Continental GT 650 kustom hasil garapan workshop KromWorks Jakarta.
Selain meluncurkan karya kolaborasi dengan KromWorks, Royal Enfield juga mengadakan talkshow Rebuild The Classic Challenge Royal Enfield dengan bintang tamu dunia.
Gelaran KUSTOMFEST 2019 terasa makin spesial dengan hadirnya seniman Didi Kempot yang makin menghidupkan suasana.
Acara puncak KUSTOMFEST 2019 ditandai dengan pengundian Lucky Draw motor Triumph bernama “Ontoseno”. Pengunjung yang membeli tiket masuk acara seharga Rp 60.000,- berkesempatan membawa pulang motor bergaya Flat Track tersebut. (Z)
Seperti yang kita ketahui, produk Low MPV Mitsubishi, Xpander tidak cuma laris di pasar domestik, tapi juga hingga ke mancanegara.
Jumlah negara peminat Mitsubishi Xpander juga bertambah hingga hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada April 2018, tercatat Mitsubishi Motors Indonesia melakukan ekspor Xpander ke 7 negara saja, maka tahun ini sudah menjadi 13 negara.
Ke-13 negara yang memboyong Mitsubishi Xpander masing-masing adalah Mesir, Vietnam, Thailand, Filipina, Bolivia, Bangladesh, Srilanka, Kamboja, Peru, Mauritius, Bangladesh, Brunei Darussalam, dan Myanmar.
Dari data yang ada, bulan Agustus 2019 lalu, ekspor Xpander meningkat drastis. Xpander bahkan menggusur Fortuner dan Rush sebagai mobil produksi Indonesia yang paling banyak diminta negara lain urutan teratas.
Dua negara yang paling banyak berkontribusi untuk angka ekspor Mitsubishi Xpander adalah Thailand dengan jumlah 2.151 unit, dan Vietnam 2.711 unit.
Namun sayangnya, angka tersebut kemungkinan bakal berubah setelah adanya pengumuman rencana dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), prinsipal Mitsubishi Motors untuk melakukan produksi Xpander di Vietnam pada 2020 mendatang.
Di Vietnam, mobil Low MPV andalan Mitsubishi ini memang menjadi tren baru. Hadir pertama kali di Vietnam pada Oktober 2018, Mitsubishi Motors Vietnam Co.,Ltd (MMV) sukses menjual Xpander hingga 14.000 unit pada tahun fiskal 2018. Semuanya merupakan produksi Indonesia.
“Kami akan berusaha untuk upaya baru ini di Vietnam, yaitu memproduksi mobil berkualitas tinggi dan memuaskan lebih banyak pelanggan di Vietnam,” ungkap Osamu Masuko, Chairman MMC, Senin (7/10/2019).
Ia juga berharap pasar otomotif Vietnam terus bertumbuh. “Diproduksinya Xpander di sana sekaligus juga meningkatkan sektor ekonomi, khususnya dalam hal tenaga kerja, pengembangan sumber daya manusia, investasi serta transfer teknologi,” pungkasnya. (Z)
Ada sebuah candaan otomotif yang kalau diceritakan bakalan bikin ketawa. “Mobil yang paling susah disalip di Indonesia ternyata bukan supercar sekelas Lamborghini, Ferrari maupun Porsche yang punya tenaga mesin gila-gilaan. Melainkan Toyota Avanza yang cuma bermodal mesin dengan kapasitas 1.3 liter dan 1.5 liter.”
Tentu semua yang dengar cerita ini langsung bertanya, “Kok bisa?”
Yup, kalau OLXer habis nyalip Avanza, pasti tiba-tiba di depan udah ketemu lagi dengan Avanza. Salip lagi, eh ketemu ada lagi Avanza di depan.
Tentu saja hal ini hanya sebuah joke yang beredar di kalangan masyarakat. Pasalnya, populasi Toyota Avanza memang sangat banyak dan berkeliaran di sejumlah jalan-jalan seluruh Indonesia.
Tak heran mobil keluarga lahir dalam satu rahim pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat ini memang jadi raja di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) selama satu dekade terakhir.
Bahkan sejak hadir pertama kali di Gaikindo Auto Expo 2003, Toyota Avanza langsung ngegas dengan penjualan 100.000 unit yang diraih pada tahun yang sama. Kalau OLXer mau tau, sejak 2003 sampai akhir 2018, total penjualan mobil sejuta umat ini sudah mencapai 1,7 juta unit.
Indikatornya tidak hanya bisa dilihat dari statistik penjualan mobil baru saja, tetapi faktanya Avanza masih mendominasi pencarian mobil bekas yang ada di platform OLX.co.id.
Dalam situs jual beli OLX.co.id, Toyota Avanza menjadi salah satu model mobil bekas dengan angka pencarian tertinggi. Pada periode 15 – 30 September 2019 tercatat ada 2,176,796 user OLX.co.id yang melakukan pencarian mobil Toyota Avanza.
Nah, OLXer yang mau tau soal fakta-fakta dan sejarah singkat Toyota Avanza berikut ulasannya.
Nama Avanza diambil dari bahasa Italia, yaitu Avanzato yang punya makna peningkatan. Dengan filosofin ini maka diharapkan setiap orang yang memilih mobil tersebut tentunya akan mengalami peningkatan kualitas hidup.
Pertama kali hadir di Indonesia, kembaran dari Daihatsu Xenia ini tersedia cuma dalam dua model saja, yakni 1.3 E dan 1.3 G, dengan penawaran transmisi manual saja.
Seiring perkembangannya, mobil yang awalnya digadang-gadang sebagai penerus dari Toyota Kijang karena menjadi salah satu mobil paling laris di Indonesia. Selain itu, Avanza bertransformasi untuk memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia akan mobil yang fungsional, bisa muat banyak dan juga irit bahan bakar.
Selang setahun meluncur atau 2004, Toyota Avanza ternyata memberikan penawaran kepeda konsumen dengan menghadurkan varian tertinggi berupa mesin 1.3 S VVT-i (Variable Valve Timing Intelligence) dan transmisi otomatis empat kecepatan.
Hampir sejumlah semua sektor dilakukan pembaruan termasuk interior hingga fitur disegarkan, mulai dari odometer dan tripmeter digital, serta sistem pengereman menggunakan Anti-lock Braking System (ABS).
Masuk pada pertengahan 2006, Toyota kembali menghadir wajah baru yang disebut New Avanza 1.5 S VVT-i. Hal ini terlihat dari beberapa penyegaran, mulai dari eksterior, hingga mesin. Di tahun tersebut, Toyota Avanza semakin lengkap, termasuk dengan disematkan sensor parkir belakang.
Menyoal jantung pacu, Toyota mengupgrade bagian mesin Avanza menjadi 1.500 cc VVT-i. mesin ini ternyata mesin yang sama digunakan pada Toyota Rush. Pada 2008, New Avanza S hadir dan menawarkan dua pilihan transmisi, manual dan otomatis.
Sedangkan pada November 2009, Toyota Avanza menghadirkan tipe E dan G yang juga sudah dilengkapi transmisi otomatis.
Generasi kedua Toyota Avanza hadir pada 9 November 2011 dan dikenal dengan sebutan All New Avanza. Moment ini sekaligus memunculkan varian baru Avanza yang disebut Veloz, atau varian paling atas. Oia, generasi kedua Toyota Avanza ini juga mengalami ubahan menyeluruh secara signifikan.
Adapun nama Veloz sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu Velocity yang artinya kecepatan. Toyota Veloz juga menjadi varian teratas juga menjadi pembeda dengan generasi sebelumnya. Sedangkan untuk jantung pacunya Toyot menawarkan dua pilihan mesin yakni 1.3 liter dan 1.5 liter.
Sedangkan pada Juni 2014, Toyota kembali menghadirkan varian Avanza Luxury sebagai varian paling mewah dari Avanza. Hal ini juga membuat Toyota Avanza lebih wah dan lebih mengedepannkan keamanan dan keselamatan yaitu berupa dual SRS Airbag dan menyempurnakan level NVH (Noise, Vibration dan Harshness).
Pada 2015 Toyota kembali hadirkan model baru dengan memperkenalkan Grand New Avanza dan Grand New Veloz. Ubahan ini ternyata versi facelift kedua dan banyak rombakan mulai dari penggunaan lampu multi-reflektor, gril, sampai bumper yang berbeda antara Avanza dan Veloz.
Paling terbaru, Avanza meluncur dalam model facelift tanggal 15 Januari 2019.
Toyota Avanza sudah hadir dalam dua generasi namun tetap saja diminati konsumen meskipun dikepung LMPV merek lainnya yang juga tidak kalah kualitasnya. Selama satu dekade lebih Toyota Avanza selalu di hati masyarakat dan keluarga Indonesia.
Penasaran bagaimana kondisi pasar mobil bekas Toyota Avanza? Langsung klik disini aja. (Z/Her)
Spesifikasi Umum Toyota Avanza
Mesin
1NR-FE
2NR-FE
Mesin Bensin
Tersedia dalam transmisi manual ataupun otomatis (kecuali tipe 1.5 G)
Tipe mesin
4 silinder segaris, 16-katup DOHC, Dual VVT-i EFI
4 Silinder segaris, 16-katup DOHC, Dual VVT-i EFI
Isi silinder (cc)
1.329 (1.330)
1.495 (1.500)
Diameter x langkah (mm x mm)
72.5 x 80.5
72.5 x 90.6
Daya maksimum (PS/rpm)
97/6000
104/6000
Torsi maksimum (kgm/rpm)
12.5/4000
14.4/4000
Dipakai di
Avanza 1.3 E, 1.3 G dan 1.3 Veloz (tipe baru)
Avanza 1.5 G dan Avanza 1.5 S (sekarang Avanza Veloz)
Tau gak OLXer? Tidak ada sampah plastik yang benar-benar hilang kalau OLXer membuangnya. Sampah plastik akan berakhir di suatu tempat, bisa di lautan maupun tempat pembuangan sampah.
Sampah tersebut akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan hidup kita.
So, mulailah bertanggung jawab dengan sampah plastik. Tidak cuma dengan membuangnya di tempat yang seharusnya, tapi bisa dimulai dengan mengurangi sampah tersebut dari sebelum kita akan membeli suatu barang.
Berikut 7 waste-hierarchy mengolah sampah yang dimiliki Astri Puji Lestari atau yang dikenal dengan ‘Atiit’, seorang arsitek sekaligus salah satu influencer yang hidup minim sampah, untuk OLXer terapkan di keseharian.
1. Re-Think
Persiapkan apa saja list barang yang mau OLXer beli sebelum belanja. Sehingga pada saat belanja nanti, OLXer hanya akan beli yang perlu dan penting saja. Otomatis tidak butuh banyak kantong plastik juga kan?
2. Refuse
Kita bisa menolak diawal segala sesuatu yang sebetulnya tidak kita butuhkan. Contohnya, saat makan di sebuah restoran kita bisa tolak pada saat diberikan sedotan plastik. Lainnya, misalkan kita order makanan melalui online, kita bisa minta tidak menggunakan sendok ataupun garpu plastiknya.
3. Reduce
Kita mengurangi daya konsumsi sampah kita. Contoh, misalkan OLXer suka sekali dengn cokelat, yang tadinya konsumsi sebulan mungkin bisa 10 kali, bisa kurangi menjadi 7 kali saja. Tidak perlu ekstrim, sedikit demi sedikit saja.
4. Re-Use
Menggunakan ulang barang yang tidak bisa kamu kurangi konsumsinya. Contohnya, seperti botol susu almond. Lepas saja labelnya dan dipergunakan sebagai botol kemasan lain.
5. Recycle
Banyak orang yang berpikir bahwa dengan sesering mungkin kita melakukan recycle, itu artinya kita sudah melakukan hal yang baik untuk lingkungan. Padahal sebaiknya kita bisa refuse diawal dan recycle ini adalah pendukungnya saja.
6. Re-Plant/Re-Root
Sebanyak 60 persen sampah yang kita hasilkan berasal dari sampah organik. Sebetulnya, kita bisa melakukan hal yang lain dari sampah organik ini, seperti yang biasa Atiit lakukan di rumah adalah ‘re-root’, dimana sampah organik ini bisa menjadi bahan untuk pembuatan kompos.
7. Residu
Residu ini merupakan material yang belum bisa di recycle. Untuk Atiit pribadi, biasanya material tersebut dikumpulkan lalu didonasikan ke tempat yang bisa mengkreasikan material tersebut menjadi sebuah barang, contohnya seperti pouch plastik.
Dengan diterapkannya 7 waste-hierarchy ini, kita dapat meminimalisir sampah dalam kehidupan sehari-hari kita. (Z)
Lama gak gelar acara turing bareng ternyata menimbulkan rasa kangen bagi para komunitas pengguna merek motor Suzuki di Jakarta.
Jadi jangan heran ketika ada undangan Sunday Morning Ride alias Sanmori dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), sontak ribuan komunitas motor Suzuki yang ada di Jakarta langsung bereaksi.
Tepat pada hari Minggu pagi, (6/10/2019) sebanyak 1.500 pemilik motor Suzuki berkumpul di Pulogadung, markas Suzuki Indonesia. Mereka hadir meramaikan Sunmori All Riders Suzuki.
Dari Pulogadung, rombongan melintasi wilayah Pulomas, Kalimalang, Galaxy, Pondok Ungu dan berakhir di Harapan Indah Bekasi dengan jarak tempuh sepanjang 45 km.
“Sunmori kali ini semuanya kompak, senang dan ketagihan. Upaya kami bersama-sama seluruh pengguna motor Suzuki untuk menyebarkan rasa senang berkendara dan berkendara senang, tampaknya terlihat jelas di raut wajah peserta yang amat sangat banyak hari ini,” ujar Banggas F. S. Pardede, Marketing 2W Section Head SIS.
Salah satu agenda di dalam acara yaitu deklarasi komunitas baru bernama COSMIC (Come On Suzuki Motor Indonesia Community) yang mengakomodir siapapun pemilik sepeda motor Suzuki untuk saling bertukar pikiran dan mengadakan kegiatan bersama.
Kegiatan sunmori ditutup dengan pembagian hadiah doorprize dan menyaksikan tayangan balap sepeda motor paling bergengsi bersama-sama. (Z)
Tren mobil listrik sudah mulai merambah ke Indonesia. Perlahan tapi pasti electric vehicle (EV) digandrungi masyarakat. Keuntungan menggunakan mobil jenis ini banyak. Selain tidak dipusingkan dengan urusan isi bensin, khusus di Jakarta, mobil listrik bebas dari aturan ganjil genap.
Kendala satu-satunya yang ada saat ini cuma di soal harganya saja yang selangit.
Nah, Tesla jadi merek mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Apalagi perusahaan taksi terbesar di Tanah Air, Bluebird Group sudah melengkapi armada mobil listriknya dengan merek yang satu ini.
Kabar terbaru dari Tesla adalah mereka sudah mulai memantapkan diri dalam mengembangkan baterai mobil listrik usai mengakuisisi Hibar System.
Hibar System adalah perusahaan asal Kanada yang bergerak di bidang manufaktur baterai untuk kendaraan listrik, laptop dan produk serupa.
Akuisisi perusahaan baterai ini bukan yang pertama bagi Tesla. Karena sebelumnya diketahui Tesla juga sudah mencaplok Maxwell, perusahaan pengembangan elektroda ion lithium asal California.
“Kami sudah mengisyaratkan untuk produksi sel baterai internal sementara waktu, ini menjelaskan niat ke depannya,” ujar CEO Tesla, Elon Musk, Senin (7/10/2019).
CEO Tesla, Elon Musk (Sumber: electreck.co)
Dengan kondisi ini, Tesla berharap bisa mempercepat produksi sel baterai dengan mengambil banyak tim.
Sebelumnya Tesla memasok baterai untuk mobil-mobil listriknya dari perusahaan Panasonic dan LG Chem. Sesuai dengan niat di masa depan Tesla yang dijelaskan Elon Musk, Tesla tidak mau bergantung terlalu besar terhadap perusahaan lainnya dan ingin mengambil peran lebih besar dalam menentukan nasib mereka sendiri di masa depan.
Kongsi kedua perusahaan besar ini akan menciptakan sebuah produk baterai dengan durasi yang lebih lama dengan kinerja yang jauh lebih baik.
Langkah ini sekaligus untuk mengimbangi persaingan dengan Porsche yang diketahui sudah memiliki produk baterai khusus yang unggul dibanding produk baterai mobil listrik merek lainnya. (Z)
PT Piaggio Indonesia menggelar pameran di Mall Pondok Indah, Jakarta pada 7-13 Oktober 2019.
Istimewanya dalam pameran tersebut, PT Piaggio Indonesia meluncurkan Aprilia Shiver 900, motor sport naked bike untuk pertama kalinya di pasar roda dua Tanah Air.
Beberapa upgrade sudah dilakukan pada motor yang dibanderol seharga Rp 560 juta (On the Road) ini. Termasuk peningkatan di sisi mesin, teknologi dan struktur sasis.
Dengan berbekal mesin 900 cc silinder ganda, Aprilia Shiver 900 mampu menghasilkan tenaga maksimal 95 hp dengan torsi tertinggi 90 Nm di 6.500 rpm.
Aprilia Shiver 900 dipamerkan di Mall Pondok Indah, Jakarta (Sumber: Otoblitz)
Terdapat jarak sudut 90 derajat diantara kedua silinder motor yang masing-masing dibekali empat valve timing, dual noken as dan pendingin cair.
Informasi teknis motor bisa dibaca melalui layar TFT full-colour berukuran 4,3 inch. Pengendara bisa mengakses sistem navigasi, rev counter, speedometer, temperatur pendingin, temperatur udara, serta jam.
Dengan sistem konektivitas APRILIA MIA via V4-MP app, pengendara dimudahkan melihat informasi perjalanan seperti konsumsi bahan bakar, rute dan kecepatan, serta kondisi grip.
Seluruh informasi ini bisa diakses dengan sangat baik berkat sensor cahaya yang mampu mendeteksi kondisi pencahayaan kemudian menyesuaikan dengan keterangan latar layar dan warna tulisan.
Biar gak penasaran, OLXer bisa langsung sambangi pameran Piaggio di Mall Pondok Indah dan lihat sendiri wujud dari Aprilia Shiver 900. (Z)
Maraknya pemberitaan terkait Electric vehicle (EV) belakangan ini mendorong PT Toyota Astra Motor (TAM) menggelar acara Journalist Test Drive khusus line up mobil hybrid Toyota.
Menurut Andri Widianto, Deputy Division Head PT TAM, banyaknya informasi yang beredar belum cukup dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang lebih detail lagi.
“Konsumen kelihatan masih banyak yang bertanya-tanya soal teknologi hybrid maupun listrik. Kami berinisiatif mewujudkan test drive ini, harapannya agar bisa eksplore sebanyak mungkin keunggulan line up hybrid Toyota untuk disampaikan kepada masyarakat,” ujar Andri saat ditemui di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (10/10/2019).
Rencananya, hari ini Rabu (10/10/2019), sejumlah awak media diajak menguji sejumlah mobil Toyota berteknologi hybrid. Adapun perjalanan yang akan ditempuh kurang lebih mencapai 300 kilometer dari Banyuwangi ke Bali. Tentunya, ini akan jadi pembuktian seberapa hebat mobil yang mengkombinasikan mesin bensin dan listrik.
PT Toyota Astra Motor (TAM) menggelar acara Journalist Test Drive khusus line up mobil hybrid Toyota. (Z)
Lebih jauh Andri mengungkap bahwa ada empat keunggulan yang bisa digaris bawahi ketika masyarakat memilih menggunakan mobil hybrid Toyota.
“Yang pertama sudah pasti fun to drive. Dari sisi performance-nya hebat atau enggak. Itu bisa dibuktikan sendiri di acara kali ini,” jelas Andri.
Kedua, soal eco friendly. Toyota sejauh ini sudah memiliki lima produk hybrid, Alphard, Prius, CH-R, Altis dan Camry yang dibalut teknologi mesin hybrid yang diklaim lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan mobil yang murni menggunakan bahan bakar minyak.
“Ketiga adalah efisiensi, dimana mobil hybrid didukung dengan motor listrik yang lebih banyak bekerja menggerakkan kendaraan. Efisiensinya bisa sampai 70 persen,” tambah Andri.
Keempat, sekaligus yang paling terakhir disebutkan Andri adalah kenyamanan. Kenyamanan yang dimaksud disini adalah soal kesenyapannya. “Ini karena yang banyak bekerja adalah bagian motor listrik, jadi terasa lebih senyap,” ucapnya.
Namun pertanyaan paling umum terkait mobil hybrid adalah soal perawatannya. Andri menegaskan untuk urusan ini konsumen tidak perlu khawatir.
“Untuk urusan perawatan tidak jauh beda dengan yang konvensional. Jadi enggak perlu takut ataupun khawatir,” tutup Andri.(Z)