Harga BBM non-subsidi melambung? Cek keunggulan teknologi PHEV mobil keluarga lewat LEPAS L8. Bisa hemat pengeluaran bulanan hingga ratusan ribu!
OLX News – Kondisi ekonomi global yang tidak menentu belakangan ini berdampak langsung pada dompet masyarakat Indonesia. Salah satu perubahan yang paling terasa dalam anggaran rumah tangga adalah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di berbagai SPBU. Bagi para kepala keluarga atau pekerja matang yang setiap hari harus membelah kemacetan kota, urusan biaya transportasi harian kini menjadi pos pengeluaran yang menuntut perhitungan matang.
Di sisi lain, roda rutinitas tidak bisa dihentikan. Urusan pergi ke kantor, mengantar anak sekolah, hingga agenda rutin mengunjungi kerabat di luar kota tetap wajib berjalan.
Guna menyiasati lonjakan biaya operasional tersebut, kini mulai terjadi pergeseran tren di kalangan konsumen otomotif. Banyak orang mulai melirik kendaraan berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai solusi logis untuk menekan pengeluaran bulanan tanpa perlu cemas kehabisan daya baterai di tengah jalan.
Baca juga:
Review Lepas E4, Intip Desain Leopard Aesthetics Serta Prediksi Jarak Tempuhnya!
Hitungan Nyata: Mengapa Listrik Jauh Lebih Murah dari Bensin?
Berbeda dengan sistem hibrida konvensional yang baterainya hanya terisi dari putaran mesin bensin, teknologi PHEV memungkinkan pemiliknya mencolokkan langsung kabel pengisi daya ke sumber listrik luar, seperti listrik rumah. Dengan kapasitas baterai yang jauh lebih besar, mobil ini bisa beroperasi penuh menggunakan mode setrum murni untuk rutinitas harian.
Berdasarkan data statistik transportasi, mayoritas pergerakan harian masyarakat perkotaan di Indonesia sebenarnya berada di bawah 30 kilometer per hari, dan 88 persen di antaranya tidak melebihi jarak 60 kilometer.
Mari kita bedah simulasi hitungan pengeluaran energinya dalam sebulan (25 hari kerja) dengan patokan harga BBM non-subsidi saat ini yang menyentuh Rp16.250 per liter:
| Jenis Sistem Penggerak | Estimasi Biaya Per Hari | Estimasi Biaya Per Bulan (25 Hari) |
| Mobil Bensin Konvensional (ICE) | Rp33.750 – Rp68.750 | Rp843.750 – Rp1.718.750 |
| Mobil Teknologi PHEV (Mode Listrik) | Rp21.000 – Rp43.169 | Rp525.000 – Rp1.079.225 |
Melalui perbandingan di atas, terlihat jelas bahwa pemanfaatan tenaga setrum untuk rute komuter harian mampu memangkas pengeluaran rutin keluarga hingga ratusan ribu rupiah setiap bulannya. Komponen mekanis penggerak listrik yang lebih ringkas juga diyakini mampu memotong biaya perawatan berkala di bengkel dalam jangka panjang.
Bebas Khawatir Saat Harus Liburan Jarak Jauh
Kelebihan utama yang membuat sistem PHEV jauh lebih disukai oleh kelompok usia 30-50 tahun dibanding mobil listrik murni (Full EV) adalah fleksibilitasnya. Ketika baterai habis atau saat Anda harus mendadak melakukan perjalanan luar kota yang jauh, mesin bensin akan hidup secara otomatis untuk mengambil alih tugas penggerak roda.
Perpindahan daya dari motor listrik ke mesin bensin ini diatur oleh komputer pintar mobil secara halus tanpa hentakan yang mengganggu kenyamanan penumpang. Pengemudi tidak perlu lagi merasa panik mencari stasiun pengisian daya (charging station) saat melintasi jalur antarprovinsi yang minim fasilitas pengisian setrum.
Baca juga:
LEPAS Bawa Robotika AiMOGA Masuk ke Kehidupan Nyata
Pembuktian Jarak Tempuh Raksasa pada LEPAS L8

Salah satu model teranyar yang membawa keunggulan teknologi ini ke pasar tanah air adalah LEPAS L8. Mobil ini dirancang dengan kemampuan jarak tempuh menggunakan baterai murni hingga lebih dari 100 kilometer. Artinya, untuk kebutuhan pergi-pulang kantor di dalam kota, Anda sama sekali tidak perlu membakar bensin setetes pun.
Namun, saat tangki bensin dan daya baterai terisi penuh, kolaborasi kedua sumber tenaga pada LEPAS L8 ini sanggup menghasilkan total jarak tempuh hingga lebih dari 1.300 kilometer. Jarak sejauh itu setara dengan rute perjalanan dari Jakarta langsung menuju Bali, atau perjalanan bolak-balik dari Jakarta ke Yogyakarta tanpa perlu berhenti untuk mengisi ulang energi di tengah jalan.
Menjadi Sumber Listrik Berjalan Lewat Fitur V2L
Selain urusan efisiensi berkendara, mobil keluarga modern ini juga menawarkan nilai tambah yang sangat mendukung gaya hidup luar ruangan. Berkat adanya pasokan energi besar di dalam baterainya, tersedia fitur bernama Vehicle-to-Load (V2L).
Fasilitas ini mengubah mobil menjadi sebuah genset berjalan yang aman dan praktis. Anda bisa mencolokkan berbagai perangkat elektronik rumah tangga berdaya besar langsung ke bodi mobil. Fitur ini sangat berguna untuk:
- Mendukung aktivitas pekerjaan darurat di luar ruangan yang membutuhkan listrik.
- Menyediakan daya listrik untuk lampu, kulkas portabel, atau alat pembuat kopi saat camping bersama keluarga.
- Menjadi cadangan listrik darurat untuk menyalakan perangkat elektronik penting di rumah saat terjadi pemadaman arus dari PLN.
Menghadapi tantangan ekonomi saat ini, memilih sarana transportasi bukan lagi sekadar urusan adu gengsi penampilan atau kecepatan mesin. Teknologi PHEV menyajikan titik temu yang sangat rasional bagi masyarakat modern: memberikan keuntungan hemat biaya setara mobil listrik untuk rutinitas harian, namun tetap mempertahankan ketangguhan jarak jauh khas mobil konvensional. (DF)


























