Beranda blog Halaman 1073

Sime Darby Berhad Jadi Diler Resmi BMW dan MINI di Indonesia

0

News.OLX – Sime Darby Berhad baru saja mengumumkan kehadirannya di Indonesia sebagai jaringan diler resmi BMW dan MINI dan menjadi bagian dari bisnis BMW Group Indonesia.

Di Jakarta, Sime Darby Berhad fokus menjalankan fungsinya sebagai diler merek mobil premium Eropa, BMW, sementara di Medan mereka memasarkan produk BMW dan MINI.

“Kerja sama baru ini merupakan bagian dari strategi Sime Darby Berhad untuk mengembangkan divisi bisnis otomotif kami di Asia Pasifik. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan pasar otomotif terbesar di kawasan dengan kelas menengah dan menengah atas yang berkembang pesat menjadi pasar yang sangat penting bagi kami untuk mengembangkan usaha. Kami sangat senang bekerja sama dengan Galeon Group untuk mewujudkan rencana ekspansi. Galeon yang telah masuk dalam industri bisnis otomotif sejak tahun 1989, memiliki keahlian strategis dan pemahaman tentang situasi otomotif lokal,” kata Dato’ Jeffri Salim Davidson, Chief Executive Officer Sime Darby Berhad Group dalam siaran pers.

Melalui PT Performance Motors Indonesia, Sime Darby Berhad dan BMW Group akan terus berupaya untuk melakukan pengembangan jaringan di Indonesia, khususnya untuk pulau Jawa dan Sumatera. 

“Kami menghargai kepercayaan BMW Group terhadap Sime Darby Motors dan tentunya kami berharap untuk terus berkembang dengan BMW Group Indonesia sebagai mitra strategis, dan bekerja sama mengembangkan merek BMW dan MINI di Indonesia,” lanjut Dato’ Jeffri.

Sementara itu pihak BMW Group Indonesia melalui President Director Ramesh Divyanathan menyambut gembira hubungan dua perusahaan ini.

“Kami menyambut hadirnya Sime Darby Motors ke dalam jaringan diler BMW Group Indonesia dan kemitraannya dengan Galeon Group. Hal ini merupakan penanda jelas dari keyakinan terhadap keberadaan BMW Group Indonesia di Indonesia dengan kinerja penjualan yang kuat dari merek BMW dan MINI pada pasar Indonesia, keduanya mencetak rekor penjualan di tahun 2022. BMW Group Indonesia adalah anak perusahaan dan sepenuhnya dimiliki BMW AG yang berbasis di Munich. Hadir di Indonesia lebih dari 22 tahun yang lalu, keberadaan anak perusahaan ini merefleksikan keyakinan BMW Group pada jangka panjang masa depan Indonesia, membuktikan komitmen kami di Indonesia,” terang Ramesh.

Hal senada juga disampaikan oleh Leonel Gozali, Principal Galeon Group yang meyakini bahwa kerjasama ini akan mempercepat pertumbuhan melalui ekspansi merek termasuk merek MINI dan memperluas wilayah cakupannya di luar lokasi saat ini.

“Sime Darby memiliki pengalaman berharga di sektor otomotif di seluruh rantai nilai dan akan menjadi mitra yang baik untuk tumbuh bersama. Dengan pengalaman yang kuat di otomotif serta besarnya nama BMW, sistem back-end yang kokoh, dan kapasitas keuangan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan, kami yakin bahwa kerja sama ini akan membawa keberhasilan,” tutup Leonel.

Mengenal Odometer: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Cara Membacanya

Dunia otomotif memiliki ragam istilah yang kadang hampir mirip satu sama lain. Hal ini menyebabkan tidak sedikit pemilik mobil tidak mengetahui beberapa komponen yang ada di mobil.

Salah satu komponen yang jarang diketahui adalah odometer, komponen ini kalah pamornya dibanding speedometer. Umumnya, odometer terletak pada panel instrument cluster di kabin mobil.

Panel instrument cluster adalah salah satu bagian pada mobil yang sangat penting untuk diperhatikan karena perannya sangat signifikan. Nah, pada panel ini ada berbagai lampu indikator yang fungsinya memberitahu pengemudi terkait kondisi mobil.

Panel instrument cluster ini terletak di balik pengemudi atau setir. Akan tetapi, di beberapa mobil keluaran terbaru, panel ini kadang diletakkan di bagian dashboard. Berbagai indikator yang ada di dalam panel tersebut sangat perlu dikuasai oleh para pengemudi, terutama komponen odometer.

Baca juga: 4 Cara Mengetahui Agar Tidak Tertipu Odometer Saat Beli Mobil Bekas

Apa Itu Odometer?

Bagi Anda yang belum tahu, odometer adalah alat untuk menunjukkan jarak yang telah ditempuh oleh mobil. Tanpa adanya odometer, sulit untuk pengedaran mengetahui berapa jarak yang telah ditempuh mobil.

Komponen ini terletak di bagian panel meter dashboard mobil. Hal ini memudahkan pengemudi untuk mengeceknya jarak yang telah ditempuh mobil. Umumnya, odometer terletak di dekat bundaran Informasi yang berkaitan dengan takometer dan speedometer.

Sebagai informasi tambahan, takometer merupakan alat yang berguna untuk mengukur putaran dari mesin mobil, sedangkan speedometer adalah alat untuk mengukur kecepatan laju suatu mobil.

Apa Fungsi Odometer?

Odometer berfungsi untuk menampilkan jarak tempuh kendaraan dari awal pemakaian. Satuan yang digunakan oleh odometer biasanya adalah kilometer. Sebagai ilustrasi, apabila odometer mobil menunjukkan angka 66666 maka dapat diketahui bahwa kendaraan telah menempuh jarak 66.666 kilometer.

Biasanya odometer terletak berdampingan dengan speedometer atau tripmeter. Komponen ini juga berguna supaya dapat mengetahui waktu yang tepat untuk mobil diservis secara berkala.

Selain itu, odometer juga berfungsi sebagai indikator pertimbangan saat membeli mobil bekas. Membeli mobil bekas memang tidak mudah, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Salah satu faktor pentingnya adalah jarak yang sudah ditempuh oleh kendaraan.

Sesuai dengan fungsinya, odometer akan menunjukkan jarak yang telah ditempuh oleh mobil bekas yang ingin dibeli. Pasalnya, apabila sebuah kendaraan sudah menempuh jarak yang cukup jauh, tenaga yang dimilikinya juga akan berkurang.

Meskipun begitu, ada saja penjual nakal yang melakukan reset pada odometer mobil sehingga pembeli tertipu. Hal ini sering dilakukan oleh para pemilik kendaraan dengan odometer analog. Sedangkan pemilik odometer digital sulit untuk melakukannya karena memerlukan alat khusus untuk meresetnya yang disebut odoreset.

Baca juga: 11 Cara Merawat Mobil Agar Harga Jualnya Tetap Tinggi!

Bagaimana Cara Kerja Odometer?

Umumnya odometer memiliki 2 cara kerja yang berbeda, yaitu untuk odometer mekanik dan odometer elektronik. Penting sekali untuk mengetahui cara kerja kedua odometer ini. Berikut adalah cara kerja dari masing-masing odometer:

1. Odometer Mekanik atau Analog

Odometer mekanik bekerja dengan melakukan gaya putar yang diterima dari kabel yang fleksibel dan terhubung ke bagian lain. Umumnya odometer mekanik dapat ditemukan pada mobil keluaran lama.

Odometer mekanik memiliki sifat rewindable, yang berarti odometer bergerak secara otomatis saat mobil melaju maupun mundur. Saat mobil berjalan mundur mundur, maka odometer akan menghitung mundur dan hal ini biasanya terjadi akibat gear penggerak serta gigi.

Mengecek kualitas odometer mekanik tidaklah sulit karena akan selalu ada pertanda bahwa odometernya pernah dibuka secara manual dan dibuat Kembali muda. Dengan pengecekan ini, maka Anda bisa mendapatkan mobil yang kualitasnya bagus dan stabil.

2. Odometer Elektronik

Odometer elektronik bekerja dengan mengandalkan kecanggihan teknologi, sehingga kerjanya sangat dipengaruhi sistem komputerisasi. Secara otomatis computer akan menghitung tegangan yang terjadi dan membantu menghitung jarak tempuh dari sebuah mobil.

Pada frame roda mobil, sebuah magnet khusus diletakkan sehingga akurasi dari odometer elektronik akan tepat. Magnet yang dipasang pada roda bertujuan untuk memberikan sinyal, supaya bisa menghitung jarak tempuh dari sebuah mobil.

Untuk melakukan pengecekan kualitas dari odometer elektronik memang lebih sulit karena perlu ditangani oleh tenaga ahli. Sebelum membeli mobil bekas, maka Anda bisa bawa terlebih dahulu mobilnya ke bengkel resmi agar kualitas odometer elektroniknya bisa Anda cek.

Baca juga: 7 Tips Menghindari Penipuan Jual Beli Mobil Bekas!

Bagaimana Cara Membaca Odometer Mobil?

Membaca odometer mungkin bukanlah keterampilan yang dimiliki secara instan oleh orang awam. Padahal membaca odometer bukanlah hal yang sulit, Anda cukup memperhatikan angka yang tertera di odometer.

Proses membaca data pada odometer digital dan analog jauh lebih mudah karena angka langsung ditunjukkan secara langsung. Jadi Anda bisa langsung melihat berapa jarak tempuh dari sebuah mobil.

Angka yang muncul di odometer memberi Informasi jarak yang telah ditempuh oleh mobil. Jarak tersebut biasanya dihitung dalam satuan kilometer atau km. Odometer bisa ditemukan pada dashboard, bersebelahan dengan speedometer.

Misalnya, kalau angka pada odometer menunjukkan angka 66666, artinya kendaraan kamu sudah digunakan untuk berkendara hingga mencapai 66.666 km. 

Saat akan servis mobil, Anda harus memastikan untuk cek dulu berapa angka pada odometer sebelum servis. Angka itu nantinya dijadikan acuan untuk menentukan waktu servis berikutnya. 

Cara menghitung odometer untuk menentukan waktu servis sangatlah mudah. Misalnya, pada servis pertama, odometer menunjukkan jarak 15.000 km. Nah, jika mobil sudah berkendara hingga 10.000 km lagi, waktunya untuk membawa mobil servis lagi.

Jadi, tambahkan 15.000 km dengan 10.000 km. Artinya, begitu odometer menunjukkan angka 25.000 km, maka sudah waktunya bagi kendaraan untuk dibawa melakukan servis berkala lagi.

Nah, setelah menyimak Informasi lengkap mengenai odometer, tentu sedikit banyak Anda sudah paham memahami peran pentingnya. Untuk masalah mobil bekas, jangan sampai salah pilih dan percayakan pada dealer dari OLX Autos yang memberikan penawaran terbaik serta garansi pada unit yang Anda beli.

Dapatkan mobil bekas berkualitas dengan #PilihYangPasti di OLX Autos! Kami menjamin semua mobil yang bisa anda pilih berkondisi prima, dan bergaransi karena telah melalui inspeksi detail dari Petugas berpengalaman. Pilih mobil terbaik untuk menunjang semua kebutuhan harian di OLX Autos!

Mengenal Transmisi Mobil, Fungsi, Komponen, dan Jenis-jenisnya

Anda pasti tahu, bahwa seluruh kendaraan bermotor, seperti mobil, bus, truk, dan motor pasti memiliki komponen gearbox atau transmisi yang bertanggung jawab untuk menggerakkan kendaraan. Komponen ini menjadi sangat vital dan penting untuk setiap kendaraan bermotor, terutama mobil.

Fungsi Transmisi pada Mobil

Transmisi pada mobil adalah tuas atau pedal yang tugasnya adalah menyalurkan tenaga mesin ke roda penggerak. Komponen ini juga bisa menciptakan momen yang dihasilkan mesin sesuai kebutuhan, yang membuat mobil dapat berjalan mundur dan berhenti meski mesin sedang menyala.

Berikut adalah 3 fungsi transmisi pada mobil yang perlu Anda ketahui:

1. Membuat Mobil Berjalan

Fungsi utama komponen ini adalah memungkinkan mesin tetap hidup dan dapat berjalan dengan kecepatan tertentu. Umumnya, kendaraan bermotor dapat berjalan dengan tiga jenis transmisi, yaitu manual, koplingl, dan matic.

Untuk mobil, jenis transmisinya lebih bervariasi lagi. Terdapat beberapa transmisi yang memungkinkan mobil berjalan, yaitu transmisi matic, transmisi manual, transmisi triptonic, dan transmisi Automatic Manual Transmission (AMT). Selain itu, dengan adanya transmisi, mobil juga bisa berjalan mundur.

2. Mengubah Momentum Kecepatan dari Mesin

Fungsi kedua dari transmisi pada mobil adalah mengubah momentum kecepatan yang dihasilkan oleh mesin. Dengan adanya transmisi, baik pada mobil dan motor, jika dalam muatan penuh akan tetap bisa berjalan, bahkan menanjak dan berakselerasi secara baik.

Pada posisi menanjak, apabila mobil Anda menggunakan transmisi manual, maka wajib memindahkan posisi gear ke posisi terendah atau gigi satu. Supaya tenaga yang dihasilkan oleh mesin dapat tersalurkan penuh untuk melibas tanjakan ekstrim sekalipun.

Apabila kendaraan memerlukan akselerasi cepat dan instan maka Anda bisa mengemudi dengan mempergunakan gigi mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar secara berurutan.

3. Meneruskan Tenaga dan Putaran Mesin 

Fungsi ketiga dari transmisi pada mobil adalah meneruskan tenaga dan putaran mesin dari kopling ke poros propeller. Sayangnya, hal ini hanya dapat terjadi pada mobil bertransmisi manual.

Tenaga keseluruhan mesin yang diatur melalui kaki pengemudi akan memutar plat kopling yang terhubung langsung dengan input shaft transmisi. Hal itu membuat tenaga dan putaran mesin dapat diteruskan oleh transmisi sehingga mobil dapat berjalan dengan sempurna.

Hal penting lain yang perlu untuk diketahui adalah komponen-komponen yang ada di dalam transmisi mobil. Memangnya apa saja sih komponen transmisi mobil?

Baca juga: 10 Gejala Transmisi Mobil Mengalami Kerusakan

Komponen Transmisi Mobil

Komponen Transmisi Mobil
Komponen Transmisi Mobil (olx.co.id)

Setiap jenis transmisi memiliki komponen-komponen utama yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Meski cara kerjanya berbeda namun komponen transmisinya tidak jauh berbeda.

Berikut ini adalah komponen utama dalam sistem transmisi yang perlu Anda ketahui. 

1. Main Gear

Main gear terletak di main shaft yang memiliki perantara bearing. Jumlah komponen ini menyesuaikan tingkat kecepatan yang dimiliki oleh transmisi. Fungsi utama main gear adalah membuat tingkat kecepatan gear ratio dan counter gear sesuai.

2. Counter Gear 

Counter gear terdiri dari beberapa gear yang disatukan dengan jumlah yang disesuaikan dengan tingkat kecepatan. Fungsi utama komponen ini adalah memindahkan putaran dari main drive gear atau input shaft ke main gear dan menciptakan gear ratio.

3. Input Shaft 

Input shaft terletak menjadi satu dengan main drive. Komponen ini berfungsi memindahkan putaran dari clutch ke arah counter gear.

Letaknya menjadi satu dengan main drive yang fungsinya adalah untuk memindahkan putaran dari clutch ke arah counter gear. 

4. Main Shaft 

Main shaft berfungsi untuk output transmisi dan pemasangan main gear serta hub set. Komponen ini dapat berputar bebas bersamaan dengan input shaft karena terhubung dengan bearing.  

5. Reverse Idler Gear Shaft

Komponen ini berfungsi sebagai penghubung antara main reverse gear dan counter gear. Hal ini bertujuan agar putaran dari main reverse gear dapat berlawanan dari input shaft. 

6. Interlock System

Komponen terakhir ini memiliki fungsi untuk mengunci transmisi agar hanya ada satu gear yang masuk sesuai dengan tingkat kecepatan. Karena gear ratio dari masing-masing main gear berbeda.

Baca juga: Transmisi Otomatis pada Mobil, Begini Cara Kerja dan Jenisnya

Jenis-jenis Transmisi Mobil

Hal terakhir yang wajib diketahui mengenai transmisi mobil adalah jenisnya. Setidaknya terdapat 5 jenis transmisi untuk mobil di Indonesia, yaitu:

1. Transmisi Manual

Transmisi manual adalah salah satu yang paling difavoritkan, bahkan bagi masyarakat dunia. Jenis ini memiliki sistem yang diatur sendiri oleh pengendara. Sehingga perpindahan gigi tidak diatur oleh komputer.

Mengendarai mobil dengan gigi berapapun, pilihannya ada di pengendara. Selain itu, transmisi manual juga punya komponen yang cukup simpel. 

2. Transmisi Otomatis Konvensional

Transmisi jenis ini cara kerjanya masih memakai torque converter. Tenaga mekanik yang dihasilkan oleh mesin akan diubah menjadi energi kinetik. Torque converter yang nantinya akan menyalurkan energi ke driveshaft.

Transmisi AT dengan torque converter juga sama seperti manual. Sudah ada sejak lama di dunia otomotif dan dinilai menjadi salah satu transmisi yang cukup favorit.

3. Transmisi Otomatis CVT

Transmisi otomatis Continuous Variable Transmission (CVT) menggunakan pulley dan fokus pada konsumsi bahan bakar mobil. Pada mobil matic, biasanya terdapat sepasang pulley yang mengikuti putaran mesin mobil. Pulley ini disambungkan dengan sabuk baja untuk menggerakkan. 

Transmisi CVT pun kini semakin populer sebab konsumsi bahan bakar yang dihasilkan oleh mobil bisa lebih baik dibanding torque converter. 

4. Transmisi Dual Clutch (DCT)

Selanjutnya adalah dual clutch transmission atau DCT. Transmisi jenis ini merupakan transmisi manual yang diotomatisasi. Sesuai namanya, DCT merupakan jenis transmisi yang menggunakan dua unit kopling ganda. Komputer atau ECU lah yang nantinya mengendalikan langsung perpindahan gigi pad mobil.

Kedua kopling pada mobil akan bertanggung jawab atas gigi yang berbeda. Satu untuk gigi ganjil dan satunya lagi untuk gigi genap sehingga perpindahan bisa lebih sigap. 

Di Indonesia, masih jarang mobil yang menggunakan jenis transmisi DCT. Selain itu, jenis transmisi ini juga kurang disukai. Umumnya mobil yang memakai transmisi DCT adalah mobil-mobil pabrikan asal Eropa.

5. Transmisi AMT

Jenis transmisi yang terakhir adalah Automated Manual Transmission (AMT) yang bisa dibilang kembali dipopulerkan oleh Suzuki Ignis beberapa tahun lalu. 

Transmisi jenis ini sebenarnya menggunakan model manual yang dibekali dengan kopling kering dengan pergerakan kopling yang bekerja otomatis. Sayangnya, banyak orang Indonesia tidak familiar dengan transmisi satu ini.

Baca juga: Flushing Saat Ganti Oli, Tips Merawat Transmisi Otomatis Mobil Tetap Awet

Nah, setelah menyimak ulasan di atas pasti sedikit banyak sudah paham mengenai transmisi mobil baik fungsi, komponen, dan jenis-jenisnya.

Kalau urusan mobil bekas, jangan lupa untuk #PilihYangPasti aja di OLX Autos yang dapat memberikan penawaran terbaik dan garansi pada unit yang Anda beli.

Membeli mobil bekas yang aman digunakan di jalan tentu harus fokus pada Kualitasnya. #PilihYangPasti untung di OLX Autos. Kamu bisa pilih ribuan unit mobil dengan kualitas terbaik dan sudah melalui inspeksi. Sehingga bergaransi dan dijamin aman dan nyaman untuk berkendara bersama keluarga tercinta!

Inilah 4 Perbedaan Timing Belt dan Fan Belt yang Perlu Anda Ketahui

Sebagai pemilik mobil, tentu saja penting untuk memahami komponen-komponen vital yang ada di mesin kendaraan. Hal ini penting sekali agar tahu bagaimana merawatnya dan kapan waktunya komponen tersebut diganti atau diservis.

Dari banyaknya komponen yang ada di mesin mobil, setidaknya terdapat dua komponen yang wajib diketahui karena memiliki peran yang cukup krusial. Komponen tersebut adalah timing belt dan fan belt. Meski kedua komponen ini namanya hampir mirip, namun peranan yang mereka punya cukup berbeda.

Sebelum memahami perbedaan keduanya, penting untuk Anda mengetahui apa itu timing belt dan fan belt. Simak ulasan berikut ya.

Apa Itu Timing Belt?

Apa itu timing belt
Timing Belt (suzuki.co.id)

Timing belt bekerja untuk menghubungkan komponen crankshaft dan camshaft. Komponen ini berbentuk sabuk dengan gerigi yang berbahan karet. Komponen ini sangat penting fungsinya, karena jika rusak maka mobil bisa mati total.

Timing belt bertugas untuk membuka dan menutup kedua katup pada mesin mobil secara otomatis ketika proses pembakaran. Saat proses ini berlangsung, bensin dan oksigen akan masuk ke ruang pembakaran melalui sebuah katup intake.

Proses pembakaran tersebut nantinya akan menghasilkan sisa pembakaran yang kemudian dibuang melalui katup exhaust. Timing belt bekerja dalam proses ini, dimana kedua katup tersebut terhubung dengan camshaft. Saat mesin dinyalakan, camshaft akan berputar, lalu membuka dan menutup secara teratur.

Istilah timing merajuk pada pengaturan waktu saat katup membuka dan menutup. Dibutuhkan waktu yang tepat untuk katup intake dan katup exhaust bergerak sesuai laju piston. Nah, saat piston melakukan kompresi, kedua katup tersebut akan tertutup.

Penting juga untuk Anda memperhatikan masa pemakaian timing belt. Hal ini penting agar mengetahui waktu yang tepat untuk menggantinya. Umumnya, timing belt diganti saat kendaraan telah menempuh jarak 50.000 sampai 80.000 km.

Baca juga: Yuk Pahami Timing Belt Mobil, Fungsi, Cara Kerja, Mengganti, dan Merawatnya

Apa Itu Fan Belt?

Apa itu fan belt
Fan Belt (kompas.com)

Fan belt berfungsi untuk menggerakan dan menghubungkan komponen yang ada di dalam mobil, terutama saat mesin dinyalakan. Cara kerja komponen ini adalah memindahkan atau meneruskan tenaga dari mesin menuju pulley penggerak, seperti power steering, AC, alternator, water pump, dan lainnya.

Komponen lain yang mendapat energi berkat putaran fan belt akan bekerja  untuk menghasilkan gerakan saat mobil dikendarai. Fan belt sangat penting untuk mobil, oleh karena itu harus selalu dirawat dan berada dalam kondisi yang prima. Tanpa komponen ini, mesin mobil tidak dapat digerakkan.

Merawat fan belt wajib hukumnya untuk agar tidak putus atau rusak saat mobil digunakan. Penting untuk merawatnya secara berkala agar awet dan tahan lama, terutama saat melakukan servis rutin di bengkel.

Fan belt memiliki beberapa tanda jika sudah waktunya diganti ,seperti mulai terasa rapuh, kendur, tipis, dan permukaannya retak. Idealnya fan belt diganti saat mobil sudah menempuh jarak 25.000 sampai 30.000 km.

Baca juga: 8 Hal Perlu Dilakukan Ketika Membeli Mobil Bekas Berusia di Atas 10 Tahun

Perbedaan Timing Belt dan Fan Belt

Setelah mengetahui pengertian timing belt dan fan belt, hal selanjutnya yang wajib diketahui adalah perbedaannya. Kedua komponen ini terletak pada mesin kendaraan dengan fungsi masing-masing yang sangat vital. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui perbedaannya.

1. Cara Kerja

Berangkat dari istilah timing, cara kerja timing belt adalah mengatur waktu katup untuk membuka dan menutup saat terjadi proses pembakaran pada mesin mobil. Sedangkan fan belt bekerja untuk memindahkan energi pada mesin ke komponen-komponen lain, seperti alternator, power steering, AC, dan lannya yang telah dijelaskan di atas.

2. Bentuk Sabuk

Perbedaan lain ada pada bentuk sabuknya. Timing belt memiliki bentuk sabuk bergerigi. Bentuk ini bertujuan supaya proses perputaran antara crankshaft dan camshaft bisa sejalan.

Hal ini penting karena berhubungan dengan waktu katup untuk membuka dan menutup. Pemasangan komponen ini juga tidak boleh dilakukan sembarangan karena sudah ada tanda khusus pada setiap pulley-nya.

Sedangkan fan belt berbentuk runcing di bagian ujungnya dan lebih kecil dibanding komponen penghubung lain. Oleh karena itu, penting untuk menambah jalur pulley dan memasang fan belt lagi jika ingin ada komponen tambahan yang digerakkan.

Baca juga: 9 Cara Mudah Merawat Mobil Tua Saat di Rumah Aja

3. Fungsi Sabuk

Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan pula, walau sama-sama berbentuk sabuk, namun kedua komponen ini memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Timing belt merupakan komponen mesin yang letaknya ada di dalam dan berfungsi agar crankshaft tetap terhubung. 

Fan belt berfungsi untuk menyalurkan energi dari mesin ke komponen lain yang ada di luar, seperti kompresor, AC, dan lainnya agar mereka bisa bekerja dengan lancar.

4. Waktu Ideal untuk Mengganti

Sebagai komponen yang memiliki peran penting, timing belt dan fan belt harus secara rutin diperiksa dan diganti. Untuk timing belt, umumnya diganti setelah mobil menempuh jarak 50.000 km, sedangkan fan belt idealnya diganti setelah 25.000 km.

Akan tetapi hal ini harus disesuaikan dengan kondisi kedua komponen tersebut. Jika Anda telah mendengar bunyi berdecit saat mobil digunakan, artinya kedua sabuk tersebut perlu diganti, bisa diganti bersama atau terpisah.

Itulah 4 perbedaan timing belt dan fan belt yang perlu Anda ketahui. Kedua komponen tersebut merupakan komponen penting dan vital yang ada pada kendaraan. Perlu pemeriksaan dan perawatan rutin agar kondisinya tetap baik, sehingga kendaraan bisa bergerak dan digunakan dengan semestinya.

Merawat mobil dengan baik, tentu akan menjaga harga jualnya agar tetap stabil. Pastikan untuk merawat kendaraan Anda agar harga jualnya tidak jatuh.

Jangan lupa untuk memilih mitra terpercaya dalam menjual mobil Anda seperti OLX Autos yang dapat memberikan penawaran terbaik serta pembayaran instan.

Hindari proses jual mobil yang ribet dan #PilihYangPasti untung dan aman di OLX Autos. Prioritas kami adalah keamanan bertransaksi, sehingga menjual mobil bisa lebih nyaman. Kamu bisa dapatkan pembayaran instan dan tanpa hidden fee!

Yuk Pahami Timing Belt Mobil, Fungsi, Cara Kerja, Mengganti, dan Merawatnya

Jika Anda memiliki ketertarikan dengan dunia otomotif, timing belt tentu bukan hal yang asing. Timing belt adalah komponen yang sangat penting untuk mesin mobil. Komponen ini menjadi salah satu kunci agar performa mobil bisa maksimal.

Memangnya apa sih timing belt itu? Timing Belt merupakan komponen di ruang mesin yang berbentuk seperti sabuk karet yang bergerigi dan terbuat dari karet. Jika komponen ini bermasalah, sangat mungkin mesin mobil Anda akan mati total.

Oleh karena itu, merawat timing belt menjadi sangat penting agar mobil dapat dikendarai dengan baik. Lalu apa saja fungsi timing belt lainnya dan cara perawatannya?

Baca juga: 8 Hal Perlu Dilakukan Ketika Membeli Mobil Bekas Berusia di Atas 10 Tahun

Fungsi Timing Belt

Melansir website resmi Daihatsu di Indonesia, timing belt berfungsi sebagai komponen yang memutar camshaft yang digunakan untuk membuka atau menutup valve pada ruang pembakaran dengan waktu yang tepat. 

Secara umum, terdapat dua macam bagian penting yang ada di timing belt, pertama adalah valve intake dan valve exhaust. Valve intake memiliki fungsi sebagai jalur masuk udara dan bahan bakar ke ruang bakar. Sedangkan valve exhaust memiliki fungsi sebagai jalan keluar untuk sisa pembakaran. Kedua komponen ini digerakkan oleh camshaft yang berputar.

Tugas dan fungsi utama dari timing belt adalah memutar noken as agar bekerja secara tepat pada mesin kendaraan. Komponen ini memiliki karakteristik yang cukup unik karena terbuat dari material karet yang tidak berisi ketika mesin bekerja.

Selain itu, timing belt juga dapat digunakan pada mesin yang memiliki RPM tinggi. Sehingga Anda tidak perlu khawatir mengalami gagal momentum dari rantai karena timing belt terbuat dari karet.

Baca juga: 9 Cara Mudah Merawat Mobil Tua Saat di Rumah Aja

Cara Kerja Timing Belt

Secara umum, timing belt bekerja untuk memutar poros camshaft. Camshaft ini memiliki berperan untuk mengatur pembukaan katup masuk dan keluar dalam mesin mobil. Kata timing dapat dijelaskan sebagai waktu ketika proses buka tutup katup yang harus disesuaikan dengan kondisi piston itu sendiri.

Nah, timing belt cara kerjanya adalah menghubungkan kruk as dan noken as, sehingga ketika noken as berputar, katup isap dan buang akan ikut bekerja. Oleh karena itu, dengan adanya proses tersebut, terciptalah proses pembakaran dalam mesin kendaraan.

Kruk as atau poros engkol merupakan komponen vital yang berada di mesin pembakaran. Komponen ini berguna untuk menjadi poros penggerak piston mobil. Sedangkan noken as berguna untuk mengatur pasokan bahan bakar ke ruang bakar agar dapat menghasilkan tenaga.

Baca juga: Mengenal Sistem Pelumasan Mobil, Agar Mobil Sehat dan Terjaga

Cara Mengganti Timing Belt Mobil

Secara sederhana, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengganti timing belt. Meskipun sederhana, namun Anda tetap perlu berhati-hati ketika melakukannya. Jika tidak memiliki pengalaman dalam memperbaiki mobil, alangkah baik untuk menggantinya di bengkel resmi.

Langkah pertama untuk mengganti timing belt adalah melepaskan aksesoris atau bagian-bagian yang terdapat di sekitar cover timing belt. Hal ini diperlukan agar mendapat akses langsung ke penutup timing belt.

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah melepaskan penutup timing engine. Penting untuk memeriksa timing belt dan pulley di bagian-bagian yang diperlukan. Selanjutnya lepas dan ganti timing belt, pompa air, pulley, dan tensioner.

Langkah ketiga adalah memasang Kembali penutup timing belt dan semua suku cadang yang telah dilepaskan. Terakhir adalah nyalakan mesin mobil dan periksa operasi kerja mesin yang tepat, serta memeriksa kebocoran sistem pendinginan.

Sebagai rekomendasi, Anda perlu untuk mengikuti jadwal perawatan yang disediakan oleh produsen mobil dan mengganti timing belt sesuai rekomendasi buku petunjuk. Bagaimanapun, timing belt menggerakan pompa air di 60% mobil, dan biaya tenaga kerja untuk mengganti pompa air lebih tinggi dari biaya pompa.

Sangat penting untuk Anda mengganti pulley dan tensioners timing belt. Tensioner menerapkan tekanan ke timing belt agar tetap kencang, sementara pulleys menjaga timing belt sejajar. 

Komponen-komponen ini adalah unit yang disegel yang mengandung bantalan (mereka tidak dapat dilumasi secara teratur). Bantalan aus seiring waktu dan dapat tertahan, menyebabkan timing belt terlepas, yang dapat menyebabkan kerusakan mesin internal besar.

Setelah mengetahui langkah-langkah sederhana untuk mengganti timing belt, hal selanjutnya yang penting untuk diketahui adalah merawat timing belt. Lalu, bagaimana cara merawat timing belt?

Cara Merawat Timing Belt Mobil

Setelah mengetahui fungsi, cara kerja, dan cara menggantinya, penting juga untuk mengetahui cara merawat timing belt. Timing belt harus dirawat dengan baik agar tidak mengalami kerusakan. Apabila timing belt rusak maka mesin mobil bisa mati total.

Untuk menjaga kondisi timing belt dengan baik, penting untuk melakukan pengecekan secara berkala. Penting juga untuk titik tanda sesuai yang telah ditentukan pabrik ketika membongkar atau memasang.

Apabila tidak pas saat dibongkar dan memasang, bisa saja katup dan piston bertabrakan dan mobil jadi turun mesin. Jika timing belt dipasang terlalu kencang atau kendur, hal tersebut dapat mengakibatkan putus dan loncat gigi yang menimbulkan bunyi. 

Oleh karena itu, penting untuk memastikan ketegangan komponen tersebut sudah tepat agar timing belt dapat bekerja dengan baik dan optimal. Selain mengeceknya, Anda juga harus melakukan pergantian secara berkala setelah mobil menempuh jarak 80.000 hingga 150.000 km. 

Setelah mengetahui betapa penting peran timing belt untuk kinerja mesin mobil. Agar mesin bekerja dengan optimal, maka Anda harus melakukan perawatan berkala. Karena dengan kondisi yang terbaik akan membuat harga mobil Anda tetap stabil dan tidak jatuh saat dijual.

Pastikan untuk menjual mobil Anda pada dealer terpercaya yang dapat memberikan penawaran terbaik serta pembayaran instan seperti OLX Autos.

Jual mobil dengan mudah, tanpa mengorbankan waktu, tenaga, dan langsung terjual di OLX Autos! Proses jual mobil di OLX sangat mudah, dan kamu bisa langsung mendapatkan pembayaran instan setelah deal. Tanpa biaya tersembunyi alias no hidden fee!

Memahami Throttle Mobil, Fungsi, Komponen, Cara Kerja dan Membersihkannya

Keleluasaan untuk menikmati sensasi berkendara tentu saja sangat dipengaruhi oleh performa mobil yang nyaman. Untuk itu, salah satu komponen mobil yang penting adalah throttle body yang bertugas untuk menyalurkan udara ke mesin mobil.

Performa yang baik pada mesin mobil diciptakan dari proses pembakaran bahan bakar yang sempurna. Agar hal tersebut dapat terjadi, dibutuhkan aliran udara yang pas dan tepat pada bagian mesin. Nah, udara ini menjadi elemen vital yang memiliki peran penting untuk menentukan kualitas pembakaran bahan bakar mesin.

Baca juga: Manfaat dan Fungsi Tune Up di Mesin Mobil

Cara Kerja Throttle Body Mobil

Untuk memahami lebih jauh mengenai throttle body mobil, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui cara kerjanya. Umumnya, throttle valve mengatur udara secara manual untuk akselerasi dan deselerasi. Komponen tersebut terhubung dengan pedal gas.

Pengaturan Jumlah udara ini dilakukan secara otomatis oleh idling dan idle up AC. Kedua hal tersebut dikerjakan oleh komponen Bernama Idle Speed Control (ISC). Cara kerjanya diperintah oleh ECU mesin.

Udara akan masuk ketika Anda menggunakan throttle valve melalui throttle grip. Saluran utama nantinya akan dilalui oleh udara sebelum dialirkan ke intake manifold. Jadi ketika Anda mengoperasikan throttle valve melalui throttle grip udara akan melewati komponen ini. 

Setelah itu udara yang masuk akan diatur dan menghasilkan tenaga yang dibutuhkan oleh mobil. Ketika muatan udara yang diberikan berjumlah besar maka tenaga yang dihasilkan juga akan besar, dan sebaliknya. Jika udara yang masuk berjumlah kecil maka akan memberikan efek negatif pada mesin kendaraan bermotor dan performa mesin akan tidak optimal.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 8 Cara Menghidupkan Mobil yang Tidak Bisa Distarter

Fungsi Throttle Body Mobil

Secara umum, throttle body mobil memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

1. Mengontrol Jumlah Udara

Fungsi utama throttle body mobil adalah mengontrol jumlah udara yang akan masuk ke ruang bakar saat proses pembakaran bahan bakar berlangsung. Hal ini khususnya terjadi pada mobil yang menggunakan mesin karburator.

2. Meningkatkan Performa Mobil

Fungsi lain dari komponen ini adalah meningkatkan laju kecepatan mobil. Hal ini dapat terjadi ketika pedal gas diinjak dengan kuat, yang membuat suplai udara yang masuk ke katup semakin besar.

Hal inilah yang membuat bahan bakar mengalir dengan jumlah banyak sehingga meningkatkan kecepatan laju kendaraan.

3. Menerima Udara Sesuai Perintah

Pada mesin kendaraan Fuel Injection, throttle body mobil berfungsi untuk menerima udara sesuai perintah dari komponen air flow sensor dan throttle position sensor.

Dua komponen ini akan bertugas untuk mengirimkan sinyal perintah ke komputer untuk meningkatkan konsumsi bahan bakar. Perintah ini akan dijalankan ketika jumlah udara di ruang bakar meningkat. Peningkatan jumlah udara ini umumnya terjadi ketika pedal gas diinjak dengan kuat.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Tune Up Mobil, Fungsi, Kapan Waktu dan Cara Melakukannya

Komponen Throttle Body Mobil

Setelah mengetahui cara kerja dan fungsi dari throttle body mobil, hal selanjutnya yang perlu diketahui adalah komponen-komponennya. Setidaknya terdapat 3 komponen utama throttle body mobil, yaitu:

1. Throttle Valve

Komponen ini adalah katup gas yang berfungsi untuk mengatur Jumlah udara yang masuk ke intake manifold. Komponen ini bekerja dengan membuka dan menutup saluran utama sesuai injakan kaki pada pedal gas.

2. Idle Speed Control

Komponen ini berfungsi untuk mengalirkan udara melalui saluran bypass saat mesin idling. Hal ini bertujuan untuk membuat mesin tetap hidup dan mendapatkan pasokan udara yang cukup untuk proses pembakaran.

3. Throttle Position Sensor

Komponen terakhir adalah throttle position sensor yang menjadi sensor pada sistem Electronic Fuel Injection dengan fungsi mengukur besar pembukaan katup throttle valve. Ketika throttle valve terbuka, TPS dapat mengukur besar pembukaan katup dengan mengirim informasi dalam bentuk tegangan pada ECU mesin.

Cara Membersihkan Throttle Body Mobil

Throttle Body Mobil
Throttle Body Mobil (breakerlink.com)

Hal terakhir yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah cara membersihkan throttle body mobil. Throttle body mobil sangat penting untuk dijaga kebersihannya karena jika kotor akan mengakibatkan tarikan motor menjadi berat.  

Setiap kotoran atau debu yang menempel pada katup dan injektor akan menyebabkan terjadinya tumpukan karbon sisa pembakaran tidak dapat berjalan dengan sempurna. Jika dibiarkan, kotoran tersebut akan mengendap dan sulit dibersihkan.

Nah untuk membersihkannya, hal pertama yang bisa dilakukan adalah membongkar terlebih dahulu komponennya. Membongkar throttle body mobil dapat dilakukan dengan melepas bagian intake.

Saat melepas komponennya, hal yang tidak boleh dilupakan adalah mencopot bagian seal agar bagian dari karet menjadi getas. Anda juga harus memperhatikan sensor pada TPS saat melepas bagian throttle body. Sensor tidak boleh sembarangan dilepas sebab bisa menimbulkan kode error yang mengakibatkan mobil bekerja tidak optimal.

Hal kedua yang perlu dilakukan adalah membersihkan throttle body mobil dengan menggunakan bensin. Ini adalah proses pembersihkan tahap awal, karena bensin ampuh merontokkan debu dan kotoran yang melekat pada throttle body. Jangan lupa untuk menggunakan kuas sebagai aplikatornya. 

Selanjutnya adalah menggunakan cairan pembersih khusus untuk throttle body mobil. Cairan ini akan bermanfaat untuk membersihkan kotoran yang tidak hilang dan rontok dengan bensin. Tujuan lain dari aplikasi cairan pembersih ini adalah sebagai bilasan atas bensin yang melekat sebelumnya.

Terakhir adalah memasang kembali throttle body mobil jika sudah bersih. Pastikan untuk memasang seperti sedia. Untuk unit sensor TPS sebaiknya baca panduan pabrik terlebih dulu agar tidak menimbulkan error. 

Pembersihan throttle body mobil tidak perlu secara rutin cukup saat sudah menempuh jarak 12.000 km atau satu tahun sekali. Bila tidak memiliki pengetahuan terkait throttle body maka bersihkan saja ke bengkel resmi. Hal ini akan membuat mobil Anda dapat terus berada pada kondisi maksimal.

Merawat mobil dengan baik, tentu akan menjaga harga jualnya agar tetap stabil. Pastikan untuk merawat kendaraan Anda agar harga jualnya tidak jatuh.

Jangan lupa untuk memilih mitra terpercaya dalam menjual mobil Anda seperti OLX Autos yang dapat memberikan penawaran terbaik serta pembayaran instan.

Hindari proses jual mobil yang ribet dan #PilihYangPasti untung dan aman di OLX Autos. Prioritas kami adalah keamanan bertransaksi, sehingga menjual mobil bisa lebih nyaman. Kamu bisa dapatkan pembayaran instan dan tanpa hidden fee!

Kaca Mobil Berembun? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Meski sering dianggap sepele, kaca mobil tetap menjadi satu komponen yang penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Kaca mobil yang berembun akan membuat Anda tidak nyaman dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Memangnya apa sih penyebab kaca mobil bisa berembun, terutama dalam kondisi dingin dan hujan? Apa mungkin hal tersebut terjadi karena ada komponen mobil yang bermasalah? Nah, berikut adalah ulasannya.

Baca juga: 9 Cara Hilangkan Jamur di Kaca Mobil Secara Mandiri

Penyebab Kaca Mobil Berembun

Kaca mobil yang berembun akan membuat Anda kekurangan visibilitas dalam berkendara. Hal ini tentu saja membahayakan pengemudi jika tidak segera dihilangkan embunnya. Sebelumnya mengetahui cara mengatasinya, penting untuk mengetahui penyebabnya. Berikut adalah 4 penyebab kaca mobil berembun, yaitu:

1. Perbedaan Suhu

AC mobil menjadi salah satu komponen yang mampu menimbulkan embun di kaca mobil. Hal ini terjadi karena kabin mobil yang lembab akibat terdapat banyak partikel air yang terkena AC. Kelembaban udara di luar kabin juga sangat tinggi di pagi hari, terutama jika kondisi sedang hujan.

Embun di kaca mobil muncul karena tingkat kelembaban udara yang cukup tinggi. Selain itu, embun juga dapat muncul karena perbedaan suhu kabin dengan suhu udara di luar. Suhu kabin yang lebih panas dibanding suhu luar akan memunculkan embun di kaca mobil.

2. AC Mobil Terlalu Dingin

Menyalakan AC mobil dengan suhu yang terlalu dingin juga menjadi penyebab lain kaca mobil berembun. Apalagi jika AC diarahkan ke kaca jendela mobil. Maka kaca akan berembun dengan cepat.

3. Hanya Menyalakan Blower AC

Blower AC berfungsi untuk menghisap udara yang ada di sekelilingnya dan mengeluarkannya ke kabin mobil. Jika hanya blower AC yang menyala, maka hal tersebut akan memunculkan embun di kaca mobil.

4. AC Mobil Bermasalah

Selain 3 penyebab di atas, kaca mobil yang berembun juga dapat disebabkan oleh komponen AC mobil yang bermasalah. Anda dapat mencegah kaca mobil berembun dengan memarkir mobil di lokasi yang terpapar sinar matahari langsung.

Apabila tempat parker mobil Anda tidak di bawah matahari langsung, ada baiknya sebelum menyalakan AC mobil Anda membuka kaca terlebih dahulu selama beberapa saat.

Sebagai Informasi tambahan, embun pada kaca mobil terbentuk tercipta proses kondensasi. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa ketika hujan turun, udara di dalam mobil akan mengikuti udara di luar mobil yang memiliki kelembaban udara tinggi. 

Jika mobil dalam kondisi berjalan, penumpang yang ada di dalam mobil juga akan menghasilkan embun nafas yang juga mengandung uap air dan akan bertemu dengan tekanan udara dari dalam mobil.

Uap air yang berjumlah banyak dari dalam mobil lama kelamaan akan lebih banyak dan tidak dapat tertampung, baik oleh tubuh maupun udara dari dalam mobil. Maka dari itu, uap air akan otomatis mencari lokasi yang lebih dingin. Dan ruang yang lebih dekat yaitu kaca mobil sehingga terjadilah kondensasi pada kaca mobil.

Baca juga: 4 Tanda Bahwa Kaca Mobil Depan Perlu Diganti

Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun

Cara mengatasi kaca mobil berembun
Kaca Mobil Berembun (olx.co.id)

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan embun di kaca mobil. Tenang saja, hal ini mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat dan bahan yang sulit untuk didapatkan. Berbagai cara untuk menghilangkan embun pada kaca mobil ini dapat Anda coba.

Cara menghilangkan embun di kaca mobil memang wajib untuk diketahui. Biasanya embun ini muncul secara cepat saat suhu luar mobil lebih dingin daripada di kabin. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan embun dari kaca mobil.

  • Menurunkan Temperatur di Kabin Mobil

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kaca mobil berembun disebabkan perbedaan suhu yang ada di luar dan di dalam kabin. Nah jika seperti ini, maka Anda bisa menurunkan temperatur di dalam kabin mobil. Sehingga proses pengembunan atau kondensasi bisa berkurang.

  • Lakukan Defogger Mobil

Umumnya mobil dilengkapi dengan fitur defrost atau defogger. Fitur ini jika digunakan akan menghilangkan embun di kaca mobil. Ventilasi defrost umumnya terletak di kedua sisi paling ujung dashboard. Apabila kaca bagian belakang mobil berembun, gunakanlah fitur defogger.

  • Lakukan Resirkulasi Udara

Gunakan tombol sirkulasi untuk kaca mobil berembun. Setelah tombol sirkulasi diaktifkan, mobil akan memasukkan udara dari luar mobil. Kemudian, udara tersebut diembuskan ke luar tanpa mengubah temperatur. Dengan demikian, tidak ada perbedaan temperatur.

Perlu diketahui, resirkulasi udara tidak perlu dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Apabila embun telah menghilang, nonaktifkan fitur tersebut.

  • Nyalakan AC dan Wiper

Salah satu pengemban kaca mobil berembun adalah udara di luar yang panas. Udara di luar yang panas serta suhu di kabin mobil yang dingin akan menyebabkan kaca mobil berembun di titik-titik tertentu.

Apabila ini terjadi, Anda bisa mengatasinya dengan mengurangi temperatur AC. Hal tersebut akan menghilangkan embun yang ada di kaca mobil. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan wiper untuk menyeka embun yang ada di kaca mobil. Penting untuk dipastikan bahwa pengaturan wiper dalam posisi paling pelan. Hal itu agar tidak mengganggu penglihatan ketika berkendara.

  • Membuka Jendela Kaca

Cara paling cepat dan paling mudah agar embun di kaca mobil hilang adalah membuka jendela kaca mobil. Lakukan hal ini hingga semua embun menghilang. Tutup kembali jika embun sudah tidak ada agar udara dingin dari AC terasa Kembali.

Baca juga: 5 Penyebab Kaca Depan Mobil Retak Tiba-tiba

  • Gunakan Shampo Rambut

Oleskan sedikit cairan shampo di kaca mobil bagian dalam, namun jangan dicampur air. Kemudian, siapkan lap kanebo lembab untuk mengelap kaca yang sudah diolesi shampoo. Pastikan mengelap dengan gerakan searah agar kaca tidak buram.

  • Semprotkan Cairan Antikabut

Cairan ini dapat Anda temukan di berbagai toko perlengkapan mobil. Ketika embun muncul di kaca mobil, semprotkan cairan tersebut ke kaca bagian dalam mobil. Setelah didiamkan beberapa waktu, laplah kaca menggunakan kain lembut dan kering dengan gerakan searah.

Nah, itulah Informasi mengenai penyebab kaca mobil berembun dan cara mengatasinya embun. Dengan melakukan cara-cara di atas, maka Anda dapat mengurangi timbulnya embun pada kaca mobil dan perjalanan Anda pun tidak akan terganggu.

Nah, kalau soal urusan mobil bekas, jangan lupa untuk memilih di OLX Autos yang dapat memberikan penawaran serta garansi pada unit yang Anda beli.

Dapatkan mobil bekas berkualitas dengan #PilihYangPasti di OLX Autos! Kami menjamin semua mobil yang bisa anda pilih berkondisi prima, dan bergaransi karena telah melalui inspeksi detail dari Petugas berpengalaman. Pilih mobil terbaik untuk menunjang semua kebutuhan harian di OLX Autos!

Perbedaan Aki Kering dan Aki Basah, Mana yang Lebih Baik?

0

Aki merupakan komponen yang sangat penting untuk setiap kendaraan bermotor. Fungsi utama dari aki adalah memberikan suplai daya listrik ke setiap komponen kelistrikan dalam mobil. Tanpa adanya daya listrik, mobil tidak dapat digunakan dengan maksimal.

Mobil memiliki Electronic Control Unit (ECU) yang digerakkan oleh aki mobil. Selain itu, ada juga AC mobil, lampu mobil, klakson mobil, dan banyak komponen lainnya yang menggantungkan fungsinya terhadap aliran listrik yang dihasilkan aki mobil. Apabila aki mobil bermasalah tentu akan jadi masalah kita juga.

Baca juga: Indikator Aki Mobil Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perbedaan Aki Basah dan Aki Kering

Nah, dalam dunia otomotif ada dua jenis aki, yaitu aki basah dan aki kering. Meskipun namanya berbeda, namun kedua aki ini sama-sama menggunakan cairan elektroda atau lebih dikenal dengan air aki sebagai elemen utamanya. Dan, meski namanya sama, aki kering dan aki basah perbedaannya cukup signifikan.

Cairan elektroda pada aki kering biasanya berbentuk gel sehingga lebih padat, sedangkan cairan pada aki basah seperti air biasa. Berikut perbedaan yang lebih rinci tentang dua jenis aki ini.

1. Aki basah

Aki basah biasanya menggunakan wadah yang semi transparan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar lebih mudah dicek volume airnya. Air aki yang digunakan pada jenis aki ini adalah air accu dan air zuur.

Air accu dan air zuur memiliki fungsi yang sama, namun cara penggunaannya saja yang berbeda. Cairan aki ini berfungsi sebagai perendam cell-cell yang berada di dalam aki agar bisa menghantarkan arus listrik.

Jika air accu digunakan untuk menambahkan volume air aki, ari zuur digunakan pada saat pertama kali mengisi air aki. Penting untuk merendam cell-cell secara sempurna, jika tidak maka daya arus listrik yang mengalir akan berkurang.

Hal ini dapat terjadi karena cell baterai mengalami oksidasi dan berkarat. Nah, inilah beberapa perbedaan dari jenis air yang biasa digunakan untuk mengisi aki.

Air destilasi merupakan hasil dari metode pemisahan bahan kimia atau penyulingan. Prosesnya dilakukan dengan cara mendidihkan campuran zat sampai menguap. Uap tersebut kemudian didinginkan dan hasil pendinginannya ini yang disebut air accu.

Air Zuur memiliki kandungan asam sulfat yang sangat tinggi. Kandungan ini bersifat keras sehingga cocok untuk digunakan mengisi aki yang kosong. Asam sulfat atau H2SO4 ini berfungsi menyimpan serta menghantarkan arus listrik.

Tidak sulit untuk membedakan kedua jenis air ini saat hendak membelinya di bengkel. Anda  bisa melihat perbedaannya dari warna tutup botol atau kemasan, karena produsen telah membedakannya ketika memproduksi. 

Tutup botol atau kemasan air zuur umumnya berwarna merah, sedangkan tutup botol atau kemasan air accu biasanya menggunakan warna biru.

Karena menggunakan cairan berbentuk air, maka volumenya lebih cepat menguap. Padahal volume air aki basah harus tetap terjaga. Pastikan volumenya tetap berada di batas air yang tertera pada wadah aki. 

Anda bisa melakukan pengecekan secara berkala paling tidak sebulan atau dua bulan sekali. Gunakan air accu atau air destilasi untuk menambah volume air aki dan air zuur untuk mengisi ketika aki masih kosong. Jangan sampai salah menggunakan air aki ya.

Baca juga: Inilah Penyebab Aki Mobil Tekor dan Cara Mengatasinya

2. Aki kering

Tidak seperti aki basah, perawatan untuk aki kering bisa dibilang cukup minim. Oleh karena itu, aki kering sering disebut maintenance free (MF). Anda tidak perlu melakukan pengisian air aki jika menggunakan aki jenis ini. 

Meskipun begitu, umumnya usia pakai aki kering terbilang cukup singkat, sekitar 1,5 sampai 2 tahun saja. Jika sudah memasuki usia pakai, Anda harus mengganti aki kering dengan aki yang baru. 

Meskipun bisa diperbaiki, namun prosesnya cukup rumi dan membutuhkan ketelitian serta kerapian ekstra. Hal ini dikarenakan Anda harus membuka segel menggunakan gergaji atau pisah. Jika tidak hati-hati dalam membuka segelnya, komponen aki yang ingin diperbaiki malah berakhir dengan kerusakan.

Wadah aki kering memiliki perbedaan yang mencolok dibandingkan aki basah. Aki kering biasanya memiliki wadah dengan desain yang tertutup sepenuhnya menggunakan bahan yang solid. Jadi Anda tidak bisa melihat isi di dalam aki. 

Warna yang digunakan pada kemasan aki kering di antaranya adalah hitam, biru, putih, atau kuning. Jenis aki ini juga tidak memiliki lubang pengisian pada bagian atas kemasan.

Bahan isi yang digunakan pada aki kering adalah gel. Bentuk gel ini tidak mudah menguap sehingga volume gel dapat lebih terjaga.

Harga aki kering dibanderol lebih mahal daripada harga aki basah. Contohnya aki kering untuk tipe mobil yang sama memiliki harga sekitar Rp700 ribu, sedangkan harga aki basah sekitar Rp900 ribuan.

Jika ditanya jenis aki mana yang lebih awet, jawabannya adalah tergantung penggunaan. Aki jenis basah bisa lebih awet jika rajin mengecek kualitas dan kuantitas air aki. Penggunaan komponen tambahan pada mobil juga bisa membuat aki cepat tekor.

Baca juga: 6 Jenis Aki Mobil dan Fungsinya yang Perlu Kalian Pahami

Cara Merawat Aki Basah dan Aki Kering

Melihat pentingnya aki dalam sebuah mobil, tentu menjaga aki menjadi hal yang penting agar kinerjanya tetap maksimal untuk menghidupkan mobil. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat aki.

Seperti yang sudah disinggung di atas, aki basah dapat dirawat dengan rutin melakukan pengecekan volume air aki. Selain itu kutub negatif dan positifnya juga perlu dirawat dan dibersihkan.

Sedangkan cara merawat aki kering adalah dengan sering menggunakan mobil. Mobil yang sering digunakan akan membuat arus listrik selalu mengalir.

Nah, setelah mengetahui perbedaan aki kering dan aki basah, saat ini tentu Anda sedikit banyak sudah paham mengenai kelebihan dan kekurangannya. Pastikan untuk menggunakan aki yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kalau untuk urusan beli mobil pastikan untuk membeli di dealer dan showroom terpercaya yang dapat memberikan penawaran terbaik serta garansi pada unit yang Anda beli seperti OLX Autos.

Pilih mobil bekas berkualitas terbaik, dan harga yang paling reasonable di OLX Autos. Ada ribuan unit mobil bekas berkualitas yang bisa dipilih. Kami menjamin semua unit mobil berkondisi prima, dan bergaransi karena telah melalui inspeksi detail dari petugas berpengalaman. Dengan harga dan biaya perawatan yang rendah, kebutuhanmu bisa terpenuhi!

Indikator Aki Mobil Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sebagai pemilik mobil, Anda pasti tidak asing dengan ragam lampu indikator yang berada di bagian meter cluster kendaraan. Meskipun begitu, tidak sedikit orang yang kesulitan memahami berbagai lampu indikator tersebut.

Padahal lampu indikator adalah hal yang penting, ibarat salah satu bentuk komunikasi mobil dengan pengendaranya. Setiap lampu indikator memiliki makna tersendiri untuk menginformasikan pengemudi mengenai kondisi mobil sebelum digunakan.

Jika ada komponen yang bermasalah, biasanya lampu tersebut akan menyala sehingga pengemudi mengetahui bahwa ada masalah pada mobil. Salah satu lampu indikator yang penting untuk diperhatikan adalah gambar aki yang menyala. 

Menurut Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi, jika indikator bergambar aki menyala, kemungkinan besar ada masalah pada bagian pengisian arus listrik atau aki tidak mau mengisi. Jika hal ini terjadi maka penting untuk Anda melakukan pengecekan ke bengkel resmi.

Baca juga: 6 Jenis Aki Mobil dan Fungsinya yang Perlu Kalian Pahami

Penyebab Lampu Indikator Aki Menyala

Didi Ahadi mengatakan bahwa banyak mobil modern saat ini menggunakan Electronic Control Unit (ECU) yang memudahkan kita untuk mendeteksi masalah di mobil melalui lampu indikator. Nah, terdapat beberapa hal yang menyebabkan lampu indikator Aki menyala, yaitu:

1. Terdapat Kesalahan pada Sistem Kelistrikan

Penyebab yang paling umum terjadi adalah kesalahan dalam sistem kelistrikan mobil. Hal ini disebabkan oleh masalah pada pengisian arus listrik atau diakibatkan aki yang tidak mau mengisi.

Lampu indikator aki menyala biasanya dikarenakan dinamo alternator yang kendur atau carbon brush yang sudah aus karena terlalu lama digunakan. Hal ini yang menyebabkan dinamo alternator tidak mampu menghasilkan listrik.

2. Dinamo Alternator Undercharged atau Overcharged

Hal yang harus Anda ketahui adalah kebutuhan listrik harus disesuaikan dengan suplai yang tersedia. Terdapat satu komponen Bernama alternator yang berfungsi mengubah tenaga putar menjadi energi listrik.

Nah energi listrik yang dikeluarkan biasanya memiliki tegangan 13 volt sampai 15,2 volt.  Jika pasokan listrik dari alternator ada di bawah atau di angka tersebut, maka akan terjadi undercharged atau overcharged.

Hal ini sama sekali tidak boleh diremehkan, karena jika mobil terus dibiarkan undercharged maka sewaktu-waktu bisa mogok dan tidak dapat distarter. Hal ini dikarenakan mobil membutuhkan energi listrik yang cukup besar untuk dihidupkan.

Tapi jika terjadi overcharged, accu bisa meledak. Hal ini dikarenakan suplai dari alternator yang berlebihan akan mengakibatkan panas pada accu dan hal yang paling mengerikan dapat terjadi adalah accu meledak karena tekanan dari panas tersebut.

3. Akumulator Soak

Kondisi pengisian daya yang tidak ideal juga dapat mengakibatkan akumulator menjadi soal. Umumnya lampu indikator akan mati saat mesin sudah berputar. Artinya sistem pengisian sudah berhasil menghasilkan muatan listrik.

Apabila lampu indikator aki tetap menyala setelah mesin hidup, Anda harus waspada. Lakukanlah pengecekan pada komponen-komponen yang berkaitan dengan sistem kelistrikan mobil.

4. Kabel Aki Berkarat atau Longgar

Faktor lain yang menyebabkan lampu indikator aki menyala adalah kabel aki yang berkarat atau longgar. Jika sudah melakukan pengecekan kepada semua komponen tapi tidak ada masalah, berarti terdapat kesalahan pada aki seperti terminal kabel berkarat atau sel baterai dalam aki rusak.

Nah, untuk mengetahui secara pasti, lebih baik bawa mobil kamu ke bengkel terdekat agar segera dilakukan perbaikan sebelum berdampak buruk kepada aki.

Baca juga: Inilah Penyebab Aki Mobil Tekor dan Cara Mengatasinya

Mengatasi Lampu Indikator Aki Mobil Menyala Terus

Cara mengatasi lampu indikator aki menyala
Indikator Aki Mobil Menyala

Setelah mengetahui penyebab lampu indikator aki menyala, selanjutnya yang penting untuk diketahui adalah cara mengatasinya. Terdapat beberapa hal yang perlu Anda lakukan jika lampu lampu indikator aki mobil terus menyala.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kondisi carbon brush yang berada di dynamo alternator. Jika komponen ini sudah habis atau aus, hal yang perlu dilakukan adalah menggantinya dengan yang baru. 

Jika yang menyebabkan lampu aki terus menyala adalah akumulator, maka akumulatorlah yang perlu diganti dengan yang baru. Biasanya carbon brush dan akumulator perlu diganti dengan yang baru karena sudah soak.

Hal kedua yang harus dilakukan adalah mengecek aki mobil secara rutin. Anda bisa dilakukan di rumah atau di bengkel resmi. Hal ini penting untuk dilakukan karena aki memiliki batas waktu pemakaian, apabila telah melewati batas waktu tersebut maka aki tidak dapat lagi bekerja secara maksimal tanpa perawatan atau menggantinya dengan yang baru. Jika mobil menggunakan aki basah, maka Anda bisa mengecek volume cairan akinya.

Hal ketiga yang perlu dilakukan adalah menjaga penyimpanan listrik pada aki. Anda bisa melakukannya dengan memanaskan mobil 15 menit selama 7 sampai 10 hari dengan rutin. 

Mobil yang tidak dipanaskan secara rutin dan jarang digunakan akan mengurangi 3 persen pasokan listrik pada aki. Kamu bisa memanaskan mobil di garasi atau menggunakannya untuk berkeliling komplek perumahan selama 15 sampai 30 menit agar aki tetap mendapatkan listrik secara otomatis karena digunakan.

Baca juga: Catat, Jika Aki Mobil Bermasalah Jangan Lakukan Engine Starter Lebih dari 3 Kali

Hal terakhir yang dapat dilakukan adalah melakukan pengecekan untuk memastikan apakah terjadi overcharged dan undercharged. Apabila terjadi overcharged, maka ketika aki disentuh akan terasa panas berlebih atau keluar air dari tutup aki. 

Kalau tidak panas, kemungkinan aki mengalami undercharged. Mobil yang mengalami undercharged harus dimatikan beban-beban listriknya terlebih dahulu.

Dengan menjaga kondisi aki, maka kinerja aki akan semakin optimal. Hal ini diharapkan mampu mengatasi lampu indikator aki nyala. Merawat mobil dengan baik, tentu akan menjaga harga jualnya agar tetap stabil. Pastikan untuk merawat kendaraan Anda agar harga jualnya tidak jatuh.

Jangan lupa untuk memilih mitra terpercaya dalam menjual mobil Anda seperti OLX Autos yang dapat memberikan penawaran terbaik serta pembayaran instan.

Hindari proses jual mobil yang ribet dan #PilihYangPasti untung dan aman di OLX Autos. Prioritas kami adalah keamanan bertransaksi, sehingga menjual mobil bisa lebih nyaman. Kamu bisa dapatkan pembayaran instan dan tanpa hidden fee!

Kupas Tuntas Suspensi Mobil: Definisi, Komponen, Jenis, dan Cara Perawatannya

0

Setiap pemilik mobil pasti ingin berkendara dengan nyaman dan aman. Selain dipengaruhi oleh medan jalan yang dilalui, kenyaman dan keamanan dalam berkendara juga dipengaruhi oleh komponen di dalam mobil. Komponen tersebut adalah suspensi mobil.

Secara umum, sistem suspensi mobil bertanggung jawab untuk meredam getaran dan guncangan saat mobil melalui jalan bergelombang. Ingin tahu lebih lanjut mengenai suspensi mobil? Berikut ulasannya.

Apa Itu Suspensi Mobil?

Melansir laman resmi Daihatsu di Indonesia, suspensi adalah komponen penting untuk menghadirkan kenyaman untuk Anda saat berkendara.  Komponen ini saling berintegrasi satu sama lain dengan demi meredam getaran serta guncangan ketika berkendara.

Saat mengendarai mobil di jalan bergelombang maupun berlubang, suspensi akan menyerap getaran yang ditimbulkan oleh body mobil. Dengan adanya suspensi mobil, Anda dapat melalui jalan tersebut dengan aman dan nyaman.

Jika mobil tidak memiliki suspensi, maka mobil akan berguncang hebat saat melalui jalan yang tidak rata atau polisi tidur. Oleh karena itu, suspensi merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menjaga kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

Baca juga: Ketahui Penyebab Kerusakan Shockbreaker Mobil dan Cara Mengatasinya

Suspensi mobil juga berfungsi untuk menopang body pada axle serta menjaga kedudukan roda mobil tetap stabil dan berada di tempatnya. Jika kedudukan roda mengalami pergeseran, maka hal tersebut akan berdampak pada kenyamanan berkendara. 

Selain itu, suspensi juga memiliki fungsi untuk memindahkan gaya pengereman dan akselerasi mobil. Melihat betapa pentingnya fungsi suspensi, rasanya penting untuk Anda mengetahui komponen apa saja yang ada di dalamnya.

Komponen Suspensi Mobil

Sebagai salah satu elemen penting dalam sebuah mobil, suspensi memiliki tugas yang aman berat untuk kenyamanan berkendara. Suspensi memiliki komponen yang cukup beragaman yang penting untuk diketahui dengan seksama, yaitu:

1. Pegas

Komponen ini berfungsi untuk menyerap berbagai getaran dan benturan di jalanan yang nantinya dilanjutkan ke body mobil secara langsung. Pegas juga berfungsi untuk menambahkan kemampuan pada cakram ban terhadap dalam menghadapi permukaan jalan.

Masing-masing suspensi terdiri dari beberapa pegas, seperti pegas coil, pegas daun, pegas torsi, dan pegas udara. Pegas coil terbuat dari batang baja khusus yang memiliki bentuk spiral, yang memiliki daya serap sangat baik. Pegas ini mudah untuk dibongkar dan bobotnya cukup ringan.

2. Lengan Suspensi

Komponen ini menjadi penyusun dalam suspensi mobil. Lengan suspensi bekerja sebagai penghubung antara roda dan chasis mobil. Komponen ini terbuat dari engsel yang dapat bergerak secara vertikal. Ketika mobil berkendara melewati jalan yang tidak rata, maka lengan suspensi akan membantu menggerakan roda ke atas atau ke bawah sesuai tekanan yang diterima untuk menstabilkan body mobil.

3. Shock Absorber

Komponen ini berfungsi untuk meredam gerakan mendadak atau guncangan yang diterima mobil. Shock absorber akan membantu pegas dengan meredam oskilasi ketika mobil bergerak.

4. Stabilizer

Stabilizer bertanggung jawab untuk membantu menyeimbangkan body mobil agar tetap stabil. Komponen ini tidak hanya bekerja untuk menyeimbangan mobil ketika menghadapi guncangan tapi juga ketika berbelok.

Baca juga: Mengenal Stabilizer Mobil dan Cara Kerjanya

Jenis-jenis Suspensi Mobil

Secara umum, hanya ada dua jenis suspensi, yaitu suspensi dependent yang ada di roda kanan dan kiri yang terhubung secara langsung, dan suspensi independent roda kanan dan kiri yang tidak terhubung secara langsung.

Nah, tapi kedua jenis ini terbagi lagi menjadi banyak jenis suspensi. Beragam jenis suspensi disesuaikan dengan utilitas dari jenis mobil. Berikut adalah jenis-jenis suspensi yang wajib Anda ketahui, yaitu:

1. Suspensi MacPherson

Suspensi MacPherson memiliki kelebihan pada konstruksinya yang sederhana, bobotnya ringan, dan biaya perawatan yang cukup terjangkau. Kekurangannya adalah dapat menimbulkan gejala body roll selama keluar masuk tikungan.

2. Suspensi Double Wishbone

Suspensi ini mempunyai keunggulan pada handling-nya saat bermanuver. Namun biaya perawatannya cukup mahal dibanding suspensi MacPherson.

3. Suspensi Multi-link

Suspensi ini akan memberi mobil daya cengkram yang baik. Namun, jika komponen rusak maka Anda harus mengeluarkan kocek yang besar karena sparepart-nya cukup langka.

4. Suspensi Torsion Beam

Suspensi ini memiliki bobot yang ringan dan memberi daya redam yang lebih baik dan lebih empuk.

5. Suspensi Axle Rigid

Suspensi ini terletak di roda bagian belakang mobil. Kelebihan dari suspensi Axle Rigid adalah cukup kuat dan bisa menopang beban berat dan menawarkan kestabilan dengan baik.

6. Suspensi Rigid – Leafspring

Suspensi ini sifatnya kaku sehingga biasanya diletakkan di bagian belakang. Suspensi yang memiliki konstruksi simple dan sederhana ini banyak digunakan oleh mobil yang beredar di Indonesia.

8. Suspensi 3 Link – Rigid

Suspensi ini menggunakan lower arm dan lateral rod, dengan ragam komponen seperti shock absorber, coil spring, lateral rod, dan torsion axle.

Baca juga: Istilah Camber, Caster, Toe, dan Kingpin Inclination Dalam Wheel Alignment

Cara Kerja Sistem Suspensi Mobil

Secara sederhana, cara kerja sistem suspensi mobil adalah memberikan sekat antara body mobil dengan roda. Sekat tersebut harus memiliki daya elastisitas yang tinggi agar mampu meredam gerakan mendadak atau getaran yang dihasilkan roda.

Berbagai komponen yang dimilikinya tersebut berfungsi sebagai penyerap getaran serta guncangan yang ditimbulkan pada jalanan yang tidak rata.

Cara Perawatan Sistem Suspensi Mobil

Tips Merawat Suspensi Motor

Setelah mengetahui berbagai hal mengenai suspensi mobil, sekarang adalah hal yang paling utama untuk diketahui, yaitu cara merawatnya. Bayangkan jika suspensi tidak bekerja dengan maksimal karena tidak dirawat, maka setiap berkendara Anda akan mendengar bunyi-bunyi yang mengganggu dan mobil akan terasa meloncat saat melalui jalan bergelombang. Oleh karena itu, penting untuk merawat suspensi mobil agar lebih awet.

Langkah pertama adalah rutin melakukan pengecekan tekanan angin pada ban. Tekanan angin yang ideal sesuai saran pabrik akan meringankan kerja suspensi mobil dan membuatnya lebih awet.

Langkah kedua adalah tidak membawa beban berlebihan di mobil. Jika muatan mobil melebihi beban ideal yang dapat ditanggung mobil, besar kemungkinan akan terjadi kebocoran di bagian suspensi.

Langkah ketiga adalah kurangi melalui jalan berlubang. Saat menghantam lubang atau permukaan yang tidak rata, maka getaran mendadak akan terjadi. Hal tersebut berpotensi untuk membuat suspensi cepat rusak dan ban pecah.

Langkah terakhir adalah memarkir mobil di tempat rata. Parkir di permukaan yang miring akan membuat bagian mobil lebih rendah dari posisi idealnya. Jika ini sering terjadi maka suspensi bisa rusak, fungsi pegas mobil melemah, dan karet per bisa mudah pecah.

Merawat mobil dengan baik, tentu akan menjaga harga jualnya agar tetap stabil. Pastikan untuk merawat kendaraan Anda agar harga jualnya tidak jatuh.

Jangan lupa untuk memilih mitra terpercaya dalam menjual mobil Anda seperti OLX Autos yang dapat memberikan penawaran terbaik serta pembayaran instan.

Hindari proses jual mobil yang ribet dan #PilihYangPasti untung dan aman di OLX Autos. Prioritas kami adalah keamanan bertransaksi, sehingga menjual mobil bisa lebih nyaman. Kamu bisa dapatkan pembayaran instan dan tanpa hidden fee!