Beranda blog Halaman 49

Simak Kesiapan Tim Honda Racing Indonesia dan Debut Perdana Rachel Cia di Sirkuit Mandalika

Keluar dari zona nyaman, drifter cantik Rachel Cia siap debut balap touring bareng tim Honda Racing Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika.

OLX News – Ajang balap mobil tanah air kembali memanas akhir pekan ini. Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di Lombok bersiap menjadi saksi bisu adu kecepatan dalam putaran pembuka kompetisi bergengsi Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026.

Bagi tim Honda Racing Indonesia (HRI), balapan kali ini bukan lagi sekadar urusan datang sebagai tim penantang baru. Menyandang status juara bertahan yang sukses menyapu bersih lima gelar prestisius pada musim 2025 lalu, beban besar kini berada di pundak mereka untuk mempertahankan dominasi di lintasan.

Namun, di luar ambisi mempertahankan gelar juara konstruktor, ada satu cerita yang paling menyita perhatian para pecinta adu cepat roda dua maupun roda empat: langkah berani seorang pembalap wanita yang memutuskan hijrah disiplin balap.

Mengubah Kebiasaan Nge-drift Menjadi Jaga Waktu Lap

Rachel Cia - Honda City Hatchback RS

Fokus perhatian utama pada seri perdana ini tertuju pada program regenerasi talenta muda yang digarap oleh HRI Team Management. Akhir pekan ini menjadi babak baru bagi Rachel Cia, sosok yang sebelumnya sudah sangat akrab di dunia otomotif sebagai salah satu female drifter papan atas tanah air sekaligus pemegang takhta juara Women’s Drift Challenge 2023.

Pindah dari dunia drifting ke balap touring sirkuit tentu bukan perkara mudah. Rachel harus membuang kebiasaannya menari-nari memiringkan mobil di tikungan, dan beralih fokus pada disiplin baru yang menuntut akurasi tinggi:

  • Jaga konsistensi catatan waktu setiap putaran lap (lap time).
  • Menjaga keawetan ban dan penggunaan bahan bakar.
  • Menyusun strategi menyalip di tikungan tajam sirkuit balap.
  • Kemampuan membaca pergerakan lawan di lintasan secara langsung (real-time).

Turun di kelas ITCR 1.500 menggunakan unit Honda City Hatchback RS miliknya sendiri, lintasan aspal Mandalika akan menjadi ujian pertama bagi Rachel untuk mengukur sejauh mana proses adaptasi fisiknya berjalan di bawah tekanan kompetisi yang ketat.

Komposisi Pembalap Senior dan Juara Bertahan

Alvin Bahar, selaku Direktur sekaligus pembalap senior HRI, menjelaskan bahwa putaran pertama ini sangat penting untuk melihat kesiapan tim secara menyeluruh. Bagi Rachel, tim tidak mematok target juara yang muluk-muluk di tahun pertamanya, melainkan lebih fokus pada proses pembangunan kepercayaan diri di atas sirkuit kecepatan tinggi.

Sementara itu, di lini utama pertahanan gelar, kekuatan tim tidak perlu diragukan lagi:

  • Alvin Bahar: Kembali mengandalkan ketangguhan mobil sport premium Honda Civic Type R FL5 untuk bertarung di kelas paling bergengsi, ISTCR Seeded A.

  • Avila Bahar dan Andri Abirezky: Duet maut ini kembali berpasangan di kelas ITCR 1.200 menggunakan mobil kota lincah, Honda Brio RS. Menariknya, setelah mendominasi kelas Seeded B tahun lalu, Andri kini naik kelas ke kategori Master untuk menemani Avila di baris depan.

Menguji Ketangguhan Mobil Harian di Lintasan Balap

Honda Racing Indonesia

Hadirnya deretan mobil seperti Brio, City Hatchback, hingga Civic Type R di sirkuit balap sesungguhnya menjadi pembuktian menarik bagi konsumen awam. Hal ini memperlihatkan bahwa kendaraan yang biasa kita pakai untuk bekerja atau mengantar keluarga sehari-hari ternyata memiliki rancang bangun sasis dan mesin yang sangat tangguh ketika dipacu hingga batas kemampuan tertingginya di sirkuit resmi.

Seri pembuka di Lombok ini merupakan langkah awal dari total enam putaran yang harus dilewati sepanjang musim 2026. Ritme kerja mekanik di pit, ketenangan Rachel di balik kemudi, serta konsistensi para pembalap utama dalam mengamankan poin akan menjadi modal paling berharga untuk menghadapi seri-seri selanjutnya.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Test Drive Wuling Eksion PHEV: Diajak Capek Lewat Jalur Pantai Selatan Jawa, Tidur Nyaman, Nyetir Ketagihan!

Menempuh 601 km dari Jogja ke Jakarta, OLX News test drive Wuling Eksion PHEV menguji performa di jalur pantai selatan. Intip review lengkapnya!

OLX News – Menguji mobil keluarga baru paling pas kalau langsung dibawa jalan jauh. Kebetulan, tim OLX News dapat kesempatan berharga buat ikutan acara Media Test Drive Wuling Eksion gelombang kedua bersama puluhan jurnalis otomotif lainnya.

Total ada 9 unit Wuling Eksion tipe EX (varian tertinggi) yang siap disiksa menyusuri rute sepanjang 601 kilometer. Perjalanan ini dimulai dari kota Yogyakarta, melewati indahnya jalur Pantai Selatan (Pansela) menuju Pangandaran, menanjak ke arah Bandung, dan finis di jalanan padat ibu kota Jakarta.

Selama tiga hari penuh dari 8 sampai 10 Juni 2026, mobil berkapasitas 7 penumpang dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini diuji melewati berbagai karakter aspal.

Mau tahu bagaimana performa aslinya kalau dipakai harian? Yuk, langsung simak ulasannya!

Gas Pol dari Jogja ke Pangandaran: Tanjakan Bukan Masalah Bagi Wuling Eksion PHEV

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Hari pertama langsung disuguhi rute sejauh 211 kilometer yang cukup menantang. Turun dari pesawat yang mengantarkan kami dari Jakarta ke Jogjakarta, OLX News bersama rombongan media lainnya langsung menyicipi jalur pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal dengan aspalnya yang mulus tapi penuh tikungan tajam serta tanjakan dan turunan curam.

Di sinilah racikan teknologi Ling Power milik Wuling memperlihatkan taringnya.

Mesin bensin 1.500 cc khusus hybrid berkolaborasi dengan motor listrik berdaya 145 kW serta baterai 20,5 kWh. Hasilnya? Saat harus menanjak di daerah pesisir, dorongan tenaganya langsung terasa instan begitu pedal gas diinjak.

Berkat transmisi pintar Dedicated Hybrid Transmission (DHT), perpindahan daya Wuling Eksion terasa sangat halus. Penumpang di baris kedua dan ketiga pun bisa duduk santai menikmati pemandangan tanpa perlu merasa terombang-ambing.

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Dan kebetulan untuk etape pertama ini, OLX News kebagian jatah duduk di kursi baris kedua. Kalau bicara nyaman, jujur, duduk di kursi penumpang baris kedua ini berasa nyaman banget. Ruang kaki dan kepala masih cukup lega sehingga memberikan posisi duduk cukup fleksibel. Dari duduk tegak, santai atau setengah rebahan.

Asyiknya lagi, penumpang belakang gak perlu cemas karena gak kebagian hawa dingin dari AC. Karena di baris keduanya juga sudah dibekali konsol pengaturan AC tersendiri. Kisi-kisi AC yang ada di pilar pintu belakang bagian atas dan samping rasanya sudah lebih dari cukup untuk membuat suhu kabin tengah jadi lebih sejuk.

Mungkin karena kelelahan, gak terasa OLX News tertidur cukup nyenyak dalam sepertiga perjalanan dari Jogjakarta menuju Pangandaran. Nyaman banget!

Oprek Mode Berkendara Sepanjang Jalur Bandung

Masuk hari kedua, perjalanan berlanjut dari Pangandaran menuju Bandung dengan jarak sekitar 233 kilometer. Medannya makin bervariasi, mulai dari jalan antarprovinsi yang bergelombang sampai kemacetan total pas masuk Kota Bandung.

Momen ini kami pakai buat gonta-ganti mode berkendara yang tersedia. Sebagai informasi, Wuling Eksion ini punya tiga Driving Mode utama: Eco, Normal dan Sport.

  • Eco: Paling pas buat menghemat daya waktu ketemu macet parah.
  • Normal: Karakter tenaganya pas untuk penggunaan harian.
  • Sport: Seluruh tenaga motor listrik dan mesin bensin langsung keluar secara agresif.

Bukan cuma itu, pilihan pengaturan energinya juga lengkap, ada EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority.

Waktu menanjak ke arah Bandung, kami pasang mode Hybrid dikombinasikan dengan opsi Sport. Sistem pintarnya secara otomatis membagi tugas antara motor listrik dan mesin bensin sesuai kemiringan jalan.

Efeknya, mobil bertubuh besar ini tetap terasa lincah buat menyalip truk-truk besar di tanjakan.

Uji Efisiensi Wuling Eksion PHEV di Jalan Tol Bandung Menuju Jakarta

Perjalanan etape ketiga ditutup dengan rute sepanjang 157 kilometer dari Bandung menuju Jakarta lewat jalan tol. Di sini, kami fokus menguji kenyamanan berkendara di kecepatan tinggi sekaligus melihat konsumsi bahan bakarnya.

Saat melaju konstan di tol, kami mengaktifkan mode Fuel Priority. Mode ini membuat mesin bensin bekerja optimal, menggerakkan roda sekaligus mengisi daya baterai secara mandiri. Proses perpindahan dayanya senyap banget, suara mesin hampir tidak terdengar menembus kabin.

Fleksibilitas teknologi PHEV ini memang jadi nilai jual utama. Kalau baterai penuh dan ingin dipakai keliling kota saja, mobil ini bisa berjalan murni pakai listrik hingga 125 kilometer. Sementara kalau dipakai jalan jauh ke luar kota, kombinasi bensin dan listriknya bisa menembus angka di atas 1.000 kilometer.

Ini sih sudah pasti bikin hati tenang karena tidak perlu pusing memikirkan lokasi pengisian daya baterai di jalan atau mencari SPBU untuk mengisi BBM. Apalagi di tengah kondisi harga BBM yang sekarang lagi meroket. Ini sih solusi banget!

Mengupas Performa Mesin dan Daya Tahan Baterai

Di sesi test drive Wuling Eksion kali ini, kami bisa merasakan canggihnya sistem penggerak di mobil ini. Mesin bensin 1.5 L di balik kapnya bertindak sebagai penyokong daya sekaligus generator penyuplai listrik, sedangkan roda digerakkan secara responsif oleh motor listriknya.

Baterai berkapasitas 20,5 kWh yang digendong Wuling Eksion punya peran penting. Kalau daya baterai terisi penuh, mobil bisa melaju murni memakai tenaga setrum (EV Mode) sampai sejauh 125 kilometer. Jarak selevel ini tentunya sudah lebih dari cukup untuk dipakai kerja bolak-balik seharian di dalam kota tanpa perlu mampir ke SPKLU.

Kalau indikator baterai sudah mulai tipis, mesin bensinnya akan menyala sendiri secara halus untuk mengisi daya lewat sistem pengisian regeneratif. Sepanjang rute menanjak yang cukup menguras tenaga dari Pangandaran ke Bandung, manajemen suhu baterainya bekerja dengan baik tanpa kendala overheating.

Rasa Berkendara Wuling Eksion PHEV: Ringan di Macet, Mantap di Kecepatan Tinggi

Duduk di kursi pengemudi Wuling Eksion memberikan impresi yang di luar perkiraan untuk sebuah SUV bongsor. Karakter setirnya terasa adaptif. Waktu dipakai merayap di tengah kemacetan kota, setirnya terasa sangat enteng sehingga tidak bikin tangan cepat pegal saat harus bermanuver atau parkir.

Uniknya, begitu mobil masuk jalan tol dan dipacu dengan kecepatan tinggi, bobot setir otomatis terasa memberat secara pas. Karakter ini bikin mobil jadi lebih ajeg, stabil, dan tidak melayang. Perpindahan dari mode listrik ke mode bensin juga tidak terasa sama sekali, sehingga pengemudi bisa fokus melihat jalan di depan.

Setelah sempat merasakan nyetir di hari kedua, di hari ketiga atau etape terakhir dari Bandung menuju Jakarta, OLX News kembali meminta kesempatan untuk duduk di belakang kemudi. Intinya, nyetir menggunakan Wuling Eksion ternyata bikin ketagihan.

Karakter Suspensi: Pas Lewat Jalan Rusak, Minim Limbung

Sektor kaki-kaki menjadi perhatian utama kami saat test drive Wuling Eksion di jalanan berliku. Setelan suspensinya menurut kami sangat pas buat karakter jalanan di Indonesia yang sering tidak rata.

Melintasi sambungan jalan beton atau aspal yang berlubang di daerah pesisir, peredaman shockbreaker-nya terasa firm tapi tetap empuk. Setelan ini sangat membantu saat mobil diajak menikung tajam karena bisa menekan gejala body roll secara maksimal. Penumpang di baris paling belakang pun aman dari risiko mabuk perjalanan.

Kenyamanan Kabin Wuling Eksion PHEV: Mewah dan Lapang untuk Sekeluarga

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Interior Wuling Eksion juga menawarkan ruang yang lega dengan desain modern. Layout kursinya dirancang pas untuk memastikan kenyamanan semua orang dari baris depan sampai baris kedua. Namun, jujur, kami belum sempat merasakan saat duduk di baris ketiga. Selama perjalanan test drive Wuling Eksion, bangku baris ketiga lebih banyak dalam kondisi terlipat untuk memperluas kapasitas ruang bagasi.

Tapi jika melihat dari dimensinya, tentu baris ketiga di Wuling Eksion gak akan ngasih space senyaman saudaranya, Wuling Darion. Pastinya! Eksion merupakan SUV berkapasitas 7-seater, sedangkan Darion memang merupakan murni model MPV.

Artinya, kursi baris ketiga di Wuling Eksion adalah optional ketika harus mengangkut lebih dari 5 orang penumpang.

Bagian dasbor dan lapisan pintunya sudah memakai bahan soft touch yang nyaman dipegang. Kursi depan juga punya penopang badan yang pas, jadi badan tidak gampang lelah saat harus menyetir berjam-jam.

Satu hal yang patut dipuji adalah kekedapan kabinnya. Suara gemuruh ban dari luar, embusan angin, sampai suara mesin bensin saat sedang mengisi baterai bisa diredam dengan sangat baik. Suasana di dalam kabin tetap sunyi, bikin ngobrol sepanjang perjalanan test drive Wuling Eksion jadi lebih nyaman tanpa harus berteriak.

Tapi dibalik semua kenyamanannya, ada satu hal yang menurut kami terasa kurang. Khususnya saat duduk nyetir di balik kemudinya. Wuling Eksion gak dibekali dengan pijakan kaki kiri, sehingga saat nyetir, kaki kiri begitu terasa gamang. Sedikit sulit untuk menemukan driving position yang nyaman bagi orang yang sudah sering bawa mobil transmisi otomatis.

Poin Penting yang Kami Sukai

Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Jogja sampai Jakarta, ada tiga hal utama yang bikin kami kepincut:

  • Bisa Jalan Sangat Jauh:Perpaduan bensin penuh dan baterai penuh bikin mobil ini bisa melaju total sampai 1.000 kilometer lebih (hitungan CLTC). Jadi tidak perlu berulang kali mampir ke pom bensin saat plesiran luar kota.
  • Akselerasi Sigap:Berkat motor listriknya, torsi besar langsung terasa begitu pedal gas diinjak sedikit, sangat membantu pas mau menyalip di jalur menanjak.
  • Kabin Kedap Suara:Interior yang tenang membuat perjalanan jauh jadi terasa santai dan tidak menguras tenaga.

Detail Kecil yang Kurang Kami Sukai

Meski punya banyak kelebihan, tetap ada beberapa detail kecil yang menurut kami masih bisa disempurnakan lagi:

  • Menu Fitur Terlalu Terpusat di Layar: Buat mengubah beberapa setelan berkendara, kita harus masuk ke dalam menu layar sentuh utama di dasbor. Cara ini agak kurang praktis dan bisa memecah fokus pengemudi saat mobil sedang melaju. Mungkin menurut kami, sebaiknya Wuling Eksion masih mempertahankan tombol fisik untuk beberapa pengaturan fungsi di dalam mobil.
  • Bagasi Belakang Pas-pasan Saat Kursi Tegak: Kalau kursi baris ketiga dipakai semua buat penumpang, sisa ruang bagasi di belakang jadi agak terbatas. Harus pintar-pintar menata barang kalau mau membawa banyak koper besar.
  • Pijakan Kaki Kiri di Kolong Kaki: Ini juga menjadi detail kecil yang sebaiknya diperhatikan oleh Wuling Motors. Tidak adanya pijakan kaki ini, bikin kaki kiri terasa gamang. Agak bingung untuk memposisikan kaki tersebut dengan nyaman.

Harga Wuling Eksion dan Ketersediaan Warna

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Berikut adalah detail harga Wuling Eksion OTR Jakarta untuk masing-masing varian:

  • Eksion EV CE: Rp 389.000.000
  • Eksion EV EX: Rp 459.000.000
  • Eksion PHEV CE: Rp 449.000.000
  • Eksion PHEV EX: Rp 499.000.000

Ada empat opsi warna luar yang bisa dipilih untuk Wuling Eksion, mulai dari Archipelago Blue, Haze Grey, Frosty White, hingga Starry Black.

Khusus tipe tertinggi (EX), tersedia sentuhan two-tone yang memadukan atap putih pada kelir Archipelago Blue, serta atap hitam untuk bodi Frosty White.

Masuk ke dalam kabin, ruang interiornya dipercantik oleh kombinasi warna walnut brown dan carbon black.

Kesimpulan Akhir

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Lewat perjalanan panjang ini, Wuling sukses membuktikan kalau teknologi Plug-in Hybrid bawaan mereka bisa jadi solusi tepat untuk keluarga Indonesia yang butuh mobil bertenaga tapi tetap irit bensin.

Jarak 601 kilometer yang sudah dilewati memperlihatkan kalau kendaraan ini punya potensi besar buat bersaing di kelas SUV 7-seater. Dengan performa responsif dari sistem Ling Power, kenyamanan kabin yang jempolan, serta jarak tempuh yang jauh, mobil ini cocok buat yang ingin merasakan sensasi mobil ramah lingkungan tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan. (Z)


FAQ Wuling Eksion

  • Wuling Eksion tersedia dalam varian apa saja?
    Mobil ini punya dua opsi penggerak yang bisa dipilih. Pertama ada tipe Plug-in Hybrid (PHEV) yang mengombinasikan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik. Pilihan kedua adalah versi listrik murni alias Electric Vehicle (EV).
  • Wuling Eksion bisa muat sampai berapa orang di dalam kabin?
    SUV berukuran sedang ini dirancang sebagai mobil keluarga sejati dengan kapasitas 7 penumpang yang terbagi dalam 3 baris kursi.
  • Seberapa jauh Wuling Eksion varian PHEV bisa melaju?
    Kalau tangki bensin terisi penuh dan daya baterai dalam kondisi seratus persen, mobil ini diklaim bisa diajak berjalan jauh sampai lebih dari 1.000 km. Sementara kalau hanya ingin memakai mode listrik murni saja, jarak tempuhnya bisa sampai 125 km.
  • Apa saja fitur keselamatan yang ada di Wuling Eksion PHEV?
    Keamanan berkendara didukung oleh teknologi keselamatan aktif bernama ADAS. Di dalamnya sudah termasuk fitur Adaptive Cruise Control (ACC) serta Intelligent Driving Assist (IDA) yang bisa membantu menjaga posisi mobil agar tetap aman di dalam lajur jalan. Kurang lebih terdapat 11 fungsi ADAS yang menjamin keamanan berkendara di Wuling Eksion
  • Fitur hiburan dan kenyamanan apa yang paling menarik di Wuling Eksion PHEV?
    Di dalam kabin terdapat fasilitas premium seperti panoramic sunroof, kamera pantauan 360 derajat, perintah suara WIND khas Wuling, casan tanpa kabel (wireless charging), hingga layar hiburan utama berukuran besar sampai 15,6 inci yang disesuaikan dengan tipenya.
  • Bagaimana cara mengisi ulang daya baterainya?
    Untuk tipe PHEV, pengisian daya sudah menggunakan soket model CCS2 yang mendukung cas arus AC maupun DC. Sementara untuk tipe EV, sistemnya sudah mendukung pengisian daya kilat (fast charging).
  • Berapa harga Wuling Eksion di pasar Indonesia?
    Berikut adalah detail harga Wuling Eksion OTR Jakarta untuk masing-masing varian:

    • Eksion EV CE: Rp 389.000.000
    • Eksion EV EX: Rp 459.000.000
    • Eksion PHEV CE: Rp 449.000.000
    • Eksion PHEV EX: Rp 499.000.000
  • Di mana tempat untuk melakukan servis rutin dan klaim garansi?
    Segala urusan perawatan berkala, perbaikan, hingga pengajuan klaim garansi dilayani secara lengkap di seluruh jaringan bengkel resmi Wuling. Posisi bengkel atau tempat servis paling dekat dari rumah bisa dicek langsung di halaman resmi Dealer Wuling.
  • Kalau mendadak butuh bantuan di tengah jalan, harus hubungi ke mana?
    Tidak perlu panik jika mengalami kendala darurat saat berkendara, karena layanan bantuan darurat bisa diakses dengan menghubungi Call Center resmi Wuling di nomor 0-800-100-5050.

Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Pecahkan Rekor, Hyundai Kerahkan 1.500 Armada Kendaraan dan Robot untuk Piala Dunia 2026

Robot anjing pintar Boston Dynamics siap jaga keamanan Piala Dunia 2026 bersama armada raksasa Hyundai. Cek keseruannya!

OLX News – Gelaran akbar FIFA World Cup 2026™ di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dipastikan bakal menjadi turnamen sepak bola terbesar sepanjang sejarah. Namun, selain aksi mengolah si kulit bundar dari para pesepak bola top dunia, ada pemandangan unik di balik layar yang dijamin akan mencuri perhatian masyarakat global: kehadiran robot anjing pintar sebagai petugas keamanan resmi.

Langkah luar biasa ini diumumkan langsung oleh Hyundai Motor Company pada Kamis, 11 Juni 2026. Melanjutkan kemitraan erat bersama FIFA yang sudah berjalan selama 27 tahun, pabrikan asal Korea Selatan ini tidak lagi sekadar menyediakan kendaraan antar-jemput pemain, melainkan resmi naik pangkat menjadi mitra penyedia teknologi robotika resmi di stadion.

Robot Spot Siap Berpatroli Mandiri di Area Stadion

Hyundai Motor Siapkan Solusi Mobilitas dan Robot di FIFA World Cup™, Jumlahnya Terbesar dalam Sejarah

Momen ini menjadi sejarah baru dalam dunia olahraga internasional. Hyundai menurunkan empat unit robot berkaki empat modifikasi canggih hasil garapan Boston Dynamics yang diberi nama Spot.

Robot yang bentuknya menyerupai seekor anjing besi ini akan ditugaskan secara khusus untuk membantu pengamanan internal milik FIFA. Beberapa detail operasional dari robot pintar ini meliputi:

  • Lokasi Tugas: Bersiap di area krusial seperti International Broadcast Center di kota Dallas serta Stadion New York–New Jersey.
  • Fungsi Utama: Melakukan aksi patroli secara mandiri (otonom), melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekitar secara langsung (real-time), serta mendeteksi adanya keanehan fasilitas di area padat penonton.
  • Sistem Canggih: Dibekali perangkat manajemen aset khusus industri untuk memastikan sistem sensor pemantau bekerja tanpa ada kesalahan teknis.

Penerapan ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi robot pintar kini sudah siap diterjunkan langsung ke tengah lingkungan masyarakat yang kompleks dan padat, bukan lagi sekadar pajangan uji coba di dalam laboratorium.

Kerahkan Ribuan Armada Transportasi Terbesar dalam Sejarah

Hyundai Motor Siapkan Solusi Mobilitas dan Robot di FIFA World Cup™, Jumlahnya Terbesar dalam Sejarah
Hyundai Motor Siapkan Solusi Mobilitas dan Robot di FIFA World Cup™, Jumlahnya Terbesar dalam Sejarah

Selain pamer kecanggihan robot pelacak, peran utama Hyundai dalam urusan logistik transportasi tetap memegang rekor tertinggi sepanjang sejarah turnamen. Perusahaan menyiapkan total 1.500 unit armada yang terdiri dari 994 mobil penumpang serta 506 bus operasional besar.

Ratusan kendaraan ini akan disebar di 16 kota tuan rumah untuk melayani mobilitas harian para tim nasional, ofisial pertandingan, panitia lokal, hingga awak media lintas negara. Agar sejalan dengan kampanye ramah lingkungan, barisan mobil operasional ini akan didominasi oleh varian bertenaga hibrida (Hybrid Electric Vehicle / HEV), yang mencakup model-model populer seperti:

  • Palisade, Santa Fe, dan Tucson.
  • Santa Cruz, Kona, dan Creta Grand.
  • Sonata, Elantra, serta lini mewah Genesis GV80.

Sungwon Jee, selaku Kepala Pemasaran Global Hyundai Motor Company, menjelaskan bahwa langkah ekspansi teknologi transportasi dan robotika berkapasitas raksasa ini merupakan komitmen penuh perusahaan untuk memastikan kelancaran operasional kompetisi terbesar di dunia ini berjalan aman dan nyaman bagi semua pihak.

Perpaduan antara dunia olahraga sepak bola dengan kecanggihan teknologi masa depan ini memberikan warna baru, bahwa perhelatan olahraga modern kini telah menjelma menjadi panggung pameran peradaban teknologi manusia yang semakin maju dan terintegrasi dengan baik.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Banderol Mulai Rp1,9 Miliar, The New Audi Q5 Sportback Dilengkapi Garansi hingga Empat Tahun

Bosan dengan desain SUV kotak yang kaku? Audi Indonesia resmi rilis The New Audi Q5 Sportback seharga Rp1,9 Miliar dengan atap melandai yang sporty!

OLX News – Bagi kalangan mapan perkotaan, memilih kendaraan berjenis SUV (Sport Utility Vehicle) kelas premium sering kali dihadapkan pada pilihan desain yang itu-itu saja. Mayoritas pabrikan biasanya mempertahankan bentuk bodi kotak yang kaku demi mengejar kapasitas ruang lapang. Namun, bagi sebagian pengemudi yang berjiwa muda, karakter kendaraan yang tangguh kini juga harus dibarengi dengan penampilan visual yang ekspresif dan modis saat diajak menghadiri pertemuan bisnis maupun hang out di akhir pekan.

Menjawab pergeseran selera pasar kelas atas tersebut, Audi Indonesia secara resmi meluncurkan The New Audi Q5 Sportback pada Jumat, 5 Juni 2026. Lini terbaru ini hadir mendobrak pakem lama dengan menawarkan siluet bodi yang lebih atletis, mengombinasikan ketangguhan sebuah SUV dengan keanggunan garis atap melandai khas kupe (coupe).

Desain Radikal dengan Laburan Warna District Green

The New Audi Q5 Sportback

Daya tarik utama dari mobil ini langsung terlihat dari potongan bodinya dari sisi samping. Garis atapnya mengalir mulus hingga ke bagian ekor, menciptakan kesan dinamis bahkan saat mobil sedang dalam posisi berhenti di lampu merah.

Pihak pabrikan membawa warna khusus bernama District Green sebagai warna jagoan utama. Laburan kelir hijau zaitun modern ini berpadu serasi dengan grill depan bermodel tunggal (Singleframe) khas pabrikan Jerman, lampu utama berteknologi Matrix LED, serta penggunaan velg besar Audi Sport ukuran 20 inci bermotif palang kembar.

Kesan mewah di bagian eksterior ditutup manis oleh hadirnya atap kaca panoramik (panoramic sunroof) berukuran besar serta lampu rem belakang berbasis OLED yang menampilkan grafis lampu yang atraktif.

Kokpit Canggih yang Memanjakan Pengemudi

Masuk ke dalam kabin, tata letak interior dirancang sepenuhnya untuk memprioritaskan kenyamanan orang di balik kemudi. Pengemudi akan disambut oleh panel instrumen layar visual berukuran 12,3 inci bernama Audi Virtual Cockpit Plus yang mampu menampilkan peta navigasi serta informasi kendaraan secara jernih dan interaktif.

Fasilitas hiburan di dalam kabin juga dirancang untuk memanjakan telinga penumpang sepanjang rute kemacetan kota:

  • Sistem Suara Premium: Menggunakan tata suara dari Bang & Olufsen Premium Sound System yang menyajikan kualitas audio jernih layaknya studio musik berjalan.
  • Ambient Lighting Package Plus: Paket lampu interior yang warna cahayanya bisa diganti-ganti sesuai dengan suasana hati pengemudi.
  • Kabin Lapang: Meskipun atap bagian belakang melandai, penataan ruang kabin tetap menyisakan ruang kepala dan ruang kaki yang lega untuk penumpang di baris kedua.

Legenda Penggerak Empat Roda di Jalur Perkotaan

The New Audi Q5 Sportback

Di balik penampilannya yang necis, SUV mewah ini menyimpan performa mesin yang sangat responsif. Dapur pacunya mengandalkan mesin bensin 2.0 TFSI yang sanggup mengembuskan tenaga sebesar 204 PS serta semburan torsi puncak mencapai 340 Nm. Tenaga besar tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis S tronic 7-percepatan.

Aspek yang menjadi pembeda utama dari para pesaingnya adalah sistem penggerak roda quattro all-wheel drive. Teknologi pembagi tenaga ke empat roda yang menjadi identitas legendaris Audi selama lebih dari 40 tahun ini menjamin cengkeraman ban tetap optimal, stabil, dan presisi tinggi saat mobil bermanuver di permukaan jalanan yang licin akibat guyuran hujan deras.

Urusan perlindungan keselamatan juga tergolong lengkap berkat hadirnya paket asisten pengemudi aktif, mulai dari sistem pemantau kecepatan adaptif (Adaptive Cruise Assist), kamera parkir 360 derajat dengan tampilan visual tiga dimensi, asisten penjaga lajur jalan, hingga sensor pencegah tabrakan depan yang dilengkapi fitur pendeteksi pejalan kaki.

Paket Garansi Panjang untuk Ketenangan Pikiran

Edo Januarko Chandra, selaku Chief Operating Officer Audi Indonesia, menjelaskan bahwa kehadiran model Sportback ini sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan konsumen premium tanah air yang mendambakan mobil harian berkarakter kuat namun tetap nyaman untuk operasional rutin. Pentingnya pasar Indonesia juga ditegaskan oleh Martin Bayer selaku perwakilan manajemen regional Asia, yang melihat potensi pertumbuhan konsumen mobil mewah di sini masih sangat besar.

Bagi Anda yang tertarik untuk memarkir SUV sporty ini di garasi rumah, The New Audi Q5 Sportback dipasarkan di Indonesia dengan harga mulai dari Rp1,9 Miliar.

Untuk menjamin ketenangan pikiran konsumen pasca-pembelian, setiap unit sudah dilengkapi dengan paket gratis servis berkala selama 3 tahun atau hingga jarak 90.000 km, jaminan garansi kendaraan yang diperpanjang hingga 4 tahun, serta layanan darurat jalan raya (Emergency Roadside Assistance) yang bersiaga penuh selama 24 jam. Jika Anda penasaran ingin melihat lekukan bodinya secara langsung, unit ini sudah bisa dijumpai di diler resmi Audi Center yang berlokasi di kawasan MT Haryono, Jakarta.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Siap Pameran di Swiss dan Austria, Saatnya Kreator Indonesia Unjuk Gigi di VH AWARD

0

Kesempatan emas kreator Indonesia raih total dana produksi ratusan juta dan pameran di Swiss serta Austria lewat ajang ke-7 VH AWARD dari Hyundai!

OLX News – Bagi Anda yang bergerak di bidang industri kreatif—seperti desainer grafis, animator, pembuat video audiovisual, hingga seniman instalasi visual—mendapatkan panggung berskala internasional tentu menjadi impian terbesar. Sayangnya, keterbatasan akses jaringan dan besarnya biaya produksi mandiri sering kali menjadi kendala utama untuk memamerkan hasil pemikiran ke luar negeri.

Kini, sebuah peluang emas berskala global kembali terbuka. Hyundai Motor Group secara resmi telah membuka pendaftaran untuk ajang VH AWARD ke-7. Kompetisi ini berburu karya seni media dari para kreator generasi baru yang mampu mengangkat keunikan sudut pandang, sejarah, maupun persoalan kontemporer seputar wilayah Asia beserta masyarakatnya.

pengajuan proposal proyek seni ini sudah dibuka sejak 26 Mei lalu dan akan ditutup pada 21 Juli 2026 mendatang melalui laman resmi penyelenggara.

Didanai Penuh dan Belajar Langsung ke Pakar Seni Austria

Presentasi VH AWARD ke-6 pada Ars Electronica Festival 2025. Gambar milik Ars Electronica. Foto oleh: tom mesic.
Presentasi VH AWARD ke-6 pada Ars Electronica Festival 2025. Gambar milik Ars Electronica. Foto oleh: tom mesic.

Kompetisi ini bukan sekadar urusan memperebutkan piala penghargaan biasa. Bagi para pekerja kreatif matang yang ingin menaikkan nilai portofolio mereka di kancah dunia, skema keuntungan yang ditawarkan oleh Hyundai tergolong sangat luar biasa:

  • Bantuan Dana Produksi: Tim kurator dunia akan memilih lima orang finalis terbaik. Masing-masing finalis akan langsung mendapatkan kucuran dana segar untuk merealisasikan ide pembuatan karya audiovisual mereka dari awal hingga selesai.
  • Sekolah Residensi Daring: Kelima finalis akan diikutkan dalam program lokakarya dan kelas khusus (masterclass) yang dikelola langsung oleh Ars Electronica, sebuah lembaga seni media ternama dunia yang berbasis di Linz, Austria.
  • Hadiah Utama Ratusan Juta: Pada bulan Juni 2027 mendatang, satu orang pemenang utama (Grand Prix) akan diumumkan dan berhak membawa pulang dana segar tambahan sebesar USD30.000 (atau sekitar Rp480 juta rupiah) sebagai modal pengembangan karya di masa depan.

DooEun Choi, selaku Art Director dari perwakilan penyelenggara, menjelaskan bahwa pada edisi ketujuh ini pihak panitia juga menambahkan kategori penghargaan baru bernama Honorary Mention. Kategori ini sengaja dihadirkan untuk memberikan apresiasi dan ruang pendanaan yang lebih luas bagi lebih banyak peserta berbakat.

Juri Kelas Dunia dan Jalur Pameran Internasional

Presentasi VH AWARD ke-6 di HEK (House of Electronic Arts). Gambar milik HEK. Foto oleh Franz Wamhof
Presentasi VH AWARD ke-6 di HEK (House of Electronic Arts). Gambar milik HEK. Foto oleh Franz Wamhof

Bobot kredibilitas dari kompetisi ini tercermin dari jajaran dewan juri yang terlibat. Proses penilaian akhir akan dilakukan secara independen oleh para direktur museum dan kurator besar dunia, mulai dari pimpinan Ars Electronica Festival, HEK Swiss, hingga perwakilan dari ArtScience Museum Singapura.

Keuntungan terbesar yang tidak bisa dinilai dengan uang adalah kepastian ruang pameran. Hasil karya dari lima finalis terpilih dipastikan akan dipajang secara langsung di berbagai pusat seni utama dunia, antara lain:

  1. Vision Hall, Yongin, Korea Selatan.
  2. HEK (House of Electronic Arts), Basel, Swiss.
  3. Ars Electronica Festival, Linz, Austria.
  4. Singapore Art Week 2028, Singapura.

Bagi Anda yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di industri kreatif lokal dan ingin gagasan seni Anda disaksikan oleh audiens global di Swiss maupun Austria, jendela pendaftaran yang tersisa hingga pertengahan Juli ini merupakan momentum investasi karier yang sangat sayang untuk dilewatkan.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Review Mazda CX-60 Sport: Ketika Dua DNA Menjadi Satu

MAZDA CX-60 SPORT, IA MERUPAKAN SEBUAH JEMBATAN BAGI MEREKA YANG MENCARI SUV PREMIUM MODERN, NAMUN MASIH MERINDUKAN RASA BERKENDARA YANG JUJUR, PRESISI, DAN TIDAK SEPENUHNYA DIKENDALIKAN OLEH LAYAR SERTA ELEKTRONIKA.

OLX News – Di zaman yang sudah serba canggih ini, memilih mobil bukan lagi perkara sederhana. Hampir semua pabrikan berlomba-lomba menawarkan fitur mutakhir, mesin dengan beragam bentuk elektrifikasi, layar besar di mana-mana, sampai kontrol kendaraan yang semakin banyak dipindahkan ke dalam sistem digital.

Bagi sebagian orang, tentu hal ini menyenangkan. Mobil terasa lebih modern, lebih futuristis, dan seolah membawa kita lebih dekat ke masa depan. Namun bagi mereka yang benar-benar menikmati kegiatan menyetir, situasinya bisa sedikit berbeda.

Terlalu banyak layar, terlalu banyak menu, dan terlalu banyak intervensi kadang justru membuat koneksi antara pengemudi dan mobil terasa semakin jauh. Padahal, dalam situasi tertentu, berkendara membutuhkan sesuatu yang lebih sederhana: posisi duduk yang pas, setir yang komunikatif, pedal yang natural, respons mesin yang jujur, dan rasa percaya diri ketika mobil diajak bergerak cepat.

Di tengah arus industri yang sedang bergerak ke arah serba digital tersebut, Mazda CX-60 terasa seperti mengambil jalan yang sedikit berbeda. Apalagi pada varian Sport, SUV ini mencoba menawarkan formula yang tidak sepenuhnya mengikuti arus: tetap modern, tetap canggih, tetapi masih menyisakan ruang besar untuk kesenangan mengemudi.

Dalam review Mazda CX-60 Sport kali ini, kami mencoba melihat apakah varian bermesin 2.5L ini masih membawa karakter khas Mazda yang selama ini dikenal dekat dengan pengemudi. Sebab CX-60 Sport bukan hanya versi lebih terjangkau dari CX-60 bermesin 3.3L, tetapi juga interpretasi berbeda dari sebuah medium SUV premium.

Sebelumnya, kami sudah pernah mencoba Mazda CX-60 Elite AWD bermesin 3.3L inline-six turbo mild hybrid dalam perjalanan menuju Purwokerto. Saat itu, CX-60 meninggalkan impresi yang cukup kuat sebagai SUV Mazda yang paling matang, paling bertenaga, sekaligus paling ambisius yang pernah dijual resmi di Indonesia.

Kali ini, skenarionya berbeda.

Mazda Indonesia memberikan kami kesempatan untuk mencoba Mazda CX-60 Sport, varian bermesin 2.5L SKYACTIV-G dengan konfigurasi penggerak roda belakang atau rear-wheel drive. Bukan lagi mesin enam silinder besar dengan tenaga melimpah, melainkan mesin empat silinder naturally aspirated yang lebih familiar bagi pengguna Mazda di Indonesia.

Rutenya pun tidak main-main. Kami menggunakan mobil ini di dalam kota Jakarta, lalu membawanya menempuh perjalanan jauh menuju Palembang melalui jalur Tol Trans Sumatera. Dari kemacetan kota, lintasan tol panjang, jalan bergelombang di beberapa ruas, hingga masuk ke kawasan Palembang seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, tepian Sungai Musi, dan area Jakabaring, perjalanan ini memberi gambaran yang cukup utuh tentang karakter Mazda CX-60 Sport.

Di sinilah menariknya. Sebab pengujian ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk menilai Mazda CX-60 sebagai SUV keluarga premium, tetapi juga untuk melihat apakah dua DNA besar Mazda bisa benar-benar menyatu di mobil ini: DNA premium comfort dan DNA driving pleasure.

Eksterior Mazda CX-60 Sport: Tetap Gagah, Tetap Mahal

Tampak Depan Mazda CX-60 Sport

Secara tampilan, Mazda CX-60 Sport tidak memiliki perbedaan yang terlalu mencolok dibandingkan varian Elite maupun Kuro yang bermesin 3.3L. Bentuk dasarnya tetap sama: kap mesin panjang, proporsi bodi yang tegap, overhang yang terasa pas, dan siluet SUV yang lebih menyerupai grand tourer jangkung dibanding SUV keluarga biasa.

Inilah salah satu daya tarik terbesar Mazda CX-60. Dari beberapa sudut, mobil ini seperti punya aura coupe SUV Eropa. Bahkan secara visual, tarikan garis bodinya mengingatkan kami pada SUV premium seperti Maserati Levante, terutama dari komposisi kap mesin panjang, kabin yang sedikit mundur, serta postur samping yang terasa atletis.

Mazda memang tidak membuat CX-60 untuk terlihat terlalu ramai. Tidak ada lekukan berlebihan, tidak ada aksen krom yang dipaksakan, dan tidak ada desain yang terasa ingin berteriak mencari perhatian. Semuanya dibuat kalem, matang, dan proporsional.

Perbedaan paling mudah dikenali pada Mazda CX-60 Sport ada di desain pelek. Varian ini menggunakan pelek 20 inci dengan desain single tone satin finish. Ukurannya 20 x 7.5J, dibalut ban 235/50 R20.

Secara visual, pelek ini membuat karakter Mazda CX-60 Sport terasa sedikit lebih bersih dan elegan. Tidak seagresif varian lain yang memakai finishing lebih gelap atau lebih kontras, tetapi tetap cukup besar untuk mengisi ruang fender dengan proporsional.

Bagi kami, desain eksterior Mazda CX-60 Sport adalah contoh bagus bagaimana sebuah SUV premium tidak harus tampil berlebihan untuk terlihat mahal. Ia tidak mencoba menjadi paling mencolok di jalan, tetapi ketika dilihat lebih lama, detail dan proporsinya mulai terasa semakin kuat.

Kesan itu juga terasa ketika mobil ini kami bawa masuk ke Palembang. Di sekitar Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak, desain Mazda CX-60 Sport terlihat elegan tanpa harus berlebihan. Sementara saat berada di kawasan Jakabaring yang lebih lapang dan modern, proporsi bodinya yang panjang, kap mesin tegas, serta postur atletisnya terasa semakin pas.

Interior Mazda CX-60 Sport: Lebih Gelap, Tetap Premium

Interior Steer Mazda CX-60 Sport

Masuk ke dalam kabin, barulah perbedaan antara Mazda CX-60 Sport dan varian 3.3L seperti Elite atau Kuro mulai terasa lebih jelas.

Mazda CX-60 Sport menggunakan interior full black. Jok, dashboard, panel pintu, hingga beberapa elemen kabin didominasi warna hitam. Secara karakter, pilihan warna ini membuat kabin terasa lebih sporty dan lebih aman dari noda, terutama untuk penggunaan harian atau perjalanan jauh bersama keluarga.

Namun secara personal, kami masih lebih menyukai interior Mazda CX-60 Elite yang memakai warna broken white. Warna tersebut membuat kabin terasa lebih terang, lebih lapang, dan lebih sesuai dengan karakter premium yang ingin dibawa CX-60.

Meski begitu, satu hal yang patut diapresiasi adalah kualitas materialnya. Walaupun ini adalah varian Sport, Mazda tidak serta-merta membuat kabinnya terasa murah. Area soft touch masih banyak ditemukan, baik di dashboard maupun panel pintu. Permukaan yang sering tersentuh tetap terasa empuk dan solid.

Inilah salah satu kelebihan Mazda dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mungkin bukan brand premium dalam pengertian logo, tetapi cara Mazda merancang material kabin, tombol, layout, dan posisi mengemudi sudah semakin mendekati rasa mobil premium.

Layar tengah 12,3 inci tetap hadir dengan sistem Mazda Connect. Yang kami suka, Mazda masih mempertahankan commander control di konsol tengah. Di saat banyak pabrikan mulai memindahkan hampir semua fungsi ke layar sentuh, Mazda tetap percaya bahwa tidak semua hal harus disentuh langsung di layar.

Ketika mobil berjalan, memutar knob fisik untuk memilih menu terasa jauh lebih natural dan aman dibanding harus mencondongkan badan ke depan untuk menyentuh layar. Ini hal kecil, tetapi bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jauh, pendekatan seperti ini sangat terasa manfaatnya.

Jok Mazda CX-60 Sport: Suportif, Tapi Bukan yang Paling Empuk

Jok Mazda CX-60 Sport

Jok Mazda CX-60 Sport menjadi salah satu bagian yang meninggalkan kesan cukup kuat. Bentuknya semi-bucket dengan side bolster yang cukup tebal. Ketika badan masuk ke dalam jok, terasa jelas bahwa Mazda ingin memberikan dukungan tubuh yang baik, terutama saat mobil diajak menikung atau berjalan cepat.

Posisi duduknya juga sangat mudah dibuat ideal. Setir bisa diatur dengan rentang yang luas, pedal terasa lurus dengan kaki, dan orientasi dashboard membuat pengemudi merasa benar-benar menjadi pusat kabin.

Namun untuk urusan empuk, jok Mazda CX-60 Sport bukan yang paling memanjakan. Busa joknya terasa cenderung padat. Bagi kami, ini bukan masalah karena karakter tersebut justru membuat tubuh tidak mudah lelah ketika perjalanan jauh. Tetapi bagi pengguna yang terbiasa dengan SUV medium yang joknya empuk dan rebah, CX-60 bisa terasa sedikit kaku.

Karakter ini sejalan dengan setup mobil secara keseluruhan. Mazda CX-60 Sport bukan SUV yang sejak awal hanya mengejar kenyamanan lembut. Ia lebih seperti SUV yang ingin menjaga postur tubuh pengemudi dan mobil tetap terkendali dalam berbagai kondisi.

Posisi Mengemudi: Salah Satu yang Terbaik di Kelasnya

Setir Mazda CX-60 Sport

Kalau ada satu hal yang membuat Mazda CX-60 Sport terasa berbeda dari kebanyakan medium SUV lain, jawabannya ada di posisi mengemudi.

Mobil ini memang punya dimensi besar. Panjangnya mencapai 4.740 mm, lebarnya 1.890 mm, dan wheelbase-nya 2.870 mm. Secara ukuran, ia bermain di wilayah yang sama dengan medium SUV seperti Honda CR-V atau Hyundai Santa Fe.

Namun begitu duduk di balik kemudi, sensasinya tidak terasa seperti membawa SUV besar yang tinggi dan berat. Posisi duduknya bisa dibuat rendah, setirnya terasa dekat, dan pedalnya punya orientasi yang sangat natural.

Ketika jok kami atur di posisi paling rendah, rasanya hampir lupa bahwa kami sedang membawa sebuah medium SUV sepanjang lebih dari 4,7 meter. Sensasinya justru lebih mirip sedan jangkung atau wagon besar dengan ground clearance lebih tinggi.

Ini bukan pujian kecil. Sebab banyak SUV modern yang memang terasa nyaman, tetapi tetap membuat pengemudi sadar bahwa ia sedang membawa mobil besar. Mazda CX-60 Sport berbeda. Ia menyembunyikan dimensinya dengan sangat baik.

Di dalam kota Jakarta maupun ketika masuk ke area padat Palembang, hal ini membuat Mazda CX-60 Sport terasa lebih mudah dikendalikan dari yang kami bayangkan. Visibilitas baik, radius putar masih masuk akal, dan kamera 360 derajat sangat membantu saat harus bermanuver di ruang sempit.

Fitur ADAS Mazda CX-60: Halus dan Tidak Mengganggu

Mazda CX-60 Foto

Salah satu bagian yang cukup mengejutkan dalam review Mazda CX-60 ini adalah sistem bantuan mengemudinya.

Mazda membekali CX-60 dengan rangkaian fitur i-Activsense yang cukup lengkap, mulai dari Mazda Radar Cruise Control atau MRCC, Lane Departure Warning System, Lane Keep Assist System, Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert, Smart Brake Support, Traffic Jam Assist, sampai 360 View Monitor with See-Through View.

Di atas kertas, daftar fitur seperti ini mungkin terdengar biasa saja karena banyak mobil modern juga sudah memilikinya. Namun yang membedakan adalah cara sistem tersebut bekerja.

Dalam perjalanan menuju Palembang melalui Tol Trans Sumatera, MRCC dan lane keeping Mazda CX-60 Sport terasa sangat halus. Mobil tidak terasa terlalu agresif saat menjaga jarak, tidak mendadak melakukan koreksi setir secara kasar, dan tidak membuat pengemudi merasa seperti sedang berebut kontrol dengan sistem.

Jujur saja, kami bukan tipe yang mudah percaya pada sistem adaptive cruise control dan lane keeping sebuah mobil. Terlalu banyak sistem yang di atas kertas terdengar canggih, tetapi dalam praktiknya terasa kasar, ragu-ragu, atau terlalu sering membuat pengemudi waswas.

Namun pengalaman positif kami sebelumnya dengan Mazda CX-60 Elite menuju Purwokerto membuat kami lebih yakin menggunakan sistem ADAS di CX-60 Sport. Dan di Tol Trans Sumatera, keyakinan itu kembali terbayar.

Tol Trans Sumatera memiliki karakter yang cukup berbeda dari tol di Pulau Jawa. Beberapa bagiannya terasa panjang, lurus, dan monoton, tetapi di sisi lain ada bagian tertentu yang permukaan jalannya tidak selalu mulus, terutama ketika mendekati area Kayuagung dan beberapa ruas menuju Palembang.

Di kondisi seperti ini, fitur seperti MRCC, Lane Keep Assist System, Lane Departure Warning System, dan Traffic Jam Assist terasa sangat membantu. Bukan dalam arti membuat pengemudi bisa melepas tanggung jawab, tetapi lebih sebagai rekan yang mengurangi beban selama perjalanan jauh.

Sistemnya bukan menggantikan pengemudi, tetapi membantu mengurangi beban. Terutama di rute panjang yang lurus, monoton, dan membutuhkan konsentrasi tinggi dalam waktu lama.

Bisa dibilang, teknologi di Mazda CX-60 Sport bukan hadir untuk mengambil alih kesenangan mengemudi. Ia hadir sebagai penjaga ritme. Ketika pengemudi ingin menikmati jalan, sasis dan setirnya siap memberi rasa. Ketika perjalanan mulai panjang dan tubuh mulai lelah, ADAS-nya membantu menjaga fokus tetap terjaga.

Suspensi Mazda CX-60 Sport: Lebih Bersahabat, Tapi Tetap Kaku

Mazda CX-60 Exterior

Mazda CX-60 Sport menggunakan suspensi depan double wishbone dan belakang multi-link. Secara teori, ini adalah konfigurasi yang sangat menjanjikan untuk rasa berkendara. Dan dalam praktiknya, setup ini memang memberikan karakter yang sangat khas.

Di jalan mulus, Mazda CX-60 Sport terasa solid. Mobil melaju dengan rasa mantap, tidak mengambang, dan tidak banyak gerakan bodi yang tidak perlu. Ketika kecepatan naik, bodi tetap terasa terkunci dengan baik.

Namun ketika melintasi jalan jelek di sekitar Tol Kayuagung dan beberapa bagian jalan Trans Sumatera yang cukup bumpy, karakter suspensinya mulai terasa jelas. Mazda CX-60 Sport memang tidak sekaku versi 3.3L Elite AWD yang pernah kami coba, tetapi tetap tergolong kaku untuk ukuran medium SUV.

Bantingan suspensinya padat. Lubang kecil dan sambungan jalan masih terasa masuk ke kabin. Bukan sampai mengganggu, tetapi cukup untuk mengingatkan bahwa Mazda CX-60 bukan SUV yang mengejar kenyamanan lembut seperti sofa berjalan.

Bagi penumpang belakang, karakter ini mungkin akan terasa lebih jelas, terutama ketika jalan bergelombang dilibas dalam kecepatan tinggi. Jadi jika prioritas utama adalah kenyamanan maksimal untuk keluarga, terutama di jalan rusak, ada beberapa rival yang mungkin terasa lebih empuk.

Namun seperti banyak hal dalam dunia otomotif, selalu ada harga yang harus dibayar. Dan pada Mazda CX-60 Sport, kekakuan suspensi tersebut dibayar dengan handling yang sangat baik.

Handling Mazda CX-60 Sport: Medium SUV yang Terasa Seperti Hot Hatch

Mazda CX-60 Nikung

Inilah bagian yang membuat kami tersenyum.

Mazda CX-60 Sport mungkin punya dimensi besar, bobot lebih dari 1,7 ton, dan postur sebagai medium SUV. Namun ketika diajak menikung cepat, mobil ini sama sekali tidak terasa kikuk.

Body roll sangat minim. Setir terasa presisi. Perpindahan bobotnya terbaca dengan baik. Bahkan ketika menikung di jalan tol dengan kecepatan di atas 120 km/jam, Mazda CX-60 Sport tetap terasa santai dan percaya diri.

Ada rasa yang sulit dijelaskan, tetapi mudah dirasakan. Mobil ini tidak hanya stabil, tetapi juga komunikatif. Ia memberi tahu pengemudi apa yang sedang terjadi di bawah ban, tanpa membuat kabin terasa terlalu sibuk.

Dalam beberapa momen, Mazda CX-60 Sport bahkan terasa seperti hot hatch yang tubuhnya membesar. Tentu ini bukan mobil kecil yang lincah di tikungan sempit, tetapi untuk ukuran medium SUV, cara mobil ini menjaga postur di tikungan benar-benar impresif.

Kinematic Posture Control atau KPC juga punya peran di sini. Sistem ini membantu mengurangi body roll dan menjaga stabilitas saat menikung. Hasilnya, mobil terasa lebih datar, lebih tenang, dan lebih siap mengikuti kemauan pengemudi.

Di sinilah DNA Mazda terasa paling kuat. Mazda CX-60 Sport bukan hanya SUV yang bisa dikendarai jauh, tetapi SUV yang membuat pengemudi ingin terus menyetir.

Mesin Mazda CX-60 Sport: Cukup, Tapi Tidak Melimpah

Mesin Mazda CX-60 Sport

Mazda CX-60 Sport dibekali mesin SKYACTIV-G 2.5 liter empat silinder naturally aspirated. Mesin ini memiliki kapasitas 2.488 cc, menghasilkan tenaga 188 PS pada 6.000 rpm dan torsi 250 Nm pada 3.000 rpm.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis 8-percepatan.

Secara karakter, mesin Mazda CX-60 Sport terasa halus, linear, dan mudah dikontrol. Tidak ada lonjakan tenaga tiba-tiba, tidak ada turbo lag, dan tidak ada drama. Untuk penggunaan harian di dalam kota maupun cruising di jalan tol, performanya cukup.

Namun setelah pernah merasakan Mazda CX-60 Elite dengan mesin 3.3L inline-six turbo mild hybrid, harus diakui bahwa mesin 2.5L ini terasa lebih moderat.

Di putaran bawah, mesin ini terasa harus bekerja lebih keras untuk menghela bobot Mazda CX-60 yang lebih besar dibanding Mazda CX-5. Bukan berarti underpower, karena mobil ini tetap bisa melaju cepat dan menyalip dengan aman. Tetapi untuk ukuran sebuah Mazda, terutama Mazda dengan platform longitudinal dan penggerak roda belakang, kami berharap ada tenaga yang lebih menggigit.

Mesin 2.5L ini terasa seperti dua sisi koin. Di satu sisi, ia lebih sederhana, lebih familiar, dan secara teori lebih mudah dirawat. Di sisi lain, ia tidak memberikan sensasi spesial seperti mesin 3.3L inline-six yang terasa jauh lebih effortless.

Jadi, jika Mazda CX-60 Elite 3.3L terasa seperti grand tourer yang sedang menyamar menjadi SUV, maka Mazda CX-60 Sport terasa seperti SUV premium yang diberi sasis sangat baik, tetapi mesinnya masih bermain aman.

Transmisi Mazda CX-60 Sport: 8-Speed yang Jadi Nilai Plus

Yang sangat kami apresiasi dari Mazda CX-60 Sport adalah transmisinya.

Mazda menggunakan transmisi otomatis 8-percepatan. Perpindahannya tergolong cepat untuk sebuah transmisi AT konvensional, responsnya sigap, dan rasio giginya terasa pas untuk menjaga mesin tetap berada di rentang tenaga yang dibutuhkan.

Di dalam kota, perpindahan gigi berlangsung halus. Di jalan tol, transmisi mampu menjaga putaran mesin tetap rendah saat cruising. Ketika butuh akselerasi untuk menyalip, kickdown-nya juga tidak terasa malas.

Dengan mesin 2.5L yang tenaganya tidak terlalu besar, transmisi punya peran penting untuk menjaga Mazda CX-60 Sport tidak terasa kedodoran. Dan menurut kami, transmisi 8-speed ini berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Selain itu, karena basisnya tetap automatic konvensional, ada rasa kepercayaan lebih dari sisi durability dan perawatan jangka panjang. Bagi pembeli yang ingin mobil premium tetapi tetap ingin rasa aman dalam kepemilikan, hal ini tentu menjadi nilai tambah.

Konsumsi BBM Mazda CX-60 Sport: Tidak Sehemat yang Kami Harapkan

Untuk konsumsi bahan bakar, hasil yang kami dapatkan cukup menarik.

Dalam rute kombinasi dengan penggunaan AC maksimal, Mazda CX-60 Sport mencatatkan konsumsi sekitar 1:9 km/l. Sementara untuk rute luar kota dengan kecepatan rata rata 100km/h dan dominasi jalan tol, angkanya berada di sekitar 1:11 km/l.

Angka ini sebetulnya tidak buruk untuk medium SUV bermesin 2.5L naturally aspirated dengan bobot lebih dari 1,7 ton. Namun jika dibandingkan dengan pengalaman kami menggunakan Mazda CX-60 3.3L, hasil ini terasa kurang impresif.

Menariknya, versi 3.3L justru bisa terasa lebih hemat dalam kondisi tertentu. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena power to weight ratio versi 3.3L jauh lebih baik. Mesin enam silindernya tidak perlu bekerja sekeras mesin 2.5L untuk menggerakkan bodi Mazda CX-60.

Di Mazda CX-60 Sport, mesin 2.5L harus lebih sering membuka throttle lebih dalam, terutama saat akselerasi, menyalip, atau menjaga kecepatan tinggi di jalan tol. Akibatnya, konsumsi BBM tidak sebaik ekspektasi kami.

Jadi jika tujuan utama memilih Mazda CX-60 Sport adalah mengejar efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dari versi 3.3L, hasilnya mungkin tidak selalu seperti yang dibayangkan.

Harga Mazda CX-60 Sport dan Positioning di Indonesia

Mazda CX-60 Belakang

Mazda CX-60 Sport diposisikan sebagai pintu masuk menuju keluarga CX-60 di Indonesia. Dengan harga sekitar Rp720 juta OTR Jakarta, varian ini jelas jauh lebih terjangkau dibandingkan Mazda CX-60 Elite dan Kuro bermesin 3.3L yang bermain di atas Rp1 miliar.

Secara positioning, Mazda CX-60 Sport berada di wilayah yang menarik. Harganya masih bersinggungan dengan medium SUV Jepang dan Korea kelas atas, tetapi pendekatan yang ditawarkan berbeda.

Jika Honda CR-V menawarkan paket SUV keluarga yang sangat rasional, Hyundai Santa Fe menawarkan kenyamanan dan teknologi, maka Mazda CX-60 Sport menawarkan sesuatu yang lebih emosional: desain elegan, interior premium, layout mesin longitudinal, penggerak roda belakang, dan rasa berkendara yang lebih serius.

Ini bukan mobil yang paling luas di kelasnya. Bukan juga yang paling empuk. Bukan yang paling irit. Namun Mazda CX-60 Sport punya karakter yang jauh lebih kuat dibanding banyak SUV lain di rentang harga serupa.

Mazda CX-60 Sport adalah pilihan untuk orang yang masih peduli pada rasa. Untuk mereka yang tidak hanya ingin sampai ke tujuan, tetapi juga ingin menikmati proses menuju ke sana.

Final Verdict

Exterior CX-60 Sport

Mazda CX-60 Sport adalah mobil yang menarik karena ia hidup di antara dua dunia.

Di satu sisi, ia adalah SUV premium modern dengan fitur lengkap, kabin berkualitas, desain elegan, dan teknologi keselamatan yang sangat membantu. Di sisi lain, Mazda CX-60 Sport tetap membawa DNA Mazda yang paling murni: posisi mengemudi rendah, setir presisi, sasis komunikatif, dan handling yang membuat pengemudi merasa terlibat.

Dua DNA ini tidak selalu mudah disatukan. Banyak SUV premium yang nyaman tetapi terasa hambar. Banyak mobil fun to drive yang menyenangkan tetapi kurang praktis. Mazda CX-60 Sport mencoba berdiri di tengah-tengahnya.

Hasilnya memang tidak sempurna. Suspensinya masih terasa kaku untuk ukuran medium SUV. Mesin 2.5L-nya cukup, tetapi tidak seistimewa mesin 3.3L inline-six. Konsumsi bahan bakarnya juga tidak sehemat yang kami harapkan.

Namun semua kekurangan itu tidak menghapus satu fakta penting: Mazda CX-60 Sport adalah salah satu medium SUV paling menyenangkan untuk dikendarai di kelasnya.

Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Palembang, karakter mobil ini terasa semakin jelas. Di Tol Trans Sumatera, kami merasakan sisi dinamisnya. Di jalan yang bergelombang, kami juga merasakan komprominya. Lalu ketika masuk ke Palembang dan melewati Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, tepian Sungai Musi, hingga kawasan Jakabaring, Mazda CX-60 Sport menunjukkan sisi lain sebagai SUV elegan yang tetap pantas berada di kota dengan karakter kuat.

Mobil ini cocok untuk kamu yang sedang mencari medium SUV premium dengan desain khas coupe SUV, material kabin yang sudah setara brand premium, fitur keselamatan lengkap, dan yang paling penting, rasa berkendara yang masih menempatkan pengemudi sebagai bagian utama dari pengalaman.

Bagi sebagian orang, SUV adalah tentang ruang, kenyamanan, dan fitur. Tetapi bagi Mazda, SUV juga bisa menjadi tentang koneksi.

Jika Mazda CX-60 3.3L adalah oase bagi mereka yang merindukan mesin besar dan tenaga melimpah, maka Mazda CX-60 Sport adalah jembatan antara kebutuhan modern dan rasa berkendara klasik.(FA)

What We Like

  • Desain eksterior elegan dan terasa premium
  • Interior menggunakan material berkualitas
  • Posisi mengemudi sangat baik, hampir terasa seperti sedan
  • Handling impresif untuk ukuran medium SUV
  • Body roll minim dan stabil di kecepatan tinggi
  • ADAS bekerja halus dan bisa dipercaya tanpa terlalu mengganggu
  • Transmisi 8-speed responsif dan punya rasio yang pas
  • Penggerak roda belakang memberi karakter berkendara yang berbeda

What We Don’t Like

  • Suspensi masih terasa kaku untuk medium SUV
  • Mesin 2.5L terasa kurang bertenaga di putaran bawah
  • Konsumsi BBM tidak sehemat ekspektasi
  • Interior hitam terasa kurang lapang dibanding versi Elite
  • Kenyamanan jok lebih suportif daripada empuk

Spesifikasi Mazda CX-60 Sport

Spesifikasi Mazda CX-60 Sport
Mesin SKYACTIV-G 2.5L
Konfigurasi 4-silinder segaris, DOHC, 16-valve
Kapasitas mesin 2.488 cc
Tenaga maksimum 188 PS / 6.000 rpm
Torsi maksimum 250 Nm / 3.000 rpm
Transmisi 8-speed automatic
Penggerak Rear-wheel drive
Panjang 4.740 mm
Lebar 1.890 mm
Tinggi 1.682,5 mm
Wheelbase 2.870 mm
Ground clearance 173,8 mm
Bobot kosong 1.744 kg
Suspensi depan Double wishbone
Suspensi belakang Multi-link
Ukuran ban 235/50 R20
Ukuran pelek 20 x 7.5J
Kapasitas tangki 58 liter
Harga Rp720 juta OTR Jakarta

 

Menang OTOMOTIF Award Lagi, Ini Alasan MG4 EV Layak Jadi Pilihan Mobil Listrik Anda

MG4 EV sukses sabet gelar mobil listrik ringkas terbaik dua tahun berturut-turut. Cek keunggulan spesifikasinya di sini!

OLX News – Saat pertama kali memutuskan untuk beralih ke kendaraan listrik, salah satu kekhawatiran terbesar bagi sebagian besar dari kita adalah masalah konsistensi kualitas. Di tengah banyaknya merek baru yang bermunculan di pasar otomotif tanah air, memilih mobil yang sudah teruji kinerjanya dalam jangka panjang tentu menjadi keputusan yang jauh lebih aman dan rasional.

Bagi Anda yang sedang mencari referensi mobil listrik berukuran ringkas untuk kebutuhan komuter harian, MG4 EV baru saja memberikan pembuktian yang cukup telak. Mobil berdesain hatchback ini kembali sukses mempertahankan gelarnya sebagai kendaraan listrik kecil terbaik (Best Small EV) dalam ajang OTOMOTIF Award 2026 yang digelar di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.

Kemenangan ini menjadi sangat istimewa karena merupakan penghargaan kedua kalinya secara berturut-turut sejak edisi pameran tahun 2025 lalu.

Sensasi Berkendara Dinamis Lewat Penggerak Roda Belakang

Prestasi bertahan yang diraih oleh produk andalan MG Motor Indonesia ini bukan sekadar urusan tampang luar yang modis. Pengakuan dari tim penguji profesional ini didasarkan pada rancang bangun kendaraan yang sangat matang.

Mobil ini dirakit di atas Modular Scalable Platform, sebuah arsitektur sasis yang memang khusus dikembangkan sejak awal untuk mobil listrik murni, bukan sasis mobil bensin yang dipaksakan berganti mesin.

Kelebihan utama yang paling dirasakan oleh pengemudi di jalan raya adalah:

  • Sistem Penggerak Roda Belakang (RWD): Berbeda dengan mayoritas mobil listrik sekelasnya yang menarik roda depan, sistem RWD pada mobil ini menyajikan penyaluran tenaga yang jauh lebih responsif dan sigap saat berakselerasi.

  • Keseimbangan Bobot Sempurna: Penempatan baterai di bagian bawah lantai menghasilkan distribusi berat kendaraan yang optimal, sehingga mobil terasa sangat stabil dan minim limbung saat bermanuver di tikungan tajam.

Jarak Tempuh Luar Kota yang Sangat Memadai

MG4 EV

Untuk mendukung mobilitas para pekerja urban yang dinamis, spesifikasi daya tampung daya kendaraan ini dirancang cukup besar. Dibekali baterai berkapasitas 51 kWh, mobil ini sanggup menempuh jarak hingga 425 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.

Jarak sejauh ini tentu sangat aman untuk mendukung rutinitas mingguan Anda dari rumah menuju area perkantoran tanpa perlu bolak-balik mengantre di stasiun pengisian daya. Sebagai variasi tambahan bagi konsumen yang menyukai eksklusifitas penampilan, pihak pabrikan sebelumnya juga sempat menghadirkan varian terbatas bernama Magnify Max pada ajang pameran GIIAS tahun lalu.

Perlindungan Keselamatan Standar Tertinggi Eropa

Bagi kepala keluarga yang mengutamakan keselamatan anak dan pasangan selama perjalanan, aspek proteksi menjadi poin penilaian yang tidak boleh ditawar. Desain bodi aerodinamis dengan garis tegas pada mobil ini sudah mengantongi sertifikasi keselamatan tertinggi bintang lima dari badan penguji Euro NCAP.

Urusan fitur keselamatan aktif juga tergolong lengkap di kelasnya berkat kehadiran sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS). Fitur pemantau canggih ini bertugas aktif mendeteksi bahaya di sekitar mobil guna memberikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh isi kabin dari risiko benturan di jalan raya.

Pencapaian gemilang selama dua tahun berturut-turut ini mempertegas posisi kendaraan ini sebagai pilihan investasi transportasi yang sangat matang bagi Anda yang ingin menikmati efisiensi energi tanpa harus mengorbankan kesenangan berkendara harian.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Siasat Cerdas Hadapi Lonjakan Harga BBM Lewat SUV Premium All-New SANTA FE Hybrid

Harga BBM naik, Hyundai SANTA FE Hybrid 2026 hadir jadi solusi SUV premium 7-seater yang super irit dan mewah. Cek promonya!

OLX News – Bagi sebuah keluarga mapan di perkotaan, mobil berukuran besar dengan kapasitas penumpang yang lapang sudah menjadi kebutuhan mutlak untuk mendukung aktivitas harian. Mulai dari mengantar anak-anak sekolah, menembus kemacetan menuju tempat kerja, hingga agenda bepergian ke luar kota saat libur panjang. Namun, di sisi lain, urusan pengeluaran pos anggaran bahan bakar kini menjadi hal yang cukup menyita perhatian.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data survei lembaga YouGov yang dirilis pada April 2026 kemarin, tercatat sebanyak 90 persen masyarakat Indonesia mengaku cemas terhadap kondisi global yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Melihat fenomena tersebut, PT Hyundai Motors Indonesia menghadirkan solusi yang sangat relevan melalui The All-New SANTA FE Hybrid. SUV kelas atas ini memadukan kemewahan ruang berkendara dengan teknologi efisiensi tingkat tinggi untuk menjaga isi dompet Anda tetap aman.

Teknologi Motor Listrik yang Bekerja Otomatis

Daya tarik utama dari kendaraan ini terletak pada kecerdasan sistem penggerak rodanya. Mobil ini mengawinkan mesin bensin 1.6T-GDi bertenaga turbo dengan motor listrik berdaya 44,2 kW.

Hebatnya, pengemudi tidak perlu bingung melakukan penyetelan manual yang rumit. Komputer mobil akan membagi tugas secara otomatis kapan harus menggunakan daya baterai murni dan kapan harus menyalakan mesin bensin secara bergantian sesuai kondisi jalan.

Saat Anda terjebak dalam kondisi macet total di jalur perkotaan yang menuntut sistem berkendara berhenti-jalan (stop-and-go), pasokan energi listrik akan mengambil alih tugas utama.

Menariknya lagi, mobil ini dilengkapi teknologi pengisian daya mandiri lewat gesekan rem (regenerative braking). Setiap kali Anda memperlambat kecepatan atau menginjak pedal rem, energi mekanik yang terbuang akan diubah kembali menjadi daya setrum untuk mengisi ulang baterai secara otomatis.

Kemewahan Kabin 7-Seater Standar Kelas Atas

Interior Hyundai The All-New SANTA FE

Kenyamanan seluruh anggota keluarga selama menempuh perjalanan jauh juga menjadi keunggulan yang sangat terasa di dalam kabin. Mengusung konsep desain interior premium, SUV ini menawarkan konfigurasi kursi tiga baris yang lapang:

  • Captain Seat & One-Touch Walk-In: Kursi baris kedua model terpisah yang mewah, lengkap dengan tombol akses sekali tekan untuk memudahkan anak-anak atau orang tua masuk ke baris ketiga.
  • Material Premium & Kenyamanan Fisik: Seluruh jok dilapisi kulit Nappa mewah, lengkap dengan fitur pengatur suhu (heated & ventilated seats) serta mode relaksasi posisi duduk.
  • Fasilitas Hiburan Mewah: Dilengkapi atap kaca ganda (panoramic dual sunroof), pembagi suhu ruangan otomatis dua zona, serta kualitas dentuman musik yang jernih dari sistem audio berkelas BOSE dengan 12 pelantang suara.

Proteksi Keselamatan Aktif Selama di Jalan Raya

Faktor perlindungan keselamatan keluarga di dalam perjalanan tetap menjadi fokus utama pabrikan. All-New SANTA FE Hybrid dibekali paket teknologi keselamatan aktif tingkat tinggi bernama Hyundai SmartSense.

Sistem radar ini bertugas aktif membantu tugas pengemudi untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan raya melalui berbagai fungsi proteksi, seperti asisten pencegah tabrakan depan, pemantau titik buta di kaca spion, penjaga posisi mobil agar tetap di dalam lajur marka jalan, hingga sistem kendali kecepatan pintar (Smart Cruise Control) yang bisa menjaga jarak aman secara otomatis di jalur tol.

Penawaran Kredit Tanpa Bunga di Pertengahan Tahun

Untuk mempermudah kepemilikan aset transportasi keluarga ini, Hyundai menyediakan kemudahan finansial di pertengahan tahun 2026 melalui skema Program Triple Zero. Melalui paket promo ini, Anda bisa memboyong mobil impian dengan keuntungan berupa:

  1. Fasilitas suku bunga 0 persen.
  2. Bebas biaya administrasi pengurusan (Rp0 biaya admin).
  3. Bebas biaya provisi pembiayaan (Rp0 biaya provisi).

Bagi Anda yang berencana melakukan peremajaan mobil lama di rumah, tersedia pula tambahan subsidi tukar tambah (trade-in) senilai hingga Rp20 juta rupiah. Ditambah dengan garansi nilai jual kembali jangka panjang yang terencana dalam ekosistem layanan myHyundaiCare, SUV hibrida premium ini menjadi pilihan investasi transportasi yang sangat rasional, hemat operasional, sekaligus menjaga gengsi penampilan harian Anda.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Hadir di Kawasan Terpadu Sukoharjo, Hyundai Buka Pusat Perbaikan Bodi dan Cat Resmi Solo Raya

Fasilitas resmi bodi & cat Hyundai kini hadir di Sukoharjo dengan layanan antar-jemput dan mobil pengganti!

OLX News – Kepadatan arus lalu lintas jalan raya saat jam berangkat maupun pulang kerja terkadang memperbesar risiko terjadinya insiden kecil pada kendaraan. Senggolan sepeda motor atau goresan pembatas jalan yang membuat cat mobil terkelupas sering kali menjadi hal yang menjengkelkan bagi para pemilik kendaraan.

Kekhawatiran akan hasil pengerjaan yang belang atau penurunan nilai jual kembali jika diperbaiki di bengkel sembarangan, sering kali membuat para kepala keluarga menunda-nunda perbaikan estetika mobil mereka.

Melihat pertumbuhan populasi kendaraan yang meningkat pesat di wilayah Solo dan sekitarnya, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bersama PT Bintang Asia Global secara resmi meluncurkan fasilitas Hyundai Authorized Body & Paint Solo Baru pada Selasa, 9 Juni 2026.

Kehadiran tempat perbaikan resmi ini menjadi jawaban cerdas bagi pemilik aset transportasi yang menginginkan pemulihan bodi mobil dengan standar pabrikan tanpa mengorbankan kesibukan harian mereka.

Satu Kawasan Terpadu di Pusat Bisnis Sukoharjo

Dealer Resmi Hyundai Solo Baru

Fasilitas purnajual teranyar ini menempati lokasi yang sangat strategis, tepatnya berada di Jalan Ir. Soekarno (Kawasan The Park), Dusun II, Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Keunggulan utama dari lokasi ini adalah konsepnya yang sudah terintegrasi penuh dalam satu kawasan diler bersama ruang pameran penjualan (showroom) serta bengkel perawatan mesin berkala. Dengan demikian, konsumen bisa mendapatkan layanan perawatan kendaraan secara menyeluruh dari hulu ke hilir tanpa harus berpindah-pindah tempat.

Demi menjaga kualitas pengerjaan agar kembali mulus seperti kondisi baru keluar dari pabrik, bengkel ini didukung oleh:

  • Tenis ahli yang sudah mengantongi sertifikasi keahlian resmi.
  • Peralatan penunjang dan ruang pengecatan yang terstandarisasi secara global.
  • Jaminan penggunaan suku cadang asli serta material cat berkualitas tinggi.
  • Proses pemeriksaan akhir yang ketat sebelum mobil diserahkan kembali kepada konsumen.

Solusi Antar-Jemput untuk Konsumen yang Sibuk

Memahami bahwa jadwal harian para pekerja dan wiraswasta usia matang sangat padat, fasilitas ini menawarkan solusi jemput bola yang sangat praktis. Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk mengantarkan mobil yang lecet ke bengkel, pihak pengelola menyediakan layanan antar-jemput kendaraan langsung dari rumah atau lokasi kantor Anda di area Solo Raya.

Fransiscus Soerjopranoto, selaku Chief Operating Officer HMID, menjelaskan bahwa perluasan jaringan purnajual ini merupakan bagian dari komitmen layanan untuk memberikan ketenangan pikiran bagi para pengguna setia mereka di daerah melalui perlindungan kendaraan yang dekat dan tepercaya.

Tetap Bisa Beraktivitas Lewat Mobil Pengganti Mewah

Hyundai Premium Courtesy Car Program

Masalah lain yang sering muncul saat mobil masuk ke bengkel bodi dan cat adalah urusan transportasi pengganti untuk keluarga. Proses pelapisan warna dan pengeringan bodi biasanya memakan waktu berhari-hari, membuat rutinitas harian terancam terganggu.

Menariknya, dkelompok bengkel resmi di Sukoharjo ini meminjamkan fasilitas mobil cadangan mewah melalui program Hyundai Premium Courtesy Car. Fasilitas ini bisa dinikmati secara cuma-cuma dengan aturan main sebagai berikut:

  1. Proses estimasi waktu perbaikan bodi dan pengecatan memakan waktu lebih dari 14 hari kerja.
  2. Berlaku untuk seluruh unit kendaraan yang didistribusikan resmi oleh HMID di Indonesia.
  3. Fasilitas tetap berlaku baik untuk mobil yang masih dalam masa garansi maupun yang masa garansinya sudah habis, disesuaikan dengan ketersediaan armada cadangan di diler.

Ronny Lukito, selaku Direktur PT Bintang Asia Global, menambahkan bahwa langkah ini menjadi tolok ukur baru dalam memberikan pelayanan purnajual yang seimbang antara kepuasan hasil kerja dan kenyamanan mobilitas konsumen.

Dengan dibukanya titik baru di Solo Baru ini, kini tercatat sudah ada 8 jaringan diler resmi Hyundai di seluruh Indonesia yang memiliki fasilitas perbaikan bodi dan cat khusus berskala nasional. Memanfaatkan fasilitas resmi ini menjadi langkah bijak untuk menjaga penampilan dan nilai investasi kendaraan keluarga Anda tetap prima dalam jangka panjang.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Lini Mobil Listrik dan Niaga DFSK Banjir Subsidi di PRJ 2026

Cari mobil usaha atau mobil listrik murah? Cek Promo Mobil DFSK PRJ 2026 di Jakarta Fair. Ada subsidi hingga Rp85 juta dan gratis servis. Baca di sini!

OLX News – Ajang tahunan Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) selalu menjadi destinasi berburu hiburan dan belanja terbesar bagi masyarakat di pertengahan tahun. Bagi Anda para pelaku usaha yang sedang berencana melakukan peremajaan armada operasional, atau para kepala keluarga yang ingin beralih ke kendaraan listrik ramah kantong, kunjungan ke JIExpo kali ini wajib menyertakan area otomotif.

Mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026, PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek resmi DFSK hadir menyapa pengunjung di Hall A No.18. Tidak tanggung-tanggung, mereka memanfaatkan momentum ini dengan meluncurkan program subsidi besar-besaran untuk membantu efisiensi modal para pengusaha lokal, sekaligus memberikan bocoran teknologi mesin masa depan mereka.

Subsidi Hingga Puluhan Juta Rupiah untuk Kendaraan Listrik Niaga

Sektor logistik perkotaan yang menuntut efisiensi biaya bahan bakar harian menjadi fokus utama penawaran kali ini. Melalui program khusus bertajuk “DFSK Dukung Bisnis Anda”, pabrikan memberikan potongan harga yang sangat agresif untuk lini kendaraan niaga bertenaga setrum mereka, yaitu Gelora E:

  • Gelora E Blind Van (Angkutan Barang): Harga pameran mendapat subsidi khusus dari semula Rp350.000.000 menyusut menjadi Rp270.000.000 (ditambah gratis biaya perawatan selama 5 tahun atau 200.000 km).
  • Gelora E Mini Bus (Angkutan Penumpang): Harganya dipangkas dari Rp399.000.000 menjadi Rp314.000.000.

Dengan jarak tempuh baterai yang mencapai 300 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh, mobil ini menjadi solusi nyata untuk menekan pengeluaran bensin bulanan sekaligus membangun citra usaha yang bersih. Bagi pengusaha yang membutuhkan mobil pikap bensin konvensional yang tangguh, tersedia pula model Super Cab dengan harga mulai Rp158.500.000 yang menawarkan kapasitas bak luas serta mesin bertenaga.

Solusi Macet Kota dan Tren Liburan Gaya Baru

PRJ - DFSK

Selain fokus pada kendaraan komersial pendukung bisnis, area pameran juga memajang kendaraan penumpang yang menyasar gaya hidup urban modern:

  1. SERES E1: Mobil listrik berukuran ringkas yang sangat lincah untuk membelah kemacetan kota serta mudah saat mencari ruang parkir yang sempit. Mobil imut ini dipasarkan dengan harga mulai Rp168.000.000 (OTR Jakarta) lengkap dengan jaminan bebas biaya servis selama 3 tahun.

  2. Camper Van Delima x Explora: Sebuah unit modifikasi multifungsi yang dirancang khusus untuk memenuhi tren liburan petualangan keluarga yang sedang populer belakangan ini. Kendaraan ini membuktikan bahwa sebuah mobil niaga bisa dialihfungsikan menjadi ruang bersantai yang nyaman untuk mendukung aktivitas rekreasi luar ruangan.

Cin Hok Rifin, selaku Direktur Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, menjelaskan bahwa kebutuhan transportasi masyarakat kini semakin dinamis dan fleksibel, sehingga perusahaan terus berinovasi menyediakan unit yang relevan dengan perkembangan zaman.

Bocoran Mobil Baru Berteknologi Hibrida Colok

Bagi Anda pecinta inovasi teknologi, manajemen juga memberikan kabar gembira mengenai rencana peluncuran unit teranyar mereka dalam waktu dekat. DFSK bersiap memperkenalkan arah pengembangan baru melalui sistem penggerak roda Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk pasar Indonesia. Teknologi ini menggabungkan efisiensi motor listrik dengan fleksibilitas mesin bensin, menjadi jawaban pas bagi konsumen yang ingin beralih ke era setrum namun masih ragu dengan ketersediaan stasiun pengisian daya di jalur antarkota.

Perlu dicatat, paket insentif khusus selama pameran PRJ ini memiliki kuota terbatas, yakni hanya berlaku untuk 4.000 unit pembeli pertama. Memanfaatkan momentum ini bisa menjadi langkah finansial yang cerdas untuk meningkatkan keuntungan usaha atau mendapatkan mobil listrik keluarga dengan harga yang jauh lebih miring.


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store